Beberapa waktu lalu, gonjang ganjing tentang batu akik, sampai-sampai ada yang membual: batu akik berkhodam, berguna untuk ini dan itu.
Eh, masih ingat pula ada tanah pekuburan yang diyakini berguna mengobati penyakit mata, padahal penghuninya saja semasa hidupnya menderita sakit mata, tak kunjung sembuh atau menemukan obatnya.
Kadang kala saya heran, kok bisa keyakinan semisal ini menyebar di masyarakat terpelajar, terlebih beragama Islam. Padahal Hajar Aswad saja yang jelas jelas batu mulia dan terhormat dikisahkan sebagai berikut:
Suatu hari, Khalifah Umar bin Khatthab ketika mencium hajar aswad, beliau berkata: “Sungguh demi Allah aku menyadari bahwa engkau adalah sebuah batu yang tidak bisa memberi manfaat atau madlarat, dan seandainya aku tidak melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menciummu, niscaya aku tidak sudi menciummu” (HR. Bukhori dan Muslim).
Sobat! Masihkah anda percaya dengan isu-isu sampah adanya batu keramat, tanah kuburan keramat yang mampu mendatangkan kekayaan atau yang serupa?
Na’uzubilah min zalika.
Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى