All posts by BBG Al Ilmu

Membeli “Kucing Garong” Dalam Karung

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Nampaknya ucapan di atas tepat untuk menggambarkan keadaan kita saat ini.

Betapa tidak, banyak dari kita dengan bangga mendukung dan mengagumi sebagian figur yang konon menurut kabarnya ” burung” baik dan istimewa.

Sobat, saya tidak ingin berdebat dengan burung, namun saya mengajak anda untuk berpikir jernih: siapakah yang berada dalam karung ” figur ” tersebut? Karena anda pasti tahu bahwa figur tersebut tidaklah mungkin dapat hidup dan berjalan seorang diri. Ia pasti hidup bersama berkelompok yang nota bene telah terbukti secara meyakinkan hanyalah segerombolan “kucing garong” yang bengis lagi sadis tidak kenal norma, rasa iba atau agama.

Di belakang figur tersebut bersembunyi “sejuta” orang yang sepatutnya anda cermati.

Setampan dan secantik apapun penjual “kucing garong yang ada dalam karung” tidak sepatutnya menjadikan anda lengah.

Ingat, kemaren “ikan pepes” hasil olahan “ibu pertiwi” telah disantap oleh segerombolan “kucing garong” dan hanya tersisa duri durinya. Bahkan hingga sampai saat ini di rumah anda, duri duri tersebut masih berserakan belum sempat anda bersihkan.

Begitu mudahkah anda melupakan kejahatan “kucing garong” yang kini berada di balik karung indah penjual kucing?

Sobat! Jadilah orang yang pandai mengambil pelajaran dari masa lalu agar anda selamat di hari esok.

Camkanlah petuah nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam berikut:

« لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ »

Tidak layak bagi seorang yang beriman untuk disengat hewan berbiasa sebanyak dua kali dari satu lubang”. ( muttafaqun Alaih)

Copas dr fb Ustadz DR.Muhammad arifin badri, MA

– – – – – •(*)•- – – – –

WAJIB BELAJAR ILMU AGAMA SAMPAI MATI

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله

Ilmu Syar’i adalah cahaya penerang bagi kehidupan seorang hamba di dunia menuju ke alam akhirat. Maka, barangsiapa menuntut ilmu syar’i dengan niat ikhlas karena Allah dan dengan tujuan agar meraih keridhoan-Nya semata, niscaya ia tidak akan berhenti dan merasa bosan dari menuntut ilmu syar’i sebelum kematian menjemputnya.

» Allah Ta’ala berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ اليَقِينُ

Artinya: “Beribadahlah engkau kepada Allah hingga datang kepadamu kematian.” (QS. Al-Hijr).

» Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah selalu membawa Pena Dan tinta (untuk mencatat hadits n faedah ilmiyah, pent) meskipun Beliau telah lanjut usia. Maka Ada seseorang yg bertanya kepadanya: “sampai kapankah engkau berbuat demikian?” Beliau jawab: “Hingga aku masuk ke liang kubur.”. (Lihat Manaaqibu Ahmad, karya Ibnul Jauzi hal.31, dan Talbiisu Ibliis, karya Ibnul Jauzi hal.400).

» Beliau jg pernah berkata: “Aku Akan terus-menerus menuntut ilmu agama sampai aku masuk ke liang kubur.”. (Lihat Syarofu Ashhaabi Al-Hadiits, karya Al-Khothib Al-Baghdadi hal.136).

» Abu Ja’far Ath-Thobari rahimahullah menjelang wafatnya berkata: “Sepantasnya bagi seorang hamba agar tidak meninggalkan (kewajiban) menuntut ilmu agama sampai ia mati.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir di dlm Tarikh Dimasyqo juz.52 hal.199. Lihat pula Al-Jaliisu Ash-Shoolih karya Al-Mu’afi bin Zakariya III/222).

» Ada seseorang bertanya kepada Abdullah bin Al-Mubarok (ulama tabi’in) rahimahullah: “Sampai kapan engkau menulis (mempelajari) hadits?” Beliau jawab: “Selagi masih ada kalimat bermanfaat yg belum aku catat.” (Lihat Al-Jaami’ Li Akhlaaqi Ar-Roowi, karya Al-Khothib Al-Baghdadi IV/419).

(*) Beberapa Contoh Para Ulama Hadits yg Bersemangat Tinggi Dalam Menuntut Ilmu Syar’i, dapat dibaca selengkapnya di LINK berikut,

KLIK:
JANGAN BERHENTI DARI MENUNTUT ILMU AGAMA SEBELUM AJAL MENJEMPUT KITA !

Luapan Hati Seorang Shahabat

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Wahai Sahabatku…
Apabila keletihan terasa saat ini setelah anda berbuat kebajikan, ingatlah bahwa rasa letih tersebut akan hilang namun (buah) dari kebajikan akan kekal insyaa ALLAH selama anda mengerjakannya dengan ikhlas dan sesuai dengan sunnah.

Dan apabila terasa kelezatan dalam berbuat kemaksiatan, ingatlah bahwa kelezatan tersebut akan hilang namun (buah) dari kemaksiatan akan terus ada, selama anda tidak bertaubat kepada ALLAH.

Wahai sahabatku..
Jika ada di suatu saat kau merasakan sedih karena beratnya istiqomah diatas manhaj yang haq ini, maka ingatlah beratnya kesedihan saat kau berdiri berada di kedahsyatan mahsyar.

Jika ada saat ini dirimu lelah menjalankan segala amanah, maka ingatlah kelelahan dan kepedihan neraka yang dahsyat siksanya.

Sahabatku…

Tak ada salahnya jika di saat kau merasa sedih, maka kau ingat rasa bahagianya saat ruh mu di sambut dihadapan kumpulan para malaikat, seraya mereka mengatakan, ruh siapa yang baik ini?…

Dan kita berharap kepada ALLAH agar akhir kehidupan ini istiqomah di atas islam wa sunnah..

Yaa ALLAH, limpakan kepada hati kami agar senantiasa mencintai orang-orang yang mencintai-Mu..

Saudaramu Ahmad Ferry Nasution.
Semoga surat ini dapat mempererat ukhuwah islamiyah diantara kita.

– – – – – •(*)•- – – – –

Do’a Yang Sering Dipanjatkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

Diantara doa yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ إِنّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْمَأثَمِ وَالـمَـغْــرَمِ

(Allahumma innii a’uudzu bika minal ma’tsami wal maghromi)

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan lilitan hutang.”

Ada seorang sahabat bertanya kepada beliau: “Wahai Rasulullah, mengapa engkau sering memohon perlindungan (kepada Allah) dari lilitan hutang (dengan membaca doa di atas) ?”

Beliau menjawab:

إن الرجل إذا غرم حدث فكذب ووعد فأخلف

Artinya: “Sesungguhnya apabila seseorang terlilit hutang, jika dia berbicara, maka (biasanya) dia berdusta. Dan jika dia berjanji, maka (biasanya) dia ingkari.”
(HR. Al-Bukhari no. 798)

Mudah2an Allah menjauhkan kita dari sifat tersebut, nasehat untukku juga saudara2ku seiman, silahkan diteruskan kepada yang lain.

جَزَاك اللهُ خَيْرًا وَبَارَكَ اللَّهُ فيكم

Dahsyatnya Hari Kiamat

Ust. Firanda, حفظه الله

Juz 30 atau juz amma secara global berisi tentang penetapan adanya hari kiamat dan bantahan terhadap orang-orang yang mengingkarinya. Sebagaimana dapat dilihat kebanyakan surat di juz ini. Sering Allah mengangkat tema hari kiamat krn orang-orang kafir Qurais mengingkari akan datangnya hari kiamat.

Demikian pula surat An Naziat berkisar pengingkaran orang-orang kafir terhadap datangnya hari kiamat, maka Allahpun mendatangkan hujjah dan argument bahwa hari kiamat sangat mungkin terjadi dan mudah bagi Allah.

Pada hari itu, orang-orang kafir dikumpulkan dalam keadaan tubuh mereka biru, mata mereka terbelalak dan dada mereka kosong.

Tubuh mereka biru karena tak mampu menahan rasa takut. Mata mereka terbelalak, melihat ke atas dan tak mampu lagi menurunkannya. Dada mereka kosong, jantung mereka naik dari tempatnya karena takut yang teramat sangat.

Simak penjelasan Ust Firanda Andirja, MA menggambarkan dahsyatnya hari kiamat.

Klik http://salamdakwah.com/videos-detail/tafsir-surat-an-naziat.html

– – – – – •(*)•- – – – –

937. Apa Hukum Takziyah ?

937. BBG Al Ilmu – 21

Tanya:
Apa hukumnya ta’zia dan makanan yang dibagikan dengan niat pahalanya untuk si mayit ?

Jawab:
Ta’ziyah ialah menyuruh keluarga yang ditinggal mati untuk bersabar, membuat mereka terhibur dan tabah agar meringankan penderitaan yang mereka rasakan dan mengurangi kesedihan hati mereka. Ini bisa dilakukan oleh pria maupun wanita. Nabi bersabda, “Tidaklah seorang mukmin menta’ziyahi saudaranya karena musibah yang menimpanya melainkan Allah ‘azza wa jalla memberinya pakaian kemuliaan pada hari kiamat.” (HR. Ibnu Majah, sanad jayyid).

Contoh ucapan yang baik kepada keluarganya: “Sesungguhnya hak Allah untuk mengambil sesuatu yang menjadi milik-Nya. Dan Dia lah yang berhak menarik apa yang sudah diberikan. Dan segala sesuatu sudah ditetapkan ajalnya maka sabar dan harapkanlah pahala.” (lihat Ensiklopedi Muslim, hal. 391, Al Wajiz, hal. 181)

Ketika melakukan ta’ziyah seyogyanya dijauhi dua perkara yaitu:

Pertama, sengaja berkumpul-kumpul di tempat kematian; seperti di rumahnya, pekuburan atau di masjid.

Kedua, keluarga mayit membuatkan makanan bagi para pelayat.

Kedua hal ini terlarang berdasarkan ijma’
(konsensus) para Sahabat. Jarir bin Abdullah Al Bajali radhiallahu ‘anhu mengatakan, “Kami (para sahabat) mengategorikan perbuatan berkumpul-kumpul di tempat keluarga mayit serta membuat jamuan makan (untuk pelayat) sesudah penguburannya adalah termasuk niyahah (meratapi mayit).” (HR. Ibnu Majah, Shahih Ibnu Majah 1308) dan meratapi mayit adalah haram.

Adapun amalan yang dituntunkan ialah kerabat atau tetangga2nya yang membuatkan makanan untuk keluarga si mayit. Karena ketika diumumkan kematian Ja’far yang terbunuh dalam perang, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja’far karena sesungguhnya mereka telah tertimpa urusan yang menyibukkan mereka.” (HR. Abu Dawud, dll).

Rujukan:
http://www.konsultasisyariah.com/bolehkah-wanita-haidh-ikut-taziyah/

– – – – – •(*)•- – – – –

934. Bergerak Ketika Sholat

934. BBG Al Ilmu – 383

Tanya:
Apakah boleh bergerak ketika sholat untuk mencegah anak main yang membahayakan ? Batalkah sholatnya ? Gerakan apa saja yang bisa dilakukan. Ketika sholat?

Jawab:
Ust. Djazuli, حفظه الله

Dalil-dalil dari hadist sahih dan beberapa atsar membenarkan gerakan dalam shalat dan tidak dibatasi jumlahnya, selama didasari oleh hajat dan darurat.

والله أعلم بالصواب

– – – – – •(*)•- – – – –