All posts by BBG Al Ilmu

Manhaj Ilmu & Manhaj Amal

Abu Abdurrahman As Sulamy berkata:
Para sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam yang mengajarkan Al Qur’an kepada kami, menceritakan bahwa, dahulu mereka tidaklah berpindah dari sepuluh ayat pertama ke sepuluh ayat selanjutnya hingga mereka menguasai kandungan ilmu dan amalan pada sepuluh ayat pertama, selanjutnya para sahabat berkata :dengan demikian kami belajar ilmu dan amal secara bersamaan. (Bukhari dan lainnya)

Subhanallahu, manhaj ilmu dan manhaj amal. Sungguh cerdas metode atau manhaj para sahabat dalam belajar, ilmu dan aplikasinya.

Betapa banyak sekarang orang yang pandai ilmu, paham bahwa suatu permasalahan adalah mubah, namun pada prakteknya, ia mencak mencak karena melihat ada orang lain yang berbeda selera dengannya.

Paham bahwa baju putih atau hijau sama sama mubah, hanya saja yang putih lebih utama atau sunnah, namun pada prakteknya ketika melihat temannya berbaju hijau, ia merasa jijik, seakan akan sahabatnya memakai baju najis.

Paham bahwa tawakkal itu bukan hanya teori atau ajaran yang terus di dendangkan, namun tawakkal juga amalan dan tindakan. Karena itu belajar tawakkal bukan hanya dengan duduk membaca buku, namun juga praktek langsung di pasar, di ladang dan lainnya.

Suatu hari ada segelintir orang yang duduk di Masjid, mereka mengaku bahwa mereka sedang bertawakal kepada Allah, walau tanpa bekerja maka rejeki pasti datang. Melihat mereka, sahabat Umar bin Khatthab merasa keheranan dengan cara berpikir mereka, lalu beliau berkata:

أنتم متواكلون ، إنما المتوكل من بذر الحب وتوكل على الله

Kalian adalah orang yang bermalas-malasan, orang yang bertawakkal sebenarnya ialah orang yang menabur benih diiringi dengan tawakkal kepada Allah.

Manhaj ilmunya benar, namun belum sempurna karena terbukti manhaj amalnya masih pincang.

Penulis,
Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Teman…

Fuad Baraba’, حفظه الله تعالى

Pepatah Arab mengatakan:

الصاحب ساحب

“Teman itu bisa menarik”

Tergantung, bisa menarik kepada kebaikan, atau menarik kepada keburukan

Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

“Seseorang itu tergantung atas agama teman dekatnya, maka perhatikanlah olehmu, siapa yang menjadi teman dekat(nya).” (HR. Ahmad)

Pertemanan itu memberi dampak yang sangat luar biasa, lihatlah bagaimana paman Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam Abu Thalib dihalang-halangi oleh teman-teman dekatnya yaitu Abdullah bin Abi Umayyah dan Abu Jahal di akhir hayatnya ketika Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam membimbingnya untuk mengucapkan dua kalimat syahadat, sehingga Abu Thalib tidak sempat mengucapkan dua kalimat syahadat diakhir hayatnya.

Oleh karena itu selektiflah dalam berteman, terlebih untuk menjadikannya teman dekat.

Dan teman dekat yang juga sangat besar pengaruhnya bagi kehidupan seseorang adalah pasangan hidupnya, suami atau istri.

Maka jadilah teman dekat yang mengajak pada kebaikan, bukan mengajak kepada keburukan.

Mudah-mudahan Allah Ta’ala selalu membimbing kita, dan menganugerahkan kepada kita semua teman dekat yang selalu mengingatkan kita kepada akherat

آمين يا رب العالمين

Belajar BERSABAR Bersama Syeikhul Islam (10)…

Musyaffa ad Dariny, حفظه الله تعالى

Hal kesepuluh yang bisa membantu seseorang untuk bersabar menghadapi gangguan orang lain adalah:

Dengan meyakini bahwa “kebersamaan Allah”, “kecintaan-Nya”, dan “keridhaan-Nya” akan dia dapatkan bila bersabar… dan barangsiapa bersama Allah, pasti Allah akan melindunginya dari berbagai macam gangguan dan mudhorot yang tidak bisa dihalangi oleh siapapun dari makhluknya.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya): “Bersabarlah kalian, karena sesungguhnya Allah itu bersama orang-orang yang bersabar”. [QS. Al-Anfal: 46].

Allah ta’ala juga berfirman (yang artinya): “Allah itu mencintai orang-orang yang bersabar”. [QS. Alu Imron: 146].

———-

Intinya, dengan bersabar kita akan mendapat kemuliaan yang sangat tinggi, yakni menjadi orang yang dekat “bersama Allah”, serta menjadi “orang kesayangan” Allah dan diridhai oleh-Nya… sungguh kemuliaan yang sangat agung tak terhingga, inginkah anda kehilangannya?!

Belajar BERSABAR Bersama Syeikhul Islam (9)…

Musyaffa ad Dariny, حفظه الله تعالى

Hal kesembilan yang bisa membantu seseorang untuk bersabar menghadapi gangguan orang lain adalah melihat hakekat berikut:

Apabila dia diganggu karena amalan yang dia lakukan karena Allah, atau karena melakukan ketaatan yang Allah perintahkan, atau karena meninggalkan maksiat yang dilarang… maka harusnya dia bersabar, dan jangan membalas, karena sesungguhnya dia sedang diganggu di jalan Allah, tentunya pahalanya ditanggung oleh Allah.

Oleh karena itulah, ketika darah dan harta para mujahidin di jalan Allah hilang, tidak ada ganti rugi sedikitpun, karena Allah telah membeli dari mereka jiwa dan harta mereka, sehingga nilai (ganti rugi) nya menjadi kewajiban Allah bukan kewajiban makhluk.

Jadi barangsiapa yang meminta ganti rugi dari makhluk, maka dia tidak berhak mendapatkan ganti rugi dari Allah. Dan sungguh siapa yang rusak karena Allah, pasti Allah yang menjamin gantinya.

Apabila dia diganggu karena musibah yang menimpanya, maka hendaknya dia kembalikan kepada dirinya, sehingga dengan itu dia tidak sempat menyalahkan orang yang mengganggunya.

Apabila dia diganggu karena kelebihan dunia yang ada padanya, maka hendaknya dia sabarkan diri, karena sebelum seseorang mendapatkan nikmat dunia, tentunya dia telah melakukan hal-hal yang lebih berat dari kesabaran itu untuk mendapatkan kenikmatannya.

Oleh karena itu, orang yang tidak mau sabar dengan pedihnya terik matahari, kehujanan, dinginnya salju, susahnya perjalanan, dan perampok jalan, maka jangan coba-coba melakukan usaha perdagangan.

Dan ini adalah hal yang telah diketahui oleh semua orang, bahwa siapapun yang sungguh-sungguh dalam mencari sesuatu, maka dia harus mencurahkan kesabaran untuk mendapatkannya, kesabaran itu akan sebanding dengan kesungguhannya dalam mencarinya.

[Kitab: Jami’ul Masa’il, 1/171].

———-

Intinya: apapun sebabnya datangnya gangguan itu, hadapilah dengan sikap sabar, dan serahkan semuanya kepada Allah, sungguh Allah tahu berapa besarnya harga sabar yang kita perjuangkan.

Allah maha tahu apapun pengorbanan kita, tidak akan ada yang hilang di hadapan-Nya, bahkan Dia maha mensyukuri amalan para hambaNya, bila berkehendak, Dia akan memberikan balasan yang tak terhingga karena amalan yang sederhana.

Bolehkah Do’a Yang Biasa Dibaca Dalam Sholat Dibaca Diluar Sholat…?

Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A. Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini :

(tunggu hingga audio player muncul dibawah iniIkuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Simak artikel terkait dalam Daftar berikut ini (KLIK Link dibawah ini) :

DAFTAR KOMPLIT Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A…