All posts by BBG Al Ilmu

Saya Muslim, Saya Dukung A***K = Saya Muslim, Saya Menolak Perintah Allah…

Saya muslim, saya tolak AH***

Inilah yang harusnya dikampanyekan untuk warga Jakarta saat ini… karena melihat secara obyektif keadaannya, baik dari sisi sifat, akhlak, maupun trackrecordnya.

Kalau ada yang mengatakan “Saya muslim, saya dukung A***K”, ini sama dengan mengatakan: “Saya muslim, saya menolak perintah Allah”.

Pantaskah mengaku muslim tapi menolak perintah Allah?!

Sungguh pengakuan yang sangat kontradiktif.. harusnya dia malu kepada Allah -sebelum malu kepada manusia-, karena Islam adalah agama Allah, dan Allah yang Maha Adil telah berfirman:

لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ

“Janganlah kaum MUKMININ menjadikan kaum KAFIRIN sebagai pemimpin mereka, meninggalkan (pemimpin dari) kaum mukminin! Barangsiapa melakukan hal itu, maka Allah berlepas diri darinya” [Alu Imron: 28, lihat Tafsir Thobari 6/313].

Allah yang Maha Penyayang juga berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ

“Wahai orang-orang yang BERIMAN, janganlah kalian jadikan kaum yahudi dan kristen sebagai (pemimpin) yang melindungi kalian. Karena mereka itu akan saling melindungi satu sama lain. Dan barangsiapa dari kalian (yang mukmin) menjadikan pemimpin dari mereka (yang kafir), maka berarti dia menjadi bagian dari mereka” [Al-Maidah: 51, lihat Tafsir Al-Jalalain hal 146].

Wahai kaum muslimin, cerdaslah dalam melihat situasi… Wahai warga pribumi jakarta, pilihlah orang yang memperhatikan nasib kalian, jangan mudah termakan media.

Sungguh media saat ini sangat tidak berimbang… buktinya, kalian tidak akan banyak mendapatkan kampanye di media, seperti:

Saya non muslim, saya dukung YU*** (misal saja)

Saya pribumi, saya dukung YU*** (misal saja)

Wahai warga jakarta, sungguh kami sangat mengharapkan kebaikan dunia dan akhirat untuk kalian…

Semoga bermanfaat.

Musyaffa’ ad Dariny, حفظه الله تعالى

Mengajarkan Ilmu…

Syaikh Muhammad bin Shalih
al-‘Utsaimin, رحمه الله تعالى : 

Apabila engkau mengajarkan ilmu
kepada seseorang, lalu orang itu
mengajarkan kembali ilmu tersebut
kepada orang lain, maka engkau akan
memperoleh pahala dua orang.
Jika dia mengajarkan kembali ilmu
tersebut kepada orang yang ketiga,
maka engkau akan memperoleh
pahala tiga orang, dan begitu seterusnya.

( Kitaabul ‘Ilmi )

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

Berjalan Ke Masjid…

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu dia berjalan menuju salah satu dari rumah Allah (yaitu masjid) untuk menunaikan kewajiban yang telah Allah wajibkan, maka salah satu langkah kakinya akan menghapuskan dosa dan langkah kaki lainnya akan meninggikan derajatnya.” (HR. Muslim)

Dari Ubay bin Kaab berkata, Dulu ada seseorang yang tidak aku ketahui seorang pun yang jauh rumahnya dari masjid selain dia. Namun dia tidak pernah luput dari shalat. Kemudian ada yang berkata padanya atau aku sendiri yang berkata padanya, ‘Bagaimana kalau engkau membeli unta untuk dikendarai ketika gelap dan ketika tanah dalam keadaan panas’. Orang tadi lantas menjawab, ‘Aku tidaklah senang jika rumahku di samping masjid. Aku ingin dicatat bagiku langkah kakiku menuju masjid dan langkahku ketika pulang kembali ke keluargaku’. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh Allah telah mencatat bagimu seluruhnya.” (HR. Muslim no. 1546)

An Nawawi dalam Syarh Muslim mengatakan, Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa langkah kaki ketika pulang dari shalat akan diberi ganjaran sebagaimana perginya.

Masyaa Allah, inilah keutamaan melangkahkan kaki pergi dan pulang dari menunaikan shalat di masjid. Akankah kita masih melewatkannya? Orang yang tahu kalau berdagang di tempat lain akan mendapat keuntungan berlipat-lipat daripada berdagang di rumah, tentu akan melangkahkan kakinya ke tempat itu.

Semoga Allah memberi taufik kepada kita agar dapat merutinkan shalat fardhu berjamaah di masjid, khususnya kaum pria. Jangan lupa bersuci dahulu sebelum berangkat ke masjid.

(Alhikmahjkt)

Courtesy og Mutiara Risalah Islam

Diam Di Depan Orang Bodoh Dan Ulama…

Al Hasan Al Bashri, رحمه الله berkata :

“Jika engkau duduk bersama orang bodoh, maka diamlah. Jika engkau duduk bersama ulama maka diamlah.

Sesungguhnya diammu di hadapan orang bodoh akan menambah kebijaksanaanmu dan diammu di hadapan ulama akan menambah ilmumu.”

Ibrahim al Humaidhi, حفظه الله تعالى
Courtesy of Mutiara Risalah Islam

Kata-Kata Mutiara Tentang Sunnah…

مثل السنة في الدنيا
 مثل الجنة في اﻵخرة
من دخل الجنة في اﻵخرة سلم
ومن دخل السنة في الدنيا سلم
{“ذم الكلام” 4/384}

“Perumpamaan ‘Sunnah’ di dunia itu seperti ‘Surga’ di akherat; barangsiapa masuk surga di akherat maka dia selamat (dari neraka), dan barangsiapa masuk (berpegang teguh) dengan sunnah ketika di dunia maka dia akan selamat. (Dzammul Kalam: 4/384).

كان ابن عون يقول عند الموت:
السنة، السنة
وإياكم والبدع حتى مات
{شرح السنة:126-129}

Ibnu ‘Aun -rahimahullah- mengatakan di akhir hayatnya (ketika ajal menjemputnya) : Berpegang teguhlah dengan sunnah! Berpegang teguhlah dengan sunnah! Dan jauhi bid’ah! hingga dia meninggal. (Syarh as-Sunnah: 126-129).

Mudah-mudahan kita semua diteguhkan di atas sunnah Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam hingga akhir hayat kita.

Fuad Hamzah Baraba’, حفظه الله تعالى

Hadits-hadits Shohih Tentang Keutamaan Surat Al Kahfi…

Surat Al-Kahfi merupakan salah satu surat Al-Quran Al-Karim yang mempunyai keagungan dan keutamaan dibanding beberapa surat yang lain. Akan tetapi tidak sedikit dari kaum muslimin yang belum mengetahui keagungan dan keutamaannya, sehingga sebagian mereka jarang atau bahkan hampir tidak pernah membaca dan menghafalnya. Terlebih khusus pada hari dan malam Jumat. Mereka lebih suka dan antusias membaca surat Yasin yang dikhususkan pada malam Jumat dengan harapan mendapatkan keutamaannya. Namun sayangnya, semua hadits yang menerangkan keutamaan surat Yasin tidak ada yang Shohih datangnya dari nabi shallallahu alaihi wasallam.

Demikianlah keadaan umat Islam. Tidaklah mereka bersemangat mengamalkan hadits-hadits lemah dan palsu serta tidak jelas asal-usulnya, maka sebanyak itu pula mereka meninggalkan amalan-amalan sunnah yang dijelaskan di dalam-hadits-hadits shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Adapun keutamaan dan keagungan surat Al-Kahfi, maka akan didapatkan oleh setiap muslim dan muslimah yang membacanya dengan niat ikhlas demi mengharap wajah dan ridho Allah, mengimani dan menghayati makna-maknanya serta berusaha mengamalkan hukum dan pelajaran yang terkandung di dalamnya sesuai tuntunan Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Berikut ini kami akan sebutkan hadits-hadits shohih tentang keutamaan surat Al-Kahfi.

Hadits Pertama:

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ :« مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ »

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at.”

(Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrok II/399 no.3392, dan Al-Baihaqi di dalam Sunannya III/249 dengan nomor.5792)

DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya SHOHIH.

Al-Hakim berkata: “Isnad Hadits ini shohih, akan tetapi imam Bukhari dan Muslim tidak mengeluarkannya”.

Syaikh Al Albani berkata: “Hadits ini shohih.” (lihat Shohih Al-Jami’ no. 6470, dan Shohih At-Targhib wa At-Tarhib I/180no.736).

Hadits Kedua:

عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : « مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ » وفي رواية ـ من آخر سورة الكهف ـ

Dari Abu Darda’ radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surat Al-Kahfi, niscaya dia akan terlindungi dari (fitnah) Dajjal. Dan di dalam riwayat lain disebutkan: “(sepuluh ayat terakhir) dari surat Al-Kahfi.”

(Diriwayatkan oleh Muslim I/555 no.809, Ahmad V/196 no.21760, Ibnu Hibban III/366 no.786, Al-Hakim II/399 no.3391, dan Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman V/453 no.2344).

DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya SHOHIH.

Syaikh Al Albani berkata: “Hadits ini shohih.” (lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah II/123 no.582).
Dan di dalam hadits lain dijelaskan maksud daripada perlindungan dan penjagaan dari fitnah Dajjal ialah sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam:

فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ [ فَإِنَّهَا جِوَارُكُمْ مِنْ فِتْنَتِهِ ]

“…maka barangsiapa di antara kalian yang menjumpai Dajjal, hendaknya ia membacakan di hadapannya ayat-ayat pertama surat Al-Kahfi, karena ayat-ayat tersebut (berfungsi) sebagai penjaga kalian dari fitnahnya.”

(SHOHIH. Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shohihnya bab Dzikru Dajjal, IV/2250 no.2937, dan Abu Daud II/520 no.4321, dari jalan Nawas bin Sam’an radhiyallahu anhu).
Hadits ini dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani di dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah II/123 no.582, Tahqiq Misykat Al-Mashobih III/188 no.5475, dan Shohih wa Dho’if Sunan Abi Daud IX/321 no.4321.

Hadits Ketiga:

عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « من قرأ سورة الكهف كما أنزلت ، كانت له نورا يوم القيامة من مقامه إلى مكة ، ومن قرأ عشر آيات من آخرها ثم خرج الدجال لم يسلط عليه ، ومن توضأ ثم قال : سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ، كَتَبَ فِي رَقٍّ ثُمَّ طُبِعَ بِطَابَعٍ فَلَمْ يُكْسَرْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ»

Dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi sebagaimana diturunkannya, maka surat ini akan menjadi cahaya baginya pada hari Kiamat dari tempat tinggalnya hingga ke Mekkah. Dan barangsiapa membaca sepuluh ayat terkahir dari surat Al-Kahfi lalu Dajjal keluar (datang), maka Dajjal tidak akan membahayakannya. Dan barangsiapa berwudhu lalu ia mengucapkan;
“SUBHAANAKALLOHUMMA WABIHAMDIKA ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLAA ANTA ASTAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIKA” (artinya: Maha Suci Engkau ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq diibadahi selain Engkau, aku memohon ampunan dan aku bertaubat kepada-Mu), maka ia akan ditulis pada lembaran putih yang bersih, kemudian dicetak dengan alat cetak yang tidak akan robek sampai hari Kiamat.”

(Diriwayatkan oleh An-Nasa’i di dalam ‘Amal Al-Yaumi wa Al-Lailati no.81 dan 952, Ath-Thobroni di dalam Al-Mu’jam Al-Ausath II/123 no.1455, dan Al-Hakim I/752 no.2072 dan beliau berkata; hadits ini Shohih sesuai dengan syarat imam Muslim, akan tetapi keduanya (maksudnya imam Bukhori dan Muslim) tidak mengeluarkannya (di dalam kitab Shohih keduanya, pent)).

DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya SHOHIH.

Syaikh Al-Albani berkata: “Hadits ini shohih.” (lihat Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah VI/312 no.2651).
Demikianlah beberapa hadits shohih tentang keutamaan dan keagungan surat Al-Kahfi.

Mudah-mudahan kita semua diberi kemudahan oleh Allah untuk dapat mengamalkannya dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Muhammad Wasitho, حفظه الله تعالى

Derajat Hadits Fadhilah Surat Yasin…

MUQADDIMAH

Kebanyakan kaum muslimin membiasakan membaca surat Yasin, baik pada malam Jum’at, ketika mengawali atau menutup majlis ta’lim, ketika ada atau setelah kematian dan pada acara-acara lain yang mereka anggap penting. Saking seringnya surat Yasin dijadikan bacaan di berbagai pertemuan dan kesempatan, sehingga mengesankan, Al-Qur’an itu hanyalah berisi surat Yasin saja. Dan kebanyakan orang membacanya memang karena tergiur oleh fadhilah atau keutamaan surat Yasin dari hadits-hadits yang banyak mereka dengar, atau menurut keterangan dari guru mereka.

Baca kelanjutan ulasannya :

https://muslim.or.id/270-derajat-hadits-fadhilah-surat-yasin.html