All posts by BBG Al Ilmu

Perintis Kebaikan Dan Perintis Kejahatan

Ust. M Arifin Badri, حفظه الله

Sobat! Para perintis selalu memiliki kedudukan spesial. Perintis kebaikan pantas mendapat penghargaan spesial atas kerja keras dan keberaniannya memulai dan mencontohkan kebenaran.

Sebaliknya, perintis kejahatan juga sepatutnya menanggung dosa spesial alias sangat berat atas kerja kerasnya dalam membuka dan mengajarkan pintu pintu kejahatan bagi orang lain.

Rasulullah shallallah alaihi wa sallam bersabda:

إنَّ من الناس ناساً مفاتيح للخير مغاليق للشر، وإنَّ من الناس ناساً مفاتيح للشر مغاليق للخير، فطوبى لمن جعل الله مفاتيح الخير على يديه، وويل لمن جعل الله مفاتيح الشر على يديه

Sejatinya ada sebagian orang yang menjadi pembuka pintu pintu kebaikan dan penutup pintu pintu kejahatan.

Sebaliknya ada sebagian orang yang menjadi pembuka pintu pintu kejahatan dan penutup pintu pintu kebaikan.

Beruntunglah orang yang Allah jadikan kunci kunci kebaikan berada di kedua tangannya.

Dan celakalah orang yang Allah jadikan kunci kunci kejelekan berada di kedua tangannya.[HR. Ibnu Majah dan lainnya]

Sobat, anda dapat menemukan contoh nyata dari kedua kelompok manusia di atas.

Dahulu, ibu ibu muslimah mengenakan kebaya, namun perlahan lahan kebaya mulai ditinggalkan dengan munculnya celana kulot/ kombor.

Proses terus bergulir hingga akhirnya ibu ibu muslimah bahkan nenek nenek muslimah kini mengenakan celana ketat nan transparan.

Dan sudah barang tentu proses terus bergulir, dan hanya Allah yang tahu sampai batas manakah ending dari proses ini.

Dulu -setahu saya – tidak seorang pun non muslim yang bermimpi untuk mencalonkan diri sebagai pemimpin negri ini. Namun kini pintu ketabuan itu telah pecah sejak pilkada Jakarta yang dimenangkan oleh satu pasangan kombinasi muslim dan non muslim.

Ya Allah, kami memohon dengan wasilah Nama nama-Mu Yang Maha Indah agar Engkau menutup kembali pitu kejelekan yang mengancam ummat Islam di negri kami ini. Amiin

(Ust. Muh. Arifin badri MA) Radio dakwah Bassfm 93,2 Mhz Solotigo

BANYAKLAH BERSEDEKAH, WAHAI WANITA MUSLIMAH!

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Wahai saudariku muslimah,sungguh kengerian serta dahsyatnya api neraka yang akan ALLAH timpakan kepada orang-orang yang berbuat maksiyat kepada-Nya tidak akan bisa kita bayangkan dalam kehidupan di dunia ini.

Disebutkan dibeberapa hadits Rasulullah, bahwa penghuni terbanyak neraka adalah kaum wanita.

Diriwayatkan dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Wahai kaum wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar karena aku melihat penghuni neraka terbanyak adalah (kaum) kalian’Kemudian diantara mereka ada  seorang wanita berpantat besar bertanya, ‘Kenapa (kaum) kami menghuni sebagian besar neraka?’ Beliau menjawab, ‘Karena kalian sering melaknat dan mengingkari (kebaikan) suami.’” (Muslim: 238).

Ada pula hadits khusus yang menyebabkan seorang wanita tidak dapat mencium aroma surga!

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu,dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah aku lihat; kaum seperti ekor sapi, dengan cambuk itu mereka memukuli rakyat, wanita-wanita yang berpakian (namun) telanjang berlenggak-lenggok dan miring, rambut mereka seperti punuk unta yang miring, mereka seperti punuk unta yang miring, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal bau surga tercium dari perjalanan sejauh ini dan itu (Muslim: 2128)

Renungkanlah hadits-hadits tersebut wahai saudariku Muslimah!

Pelajaran yang terbesar yang dapat kita ambil ialah, bahwa bersedekah memiliki keutamaan yang sangat besar bagi diri setiap muslim dan muslimah….terutama untuk dirimu (wahai muslimah), yang demikian ini disebabkan karena beberapa hal:

1. Dirimu selalu banyak melaknat.
Sebagaimana yang dtegaskan oleh sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “Kalian banyak melaknat”.
Laknat menurut syariat artinya adalah menjauhkan dari rahmat Allah dan kebaikan-Nya.

2. Dirimu selalu seringnya dirimu mengingkari kebaikan suami. 

Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: mengingkari (kebaikan) suami.’”

dalam riwayat yang lain dengan lafadz: 

dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Para shahabat pun bertanya: “Wahai Rasulullah, Mengapa (demikian)?” Beliau menjawab: “Karena kekufuran mereka.” Kemudian mereka bertanya lagi: “Apakah mereka kufur kepada Allah?” Beliau menjawab:“Mereka kufur (durhaka) terhadap suami-suami mereka, kufur (ingkar) terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’ ” (Bukhari:1052)

Bentuk kedurhakaan semacam ini banyak sekali kita jumpai dalam kehidupan rumah tangga kaum Muslimin, yang mana seorang istri selalu mengingkari kebaikan suaminya selama sekian waktu yang sangat panjang hanya lantaran disebabkan sikap/perbuatan suami yang tidak berkenan dihati istrinya.

Wahai ukhti Muslimah….
Padahal yang sepatutnya dilakukan oleh seorang istri ialah wajib atasnya bersyukur atas kebaikan yang diberikan oleh suaminya sekecil apapun bentuk kebaikannya.

3. Tabarruj 

Dijelaskan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam: “wanita-wanita yang berpakian (namun) telanjang berlenggak-lenggok dan miring,”

Tabarruj: ialah seorang wanita yang menampakkan perhiasannya dan keindahan tubuhnya serta apa-apa yang seharusnya wajib bagi mereka untuk ditutupi dari hal-hal yang akan menimbulkan syahwat bagi laki-laki. 

Wahai ukhti Muslimah, hindarilah tabarruj dan berhiaslah dengan pakaian yang Islami yang menyelamatkan kalian dari dosa di dunia ini dan azab di akhirat kelak.

Allah Ta’ala berfirman:
“Dan tinggallah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dengan tabarrujnya orang-orang jahiliyyah pertama dahulu.” (QS. Al-Ahzaab: 33)

Inilah beberapa sebab para wanita ditekankan untuk banyak bersedekah. Semoga Allah menyelamatkan kita semua dari azab-Nya di dunia dan akhirat. Amiin.

Bersedekahlah wahai para wanita…

Perhatikanlah kesungguhan para shahabiyat dalam bersedekah pada masa Nabi yang mulia Shallalllahu alaihi wasallam

Ibnu ‘Abbas berkata:

“Nabi shalat pada hari Idul Fithri dua rakaat dan tidak shalat sebelum maupun sesudahnya. Kemudian (setelah menyampaikan khutbah kepada hadirin) beliau mendatangi tempat para wanita sementara Bilal menyertai beliau. Beliau memerintahkan mereka untuk bersedekah. Maka mulailah mereka melemparkan perhiasan mereka (ke kain yang dibentangkan Bilal untuk menampung sedekah), ada wanita yang melemparkan anting-anting dan kalungnya.” (Bukhari no. 964)

Asma` bintu Abi Bakr berkata:

Aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, aku tidak memiliki harta kecuali apa yang dimasukkan Az-Zubair kepadaku. Apakah boleh aku menyedekahkannya?’ Beliau bersabda: ‘Bersedekahlah. Jangan engkau kumpul-kumpulkan hartamu dalam wadah dan enggan memberikan infak, niscaya Allah akan menyempitkan rizkimu’. (Bukhari no. 2590)

Semoga bermanfaat!
Akhukum Ahmad Ferry Nasution

– – – – – •(*)•- – – – –

Mahalnya Istiqomah

Ust. Fath El Bari, حفظه الله

Rasululloh صلى الله عليه و سلم mewasiatkan kepada Sufyan bin Abdillah ats-Tsaqofi -rodiyallohu ‘anhu-: ” Katakanlah: Aku beriman kepada Allah, kemudian istiqomahlah ” [HR. Ibnu Majah, Ahmad, Ibnu Abi ‘Ashim dll]

Para ‘Ulama mengatakan: “Al-Istiqomah khoerun min alfi karomah “.

Maksudnya: Istiqomah lebih baik daripada ribuan karomah.

Tidak ada nikmat yang lebih besar, setelah Allah mengaruniai seseorang islam dan iman, melebihi nikmat mengenal sunnah dan hidup di atas manhaj para salaful ummah.

Mengenal sunnah dan manhaj salafush-sholeh ada satu nikmat sangat agung, tak dapat dibeli dengan sepenuh bumi emas.

Alangkah sangat rugi dan hina, orang yang telah Alloh arahkan hatinya untuk mengenal Sunnah Rasul dan Manhaj salafush-sholeh, kemudian dia terjerat dalam perangkap setan dan belenggu syahwat dunia.

Cahaya Sunnah telah nampak dan menerangi jalannya, setelah lama gelap-gulita di jalan syahwat dan syubhat. Namun, dia memadamkan lentera tersebut dengan mulutnya.

Memadamkan cahaya sunnah akan meredupkan semangat istiqomah, mengundang badai “FUTUR” yang sangat dahsyat.
Tidak akan ada yang selamat darinya kecuali orang yang telah dirahmati Alloh.

“Al-A’maalu bi khowaatimiha ”
Amalan itu tergantung penutupnya .. [Al-Hadis]

Semoga Allah azza wa jalla, memberikan kita husnul khitaam …

Oleh Al ust Fath El Bari LC

– – – – – •(*)•- – – – –

Doa-Doa Memohon Kesabaran, Ketegaran Dan Istiqomah Di Atas Islam Dan Takwa

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله

Berikut ini kami akan sebutkan beberapa doa dari Al-Quran dan hadits-hadits shohih yg semestinya dibaca oleh setiap muslim dan muslimah agar ia senantiasa sabar, tegar dan istiqomah di atas agama Islam dan dalam melaksanakan amal-amal ketaatan kepada Allah Ta’ala.

(*) DOA PERTAMA:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
‘Robbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa wa Hab Lanaa Min-Ladunka Rohmatan, innaka Antal-Wahhaab’

Artinya: “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Dzat yang Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 8).

(*) DOA KEDUA:

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

‘Robbanaa Afrigh ‘Alainaa Shobron wa Tsabbit Aqdaamanaa wanshurnaa ‘Alal Qoumil Kaafiriin’.

Artinya: “Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran atas diri kami, dan teguhkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir.” (QS. Al Baqarah: 250).

(*) DOA KETIGA:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

‘Ya Muqollibal Quluubi Tsabbit Qolbiy ‘Alaa Diinika’.

Artinya: “Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. At-Tirmidzi no.3522, imam Ahmad IV/302, Al-Hakim I/525. Lihat Shohih Sunan At-Tirmidzi no.2792).

» Do’a ini merupakan doa yang paling sering dipanjatkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

(*) DOA KEEMPAT:

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

‘Allaahumma Mushorrifal Quluub, Shorrif Quluubanaa ‘Alaa Tho’atika’

Artinya: “Ya Allah, Dzat yang mengarahkan hati, arahkanlah hati-hati kami untuk selalu taat kepada-Mu.” (HR. Muslim).

Demikianlah beberapa doa dari Al-Quran dan Hadits Shohih yg sepantasnya dipanjatkan oleh kita semua agar Allah ta’ala memberikan kpd kita taufiq dan pertolongan-Nya serta kemudahan untuk senantiasa sabar dan tegar serta istiqomah dalam memegang teguh agama Islam dan melaksanakan ketaatan kepada-Nya hingga akhir hayat. Smg menjadi ilmu yg bermanfaat dan kita dapat mengamalkannya. آمِيْنَ يَارَبَّ الْعَالَمِيْنَ (Klaten, 30 Agustus 2013)

» Artikel BB Group Majlis Hadits, chat room Bening Hati.

(*) Blog Dakwah Kami:

Janganlah Masuk Rumah Yang Hanya Ada Wanita (Tanpa Mahram-nya)

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Wahai para pria.. sebaiknya anda tidak masuk ke rumah seseorang yang hanya disitu wanita saja.. tanpa ada mahram bagi si pemilik rumah tersebut.. mau dengan dalih apapun.. walaupun untuk pengajian.. sungguh memprihatinkan..fenomena ini..

Karena rumah pribadi seperti itu yang terlarang dimasuki kaum pria.. kecuali ada mahramnya disana.

Dalam sebuah hadits..
Jabir radhyiallahu ’anhu dari Nabi Shallallahu ’alaihi wa salam, beliau bersabda,
” Janganlah kalian masuk kepada perempuan-perempuan yang ditinggal pergi suaminya, karena sesungguhnya syetan mengalir pada diri kalian semua dengan mengikuti aliran darah.” Kami bertanya,” Termasuk engkau?” Nabi Shallallahu ’alaihi wa salam menjawab,”Termasuk aku, tetapi Allah menolongku, sehingga aku selamat.”
[Shahih Timidzi 1172, Shahih Abu Daud (2134, 1133), Takhrijus-Sirah 65]

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Wahai Tukang Ruqyah

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Jika antum lihat sebagian tukang ruqyah akan antum dapati beberapa kesalahan fatal.. yang dianggap itu remeh..

Dalih mereka ini manfaatnya untuk mengusir jin. Dan sudah terbukti jin bisa keluar.. bahkan bisa disaksikan dengan mata kita, ada peniti, paku, bahkan silet bisa keluar dari mulut yang terkena jin..

Wahai saudaraku tukang ruqyah.. iya benar pengobatan yang kau lakukan ada efek.. apalagi engkau telah menggunakan ayat alqur’an.. pastilah ada efek..

Namun efek tersebut bukan sebuah tanda bahwa perbuatan anda semuanya benar dalam ruqyah ini.

Lihatlah para dukun dengan cara mereka yang salah juga tetap dapat mengobati penyakit jin ini..

Tukang ruqyah yang sering kami jumpai, sebagian mereka melakukan kesalahan berikut:

1. Suka mengarang tatacara ruqyah layaknya nabi baru…walaupun yang dibaca adalah ayat alqur’an.. kadang membikin cara penyakit tertentu bacaannya ini dan itu.. layaknya resep..

Padahal itu semua alam ghoib yang dihadapinya.. maka janganlah mengarang tatacara khusus ini dan itu. Dan ketahuilah. Cukup bahwa dengan dalil shohih saja tatacara ruqyah bersifat umum. Tidak menyesuaikan penyakit yang diderita.

2. Terkadang saking beraninya menggunakan tatacaranya ia tidak pedulikan memijit atau mengusap badan wanita.. padahal si peruqyah laki laki. Dan bahkan didepan suami siwanita.. masyaAllah..

Dalihnya: kan pakai kaos tangan tebal.. jadi gak nyentuh..
Subhanallah.. bagaimana begitu?

Ia bercampur baur dengan wanita dan laki dekat dekatan aja Tidak boleh. Gimana kalau sampai sentuhan.. walau masih pakai kain penutup. Tapi ya tetaplah ia bukan mahrammm!

3. Sering diajak berdialog para korban jin tersebut. Padahal jin itu Makhluq yang kita tidak tau benar dan tidaknya ketika bicara(sering bahong). Saran saya baca saja alqur’an sampai keluar jin tersebut. Jangan banyak dialog. Kalopun dialog harus sangat dibatasi.

4. Ruqyah masal.. semua orang yang sakit dikumpulkan dan dibaca bareng bareng atau kadang dengan mic.. ini perkara bid’ah yang tidak ada contoh dari nabi. Bid’ahnua Karena merupakan tatacara masalnya.

5. Disangkanya apa yang ia lakukan benar. Dengan bukti jin bisa keluar..

Wahai tukang ruqyah ketahuilah.. Mbah dukun dengan bantuan jin pun bisa sukses. Apalagi yang pakai alqur’an.. bisa bisa saja engkau sedang di istidroj.

Semoga beberapa ahli pengobatan alternatif lekas kembali kepada Allah ta’ala. Dengan cara yang tidak bid’ah..

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Hati-Hatilah Wahai Pedagang

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Wahai para pedagang.. jika anda ingin menjual barang.. maka janganlah membuat aqad.. atau transaksi jual barang jika barang tersebut tidak /belum ditangan anda.. alias masih ditoko /ditangan orang..

Walaupun barang tadi sudah anda beli.. tapi tunggu dulu sampai diserahkan ke anda dan telah anda letakkan dalam tempat anda yang dipasar/dirumah/ ditoko anda.

Karena Hal tersebut jika dilanggar maka dilarang.. ia terkena hadits.. rasulullah melarang untuk menjual barang bagi si penjual sebelum barang tersebut ada ditangannya.

Beliau bersabda: ” barang siapa ingin menjual makanan maka janganlah ia menjualnya sebelum barang tersebut ia pegang/ditangnnya/ada padanya” berkata ibnu abbas :” yang aku pahami adalah semua barang disamakan hukumnya dengan makanan( alias tidak ada beda antara makanan dan bukan makanan-pent)
HR. Bukhori 4/349. Muslim 3/116.

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Untuk Yang Mengurus Urusan Kaum Muslimin

Ibnu_Mukhtar

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Dari ‘Aisyah ~rodhiyallohu ‘anha~, ia berkata : Saya telah mendengar Rosululloh ~shollallohu ‘alaihi wa sallam~ bersabda di rumahku ini,

اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ فَاشْقُقْ عَلَيْهِ وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ

Alloohumma man waliya min amri ummatii syai-an fa syaqqo ‘alaihim fasy-fuq ‘alaihi. Wa man waliya min amri ummatii syai-an farofaqo bihim farfuq bih(i)

Ya Alloh, siapa saja yang mengurus suatu urusan ummatku lalu ia mempersulit mereka, maka persulitlah ia. Dan siapa saja yang mengurus suatu urusan umatku lalu ia bersikap lembut kepada mereka, maka sayangilah ia.

Hadits Shohih Riwayat Imam Muslim ~rohimahulloh~ dalam kitab Shohihnya. Lihat pula Shohiehut Targhieb wat Tarhieb no. 2202

Sebuah nasihat untukku dan untuk siapa pun yang mau mengambil manfaatnya..

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

ISTIQOMAH DI ATAS ISLAM ADALAH KAROMAH YANG PALING AGUNG

Oleh: Ust. Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله

» Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata: “Aku pernah mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan, ‘(bentuk) Karomah yang paling agung ialah upaya seorang hamba agar senantiasa istiqomah (di atas ketaatan kpd Allah, pent).” (Lihat Madaariju As-Saalikiin II/105).

» Sebagian ulama salafus-sholih berkata: “Jadilah orang yang selalu istiqomah (dalam menjalankan ketaatan kpd Allah, pent), dan jangan menjadi orang yg suka mencari karomah. Karena sesungguhnya jiwamu suka bergerak dlm mencari karomah. Sedangkan Tuhanmu (Allah Ta’ala) hanya menuntutmu agar engkau selalu istiqomah (di atas agama-Nya, pent).” (Dinukil oleh Ibnul Qoyyim di dlm kitabnya Madaariju As-Saalikiin II/105).

* Karomah ialah kejadian di luar kebiasaan (tabiat manusia) yg diberlakukan oleh Allah pada sebagian hamba-hamba-Nya yg sholih dengan tujuan untuk mengokohkannya dan agamanya.

* Dan ciri-ciri Karomah ialah:
~ Tidak memiliki amalan pendahuluan tertentu berupa doa, bacaan, ataupun dzikir khusus.
~ Tidak disertai pengakuan (dari pemiliknya) sebagai seorang Nabi.
~ Hanya terjadi pada orang sholih yg lurus aqidah n manhajnya, serta cara ibadahnya benar sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Semoga Allah Ta’ala menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yg selalu istiqomah di atas agama-Nya hingga akhir hayat. Amiin. (Jakarta, 17 Maret 2014)

(*) DOA MEMOHON KETEGARAN, KESABARAN DAN ISTIQOMAH DI ATAS ISLAM DAN TAKWA

KLIK: http://abufawaz.wordpress.com/2013/09/19/doa-doa-memohon-kesabaran-ketegaran-dan-istiqomah-di-atas-islam-dan-takwa/

» BBG Majlis Hadits, chat room Fadhilah Amal.

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Meniup-Niup Makanan Dan Minuman Panas

Ust. M Abduh Tuasikal, حفظه الله

Salah satu adab makan adalah dilarang bernafas di dalam wadah dan juga dilarang meniup-niup saat minum. Adab ini kadang tidak diperhatikan oleh kita karena ingin buru-buru segera menikmati minuman yang sedang panas. Padahal menunggu sebentar atau tanpa meniup-niup, itu lebih selamat bahkan lebih sehat. Karena perlu diketahui bahwa saat meniup-niup seperti itu, sejatinya yang keluar adalah udara yang tidak bersih.

Dengan alasan inilah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya.

Dari Abu Sa’id Al Khudri, ia berkata,
أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- نَهَى عَنِ النَّفْخِ فِى الشُّرْبِ. فَقَالَ رَجُلٌ الْقَذَاةُ أَرَاهَا فِى الإِنَاءِ قَالَ « أَهْرِقْهَا ». قَالَ فَإِنِّى لاَ أَرْوَى مِنْ نَفَسٍ وَاحِدٍ قَالَ « فَأَبِنِ الْقَدَحَ إِذًا عَنْ فِيكَ »

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang meniup-niup saat minum. Seseorang berkata, “Bagaimana jika ada kotoran yang aku lihat di dalam wadah air itu?” Beliau bersabda, “Tumpahkan saja.” Ia berkata, “Aku tidak dapat minum dengan satu kali tarikan nafas.” Beliau bersabda, “Kalau begitu, jauhkanlah wadah air (tempat mimum) itu dari mulutmu.” (HR. Tirmidzi no. 1887 dan Ahmad 3: 26. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Abu Isa Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih).

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُتَنَفَّسَ فِى الإِنَاءِ أَوْ يُنْفَخَ فِيهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari bernafas di dalam wadah air (bejana) atau meniupnya.” (HR. Tirmidzi no. 1888, Abu Daud no. 3728, dan Ibnu Majah no. 3429. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Imam Nawawi rahimahullah membawakan dua hadits di atas pada kitab adab makan pada Bab “Makruhnya meniup-niup saat minum.”

Di atas disebutkan mengenai bernafas di dalam wadah, itu pun terlarang. Artinya saat minum dilarang mengambil nafas dalam wadah. Yang dibolehkan adalah bernafas di luar wadah.

Sedangkan meniup-niup saat minum -sebagaimana kata Ibnu Hajar- itu lebih parah dari sekedar bernafas di dalam wadah. Ibnu Hajar dalam Fathul Bari berkata,
وَالنَّفْخ فِي هَذِهِ الْأَحْوَال كُلّهَا أَشَدُّ مِنْ التَّنَفُّس

“Meniup-niup minuman dalam kondisi ini lebih parah dari sekedar bernafas di dalam wadah.”
Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin mengatakan bahwa ketika seseorang meniup-niup, maka yang keluar adalah udara yang kotor. Oleh karenanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang melakukan seperti itu.

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengatakan bahwa jika ada yang tidak dapat minum dengan satu tarikan nafas, maka ia bisa minum lalu bernafas setelah itu di luar wadah, lalu minum kembali.

Kata Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, sebagian ulama menyatakan ketika butuh tidak mengapa meniup minuman yang sedang panas biar cepat dingin. Mereka memberikan keringanan dalam hal ini. Akan tetap kata Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, tetap berpendapat bahwa minuman panas tidak ditiup seperti itu.

Sebenarnya bisa melakukan solusi untuk mendinginkan minuman, yaitu dengan menuangkan minuman yang panas ke wadah lainnya, lalu membalikkannya kembali. Ini di antara cara yang tidak dilarang dalam mendinginkan minuman.

Demikian maksud penjelasan Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin dalam Syarh Riyadhis Sholihin, 4: 245.

Semoga kita bisa mempraktekkan adab sederhana ini saat makan. Moga makan kita jadi penuh berkah.

Hanya Allah yang memberi taufik.

– – – – – •(*)•- – – – –