Ust. MA Tuasikal, حفظه الله
Di antara tanda manisnya iman adalah: Benci kembali pada maksiat yang dulu pernah dilakukan.
~HR Muslim~
Jadilah hamba yang bersungguh2 dalam bertaubat.
– – – – – •(*)•- – – – –
Ust. MA Tuasikal, حفظه الله
Di antara tanda manisnya iman adalah: Benci kembali pada maksiat yang dulu pernah dilakukan.
~HR Muslim~
Jadilah hamba yang bersungguh2 dalam bertaubat.
– – – – – •(*)•- – – – –
Ust. Ferry Nasution, حفظه الله
Telah bersabda Rasulullah صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ :
Sesungguhnya dunia hanyalah diperuntukkan untuk 4 orang:
1. Seorang hamba yang ALLAH berikan ilmu dan harta, kemudian dia bertakwa kepada ALLAH dalam hartanya, dengannya ia menyambung silaturahmi serta mengetahui hak ALLAH didalamnya. Maka orang tersebut kedudukannya paling utama/baik (disisi ALLAH).
2. Seorang hamba yang ALLAH berikan ilmu namun tidak diberikan harta, namun ia memiliki niat yang jujur dan ia berkata: “Seandainya aku memiliki harta, aku pasti akan mengerjakan seperti apa yang dikerjakan si fulan, maka dengan niatnya itu, pahala keduanya adalah sama.
3. Seorang hamba yang ALLAH berikan harta namun tidak diberikan ilmu kepadanya. Lalu ia menggunakan hartanya seenaknya tanpa ilmu, tidak bertakwa kepada ALLAH dengan hartanya, tidak menyambung silaturahmi dengannya, dan tidak mengetahui bahwa ALLAH memiliki hak dalam harta tersebut. Kedudukan orang ini adalah yang paling buruk (disisi ALLAH).
4. Seorang hamba yang tidak ALLAH berikan harta dan juga ilmu kepadanya, lalu ia berkata: “Seandainya aku memiliki harta, aku pasti mengerjakan seperti apa yg dikerjakan si fulan. Maka dengan niatnya itu, maka keduanya mendapatkan dosa yang sama.
Shahih: Riwayat Tirmidzi :2325, Ibnu majah: 4228.
Semoga bisa memberikan manfaat untuk kita semua, serta bisa sebagai acuan untuk senantiasa memperbaiki amal kita di atas sunnah Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
http://m.salamdakwah.com/#/baca-artikel/dimanakah-kedudukanmu-di-dunia-ini-.html
– – – – – •(*)•- – – – –
Ust. Haryanto Abdul Hadi, حفظه الله
Keindahan surga dan kenikmatannya adalah tidak pernah terbayang sedikitpun di akal manusia…
Tidak ada kematian…hanya kesenangan dan kebahagiaan abadi..
Surga, labuhan terakhir bagi orang-orang yang diridhoi NYA…
silahkan menyaksikan video ulasan tentang surga bersama Ustadz Haryanto Abdul Hadi, Lc, MA
di http://m.salamdakwah.com/videos-detail/luar-biasanya-surga.html
Ust. Ferry Nasution, حفظه الله
يومياً نفتح رسايل الجوال ونقرء الرسائل المرسله من الأصدقاء ولكن كم مره نفتح المصحف ونقرأ الرسايل المرسله من الله”
Setiap hari, kita selalu menyempatkan untuk membuka HP dan membaca semua surat yg dikirim oleh teman2nya,,,, akan tetapi berapa kali dalam sehari kita menyempatkan utk membuka Al qur an untuk membacanya…???
Saudaramu Ahmad Ferry Nasution.
Ustadz Rochmad Supriyadi, حفظه الله
Allah ta’ala berfirman, “Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Rabb nya maka hendaklah ia mengerjakan kebajikan dan janganlah ia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya”. QS Al-Kahfi 110
Berkata Al-Imam Ibnu Qoyyim rahimahullah, “Ini adalah suatu amal yang diterima, yaitu hendaknya sesuai dengan As-Sunnah dan diniatkan hanya kepada Allah ta’alasemata. Dan tidak dapat dua hal ini dicapai melainkan dengan Ilmu, dikarenakan bila ia tidak mengilmui apa yang diajarkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam , ia tidak dapat pula meraih ikhlas, karena ia tidak mengenal Tuhan nya, dan sekiranya tanpa ilmu niscaya amalnya tidak diterima.
Maka bisa disimpulkan Ilmu adalah petunjuk yang mengarahkan pada ke-ikhlasan dan petunjuk yang membawa kepada mengikuti Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
Diantara do’a yang dipanjatkan Umar ibn Khothob,
“Allahummaj’al amali kullahu solihan, w-aj’al hu liwajhika kholison, wala taj’al li ahadin fihi syai’an”. HR. Ahmad
(Yaa ALLAH jadikanlah seluruh amalku menjadi amal shaleh, dan jadikanlah amalku ikhlas untuk mencari wajahMu, dan jangan jadikan amalku karena seseorang atau sesuatu)
http://m.salamdakwah.com/#/baca-artikel/diterimanya-amal.html
– – – – – •(*)•- – – – –
Ust. Elvi Syam, حفظه الله
Siapa yang ingin masuk neraka ?
Jika ada orang yang mengatakan tidak mengapa masuk neraka asal Allah ridho padanya…tentu orang ini telah menyelisihi logika, dan tidak takut dengan dahsyatnya Neraka..
Saudaraku, mintalah kepada Allah agar dijauhkan dari api neraka…
Silahkan menyaksikan kajian ust. Elvi syam, Lc, MA di
http://m.salamdakwah.com/#/videos-detail/dahsyatnya-neraka.html
– – – – – •(*)•- – – – –
Ust. Ferry Nasution, حفظه الله
Wahai para suami, perhatikan beberapa kalimat dibawah ini:
1. Apa yang memberatkanmu-wahai hamba ALLAH untuk tersenyum dihadapan isterimu ketika engkau masuk menemuinya, agar engkau mendapatkan ganjaran dari ALLAH Ta’ala.
2. Apa yang membebanimu untuk bermuka cerah (ceria) ketika engkau menjumpai isteri dan anak-anakmu yang telah menanti dirimu dirumah!! Agar engkau mendapatkan pahala.
3. Apa sulitnya apabila engkau masuk kedalam rumah sambil mengucapkan salam secara sempurna, yaitu : assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh”, agar dirimu mendapatkan 30 kebaikan?!!.
4. Apakah yang menyusahkanmu jika engkau berkata kepada istrimu dengan perkataan yang baik, sehingga dia meridhaimu, sekalipun dalam perkataanmua agak sedikit dipaksakan?!!.
5. Apakah yang menyusahkanmu-wahai para suami, apabila dirimu berdoa kepada ALLAH, dengan do’a: “Ya ALLAH, perbaikilah istriku dan curahkan keberkahan padanya”.
6. Tahukah kamu (wahai para suami) bahwa ucapan yang lembut merupakan shadaqah?!!.
7. Apa yang memberatkanmu untuk memberikan hadiah (oleh-oleh) untuk isteri dan anak-anakmu, ketika dirimu pulang dari safar?
8. Wahai para suami, luangkanlah waktumu untuk menemani isterimu, anak-anakmu mengajarkan dan membaca alqur’an padanya, atau menghadiri majelis-majelis ilmu yang mengajarkan alqur’an dan sunnah menurut pemhaman para sahabat.
9. Tahukah engkau wahai para suami, bahwa bersetubuh akan mendatangkan ganjaran dari ALLAH, sebagaimana Nabi bersabda: Diantara amal perbuatan kalian yang paling utama adalah mendatangi (bersetubuh) yang halal, yaitu dengan isteri-isteri kalian. (Silsilah shahihah: 441)
Semoga memberikan manfaat serta dapat diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Rujukan: kitab keluarga sakinah oleh ust yazid jawas, dengan beberapa tambahan.
Akhukum Ahmad Ferry Nasution.
– – – – – •(*)•- – – – –
(Petikan Dialog Terkait Radikalisme di TV One Bersama Syaikh Ali Hasan Al Halabi)
—
Mc: Ada anggapan bahwa sejumlah pihak yang melakukan terorisme ini dikaitkan dengan istilah SALAFY JIHADI. Apakah itu berkaitan? Itu juga untuk pemahaman bagi masyarakat kita…
Syaikh: Salafiyah artinya pemahaman sebagaimana yang dipahami oleh salafushshalih. SALAFIYAH BUKAN PARTAI POLITIK, BUKAN ORGANISASI. Salafiyah adalah ajakan dakwah yg mengaitkan antara kaum muslimin dengan para ulama yang dasar-dasarnya sangat memperhatikan, keimanan, keamanan dan ketenteraman. Dasarnya juga adalah bagaimana mengajarkan pemahaman Islam yang benar kepada manusia. Menerima pemahaman atau fikih dari para ulama seluruhnya (Imam Ahmad, Imam Syafi’i, Imam Malik, Imam Abu Hanifah, pen) tanpa fanatik terhadap salah satu mahdzab. Aksi-aksi atas nama jihad dan salafiyah, yaitu aksi-aksi kekerasan, INI SAMA SEKALI BUKAN DARI DAKWAH SALAFIYAH.
Mc: Jadi bertolak belakang, seperti itu?
Syaikh: Benar bahwa aksi kekerasan itu sangat bertentangan dengan salafiyah karena salafiyah berdasarkan keimanan dan keamanan.
Mc: Pesan damai untuk Indonesia agar terhindar dari aksi terorisme seperti apa Syaikh Ali?
Syaikh: Bahwa aksi-aksi kekerasan dan peledakan ini BUKAN atau SAMA SEKALI JAUH DARI AJARAN ISLAM YANG BENAR. Semakin seorang muslim itu mendalami agama, semakin juga dapat memahami bahwa paham-paham radikal seperti itu sangat jauh dari kebenaran. Dan ini memerlukan usaha yang keras, serius, untuk meluruskan pemahaman-pemahaman yang ada.
Mc: Baik, terima kasih banyak Syaikh Ali sudah datang ke Indonesia…
«Selesai wawancara mc dgn syaikh Ali hafidzahullah)
[MasyaAllah… Semoga Allah memberkahi Syaikh dan membuka hati masyarakat Indonesia untuk menerima DAKWAH SALAFIYAH yang mulia ini, aamiin…]
– – – – – •(*)•- – – – –
Ust. Badrusalam, حفظه الله
beliau ditanya: “Kapan seseorang itu akan berwibawa di hadapan kaumnya?
Beliau menjawab..
Ketika ia mempergauli kaumnya dengan kelemah lembutan..
ketika ia bertawadlu’..
ketika ia bertemu dengan wajah yang berseri dan dada yang lapang..
ketika ia berbagi dengan mereka pada harta dan keni’matanya..
jika ia lakukan itu..
kaumnya akan memuliakannya..
(Diwan Asy Syafii hal 29)
Ust. Badrusalam, حفظه الله
Syaikhul islam ibnu Taimiyah rahimahullah berkata:
“Diantara manusia..
ada yang apabila mencintai seseorang..
ia tak peduli dengan kesalahannya sebesar apapun..
diantara mereka juga..
ada yang apabila membenci seseorang..
ia lupakan seluruh kebaikannya..
ini adalah perbuatan bid’ah..
seperti perbuatan khowarij dan jahmiyah..
(Majmu fatawa 3/347)
– – – – – •(*)•- – – – –