Kajian.
Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian duduk berdzikir sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat maka dia mendapatkan pahala sebagaimana pahala haji dan umrah.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menambahkan: “Sempurna..sempurna..sempurna…” (HR. At Turmudzi no.589 dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)
Persyaratan keutamaan ini bisa diraih:
1. Shalat subuh berjamaah di masjid, jamaah di perjalanan, atau di rumah bagi yang tidak wajib jamaah di masjid karena udzur.
2. Duduk berdzikir, membaca Alquran, buku-buku agama, beristighfar, diskusi masalah agama dll.
3. Duduk di tempat shalatnya sampai terbit matahari. Tidak boleh pindah dari tempat shalatnya. Seorang hamba harus memaksakan dirinya untuk sebisa mungkin menyesuaikan amal ini sebagaimana teks hadis.
4. Shalat dua rakaat (shalat Isyroq), dikerjakan sekitar 15-20 menit setelah terbitnya matahari.
Bagaimana dengan wanita yang sholat di rumahnya ?
Syaikh Ibn Bazz rahimahullah menjawab:
“…jika orang itu shalat subuh di rumah karena sakit atau karena takut, kemudian duduk di tempat shalatnya sambil berdzikir dan membaca Alquran sampai matahari meninggi kemudian shalat dua rakaat, maka orang ini mendapatkan pahala sebagaimana yang disebutkan dalam hadis. Karena orang ini memiliki udzur untuk shalat di rumahnya. DEMIKIAN PULA WANITA. Jika seorang wanita shalat subuh (di rumahnya) kemudian duduk berdzikir di tempat shalat di dalam rumahnya sampai terbit matahari maka dia juga mendapat pahala sebagaimana yang disebutkan dalam hadis…”
(Majmu’ Fatawa wa Maqalat Syaikh Ibn Bazz, 11:218)
*** Penting untuk diperhatikan bahwa amalan diatas TIDAK BISA menggantikan ibadah haji dan umrah, namun hanya sama dalam pahala dan balasan saja.
Ref: http://www.konsultasisyariah.com/dalil-shalat-isyraq/#
Semoga bermanfaat.
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊