Tj Hukum Mengucapkan Almarhum Bagi Orang Yang Sudah Wafat

461. BBG Al Ilmu – 199

Pertanyaan:
Apakah boleh mengucapkan ‘almarhum’ bagi mayat ?

Jawaban:
Mengenai ucapan al marhum, jika maknanya pemberitaan tentang keadaan si mayit bahwa ia telah mendapatkan rahmat dari Allah, maka ini haram. Karena ucapan ini berarti sama dengan memastikan bahwa si fulan termasuk penduduk surga. Padahal ini termasuk perkara ghaib yang hanya diketahui oleh Allah dan orang-orang yang diberitahu oleh Allah Azza wa Jalla.

Syaikh Bin Baz mengatakan: “Ahlus Sunnah Wal Jama’ah berkeyakinan, sesungguhnya tidak diperbolehkan memberikan persaksian atas diri seseorang -bahwa orang itu di syurga atau di neraka- kecuali yang telah dijelaskan dalam nash Al Qur’an, seperti Abu Lahb (sebagai penghuni neraka), dan orang yang dipersaksikan Rasulullah sebagai penghuni syurga, seperti sepuluh sahabat (yang diberitakan akan masuk syurga) atau yang semisalnya. Demikian juga (tidak diperbolehkan) persaksian atas seseorang bahwa ia maghfur lahu (mendapatkan ampunan) atau al marhum (mendapatkan rahmat). Oleh karena itu, sebagai ganti dari ucapan al marhum dan al maghfur, sebaiknya diucapkan:
غَفَرَالله لَهُ
Semoga Allah mengampuninya, atau
رَحِمَهُ اللهُ
Semoga Allah merahmatinya.

Atau ungkapan sejenis yang termasuk do’a bagi si mayit. (Majmu’ Fatawa Wa Maqalatu Mutanawwi’ah, 4/335).

Namun jika makna al marhum
itu sebagai ungkapan optimisme atau harapan semoga si mayit mendapatkan rahmat, maka tidaklah mengapa mengucapkan kata-kata ini. (Majmu’ Fatawa, Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, 3/85).

Untuk menghindari kesalahan dalam memahami, semestinya jika kalimat al marhum diganti dengan
“Rahimahullah”, atau “ghafarallahu lahu”, atau “Allahu yarhamuhu” atau sejenisnya yang merupakan do’a.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/1772/slash/0/hukum-ungkapan-al-maghfurlahu-al-marhum-benarkah-sebutan-ini/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.