Ustadz Ferry Nasution, Lc, حفظه الله تعالى
Ikhwan sekalian yang saya hormati, pada pagi ini saya akan menjelaskan sebuah do’a dari Nabi kita yang mulia Shallallahu alaihi wasallam yang telah disalah fahami oleh sebagian kaum muslimin tentang doa tersebut.
Sehingga sebagian dari saudara-saudara kita tidak mau mengamalkannya atau hati mereka merasa heran kenapa Nabi yang mulia menyuruh umatnya untuk miskin???
Berikut do’anya:
Allahumma ahyinii miskiinan, wa amitnii miskiinan, wahsyurnii fii jumratil masaakiin”.
Artinya : Yaa ALLAH ! Hidupkanlah aku dalam keadaan miskin, dan matikanlah aku dalam keadaan miskin, dan kumpulkanlah aku (pada hari kiamat) dalam rombongan orang-orang miskin.”
Hadits ini dikeluarkan oleh Imam Ibnu Majah (no. 4126) dari jalan Abu said Al-Khudriy
Kesalahpahaman sebagian kaum muslimin pada doa ini yaitu pada Lafadz “Miskin” mereka memahami bahwa miskin disini dalam arti yang biasa dikenal yaitu: Orang-orang yang tidak berkecukupan di dalam hidupnya atau orang-orang yang kekurangan harta.
Padahal yang betul maksud miskin di dalam do’a Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini ialah:
Orang yang khusyu dan mutawaadhi (orang yang tunduk dan merendahkan diri kepada ALLAH Subhanahu wa ta’ala).
Sebagaimana yang dijelaskan oleh para ulama, diantaranya:
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan : Hidupkanlah aku” dalam keadaan khusyu’ dan tawadlu’.
[Majmu’ Fatawa 18/382]
Inilah bahayanya memahami sebuah nash tanpa melihat keterangan para ulama ahlus sunnah
Kita berlindung kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dari berburuk sangka kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ya Rabb, hidupkanlah aku dalam keadaan khusyu dan tawadhu, dan matikanlah aku dalam keadaan khusyu’ dan tawadhu serta kumpulkanlah aku (pada hari kiamat) dalam rombongan orang-orang yang khusyu dan tawadhu”.
Semoga memberikan manfaat…