Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,
“Jika seseorang mencintai seseorang namun ia tidak mengetahui apa yang membuat (kekasihnya) ridho dan tidak berusaha mencarinya, bahkan ia bertindak berdasarkan apa yang ia kira sebagai tuntutan cinta, meskipun hal itu didasari oleh kebodohan dan kesalahan, maka hal itu justru menjadi sebab orang yang ia cintai membencinya, berpaling darinya, bahkan menghukumnya.
Banyak orang yang mengaku mencintai Allah terjatuh ke dalam berbagai bentuk kebodohan dalam agama: dengan melampaui batas-batas yang telah Allah tetapkan, menelantarkan hak-hak-Nya, atau membuat klaim-klaim batil yang tidak memiliki dasar..”
(Al ‘Ubudiyyah, hlm. 114)