All posts by BBG Al Ilmu

Menuduh…

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Ada seorang ibu ditanyai polisi..
Ngaji dimana..
Ustadnya siapa..
Setelah itu ibu ini menulis di jejaring sosial..
Bahwa ia di intogasi gara gara habis ngaji..

Hehe..
Padahal mungkin polisi itu merasa kagum..
Karena si ibu ini berjilbab..
Tapi itulah..
Hati sering diselimuti oleh suuzhan..
Lalu menuduh..

Kamu dan aku..
Suka nuduh orang lain tanpa bukti gak?..

Nih ada hadits..
Coba deh di renungi..

Siapa yang menuduh saudaranya dengan apa yang tidak ada padanya maka Allah akan menempatkannya dalam rodgoh al khobal (nanah dan darah penduduk neraka) sampai ia meyebutkan buktinya. HR Ahmad dll..

Ngeri ah..
Baiknya husnuzhan dulu..
Mending mikirin aib sendiri..
Dari pada mikirin aib orang lain..
Apalagi kalau sampai menuduh..

KEUTAMAAN MEMBANTU JANDA, ORANG-ORANG MISKIN Dan ANAK-ANAK YATIM…

Ustadz Ferry Nasution, حفظه الله تعالى

Dari Abu Hurairah dia berkata, Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Orang yang berusaha keras untuk membantu para janda dan orang-orang miskin adalah seperti MUJAHID dijalan ALLAH- atau beliau bersabda: seperti orang yang sholat malam yang terus menerus, dan seperti orang yang berpuasa yang tidak pernah berbuka.

(Riwayat bukhory : 5353, Muslim 2982)

Dalam riwayat yang lain yang dikeluarkan oleh imam muslim no : 2983 .

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang menjamin/mengurus/ mengasuh anak yatim yang masih ada hubungan kekeluargaan atau tidak, kedudukan aku bersama (bersama org yg mengurus anak yatim tersebut) disyurga sangat dekat.

Imam Malik mengisyaratkan jari telunjuk dengan jari tengahnya ( menunjukkan kedekatan orang tersebut dengan Rasulullah di Syurga) ..Riwayat muslim no 2983.

Ikhwanii….

Kedua hadits tersebut memberikan kabar gembira kepada kita semua tentang ganjaran yang sangat besar bagi kaum muslimin yang mau membantu para janda, orang-orang miskin dan anak-anak yatim.

Dan apabila kita ada kemampuan lagi, kita bisa berikan kepada mereka bimbingan tentang islam dan sunnah yang mulia ini, agar mereka hidup didunia dengan penuh kebahagian, ketenangan dan penuh ketaatan dengan beribadah kepada ALLAH.

Semoga ALLAH memudahkan kita untuk mengamalkannya, dan menjadikan amal kita ikhlas karena-Nya.

Sedih…

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Sedih adalah bunga kehidupan..
Yang akan menimpa setiap insan..
Karena itulah perjalanan hari..
Allah silih gantikan kepada manusia..

Namun..
Sedih tidak diperintahkan Allah..
Tidak pula memberi solusi dalam kehidupan..
Ia hanya menghanyutkan..
Tenggelam dalam arus perasaan..

Seorang mukmin..
Tak boleh larut dalam kesedihan..
Masih ada hari esok yang lebih berharga..
Segera bangkit..
Bergegas menuju kebaikan..

Mari Merenungi Hakekat Hidup Ini

Setiap hari sebenarnya semua orang selalu mendapatkan musibah, namun seringkali dia tidak menyadarinya, apalagi mengambil pelajaran darinya.

●  Musibah pertama:
Umur yang terus berkurang.

Ironisnya pada hari ketika umurnya berkurang, dia tidak sedih karenanya, tapi apabila uangnya berkurang, dia bersedih.. padahal uang bisa dicari lagi, sedangkan umur tidak mungkin dicari gantinya.

●  Musibah kedua:
Setiap hari dia memakan dari rezeki Allah.

Bila rezeki itu haram; dia akan disiksa karenanya.. dan bila rezeki itu halal; dia tetap akan dihisab untuk mempertanggung jawabkannya, dan dia tidak tahu apakah dia akan selamat dalam hisab itu atau tidak.

●  Musibah ketiga:
Setiap hari, dia semakin mendekat kepada akherat, dan semakin menjauh dari dunia.

Meskipun begitu, dia tidak memperhatikan akheratnya yang kekal sebagaimana dia memperhatikan dunianya yang fana… padahal dia tidak tahu, pada akhirnya nanti dia akan ke surga ataukah ke neraka.

Ya Allah, janganlah Engkau jadikan dunia, sebagai tujuan terbesar hidup kami dan tujuan akhir ilmu kami..

Ya Allah.. Hindarkanlah kami dari nerakaMu, dan jadikanlah rumah abadi kami adalah surgaMu, amin.

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

NIAT…

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Niat seseorang hanya Allah yang maha tahu..
Namun kita sering mereka reka niat orang lain..
Lalu menempatkan vonis atas dasar dugaan..
Kewajiban kita adalah berbaik sangka..
Dan menyerahkan hatinya kepada Allah..

Merasa senang karena kesenangan menyapanya..
Merasa sedih ketika kesedihan menimpanya..
Karena..
Kita tidak diperintahkan menebak hati manusia..
Namun..
Menyikapinya sesuai yang ia tampakkan kepada kita..

Do’a mohon ampunan dari ALLAH…

Satu lagi do’a mohon ampunan Allah berdasarkan hadits shahiih. Mari kita ajarkan keluarga kita…

Silahkan save/simpan gambar di bawah yang ukurannya sudah disesuaikan dengan DP BBM.

doa mohon ampunan 1

ALLAHUMMAGHFIRLII  KHOTHIIATI                                                WAJAHLII  WA-ISROOFII FII  AMRII,                                                WAMAA  ANTA  A’LAMU  BIHI  MINNII,              ALLAHUMMAGHFIRLII  JIDDII  WA  HAZLII,                        WAKHOTO-II WA’AMDII,  WAKULLU  DZAALIKA  ‘INDII.

 

Banting-Bantingan Harga…

Ustadz Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى

Sobat! banting piring itu pertanda marah, banting kolor itu pertanda tidak waras, la kalau banting harga pertanda apa?

Diantara dinamika persaingan para pedagang adalah adanya praktek banting-bantingan harga. Banyak alasan yang mendasari prkatek banting harga, bisa jadi karena mengejar momentum yang tinggal sesaat, semisal yang terjadi pada akhir ramadhan. Bisa pula karena adanya pesaing, dan adanya keinginan untuk menguasai pasar dan menjatuhkan pesaing, dan masih ada alasan lainnya.

Bagi konsumen, praktek semacam ini sangat menguntungkan, karena mereka mendapatkan barang dengan harga yang relatif murah.

Namun bagaimana dengan para pedagang, terutama yang modalnya cekak alias kecil? Tentu praktek banting-bantingan harga semacam ini sangat merugikan dan mengancam eksistensi mereka. Wajar bila praktek semacam ini dilarang dalam Islam, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnul Qayyim pada penggalan ucapan beliau berikut ini :

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangkitamemakan makanan kedua orang yang berlomba-lomba (dalam jamuan tamu atau lainnya)” (HR Abu Dawud dan lainnya)

Yang dimaksud dengan kedua orang yang berlomba-lomba pada hadits ini ialah dua orang yang masing-masing dari keduanya berusaha untuk mengungguli kawannya dalam hal donasi. Misalnya keduanya membuat jamuan yang mewah untuk mengungguli jamuan yang disajikan oleh kawannya, ataupun perlomba-lombaan dalam hal jual beli. Masing-masing dari penjual memberikan potongan harga pada barang dagangannya, agar para konsumen tidak membeli dari penjual lainnya.

Imam Ahmad dengan tegas membenci praktek semacam ini, dan membenci konsumen yang membeli dari keduanya.

Larangan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya dua hal:

1) Mencegah masyarakat dari memakan harta kedua orang yang berlomba-lomba tersebut. Karena membeli dagangan atau memakan jamuan mereka dapat menjadikan mereka merasa puas sehingga menjadikan mereka semakin hanyut dan terus menerus dalam perbuatan yang dibenci oleh ALLAH dan Rasul-Nya semacam ini..

2) Dengan meninggalkan hidangan keduanya dan tidak membeli dari keduanya maka keduanya akan segera menghentikan perlombaan mereka yang tercela ini. (I’ilamul Muwaqiin 3/206)