All posts by BBG Al Ilmu

Hidup Tanpa Hutang itu,.. Nikmaaat..

Ustadz Ibnu_Mukhtar, حفظه الله تعالى

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Alhamdulillah, wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillaah..Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, sekecil apa pun hutang kita, ia wajib untuk dilunasi. Ia tidak boleh diremehkan pelunasannya apalagi kita malah sengaja untuk tidak mau membayarnya. Sungguh dalam berhutang itu terdapat berbagai perkara yang membahayakan.

عَنْ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُخِيفُوا أَنْفُسَكُمْ بَعْدَ أَمْنِهَا قَالُوا وَمَا ذَاكَ  يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الدَّيْنُ

Dari Uqbah bin Amir ~rodhiyallohu ‘anhu~ berkata, “Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda: “Janganlah kalian membahayakan diri kalian sendiri setelah adanya rasa aman.” Para sahabat bertanya, “Apakah itu wahai Rosululloh?” beliau menjawab: “Yaitu dengan hutang.” HR. Ahmad ~rohimahulloh~ dalam musnadnya no. 16682 dihasankan syaikh al-Albani ~rohimahulloh~ dalam ash-Shohihah no. 2420

Saudaraku seislam yang saya cintai, meskipun berhutang mengandung perkara yang berbahaya, ia tidaklah dilarang jika yang bersangkutan memiliki kesanggupan untuk melunasi hutangnya. Oleh karena itu berusahalah jangan sampai kita berhutang. Dan kalau pun terpaksa harus berhutang,  jangan sampai kita termasuk orang yang meremehkan pelunasan hutang kepada pemiliknya apalagi malah menjadi orang yang tidak mau membayar hutang. Ingatlah hidup tanpa hutang itu,..nikmaaat.

Semoga Alloh mencukupi kita dengan karunia-Nya dan menjadikan kita termasuk orang yang tidak berhutang sampai ajal tiba.

آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhamma

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Hubungan Erat Antara Terorisme Dan Pemikiran Takfir

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله تعالى

Para ulama Ahlus SUNNAH wal Jama’ah menjelaskan di dalam kitab-kitab Aqidah Dan Manhaj mereka maupun melalui ceramah-ceramah mereka bahwa tersebarnya pemikiran Dan gerakan TERORISME di negeri-negeri kaum muslimin sepanjang sejarah Islam memiliki sebab-sebab, Dan diantara sebabnya yang paling utama adalah SIKAP EKSTRIM DALAM MASALAH TAKFIR (mengkafirkan seorang Muslim, baik rakyat maupun pemerintah).

Oleh karenanya, hampir-hampir dapat dipastikan bahwa tidaklah seorang Muslim melakukan aksi TERORISME (radikalisme), baik dengan pembunuhan, pengeboman, pemberontakan terhadap pemerintah, perampokan Dan semisalnya melainkan ia memiliki sikap EKSTRIM dalam masalah TAKFIR. Dengan pemahaman TAKFIRNYA tersebut ia menganggap dirinya sedang menegakkan amar ma’ruf Dan nahi mungkar, serta merasa sedang berjihad di jalan Allah yang belasannya adalah masuk Surga.

Ketahuilah wahai saudara dan saudariku seiman, bahwa sikap EKSTRIM dalam masalah TAKFIR ini merupakan pemahaman yang SESAT dan menyimpang dari Aqidah Dan Manhaj Nabi shallallahu alaihi wasallam Dan para sahabat radhiyallahu anhum. Karena seorang yang menganut paham TAKFIR Akan mudah mengkafirkan seorang Muslim yang berbuat dosa-dosa besar (seperti mabuk, mencuri, zina, Judi, riba, berhukum dengan selain hukum Allah) tanpa memperhatikan kaedah-kaedah, Syarat-syarat Dan penghalang TAKFIR sebagaimana yang telah ditetapkan Oleh Allah Dan Rasul-Nya di dalam Al-Quran Dan Hadits-hadits yg SHOHIH.

Maka Dari itu, hendaknya kita menjaga diri kita, anak-anak dan keluarga kita Dari da’i-da’i Dan majlis-majlis taklim yang mengajarkan doktrin TAKFIR. Karena Manhaj (pemahaman) TAKFIRI sangat besar bahayanya bagi individu, masyarakat, Dan negara.

BAHAYA KEKUFURAN DI DUNIA DAN AKHIRAT:

Apabila seorang Muslim telah dihukumi sebagai orang KAFIR, maka konsekuensinya adalah sebagai berikut:

1. Menjadi orang MURTAD, karena Islamnya dianggap batal.

2. Darahnya halal ditumpahkan (dibunuh).

3. Hartanya Halal dirampas/dirampok, Dan piutangnya boleh Tidak dilunasi.

4. Kehormatannya menjadi halal untuk ditikam atau digunjing.

5. Kalau mati, maka jenazahnya Tidak berhak dimandikan, dikafani Dan disholatkan.

6. Akad nikahnya batal.

7. Tidak berhak mendapat jatah warisan.

8. Masuk neraka secara kekal nan abadi.

Demikian tulisan singkat tentang hubungan TERORISME dengan MANHAJ TAKFIRI. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Wallahu a’lam bish-showab.

Wabillahi at-Taufiq. (Mekkah, 27 Romadhon 1434 / 5 Agustus 2013).

Untuk MELURUSKAN PEMAHAMAN TAKFIR , silakan KLIK Link berikut:

Bagian 1.

http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Muhammad%20Wasitho/Meluruskan%20Faham%20Takfir/Meluruskan%20Faham%20Takfir%2001.mp3?l=12

Bagian 2.

http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Muhammad%20Wasitho/Meluruskan%20Faham%20Takfir/Meluruskan%20Faham%20Takfir%2002.mp3?l=12

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Pernyataan Yang Cukup Mengejutkan

Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Imam Taqiyyuddin Al Hishny berkata: Sepatutnya pada pelaksanaan shalat istisqa (meminta hujan) diajak serta kakek-kakek dan nenek-nenek tua yang fisiknya telah lemah, orang-orang yang sedang berduka, demikian juga anak-anak kecil, karena biasanya doa mereka lebih pantas untuk dikabulkan. Dan waspadalah, jangan engkau ajak serta pada shalat istisqa para qadhi (hakim) yang hobi menerima suap, dan juga kaum fakir yang hobinya menghuni sudut-sudut masjid atau sekolahan, yang hidupnya dari pemberian orang-orang zhalim, dan beribadah dengan sarana alat-alat musik.

Alasannya, karena sejatinya mereka itu adalah orang-orang fasik yang meyakini bahwa memainkan seruling-seruling setan (alat-alat musik) adalah bagian dari ibadah. Demikian pula waspadai dari mengajak orang-orang munafik, karena mengajak serta mereka untuk turut berdoa dalam sholat istisqa bisa saja menambah kemurkaan Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi kepada penduduk setempat. (Kifayatul Akhyar 251).

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Intermezzo

Ust. M. Wasitho, حفظه الله تعالى

Yuk tersenyum bersama Syeikh Abdullah Al-Mutlaq hafidzahullah (anggota majlis ulama saudi arabia),

Di salah satu acara tv, seseorang bertanya kepada beliau :

Penanya : wahai syeikh, saya masuk ke wc dan didalam ponsel saya tersimpan aplikasi Al-Qur`an, apakah itu dibolehkan?

Syeikh : boleh, tidak mengapa!

Penanya mengulang : tapi didalamnya ada Al-Qur`an syeikh?!!!

Syeikh : saudaraku, tidak mengapa, Al-Qur’an-nya tersimpan pada memory ponsel.

Penanya kembali mengulang (ngotot) : ya syeikh, ini Al-Qur`an, masa boleh masuk wc?!!

Syeikh berkata : anda hapal sebagian dari Al-Qur`an?

Penanya : ya, saya hapal banyak!!!

Syeikh : sudah, kalau begitu, jika anda ingin masuk wc, tinggalkan otak anda diluar dulu!!!

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Woow, Cantiknya Istri Anda !

Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Sobat, sebagai seorang suami, bagaimana perasaan anda tatkala mendengar ucapan di atas ?

Anda merasa bangga dan bahkan segera memperkenalkan istri anda kepada teman anda tersebut atau sebaliknya, anda tersinggung dan marah ?

Sobat! Sadarkah anda bahwa ucapan kagum sahabat anda kepada istri anda tersebut bisa saja menjadi awal kehancuran rumah tangga anda.

Coba anda bayangkan: apa yang akan terjadi bila sahabat anda ternyata rajin memuji istri anda sedangkan anda setelah menikahinya jarang atau bahkan tidak lagi merasa perlu untuk memuji kecantikannya ?

Atau bayangkan: kalau ternyata sahabat anda itu sering menelpon atau berkirim SMS ke istri anda dan lagi-lagi mengutarakan kekagumannya kepada kecantikan istri anda?

Menurut hemat anda: Salahkah istri anda bila merasa tersanjung dengan pujian sahabat anda ?

Salahkah istri anda bila merasa mendapat perhatian dari sahabat anda yang nampaknya “dengan tulus” memuji kecantikan istri anda ?

Dan salahkah istri anda bila akhirnya semakin rajin berdandan dan bersolek agar semakin dikagumi dan dipuji oleh sahabat anda ?

Sobat! Bila anda kecewa, marah dan cemburu bila istri anda merasa tersanjung dan semakin rajin bersolek agar terus dipuji oleh sahabat anda, lalu mengapa anda tidak rajin memujinya agar dia tersanjung dan semakin rajin bersolek untuk anda ?

Aisyah radhiallahu ‘anha mengisahkan: suatu hari di saat beberapa lelaki etiopia bermain anggar (perang-perangan) di dalam masjid, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggilku dengan berkata:

يا حميراء أتحبين أن تنظري إليهم ؟ فقلت : نعم

“Wahai, gadis kecil yang berkulit putih merona (kemerahan), maukah engkau menonton permainan mereka ? Akupun menjawab: tentu saja.” (An Nasai dll)

 Ditulis oleh Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri حفظه الله تعالى

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Kata Para Ulama Tentang Isra’ Mi’raj

Ust. M. Abduh Tuasikal

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,
”Tidak ada dalil yang tegas yang menyatakan terjadinya Isro’ Mi’roj pada bulan tertentu atau sepuluh hari tertentu atau ditegaskan pada tanggal tertentu. Bahkan sebenarnya para ulama berselisih pendapat mengenai hal ini, tidak ada yang bisa menegaskan waktu pastinya.” (Zaadul Ma’ad, 1/54)

Ibnu Rajab mengatakan,
”Telah diriwayatkan bahwa di bulan Rajab ada kejadian-kejadian yang luar biasa. Namun sebenarnya riwayat tentang hal tersebut tidak ada satu pun yang shahih. Ada riwayat yang menyebutkan bahwa beliau dilahirkan pada awal malam bulan tersebut. Ada pula yang menyatakan bahwa beliau diutus pada 27 Rajab. Ada pula yang mengatakan bahwa itu terjadi pada 25 Rajab. Namun itu semua tidaklah shahih.”

Abu Syamah mengatakan, ”Sebagian orang menceritakan bahwa Isro’ Mi’roj terjadi di bulan Rajab. Namun para pakar Jarh wa Ta’dil (pengkritik perowi hadits) menyatakan bahwa klaim tersebut adalah suatu kedustaan.” (Al Bida’ Al Hawliyah, 274)

Selengkapnya di Rumaysho.Com:

http://rumaysho.com/jalan-kebenaran/pertemuan-para-nabi-dalam-peristiwa-isra-mi-raj-3399

M. Abduh Tuasikal,
Rumaysho.Com

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Pelancar Dan Penghambat Rezeki

Ust. M. Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى

Bangkitlah dari kemalasan di pagi hari, yaa akhi.

Ibnul Qayyim rahimahullah menyebutkan:

Ada empat hal pelancar rezeki:

1- shalat malam

2- memperbanyak istighfar di waktu sahur

3- membiasakan sedekah

4- berdzikir di pagi dan petang

Ada empat hal penghambat rezeki:

1- tidur pagi

2- sedikit shalat

3- malas-malasan

4- sifat khianat

Ini nasehat umum yang beliau sampaikan dalam Zaadul Ma’ad, 4: 378.

M. Abduh Tuasikal,
Pengasuh Rumaysho.Com

– – – – – •(*)•- – – – –

View

Mudah Memaafkan

Ust. M. Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى

Satu pelajaran lagi yang bisa kita ambil dari hadits Jabir bin Sulaim adalah perintah untuk mudah memaafkan orang lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan wasiat pada Jabir bin Sulaim,

وَلاَ تَحْقِرَنَّ شَيْئًا مِنَ الْمَعْرُوفِ وَأَنْ تُكَلِّمَ أَخَاكَ وَأَنْتَ مُنْبَسِطٌ إِلَيْهِ وَجْهُكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنَ الْمَعْرُوفِ وَارْفَعْ إِزَارَكَ إِلَى نِصْفِ السَّاقِ فَإِنْ أَبَيْتَ فَإِلَى الْكَعْبَيْنِ وَإِيَّاكَ وَإِسْبَالَ الإِزَارِ فَإِنَّهَا مِنَ الْمَخِيلَةِ وَإِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ الْمَخِيلَةَ وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيهِ فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ

“Jika ada seseorang yang menghinamu dan mempermalukanmu dengan sesuatu yang ia ketahui ada padamu, maka janganlah engkau membalasnya dengan sesuatu yang engkau ketahui ada padanya. Akibat buruk biarlah ia yang menanggungnya.” (HR. Abu Daud no. 4084 dan Tirmidzi no. 2722. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Al Hafizh Ibnu Hajar menyatakan bahwa hadits ini shahih).

Sulit dan amat berat bagi hati jika ada yang berbuat salah pada kita, lantas tidak dibalas. Pasti kita punya keinginan untuk membalasnya.

*** Kalau kita dipermalukan, pasti ingin pula mempermalukannya.

*** Kalau kita dicela, pasti ingin pula membalas dengan celaan.

Hampir watak setiap orang yang disakiti dan dizalimi seperti itu.

Namun lihatlah betapa mulianya yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ketika kita dipermalukan dan dihina, maka kita tidak perlu balas dengan menghina dan mencela orang tersebut walau kita tahu kekurangan yang ada pada dirinya dan bisa menjatuhkannya. Biarlah akibat jelek dari mencela dan menjatuhkan itu, akan ditanggung di akhirat.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan tentang hadits di atas, “Hendaklah setiap orang memiliki sifat mudah memaafkan yang lain. Tidak semua isu yang sampai ke telinganya, ia terima mentah-mentah, lantas ia membenci orang yang menyuarakan isu yang tidak menyenangkan tersebut. Hendaklah setiap orang memiliki sifat pemaaf. Karena Allah sangat menyukai orang yang memiliki sifat mulia tersebut, yang mudah memaafkan yang lain. Lantaran itu, ia akan diberi ganjaran. Karena jika dibalas dengan saling mempermalukan dan menjatuhkan, pasti konflik yang terjadi tak kunjung usai. Permusuhan akan tetap terus ada. Jika malah dibalas dengan diam, maka rampunglah perselisihan yang sedang berkecamuk.” (Syarh Riyadhis Sholihin, 4: 297).

Syaikh juga menjelaskan bagaimanakah sifat ibadurrahman

وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

Dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. ” (QS. Al Furqon: 63).

Syaikh Muhammad membicarakan ayat di atas, “Jika ada orang jahil mengejek, maka balaslah dengan mengucapkan doa kebaikan untuknya semisal mengucapkan ‘jazakallah khoiron‘ (artinya: semoga Allah membalas kebaikanmu). Lalu berpalinglah darinya. Tidak perlu berbicara dan melakukan hal lainnya.” (Syarh Riyadhus Sholihin, 4: 297-298).

Adab yang diajarkan dalam Al Qur’an pula adalah membalas setiap tingkah laku jelek dari orang lain dengan kebaikan. Siapa yang bisa melakukan hal ini, sungguh ia benar-benar memiliki sifat sabar. Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تَسْتَوِي الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ادْفَعْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ فَإِذَا الَّذِي بَيْنَكَ وَبَيْنَهُ عَدَاوَةٌ كَأَنَّهُ وَلِيٌّ حَمِيمٌ وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَمَا يُلَقَّاهَا إِلَّا ذُو حَظٍّ عَظِيمٍ

Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushilat: 34-35)

Mujahid berkata bahwa yang dimaksud balaslah dengan yang lebih baik yaitu balaslah dengan berjabat tangan dengannya. (Lihat Hilyatul Auliya’, 3: 299, dinukil dari At Tadzhib li Hilyatil Auliya’, hal. 771).

Sahabat yang mulia, Ibnu ‘Abbas -radhiyallahu ‘anhuma- mengatakan, “Allah memerintahkan pada orang beriman untuk bersabar ketika ada yang membuat marah, membalas dengan kebaikan jika ada yang buat jahil, dan memaafkan ketika ada yang buat jelek. Jika setiap hamba melakukan semacam ini, Allah akan melindunginya dari gangguan setan dan akan menundukkan musuh-musuhnya. Malah yang semula bermusuhan bisa menjadi teman dekatnya karena tingkah laku baik semacam ini.”

Ibnu Katsir rahimahullah mengatakan, “Namun yang mampu melakukan seperti ini adalah orang yang memiliki kesabaran. Karena membalas orang yg menyakiti kita dengan kebaikan adalah suatu yang berat bagi setiap jiwa.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 6: 529-530)

Jika kita mudah memaafkan yang lain …

فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ

Maka barang siapa mema’afkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.” (QS. Asy-Syura: 40)

Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah untuk mudah memaafkan lainnya.

Disusun di pagi hari di Pesantren Darush Sholihin, 17 Rajab 1435 H

View

Mencari Dunia Semata

Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى

Aku kok sudah mengeluarkan 50.000 untuk sedekah,

Namun tidak ada ganti yah jadi 500.000.

Kapan gantinya datang? Padahal Ustadz katakan kalau sedekah seperti itu akan dibalas berlipat-lipat.

Akhi…

Beramallah yang ikhlas, bukan untuk cari dunia semata.

Kalau yang diharap adalah balasan akhirat semata, harapan dunia akan turut di belakang tanpa kita cari-cari.

Qotadah mengatakan, “Barangsiapa yang dunia adalah tujuannya, dunia yang selalu dia cari-cari dengan amalan sholehnya, maka Allah akan memberikan kebaikan kepadanya di dunia. Namun ketika di akhirat, dia tidak akan memperoleh kebaikan apa-apa sebagai balasan untuknya. Adapun seorang mukmin yang ikhlash dalam beribadah (yang hanya ingin mengharapkan wajah Allah), dia akan mendapatkan balasan di dunia juga dia akan mendapatkan balasan di akhirat.” (Lihat Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, tafsir surat Hud ayat 15-16)

Akhi ingatlah hadits…

“Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai akhirat, maka Allah akan memberikan kecukupan dalam hatinya, Dia akan menyatukan keinginannya yang tercerai berai, dunia pun akan dia peroleh dan tunduk hina padanya. Barangsiapa yang niatnya adalah untuk menggapai dunia, maka Allah akan menjadikan dia tidak pernah merasa cukup, akan mencerai beraikan keinginannya, dunia pun tidak dia peroleh kecuali yang telah ditetapkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 2465. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat penjelasan hadits ini di Tuhfatul Ahwadzi, 7/139)

– – – – – •(*)•- – – – –

View