Kapan Tidak Wajib Menghadap Kiblat Saat Sholat..?

Ada TIGA keadaan yang menggugurkan kewajiban menghadap kiblat saat sholat :

PERTAMA: Tidak mampu.
Seperti orang yang sakit yang tidak mampu menghadap kiblat. Karena Allah tidak membebani hamba-Nya kecuali sesuai dengan kemampuannya, dan Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

إِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Apabila aku memerintahkan dengan sebuah perintah maka lakukanlah semampu kalian..” (HR Al Bukhari dan Muslim)

KEDUA: Keadaan sangat takut.
Seperti orang yang dikejar musuh atau dikejar tsunami dan sebagainya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالًا أَوْ رُكْبَانًا ۖ فَإِذَا أَمِنتُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَمَا عَلَّمَكُم مَّا
لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ

“Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka sholatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (sholatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui..” (Al-Baqoroh – 239)

KETIGA: Saat sholat sunnah ketika safar.
Maka ia mengikuti kemana arah kendaraan. Sebagaimana dalam hadits ibnu ‘Umar :

أن رسول الله -صلى الله عليه وسلم- كان يُسَبِّحُ على ظَهرِ رَاحِلَتِه حَيثُ كان وَجهُهُ، يُومِئُ بِرَأسِهِ، وكَان ابنُ عُمرَ يَفعَلُهُ

“Bahwa Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wasallam sholat sunnah di atas kendaraannya kemana saja kendaraannya menghadap. Beliau berisyarat dengan kepalanya, dan ibnu ‘Umar pun melakukannya..” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Adapun orang yang tidak mengetahui arah kiblat, maka kewajiban ia adalah bersungguh-sungguh mencari arah kiblat..

Jika telah bersungguh sungguh dan ternyata salah maka sholatnya sah dan tidak perlu ia mengulangi kembali sholatnya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link kajian Islam yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter yang Anda miliki. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala membalas kebaikan Anda.