TATA CARA DAN SYARAT TAUBAT NASUHA YANG BENAR

Ust. M Wasitho, حفظه الله

Tanya:
Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Ustadz, bagaimana caranya melakukan taubat nasuha dengan benar? dan doa apa yg sebaiknya dibaca? Terimakasih. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Jawab:
Waalaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.

Bismillah. Taubat nasuha yg benar dan sempurna, yg dapat menghapuskan segala dosa besar n kecil ialah taubat yg memenuhi syarat-syarat berikut ini:

1. Penyesalan.
Maksudnya, hati orang yang bertaubat menyesali segala perbuatan dosa n maksiat yg pernah ia lakukan dgn penyesalan yg sangat besar.

2.Tekad yg Kuat.
Maksudnya, hati seorang hamba bertekad kuat utk tidak mengulangi lagi perbuatan dosa n maksiatnya kpd Allah Ta’ala.

3. Berhenti Total.
Maksudnya, seorang hamba berhenti secara total dari perbuatan dosa n maksiat yg pernah dilakukannya, menjauhi teman-teman buruk yg selalu mengajaknya berbuat dosa n maksiat, serta meninggalkan tempat-tempat maksiat.

4. Ikhlas.
Maksudnya, seorang hamba ketika bertaubat dari segala dosa n maksiat niatnya ikhlas karena mengharap ridho Allah semata dan karena takut akan siksa-Nya yg sangat pedih di dunia n akhirat.

5. Bertaubat Pada Waktunya.
Waktu taubat yg sah n diterima Allah ialah selagi nyawa seorang hamba belum sampai di tenggorokannya (yakni belum mengalami naza’/sakarotul maut), dan selama matahari belum terbit dari sebelah barat.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

(Innallaha Yaqbalu Taubatal ‘Abdi Maa Lam Yughorghir Au Tathlu’isy-Syamsu Min Maghribiha)

Artinya: “Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selagi nyawa belum smp di tenggorokannya, dan selagi matahari belum terbit dari arah barat.” (HR. At-Tirmidzi dan dinyatakan HASAN oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah).

6. Istiqomah (kontinue) dlm melaksanakan amal sholih n ketaatan kpd Allah.

7. Mengembalikan hak-hak kpd pemiliknya apabila dosa n maksiat yg pernah dilakukannya berkaitan dengan hak sesama manusia, spt pernah mengambil harta orang lain tanpa hak, berhutang kpd orang lain dan belum melunasinya, merubah/menggeser batas tanah, dsb. Adapun jika ia pernah menzholimi orang lain dengan ghibah (ngerasani), memfitnah, dan selainnya, maka ia harus minta maaf kpd orang yg dizholiminya, dan mendoakan kebaikan serta memohon ampunan kpd Allah untuknya, serta menjelaskan kebaikan-kebaikannya di majlis-majlis atau di hadapan orang-orang yg pernah ia menggunjingnya.

Apabila syarat-syarat ini terpenuhi, maka taubatnya sah n diterima Allah, dan semua dosanya diampuni oleh Allah. Hal ini berdasarkan firman Allah (yg artinya): “Katakanlah (hai Muhammad) kpd orang2 kafir, jika mereka berhenti (yakni bertaubat dr kekufuran mereka), niscaya dosa-dosa mereka yg tlh lalu diampuni (oleh Allah).” (QS. Al-Anfaal: 38)

Dan jg berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kpd ‘Amru bin ‘Ash ketika hendak masuk Islam: “Tahukah engkau bahwa (masuk) Islam itu menghapuskan dosa-dosa yg dilakukan sblm memeluk agama Islam, dan Taubat itu menghapuskan dosa-dosa sebelumnya.” (HR. Muslim dan Ahmad).

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.