Pertanyaan:
Ustadz, saya belum faham penjelasan syaikh Utsaimin dalam kitab al qiwaidul mutsla tentang lazimul qoul. Moga ustadz mau menjelaskannya kepada ana. jazakallahu khaira.
Jawab:
Badru Salam, حفظه الله تعالى
Lazimul qoul artinya konsekwensi ucapan. contohnya bila ada orang berkata: Saya tidak mengimani adanya setan.
ucapan ini bila kita ambil konsekwensinya: dia tidak beriman kepada alqur’an. karena alqur’an menegaskan adanya setan.
Syaikh Utsaimin menjelaskan bahwa lazimul qoul ada tiga keadaan:
1. Bila dikatakan kepada orang tersebut: apakah berarti kamu tidak beriman kepada alqur’an? bila ia menjawab: iya. maka ini kufur besar.
2. Bila disebutkan kepadanya konsekwensi ucapannya ia menjawab: saya tidak bermaksud mengingkari alqur’an. tapi rupanya ia terkena syubhat misalnya. maka tidak boleh kita nisbatkan konsekwensi ucapannya tersebut kepada dia.
3. Bila disebutkan kepadanya konsekwensi ucapannya tersebut ia diam.
maka yang kuat tidak boleh juga menisbatkannya kepada dia, karena bisa jadi ia bingung tidak mengerti.
Peringatan:
Di zaman ini banyak yang memvonis orang lain dengan konsekwensi ucapan. terkadang sebagian orang mengambil ucapan seorang ustadz lalu memberikan konsekwensi yang buruk dari ucapannya dan menisbatkannya kepada ustadz tersebut. Padahal ustadz itu tidak bermaksud demikian.
Allahuk Musta’an.
Courtesy of Al Fawaid