Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
(MUSLIM – 15) : Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya at-Tamimi telah mengabarkan kepada kami Abu al-Ahwash. (dalam riwayat lain disebutkan) Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu al-Ahwash dari Abu Ishaq dari Musa bin Thalhah dari Abu Ayyub dia berkata,
“Seorang laki-laki mendatangi Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam, seraya bertanya, ‘Tunjukkanlah kepadaku suatu amalan yang mendekatkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka..?’
Beliau menjawab:
– kamu menyembah Allah,
– tidak mensyirikkan-Nya dengan sesuatu apa pun,
– mendirikan sholat,
– menunaikan zakat,
– menyambung silaturrahim dengan keluarga.
Ketika dia pamit maka Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika dia berpegang teguh pada sesuatu yang diperintahkan kepadanya niscaya dia masuk surga’..” Dan dalam suatu riwayat Ibnu Abu Syaibah, “Jika dia berpegang teguh dengannya..”
Abu Ayyub Khalid bin Zaid bin Kulaib Al Anshari, shahabat besar yang ikut perang badar.
FAWAID HADITS
1. Mengharapkan surga dalam ibadah adalah perkara yang dilakukan oleh Rosulullah dan para shahabatnya, tidak seperti yang disangka sebagian orang bahwa kita ibadah hanya berharap ridho Allah saja bukan surga-Nya. Ini adalah kebodohan yang jelas.
2. Para shahabat selalu bertanya tentang amal yang dapat memasukkan ke surga dan menjauhkan dari Neraka, karena itu yang menjadi kesibukkan dan keinginan terbesar mereka.
3. Tauhid adalah perkara terbesar yang memasukkan seseorang ke dalam surga.
4. Pentingnya menjaga silaturahim, dan ia termasuk amal yang dapat memasukkan pelakunya ke dalam surga. Sebaliknya orang yang memutuskannya tidak masuk surga.
5. Amal-amal yang disebutkan oleh Nabi adalah induk amalan lain dan pembuka, karena bila kita dapat menjaga amal-amal diatas, maka memberi kekuatan untuk menjaga amal lainnya.
Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى
Alhamdulillah..
Banyak saudara/i kita yang berlomba kepada kebaikan..
Tuk menebar sunnah..
Mengajak manusia kepada jalan Allah..
Majelis majelis taklim merebak..
Grup – grup BB merambah..
Berbagai media telah menjadi wasilah..
Namun..
Ada sesuatu..
Terkadang kita terkena ujub..
Merasa telah berjasa untuk dakwah..
Padahal..
Kalau bukan karena Allah yang memberi hidayah..
Tentu kita tersesat jalan..
Robbuna berfirman:
بمنون عليك أن أسلموا قل لا تمنوا علي إسلامكم بل الله يمن عليكم أن هداكم للإيمان
“Mereka mengungkit keislaman mereka kepadamu. Katakan, “Janganlah kamu mengungkit keislaman kalian kepadaku, tetapi Allahlah yang memberikan kepada kalian hidayah kepada iman.” (Al Hujurot: 17).
Pujilah Allah atas nikmat hidayah sunnah..
Pujilah Allah yang telah memberi kekuatan menebar sunnah..
Ada sesuatu lain..
Ya.. Ini juga penting..
Radio, televisi, grup BBM, facebook dan sebagainya..
Hanyalah wasilah dan bukan tujuan..
Namun..
Terkadang kita berbangga dengan nama…
Sehingga menjerat kita dalam tali hizbiyyah..
Padahal Allah Ta’ala berfirman:
ولا تكونوا من المشركين من الذين فرقوا دينهم وكانوا شيعا كل حزب بما لديهم فرحون
“Janganlah kalian seperti kaum musyrikin. Orang-orang yang memecah belah agama dan mereka menjadi berkelompok-kelompok. Setiap kelompok berbangga dengan apa yang ada pada mereka.” (Ar Ruum: 31-32).
Inilah hakikat hizbiyyah..
Berbangga dengan nama organisasi..
Berbangga dengan ustadz fulan..
Berbangga dengan radio anu..
Lalu memberikan loyalitas dan permusuhan di atasnya..
Musibah.. Saudara/i ku..
Itu adalah sebagian kecil dari penyakit dakwah..
Yang merusak pejalanan mulia ini..
Semoga keberkahan selalu menyapa kita di hari ini..
Amiin..
Pernahkah Anda mengisi teka teki silang..?
Terkadang teka teki yang ada di koran atau surat kabar tidak memberi pelajaran yang baik.
Dahulu Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam pernah memberikan teka teki kepada para shahabat.
Suatu hari Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam berkumpul dengan para shahabatnya, Beliau bertanya, “kabarkan kepadaku sebuah pohon yang perumpamaanya seperti seorang mu’min..?”
Rupanya para shahabat memikirkan pohon-pohon yang ada di pedesaan.
Lalu Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam menjawab: “Dia adalah pohon kurma..”
Lihatlah.. Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam memberikan teka teki kepada para shahabatnya.
➡️ Kenapa pohon kurma mirip dengan seorang mu’min yaa akhii..?
● Pohon kurma.. dedaunannya tidak pernah jatuh.
Kata para ulama, itu berarti amalan seorang mu’min tidak pernah gugur .. kenapa..? Karena keimanan dan ketakwaan dia.
Demikianlah, amalan seorang mu’min tidak pernah gugur.
● Kata para ulama juga, pohon kurma selalu bermanfaat di semua bagiannya.. Daunnya.. buahnya.. bijinya.. batangnya..
Demikian seorang mu’min, seorang mu’min bermanfaat di semua amalannya.
Dimana dia pergi.. dimana dia tinggal.. selalu memberikan manfaat kepada manusia. Dia tidak pernah menyusahkan orang.
● Lihatlah pohon kurma.. ketika dia ditanam di sebuah tanah yang tandus di negeri Arab dengan sedikit sekali air.. tetapi dia bisa tumbuh.
Luar biasa..
Kurma dapat hidup dalam keadaan yang sangat ekstrim sekalipun.
Begitu juga seorang mu’min, dalam keadaan apapun dia sabar. Saat sulit sabar.. kuat.. tegar.. menghadapi berbagai macam ujian.. musibah.. malapetaka.
“Mengagumkan seorang mu’min itu, seorang mumin itu semuanya baik.. Jika ditimpa kesenangan dia bersyukur.. maka itu menjadi kebaikan untuk dia.. Kalau dia ditimpa kesusahan, dia sabar.. maka itupun kebaikan buat dia..” (HR. Muslim no 2999)
➡️ Dan itu tidak akan terjadi kecuali pada seorang mu’min.
● Pohon kurma terlihat anggun, tumbuh diatas batang yang kokoh..
Begitu juga seorang mu’min.. Imannya kokoh.. pondasinya kokoh karena dia berdiri diatas keimanan.
● Pohon kurma memiliki cabang-cabang..
Demikian juga seorang mu’min.. Pondasinya iman dan cabangnya adalah amalan-amalan.
● Pohon kurma buahnya manis..
Seorang mumin yang tidak membaca Alquran seperti buah kurma.. Tidak ada wanginya tetapi manis.. karena seorang mu’min hatinya bercahaya karena keimanan.
➡️ Tapi Subhaanallah..
● Pohon kurma memiliki duri-duri dimana durinya melindunginya dari siapa yang mengganggunya.
Demikian juga seorang mu’min, dia terlihat lembut, bersahaja dan berakhlak tetapi kalau agamanya diganggu, maka dia marah karena Allah dan tidak akan berdiam diri.
● Jika pohon kurma ditanam ditanah tandus maka menjadikan tanah disekitarnya menjadi subur..
Demikian seorang mu’min, dimana saja dia tinggal dia selalu mewarnai.. selalu menjadikan tempatnya subur dengan keimanan..
Dia dakwahi tetangganya, dia ajak orang sekitarnya untuk beriman kepada Allah, untuk senantiasa menabur keimanan dalam hati hati manusia.
Maa syaa Allah.. betapa mirip sekali antara seorang mu’min dengan pohon kurma.
➡️ Maka jadilah kita seperti pohon kurma.. menjadi mu’min yang bermanfaat untuk manusia, yang sabar menghadapi berbagai macam keadaan dan senantiasa berusaha untuk memperlihatkan keindahan Islam.
Tapi bukan keindahan berdasarkan kelemahan, akan tetapi keindahan atas dasar kekokohan iman dan taqwa kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.
📝
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
Ustadz Badru Salam, حفظه الله تعالى
zaman semakin canggih..
peralatan semakin modern..
kita bisa melanglang buana melalui media bernama smartphone..
bisa ngobrol..
bisa buka berbagai situs..
bisa nonton video..
dan sebagainya..
semakin mengasyikkan..
dan juga menyibukkan..
semua itu..
dapat menjadi pintu iman..
namun juga menjadi pintu setan..
sementara..
hati kita tak selalu kuat..
keimanan sering pasang surut..
di saat syahwat meledak..
keimanan berada di ujung tanduk..
terlebih bila kebodohan menjadi panglima..
amat mudah terjerembab dalam syubhat..
berbegai petaka silih berganti menerpa..
petaka syahwat.. membuka tontonan aurat..
petaka syubhat.. meluluh lantakan aqidah..
ya Allah jangan Engkau jadikan musibah itu menimpa agama kami..
1326. BBG Al Ilmu
Tanya :
Ustadz, bibi ana meninggal di Jakarta dan mau dipulangkan ke Sumatera dengan pesawat…tapi syarat disini harus di mandikan formalin untuk melewati prosedur karantina bandara. Jadi apakah boleh nanti sesampainya di sana di mandikan kembali oleh keluarganya ?
Jawab :
Ust. Badru Salam, Lc حفظه الله تعالى
Boleh… yang sunnah adalah di kuburkan di daerah dimana ia meninggal.
والله أعلم بالصواب
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Ada seorang ibu ditanyai polisi..
Ngaji dimana..
Ustadnya siapa..
Setelah itu ibu ini menulis di jejaring sosial..
Bahwa ia di intogasi gara gara habis ngaji..
Hehe..
Padahal mungkin polisi itu merasa kagum..
Karena si ibu ini berjilbab..
Tapi itulah..
Hati sering diselimuti oleh suuzhan..
Lalu menuduh..
Kamu dan aku..
Suka nuduh orang lain tanpa bukti gak?..
Nih ada hadits..
Coba deh di renungi..
Siapa yang menuduh saudaranya dengan apa yang tidak ada padanya maka Allah akan menempatkannya dalam rodgoh al khobal (nanah dan darah penduduk neraka) sampai ia meyebutkan buktinya. HR Ahmad dll..
Ngeri ah..
Baiknya husnuzhan dulu..
Mending mikirin aib sendiri..
Dari pada mikirin aib orang lain..
Apalagi kalau sampai menuduh..