Ikhlas

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc, حفظه الله تعالى

 Ikhlas.

Ikhlas adalah salah satu syarat diterimanya suatu amalan, di samping amalan tersebut harus sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tanpa ikhlas, amalan jadi sia-sia belaka.

Ibnul Qayyim dalam Al Fawa-id memberikan nasehat yang sangat indah tentang ikhlas, “Amalan yang dilakukan tanpa disertai ikhlas dan tanpa mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bagaikan seorang musafir yang membawa bekal berisi pasir. Bekal tersebut hanya memberatkan, namun tidak membawa manfaat apa-apa.”

Dzun Nuun menyebutkan tiga tanda ikhlas:

* Tetap merasa sama antara pujian dan celaan orang lain.

* Melupakan amalan kebajikan yang dulu pernah diperbuat.

* Mengharap balasan dari amalan di akhirat (dan bukan di dunia).

Al Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan, “Meninggalkan amalan karena manusia adalah riya’. Beramal karena manusia termasuk kesyirikan. Sedangkan ikhlas adalah engkau terselamatkan dari dua hal tadi.”

Ada empat definisi dari ikhlas yang bisa kita simpulkan dari perkataan ulama di atas.

* Meniatkan suatu amalan hanya untuk Allah.

* Tidak mengharap-harap pujian manusia dalam beramal.

* Kesamaan antara sesuatu yang tampak dan yang tersembunyi.

* Mengharap balasan dari amalannya di akhirat.

Ref:
http://rumaysho.com/aqidah/berusaha-untuk-ikhlas-654

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.