All posts by BBG Al Ilmu

868. Teringat Belum Shalat ‘Isya Ketika Shalat Sunnah Qobliya Shubuh

868. BBG Al Ilmu – 17

Tanya:
Kalau kelupaan sholat Isya ..inget nya pas lagi sholat qobliyah subuh..apa niat sholat qobliyah subuh jadi sholat isya ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, حفظه الله

Hendaknya membatalin qobliyah dan memulai takbir untuk sholat isya. Karena sholat wajib hendaknya di mulai dari niat sebelum takbir.

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

867. Sholat Dengan Pakaian Terkena Alkohol

867. BBG Al Ilmu – 307

Tanya:
Bolehkah kita sholat jika pakaian kita terkena (yakin) oleh semprotan obat nyamuk yang salah satu komposisinya kemungkinan mengandung alkohol ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, حفظه الله

Tidak mengapa, karena menurut pendapat yang kuat khomer tidak najis. Terlebih alkhohol yang menjadi kandungan khomer.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

866. Mendengarkan Ceramah Di Radio Ketika Di Kamar Mandi

866. BBG Al Ilmu – 307

Tanya:
Maaf Ustadz berikut ini ada dua pertanyaan kecil namun penting buat saya :

1. Seringkali tatkala kita harus mandi dan waktu itu ceramah diradio rodja lagi seru2nya, bolehkah kita membawa radio ke kamar mandi atau membesarkan suara radionya ?

2. Bolehkah kita membaca kiriman kajian via bbm di dalam kamar mandi ?

Jawab:
Ust. Rochmad Supriyadi, حفظه الله

Jika membawa radio ke dalam kamar mandi maka ini tidak sopan. Paling tidak di besarkan saja suara nya. Akan lebih baik nya mandi sebelum ada kajian, hingga bisa fokus dalam mencerna ceramah.

Membuka kajian BB di kamar mandi tidak sopan dan tidak beradab. Bisa jadi ada ayat tertulis dan dibuka saat itu. Maka hal ini terlarang.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Kabar Gembira Bagi Yang Takut Kepada Allah

Ibnu_Mukhtarہﮩ

Segala puji hanyalah milik اللّـﮧ. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, inilah di antara kabar gembira bagi yang takut kepada اللّـﮧ Ta’aala :

وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ

“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Robb-nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya).

[QS. An-Naaziyaat ; 79 : 40-41]

Semoga اللّـﮧ merizkikan kepada kita rasa takut kepada-Nya…rasa takut yang benar dan bukan rasa takut yang terucap di lisan namun didustakan oleh perbuatan..rasa takut yang membuat kita mengagungkan اللّـﮧ dan syari’at-Nya..rasa takut yang mendorong kita untuk bersegera memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya…rasa takut yang membuat kita tak meremehkan dosa apalagi sengaja melanggar larangan-Nya..rasa takut yang membuat air mata berlinang dan hati gemetar..rasa takut yang membuat hati semakin penuh harap dan cinta kepada اللّـﮧ yang tidak ada sekutu bagi-Nya..rasa takut yang membuat kita mendapatkan Surga dan keridhoan-Nya..

آميــــــــــــــــــــن يَا رَبَّ العَالَمِينْ

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

Tahukah Anda ?

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Mengapa akhwat yang sudah sering ngaji..
Malah berilmu setelah kuliah di Universitas Islam yang membahas banyak ilmu agama..
Sebagian mereka tetap berani safar dalam jarak 80 km keatas tanpa mahram..

Dan jika kita tanya..
Katanya aman dan katanya ini adalah caraku dalam berjuang tuk agamaku..
Apakah ini alasan yang benar?

Seharusnya semakin paham agama semakin ta’at..

Ibnu Mas’ud رضي الله عنه berkata : Ilmu itu rasa takut kpd Allah..

Itulah ilmu sesungguhnya..wahai akhwat..
Antunna akan bertanggungjawab atas amalan sendiri..

Ingatlah..
Maksiat jika dibenarkan dg akal..
Ia tidak akan berubah status..
Maksiat safar tanpa mahrom ini tidak akan menjadikan kebahagiaan diakhirat..

Sesungguhnya rusaknya umat ini jika para akhwatnya gak bisa dikendalikan oleh syariah yang haq..

Ujian berat bagi bani isroil adalah wanita..
Islam juga kena ujian terberat adalah pada wanita..
Sadarlah..

Tahukah anda?
Kapan saja seorang wanita boleh melakukan safar tanpa mahram? Berikut kami bawakan ucapan Asy-Syaikh Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin rahimahullah.
Beliau berkata :

“Semua safar walaupun jaraknya dekat, maka seorang wanita wajib ditemani oleh mahramnya. Kecuali pada empat keadaan :

Pertama : Jika mahramnya meninggal di tengah perjalanan, sementara dia telah jauh meninggalkan tempat asalnya.

Kedua : Jika wanita itu wajib berhijrah.

Ketiga : Jika dia berzina sehingga dia dihukum dengan pengasingan (pengusiran), sementara dia tidak mempunyai mahram.

Keempat : Jika hakim mengharuskan untuk mendatangkan dia setelah tuduhan dijatuhkan kepadanya, sementara dia tidak berada di situ ketika itu.”

[Diterjemahkan dari Al-Muntaqa Min Fara`id Al-Fawa`id hal. 44-45]

Janganlah banyak berdalih untuk mengatakan boleh safar tanpa mahram..

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Astrologi , Horoscop dan Zodiak

Ust. Abu riyadl nurcholis majid ahmad, حفظه الله

عن ابن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :” من اقتبس شعبة من النجوم فقد اقتبس شعبة من السحر زاد ما زاد ”

Dari Ibnu Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mempelajari sebagian dari ilmu nujum, maka sesungguhnya ia telah mempelajari cabang dari ilmu sihir, semakin bertambah (ilmunya) semakin bertambah pula (dosanya)” (diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab At Tibb, 4/16 hadits yang ke 3905, Ibnu Majah dalam kitab Al Adab, 2/1228 hadits yang ke 3726, Imam Ahmad, 1/227, 331, Ibnu Abdil Barr dalam kitab Jami’ Bayanil Ilmi, 2/39, Asy Syaikh Albani dalam kitab Silsilah Ash Shohihah, no.793, beliau mengatakan hadits ini hasan)

Bagaimana hukum horoscop, zodiak dan sejenisnya…..?

Sungguh  sangat disayangkan sekali bahwa praktek ini bisa kita akses dari berbagai media masa, baik cetak maupun elektronik, bahkan peramal-peramal itu  bisa kita dapatkan  pada handpone yg kita bawa kemana mana… naudzubillah…

Untuk mengetahui hukumnya  simak kajian berikut..

Sebelum kita membahas perbintangan maka yang pertama mesti diingat bahwa ilmu perbintangan sudah dikenal sejak dahulu dan orang orang Arab dahulu biasa menentukan waktu dan tanggal berdasarkan kemunculan bintang atau rembulan karena mereka tidak mengenal perhitungan/ matematika/ hitung menghitung sehingga mereka menghafal waktu-waktu didalam setahun berdasarkan bintang-bintang yang muncul dan tenggelam. Namun apakah sama antara astronomi (ilmu FALAQ) dan astrologi?

Para ulama membagi ilmu perbintangan ini menjadi dua macam, yaitu :

1. Ilmu perbintangan untuk perhitungan, yaitu menentukan awal bulan-bulan dengan menghitung perjalanan bintang. Berdasarkan perhitungan seperti ini maka mereka bisa mengetahui waktu-waktu, zaman-zaman, musim, arah kiblat dan sebagainya. Ilmu perbintangan seperti ini merupakan salah satu cabang dari ilmu falak. Dan seringkali kebanyakan orang menamakan ilmu falak dengan ilmu perbintangan meski di sana terdapat perbedaan yang jauh antara orang-orang ahli perbintangan dengan orang-orang ahli falak dan antara ilmu perbintangan dengan ilmu falak.
Imam Bukhori berkata dalam kitab shohehnya bahwa Qotadah berkata:
قال البخاري في صحيحه : قال قتادة : ” خلق الله هذه النجوم لثلاث : زينةً للسماء ، ورجوماً للشياطين ، وعلاماتٍ يُهتدى بها ، فمن تأول فيها غير ذلك أخطأ وأضاع نصيبه وكُلف ما لا علم له به ” . انتهى صحيح البخاري – باب في النجوم . (2/420(
“Allah menciptakan bintang-bintang ini untuk tiga hikmah : sebagai hiasan langit, sebagai alat pelempar syetan, dan sebagai tanda untuk petunjuk (arah dan sebagainya). Maka barang siapa yang berpendapat selain hal tersebut maka ia telah melakukan kesalahan, dan menyianyiakan nasibnya, serta membebani dirinya dengan hal yang diluar batas pengetahuannya”.(2/420)
Ibnu Ruslan mengatakan,”Adapun ilmu perbintangan yang digunakan untuk mengetahui waktu pergeseran arah kiblat, berapa yang lenyap dan berapa yang tersisa maka ini tidak termasuk yang dilarang.” (Nailul Author juz VII hal 206)
Maka dari pemaparan tersebut diatas  bahwa ilmu jenis ini adalah boleh bahkan dibutuhkan oleh umat islam

2. Ilmu Perbintangan untuk mengaitkan berbagai kejadian di bumi dengan keadaan benda-benda angkasa mempunyai pengaruh terhadap berbagai kejadian yang terjadi di bumi, inilah yang dimaksud dengan astrologi. Seperti : rizqi, jodoh, karir, kebahagiaan hidup dengan pasangan, hari baik ,dll
Astrologi diharamkan dan dilarang oleh syariat karena sesungguhnya para astrolog ini menganggap adanya hubungan antara kejadian-kejadian yang terjadi pada manusia dengan pergerakan bintang-bintang dan menganggap bahwa ia memiliki pengaruh terhadap kejadian-kejadian itu,  padahal ini adalah ilmu ghoib yang memilikinya hanya Allah Subhanahu wata’ala semata.

قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Artinya : “Katakanlah: “tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (QS. An Naml : 65)

Para ulama’ telah bersepakat tentang pengharaman ilmu nujum (astrologi) dalam makna yang seperti ini.
Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: ”Perbuatan astrologi yang membuat teori teori dan pemengaruh. Yang mana menggunakan keadaan / posisi benda-benda langit serta memadukan antara kekuatan benda-benda langit dan kejadian-kejadian di bumi adalah perbuatan yang diharamkan berdasarkan al Qur’an dan Sunnah serta ijma umat bahkan ia diharamkan pula melalui lisan para rasul di setiap agama.” Sebagaimana firman Allah Ta’ala : “dan tidak akan sukses para penyihir itu dari semua diusahakan.[Thoha : 69] Majmu’ul Fatawa 35/192

Ibnu Ruslan didalam “Syarh as Sunan” mengatakan,”Yang dilarang adalah apa yang dianggap oleh para astrolog(ahli nujum) bahwa mereka mengetahui berbagai kejadian yang belum terjadi dan yang akan terjadi di masa yang akan datang serta mengira bahwa mereka dapat mengetahui itu semua melalui perjalanan bintang-bintang di tempat edarnya, penyatuan maupun perpisahan diantara bintang-bintang padahal itu merupakan hak yg dimiliki Allah dengan ilmu-Nya yg ghoib dari kita.” (Nailul Author juz VII hal 206)

Asy Syeikh Ibnu Utsaimin mengatakan(Fatawa al Aqidah hal 336),”Astrologi termasuk jenis sihir dan perdukunan yang diharamkan karena dibangun diatas khayalan yang tidak realistis. Maka tidaklah ada hubungan antara kejadian-kejadian di bumi dengan apa yang terjadi di langit. Dan keyakinan orang-orang jahiliyah adalah bahwa matahari dan bulan tidaklah bersatu (gerhana) kecuali karena adanya kematian seseorang”.

Pernah terjadi gerhana matahari di masa Nabi saw di hari kematian putranya, Ibrahim, dan orang-orang saat itu mengatakan,”Gerhana mataha ini terjadi karena kematian Ibrahim.” Maka Nabi saw pun berkhutbah saat shalat gerhana dan bersabda,”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari tanda-tanda kebesaran Allah swt, dan tidaklah terjadi gerhana dikarenakan kematian atau kehidupan seseorang.”
Artinya Nabi saw membantah keterkaitan berbagai kejadian di bumi dengan keadaan benda-benda langit sebagaimana ilmu nujum yang semakna seperti ini (astrologi) adalah bagian dari sihir dan perdukunan. Ia juga menjadi sebab terhadap berbagai khayalan dan kebimbangan jiwa yang tidak realistis dan tidak memiliki dasar dan menjatuhkan manusia kedalam berbagai khayalan, pesimistis serta kebimbangan yang tiada berujung.”

Dalil-dalil diharamkannya astrologi ini demikian banyak diantaranya :

1.
 عن ابن عباس قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :” من اقتبس شعبة من النجوم فقد اقتبس شعبة من السحر زاد ما زاد ”
Dari Ibnu Abbas, ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa mempelajari sebagian dari ilmu nujum, maka sesungguhnya ia telah mempelajari cabang dari ilmu sihir, semakin bertambah (ilmunya) semakin bertambah pula (dosanya)” (diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab At Tibb, 4/16 hadits yang ke 3905, Ibnu Majah dalam kitab Al Adab, 2/1228 hadits yang ke 3726, Imam Ahmad, 1/227, 331, Ibnu Abdil Barr dalam kitab Jami’ Bayanil Ilmi, 2/39, Asy Syaikh Albani dalam kitab Silsilah Ash Shohihah, no.793, beliau mengatakan hadits ini hasan
Asy Syaukani mengatakan bahwa makna “semakin bertambah dan semakin bertambah” maksudnya adalah apabila bertambah ilmu nujumnya maka seakan-akan bertambah pula sihirnya(dan dosanya). Telah diketahui bahwa pada dasarnya ilmu sihir adalah haram dan menambah ilmu sihir ini lebih haram lagi sebagaimana menambah ilmu nujum.” (Nailul Author juz VII hal 207)

2.
عن ابن عباس أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : من اقتبس باباً من علم النجوم لغير ما ذكر الله فقد اقتبس شعبة من السحر . المنجم كاهن والكاهن ساحر والساحر كافر ) رواه رزين في مسنده . انظر مشكاة المصابيح 2/1296
Didalam riwayat lain dari Ibnu Abbas bahwa Nabi saw bersabda,”Barangsiapa mempelajari satu bab dari ilmu nujum untuk hal-hal yang tidak disebutkan Allah swt maka ia telah mempelajari satu cabang dari sihir. Ahli nujum adalah dukun dan dukun adalah penyihir dan penyihir adalah kafir.” (HR. Rozin didalam musnadnya. Lihat Misykaat al Mashobiih juz II hal 1296)

3.
 وعن أبي محجن مرفوعاً أن النبي صلى الله عليه وسلم قال 🙁 أخاف على أمتي من بعدي ثلاثاً : حيف الأئمة وإيماناً بالنجوم وتكذيباً بالقدر ) رواه ابن عساكر وابن عبد البر في جامع بيان العلم وصححه الألباني في صحيح الجامع 1/103
Dari Abi Mihjan bahwa Nabi saw bersabda,”Yang aku khawatirkan dari umatku sepeninggalku adalah tiga : kesewenang-wenangan umatku, mengimani (meyakini) ilmu nujum dan mendustakan takdir.” (HR. Ibnu Asyakir dan Ibnu Abdil Barr di kitab “Jami’ Bayan al Ilmi” dan dishahihkan oleh al Albani didalam “Shahih al Jami’” juz I hal 103)

4.
وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم 🙁 من أتى عرافا أو كاهناً فصدقه بما يقول فقد كفر بما أنزل على محمد ) رواه أصحاب السنن وهو حديث صحيح كما قال الألباني في صحيح الترغيب والترهيب 3/172
Dari Abu Hurairoh berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa mendatangi seorang peramal atau dukun lalu dia membenarkan perkataannya maka sungguh dia telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Ashabus Sunan. Hadits ini shahih sebagaimana dikatakan al Albani dalam shohih At targhib 3/172)

5.
وى الإمام مسلم في صحيحه (7 / 37) بسنده عن بَعْضِ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ : مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً.
Imam muslim meriwayatkan dalam shohihnya 7/37 dengan sanad beliau: dari sebagian istri-istri Nabi: dari Nabi  Shalallhu alaihi wasalam bersabda: “ Barang siapa yng mendatangi Peramal dan bertanya kepadanya tentang suatu ramalan maka tidak diterima sholatnya selama 40 hari”

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,”Peramal mencakup dukun, ahli nujum dan sejenisnya termasuk orang-orang yang menganggap dirinya mengetahui perkara-perkara dengan cara-cara demikian.” (Majmu al Fatawa juz 37 hal 173)
Memperhatikan dua hadits terakhir diatas bahwa sebatas mendatangi seorang dukun dan bertanya sesuatu kepadanya sudah menjadikan seorang muslim mendapatkan sangsi dengan tidak diterima shalatnya selama empat puluh hari. Dan apabila dia membenarkan perkataannya maka dirinya telah kufur terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad sholallahu alaihi wasalam.

Sebagaimana yg dirojihkan oleh syaikh Albani rohimahullah:
قال الشيخ الألباني : في السلسلة الضعيفة :(14 / 56)   “من أتى كاهناً فصدقه بما يقول، فقد بريء مما أُنزل على محمد صلى الله عليه وسلم ومن أتاه غير مصدق له، لم تقبل له صلاة أربعين يوماً “.

Barangsiapa yang mendatangi dukun/paranormal dan mempercayainya maka dia telah berlepas diri dari apa yg diturunkan atas nabi Muhammad sholallhu alaihi wasalam, dan barangsiapa yang mendatanginya tanpa ia percaya maka tidak diterima sholatnya selama 40 hari.

Hal itu dikarenakan apa yang diturunkan kepada Muhammad adalah firman Allah swt :
قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

Artinya : “Katakanlah: “tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (QS. An Naml : 65)
عَالِمُ الْغَيْبِ فَلَا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا ﴿٢٦﴾  إِلَّا مَنِ ارْتَضَى مِن رَّسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِن بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا ﴿٢٧﴾

Artinya : “(dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghaib, Maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, Maka Sesungguhnya Dia Mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.” (QS. Al Jin : 26 – 27)

Ringkasnya : Bahwa ilmu ramalan dengan menggunakan bintang untuk mengetahui nasib seseorang, seperti : jodoh, rezeki, kehidupan atau kematiannya termasuk bentuk kemusyrikan yang dilarang agama.
Dan kita dilarang keras untuk mendekatinya atau mencari tahu bintang kita sendiri atau orang lain seperti scorpio, Gemini dll.  Sehingga hati kita tidak teracuni ramalan ramalan tersebut yng akan menjadikan kita berdosa dan terjerumus dalam lubang kesyirikan. Naudzubillah tsumma naudzubillah.  

Semoga tulisan ini bermanfaat dan menjadi peringatan untuk mendidik diri dan keluarga.
Wallahu a’lam bisshowab..

– – – – – •(*)•- – – – –

Memuliakan Istri… Salah Satu Ciri Suami Yang Sholeh

Ibnu_Mukhtarہﮩ

Segala puji bagi Alloh, sholawat & salam untuk Rosululloh..wa ba’du!

Saudaraku seislam ~khususnya para suami- yang saya cintai, memuliakan istri merupakan salah satu tanda kesholehan seorang suami. Banyak perkara yang bisa kita lakukan untuk memuliakan istri kita, di antaranya :

Pertama, memanggil istri dengan panggilan mesra yang disukainya.

Sepakatilah dengan istri tentang panggilan mesra yang disukainya, dan janganlah pernah merasa sungkan atau berat memanggil ‘Sayangku’ kepadanya. Bagi yang istrinya lebih dari satu, jangan sampai tertukar panggilan sayangnya itu, hmm.. bisa-bisa kena jewer lho..

Kedua, berikanlah busana yg sesuai syar’ie, dan bantulah agar ia selalu menutup dan menjaga aurotnya sebagaimana yang ditetapkan Alloh & Rosul-Nya.

Ketiga, bimbinglah istrimu menjadi istri yang sholeh, penyejuk mata & hatimu dgn ilmu yang benar, kasih sayang dan ketauladanan, bukan dengan arogansi, kekejian dan kekasaran.

Keempat, jika ada perkara yang tidak disukai, janganlah mencela dan mencaci makinya apalagi sampai memukul atau menyiksanya. Luruskanlah dengan seindah-indah ungkapan dan setepat-tepat tindakan, semoga ia makin menyenangkan & mempesonamu.

Kelima, nafkahilah istrimu itu dengan penghasilan yang halal, dan nafkahilah kebutuhan batinnya dengan penuh cinta berdasar adab-adab yang indah sebagaimana diajarkan agama kita.

Keenam, jangan sungkan mencium mesra, merayunya dan membisikan kata-kata cinta kepadanya. Sungguh ungkapan cinta yang tulus dari sang suami itu lebih menyegarkan batinnya daripada pemberian yang lain.

Ketujuh, doakanlah kebaikan, keberkahan dan ampunan untuk istrimu. Jauhilah melaknat, menyumpah atau mendoa-doakan yang buruk untuknya.

Semoga catatan ringan ini ada manfaatnya untukku dan untuk yang mau mengambil manfaatnya.

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad

– – – – – •(*)•- – – – –

BAHAYA SIBUK DENGAN URUSAN YANG SIA-SIA

Ust. Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله

» Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
مِن حُسْنِ إسلام المرء تركه ما لا يَعنيه

Artinya: ”Salah satu tanda baiknya keislaman seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya).” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi no.2419 dan Ibnu Majah no.3976).

» Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: “Diantara tanda-tanda berpalingnya Allah dari seorang hamba adalah Allah menjadikan kesibukannya dalam perkara-perkara yang tidak berguna bagi dirinya.”

» Sahl At-Tusturi rahimahullah berkata: “Barangsiapa (suka) berbicara mengenai permasalahan yang tidak ada manfaatnya, niscaya diharamkan baginya (sikap) kejujuran.”

» Ma’ruf rahimahullah berkata: “Pembicaraan seorang hamba tentang masalah-masalah yang tidak ada faedahnya merupakan kehinaan dari Allah (untuknya).”. (Lihat Jami’ul ‘Ulum wal Hikam, karya Al-Hafizh Ibnu Rojab I/290-294).

Demikianlah faedah dan mu’izhoh hasanah yg dapat kami sampaikan pada hari Jumat yg penuh berkah ini. Smg bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

(Klaten, 21 Februari 2014).

– – – – – •(*)•- – – – –

Berdiri Hormati Kiyai

Ust. Badrusalam, حفظه الله

Anas bin Malik radliyallahu anhu berkata:

 ” لَمْ يَكُنْ شَخْصٌ أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنْ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَكَانُوا إِذَا رَأَوْهُ لَمْ يَقُومُوا لِمَا يَعْلَمُونَ مِنْ كَرَاهِيَتِهِ لِذَلِكَ ” .

Tidak ada orang yang paling dicintai oleh mereka (para shahabat) dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam..
namun apabila mereka melihat beliau..
mereka tidak berdiri menghormatinya..
karena mereka tahu bahwa beliau tidak menyukainya..
HR At Tirmidzi no 2754..

bandingkan dengan zaman ini..
banyak ustadz atau kiyai merasa suka bila manusia berdiri menghormatinya..
padahal Nabi bersabda:
 مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَمْثُلَ لَهُ الرِّجَالُ قِيَامًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ 

Siapa yang menyukai orang orang berdiri menghormatinya..
maka hendaklah ia mempersiapkan tempat duduknya dalam api Neraka.
HR Abu Daud no 5229..

di kelas..
murid murid malah disuruh berdiri menghormati guru..
padahal Nabi tidak suka para shahabat berdiri untuk menghormatinya..
akankah pak kiyai lebih utama dari para Nabi..

aneh….

 Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

BERSEDEKAH MERUPAKAN SALAH SATU SEBAB UNTUK MERAIH HUSNUL KHATIMAH

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Ikhwan dan akhwat sekalian yang berbahagia diatas hidayah islam dan sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم , dipagi yang cerah ini saya akan membawakan satu hadits dari Nabi صلى الله عليه وسلم yang menjelaskan tentang keutamaan bersedekah yang mudah-mudahan mendapatkan tempat dihati kaum muslimin dan muslimah sekalian.

Diantara sekian banyak keutamaan-keutamaan bersedekah, diantaranya:
Bahwa bersedekah merupakan salah satu sebab “Husnul Khatimah”, ini merupakan kabar gembira kepada kita semua, bahwa apapun yang kita sedekahkan dengan syarat harta yang kita miliki kita usahakan dari jalan yang halal/benar dan kita sedekahkan dijalan ketaatan kepada ALLAH سبحانه وتعالى maka yang demikian ini merupakan salah satu sebab “Husnul Khatimah”.

Perhatikan hadits berikut ini…
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Barang siapa yang akhir kehidupannya ditutup dengan MEMBERI MAKAN ORANG MISKIN karena mengharap ganjaran dari ALLAH سبحانه وتعالى , maka ia akan masuk Syurga, barang siapa yang akhir kehidupannya ditutup dengan puasa karena mengharap ganjaran dari ALLAH maka ia masuk kedalam syurga, barang siapa yang akhir kehidupannya ditutup dengan mengucapkan kalimat Laa Ilaaha Illallah karena mengharap ganjaran dari ALLAH maka ia masuk kedalam syurga.
(Silsilah shohihah :1645).

Semoga ALLAH memudahkan kita semua untuk senantiasa beramal sholeh, memperbanyak sedekah dijalan-jalan ketaatan kepada ALLAH سبحانه وتعالى , bersedekah ditempat dimana ditempat tersebut menghidupkan sunnah Nabi yang mulia صلى الله عليه وسلم . Dan semoga ALLAH subhaanahu wa ta’ala menerima segala amal shaoleh kita serta menjadikan akhir kehidupan kita, kehidupan yang baik.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

– – – – – •(*)•- – – – –