Membela Kebenaran, Benarkah ?

Ust. Jafar Shalih, حفظه الله

Ibnu Rajab -rahimahullah- berkata, “Ketika semakin banyak perbedaan manusia dalam masalah-masalah agama dan perpecahaan mereka, kian banyak pula sikap saling membenci dan saling mencela antara mereka. Setiap orang dari mereka mengaku bahwa dirinya membenci karena Allah. Ada yang memang memiliki uzur dan ada yang tidak. Ada yang sekedar mengikuti hawa hafsunya, sangat minim dalam penelitian terhadap permasalahan yang ia bela dengan kebenciaannya. Dan sungguh, sangat banyak sebab kebencian itu hanya karena orang yang diikutinya diselisihi, ia menyangka bahwa semua yang dikatakannya adalah kebenaran semata. Ini adalah prasangka yang salah … Semua ini tidak benar dikatakan membenci karena Allah, wajib atas seorang muslim untuk menasehati dirinya sendiri, dan berusaha untuk tidak terjatuh pada kesalahan ini dengan sungguh-sungguh.”

Ibnu Rajab -rahimahullah- juga berkata, “Terkadang seseorang itu membela sebuah pendapat hanya karena orang yang diikutinya telah berpendapat demikian, yang jika selainnya yang berpendapat demikian dikalangan para ulama, niscaya ia tidak akan menerima pendapat tersebut dan membelanya, ia juga tidak akan memberikan loyalitas (wala) kepada orang yang setuju dengannya dan tidak akan berlepas diri (baro) dari orang yang menyelisihinya. Namun dia menyangka sedang menolong kebenaran.”

(Jaami’ al Uluum wal Hikam, hal. 573. Cet. Daar Ibnu Rajab)

– – – – – •(*)•- – – – –

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.