Kisah Seorang Zindiq…

Ia bernama Ahmad bin Yahya bin Ishaq Abul Husain yang dikenal dengan Ibnu Rowandi..

Imam ibnul Jauzi setelah menyebutkan biografinya dalam kitab al Muntazim (3/108) berkata:
“Aku sebutkan beografinya agar diketahui bagaimana kadar kekafiran orang ini. Karena ia adalah sandarannya kaum atheis dan kaum filsafat.
Disebutkan bahwa ayahnya adalah seorang yahudi dan ibnu rowandi pura pura masuk islam.

Sebagian Yahudi berkata kepada kaum muslimin, “Jangan sampai orang ini merusak kitab suci kalian sebagaimana ayahnya dahulu merusak taurat.”

Diantara tata cara ibnu rowandi melariskan kesesatannya adalah dengan mengesankan bahwa masalah yang sedang ia bicarakan itu adalah masalah yang masih diperselisihkan para ulama, agar kaum muslimin tidak menolak pemikirannya.

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah berkata, “Abu Abdirrohman As Sulami menyebutkan masalah samaa’ (dzikir dengan cara menganggukan kepala dan joget) dari ibnu rowandi bahwa ia berkata, “Para fuqoha berbeda pendapat tentang hukum samaa’. Sebagian membolehkan dan sebagian memakruhkan. Adapun saya mewajibkan.” (Majmu fatawa 11/570)

Padahal seluruh ulama bersepakat akan haramnya samaa’..

Namun ibnu rowandi mengesankan bahwa itu masih diperselisihkan..
Demikian pula di zaman ini..
Kaum liberal dan yang semisalnya..
Selalu berusaha membela kebatilan dengan cara mengesankan terlebih dahulu bahwa masalah tersebut diperselisihkan..

Padahal perselisihannya lemah atau bahkan tidak ada perselisihan..
Maka waspadalah saudaraku..
Karena tidak setiap perselsihan dapat kita hormati..

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.