All posts by BBG Al Ilmu

Diantara Amalan Berpahala Puasa Dan Sholat — Tips Bagi Wanita Muslimah Yang Sedang Berhalangan/Haidh

Saat berhalangan/haidh, seorang wanita muslimah sedang menjalankan ketaatan kepada Allah yaitu dengan mematuhi larangan Allah untuk tidak berpuasa dan tidak sholat.

Meskipun demikian, masih ada kesempatan insyaa Allah untuk meraih pahala puasa dan pahala sholat (baik itu di dalam bulan Ramadhan maupun di bulan bulan lainnya sepanjang tahun), yaitu dengan melakukan beberapa amalan berikut :

1. MENYIAPKAN MAKAN BAGI ORANG YANG BERPUASA

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga..” (HR. At-Tirmidzi no. 807)

2. MEMBACA (MINIMAL) 100 AYAT DI WAKTU MALAM

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Siapa yang membaca 100 ayat pada suatu malam, dituliskan baginya pahala sholat sepanjang malam..” (HR. Ahmad – Shohiih Al Jaami’ no. 6468)

Wanita yang sedang haidh bisa membaca Alqur’an dari hafalan atau bisa dari aplikasi Alqur’an yang ada di smartphone ( simak penjelasannya berikut ini : https://youtu.be/mLTlvtoUNmU?feature=shared )

3. MEMBANTU JANDA DAN DHU’AFA

Rosulullah shollallohu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Orang yang membantu kebutuhan
seorang janda dan seorang miskin,
itu seperti orang yang berjihad
perang di jalan Allah, atau seperti
orang yang malamnya sholat (dan) siangnya puasa..” (HR. Al Bukhori – 5353)

● Ibnu Batthol rohimahullah berkata,

“Siapa yang :
– tidak mampu berjihad di jalan Allah,
– tidak mampu rajin tahajud, atau
– (tidak mampu) puasa di siang hari,

hendaknya dia praktekkan hadits ini, (yaitu dengan) berusaha memenuhi kebutuhan hidup janda dan orang miskin, agar kelak di hari kiamat dikumpulkan bersama para mujahidin fii sabilillah. Tanpa harus melangkah di medan jihad atau mengeluarkan biaya, atau berhadapan dengan musuh. Atau agar dikumpulkan bersama orang yang rajin puasa dan tahajud..” (Syarh Shohih Bukhari – Ibnu Batthol)

catatan :
– Ke 3 amalan diatas bisa dilakukan sepanjang tahun oleh kaum pria dan wanita (yang haidh maupun tidak haidh), yang tua maupun yang muda. Maka ajarkanlah ke 3 amalan di atas kepada keluarga (orangtua/istri/suami/anak) agar bisa diamalkan semampunya.

– Jangan lupa untuk berdo’a kepada Allah agar diberikan kemudahan untuk tetap melakukan ketaatan dalam kondisi apapun.

Baarokallahu fiikum.

Kabar Gembira

Allah ta’ala berfirman,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَنْ يَّرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِيْنِهٖ فَسَوْفَ يَأْتِى اللّٰهُ بِقَوْمٍ يُّحِبُّهُمْ وَيُحِبُّوْنَهٗٓ ۙاَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اَعِزَّةٍ عَلَى الْكٰفِرِيْنَۖ يُجَاهِدُوْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا يَخَافُوْنَ لَوْمَةَ لَاۤىِٕمٍۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ (٥٤)

Wahai orang-orang yang beriman..! Barangsiapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.

(Q.S. Al-Ma’idah ayat 54)

Syaikh Ibrahim Arruhaili hafizhohullah berkata,

“Padanya terdapat kabar gembira yang agung untuk umat islam. Yaitu siapa yang murtad dari agama islam maka Allah akan menggantikannya dengan kaum yang lain yang lebih baik, yang disifati dengan sifat sifat yang agung yang disebutkan dalam ayat tersebut..”

(Husnul Ifadah 7-8)

Dan kita saksikan sendiri janji Allah ini. Saat di negeri kita banyak yang murtad, di belahan dunia sana banyak yang masuk islam dan keislaman mereka bagus.

Maka buat kamu yang murtad, ingatlah bahwa islam tidak akan menjadi sirna dengan murtadnya kamu bahkan islam semakin bercahaya.

✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Diantara Tanda Hati Yang Sehat

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

ومنها: أن يكون اهتمامه بتصحيح العمل أعظم منه بالعمل، فيحرص على الإخلاص فيه والنصيحة والمتابعة والإحسان، ويشهد مع ذلك منة الله عليه فيه وتقصيره فى حق الله.

Diantara tanda hati yang sehat adalah ketika perhatiannya untuk meluruskan amal ibadah itu lebih besar dari (semangat) beramal.

Maka ia bersungguh sungguh untuk :
– ikhlas,
– meluruskannya,
– mutaba’ah, dan
– ihsan

Dan ia mengakui bahwa amal itu adalah pemberian dari Allah dan ia merasa masih banyak kekurangan dalam melaksanakan hak Allah.

(Ighotsatulahafan 1/72)

Maka ia berusaha untuk mencari dalilnya sebelum beramal..
Dan berusaha sesuai dengan tuntunan Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wasallam..

Karena amal ibadah tanpa ikhlas dan mutaba’ah adalah sia sia..

✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(*) Mutaba’ah = mengikuti sunnah dan petunjuk Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam

Bersungguh Sungguh Di Hari Hari Terakhir Ramadhan

Ibnu Rojab rohimahullahu ta’ala berkata,

ﻋﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻥ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﻗﺪ ﻋﺰﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺮﺣﻴﻞ ﻭلم ﻳﺒﻖ ﻣﻨﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﻘﻠﻴﻞ، ﻓﻤﻦ ﻣﻨﻜﻢ ﺃﺣﺴﻦ ﻓﻴﻪ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺍﻟﺘﻤﺎﻡ، ﻭﻣﻦ ﻓﺮﻁ ﻓﻴﺨﺘﻤﻪ ﺑﺎﻟﺤﺴﻨﻰ ﻓﺎﻟﻌﻤﻞ ﺑﺎﻟﺨﺘﺎﻡ، ﻓﺎﺳﺘﻤﺘﻌﻮﺍ ﻣﻨﻪ ﺑﻤﺎ ﺑﻘﻲ من ﺍﻟﻠﻴﺎﻟﻲ ﺍﻟﻨﻴﺮﺓ ﻭﺍﻷﻳﺎﻡ

Wahai para hamba Allah, sesungguhnya bulan Ramadhan pasti akan berlalu. (Sekarang) tidak tersisa (dari Ramadhan) kecuali sedikit (hari saja).

Barangsiapa di antara kalian telah berbuat baik padanya, hendaklah ia menyempurnakannya.

Adapun yang meremehkannya, hendaklah ia menutupnya dengan kebaikan. Amalan itu tergantung akhirnya.

Karena itu (bersungguh-sungguhlah) memanfaatkan malam-malam yang penuh cahaya dan siang Ramadhan yang masih tersisa.

ﻭﺍﺳﺘﻮﺩﻋﻮﻩ ﻋﻤﻼً ﺻﺎﻟﺤﺎً ﻳﺸﻬﺪ ﻟﻜﻢ ﺑﻪ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﻠﻚ ﺍﻟﻌﻼﻡ، ﻭﻭﺩﻋﻮﻩ ﻋﻨﺪ ﻓﺮﺍﻗﻪ ﺑﺄﺯﻛﻰ ﺗﺤﻴﺔ ﻭﺳﻼﻡ

Sampaikanlah ucapan perpisahan dengan amalan sholeh, yang akan bersaksi untuk kalian di sisi Dzat Yang Maharaja, Yang Maha Mengetahui. Sampaikanlah ucapan perpisahan ketika berpisah dengan Ramadhan dengan penghormatan dan salam yang paling suci.

(Lathoif al-Ma’arif 1/209)

Keutamaan Berdo’a Dengan Nama Allah – Al Hayyu & Al Qoyyuum –

Ibnul Qoyyim rohimahullahu Ta’ala mengatakan,

Sesungguhnya pada nama Allah :
– Al Hayyu (yang Maha Hidup Kekal), dan
– Al Qoyyuum (yang terus menerus mengurus makhluk-Nya)
memiliki pengaruh yang istimewa terhadap pengkabulan do’a dan terangkatnya berbagai kesulitan.

Oleh karenanya dahulu Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam apabila beliau bersungguh sungguh dalam do’a beliaupun mengatakan, ‘Yaa Hayyu Yaa Qoyyuum..’

(Zaadul Ma’ad 188/4)

قال العلامة ابن القيم رحمه الله تعالى:

«إنَّ لِاسْمِ الْحَيِّ الْقَيُّوم تَأْثِيرًا خَاصًّا فِي إجَابَةِ الدَّعَوَاتِ، وكَشْفِ الْكُرُبَاتِ،

وَلِهَذَا كَانَ النَّبِيُّ -صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-
إِذَا اجْتَهَدَ فِي الدُّعَاءِ قَالَ: «يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ».

زاد المعاد(١٨٩/٤)

Introspeksi Diri Di Hari Ke 16 Ramadhan

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rohimahullah memberikan nasihat,

فإن هذا الشهر الكريم قد ذهب أكثره, اليوم السادس عشر، ونسأل الله أن يوفقنا وإياكم لمضاعفة الجهود في كل ما يرضيه، وأن يعيننا وإياكم على المسابقة إلى كل خير

Sungguh bulan (Ramadhan) yang mulia ini, sebagian besarnya telah meninggalkan kita.

Hari ini adalah hari ke 16 (di bulan Ramadhan). Kami memohon kepada Allah supaya kami dan Anda diberi taufik untuk dalam melipat-gandakan kesungguh-sungguhan untuk melaksanakan hal-hal yang diridhoi-Nya. Demikian pula semoga Allah menolong kami dan Anda untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

هذه الأيام الفاضلة الباقية يُشرع للمؤمن فيها أن يضاعف الجهود وأن يعتني بما فاته في البقية من طاعة الله جل وعلى, كثرة الصلاة، كثرة التسبيح والتهليل والتكبير والتحميد، كثرة قراءة القرآن الكريم بالتدبر والتعقل،كثرة الصدقة, كثرة النصيحة والتوجيه للخير والأمر بالمعروف والنهي عن المنكر، إلى غير ذلك من وجوه الخير،

Pada hari-hari ini, (hari-hari) yang mulia dari yang tersisa (di bulan Ramadhan), disyariatkan bagi seorang mukmin untuk melipat-gandakan kesungguh-sungguhannya dan hendaknya serius (memperbaiki) apa-apa yang telah terluputkan olehnya pada hari yang tersisa, dengan :

– memperbanyak ketaatan kepada Allah Jalla Wa ‘Ala,
– memperbanyak sholat,
– memperbanyak tasbih, tahlil, takbir, tahmid, dan
– memperbanyak bacaan Alqur’anul-karim dengan disertai tadabur dan tafakur,
– memperbanyak sedekah,
– memperbanyak nasihat,
– membimbing dalam kebaikan, amar makruf nahi mungkar, dan yang selainnya dari berbagai kebaikan.

فكلما تقدم الشهر ينبغي للمؤمن أن يزيد في العمل ويستدرك في البقية.

Oleh karena itu, setiap berlalu (waktu) pada bulan (Ramadhan ini), hendaknya seorang mukmin menambah amalannya dan memperbaiki (apa yang kurang) pada (hari-hari) yang tersisa.

ref : http://www.binbaz.org.sa/fatawa/

Apa Yang Bisa Menghilangkan Ujian Dan Cobaan..?

Syaikh Sholeh Fauzan bin Abdillah Al-Fauzan hafizhohullah

PERTANYAAN

إذا أبتلى الإنسان، ووقع عليهِ البلاء، ما هو الشيء الذي يرفعه، وكيف يلجأ الإنسان إلى الله عز وجل، في حال ابتلائه بهذه الأمراض؟

Apabila seseorang diuji dan tertimpa suatu musibah, apa yang bisa menghilangkan musibah tersebut..? Bagaimana cara seseorang bersandar kepada Allah ‘azza wa jalla ketika diuji dengan penyakit-penyakit ini..?

JAWABAN

بالدعاء، يرفعهُ الله عنهُ بالدعاء، يدعو الله أن يرفع عنه ما أصابهُ، وأن يخفف عنهُ والله، (قَرِيبٌ مُجِيبٌ)، ثانياً:ـ اذا كان هذه المصيبة او هذا البلاء، أصابهُ بسبب ذنب، فانه يتوب إلى الله من هذه الذنوب، ومن هذا الذنب الذي أصابهُ العقوبة بسببه

– Dengan do’a. Allah akan menghilangkan musibah itu dari dirinya dengan do’a. Dia berdo’a kepada Allah agar menghilangkan musibah yang menimpanya dan meringankannya. Allah Mahadekat dan Maha Mengabulkan do’a.

– Yang kedua, apabila musibah atau bencana ini menimpanya karena dosa, dia seharusnya bertaubat kepada Allah dari dosa-dosa tersebut dan dari dosa yang menyebabkan dia tertimpa hukuman itu.

ref : https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/15386

Introspeksi Diri Setelah Berlalunya Sepuluh Hari Pertama Ramadhan

Syaikh Sholih Al-Fauzan حفظه الله تعالى berkata,

ﻓﻠﻨﺤﺎﺳﺐ ﺃﻧﻔﺴﻨﺎ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻌﺸﺮِ ﺍﻟﺘﻲ ﻣﻀﺖ ﻛﻴﻒ ﻗﻀﻴﻨﺎﻫﺎ.

“Hendaklah kita semua mengintrospeksi diri-diri kita pada sepuluh hari pertama bulan Ramadhan yang telah berlalu, bagaimana kita menghabiskannya.

ﻭﻫﻞ ﺣﻔﻈﻨﺎﻫﺎ ﺑﻄﺎﻋﺔِ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ ﻭﺍﺳﺘﻔﺪﻧﺎ ﻣﻨﻬﺎ

Apakah kita memakainya untuk menaati Allah ‘Azza wa Jalla dan kita mengambil faedah darinya..?

ﻓﻤﻦ ﻛﺎﻥ ﻗﺪ ﺃﺣﺴﻦَ ﻓﻴﻬﺎ ﻭﺣﻔِﻈَﻬَﺎ ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺑﺎﻟﺘﺰﻭﺩِ ﻭﺍﻹﻛﻤﺎﻝِ ﻟﺒﻘﻴﺔ ﺍﻟﺸﻬﺮِ

Barangsiapa telah berbuat baik pada sepuluh hari pertama dan menjaganya, maka hendaklah ia mempersiapkan bekal dan menyempurnakan (amalan) untuk sisa bulannya.

ﻭﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻣﻔﺮﻃًﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻌﺸﺮِ ﺍﻟﻤﺎﺿﻴﺔ ﻭﻣﺘﻜﺎﺳﻼً، ﻓﻌﻠﻴﻪ ﺑﺎﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﺍﻻﺳﺘﺪﺭﺍﻙِ ﻟﻤﺎ ﺑﻘﻲَ ﻣﻦ ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺸﻬﺮِ

Adapun siapa yang meremehkan sepuluh hari yang telah lalu dan bermalas-malas, maka hendaklah ia bertobat dan segera menyusul (dengan memperbanyak amal) pada waktu yang tersisa dari bulan ini.

ﻗﺒﻞ ﺃﻥ ﻳﻔﻮﺕَ ﻛﻠُّﻪ ﻭﻟﻢ ﻳﺤﺼﻞ ﻋﻠﻰ ﺷﻲﺀ.

Sebelum terluput semuanya dalam keadaan ia tidak mendapatkan apa-apa..”

(Majaalis Syahri Ramadhan Al-Mubaarok hlm. 46)