Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
tersenyum di wajah saudaramu adalah sedekah..
demikian disebutkan dalam sebuah hadits..
senyum itu indah..
memberikan kegembiraan di hati..
dalam hadits: diantara amal yang paling utama..
memasukkan kegembiraan di hati saudaramu..
HR Thabrani..
senyum itu ramah..
menambah keakraban dalam pergaulan..
dalam hadits: mukmin itu mudah dalam bergaul..
HR Ahmad..
senyum itu dekat..
menghilangkan kesenjangan..
dalam hadits: diharamkan atas neraka..
orang yang tawadlu, lembut, mudah dan dekat kepada manusia..
HR Ahmad..
senyummu..
menambah kewibawaanmu..
mendatangkan keridlaan Rabbmu..
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Wanita..
Ia adalah makhluk yang mulia..
Di saat kecil..
Memberi pahala besar untuk orang tuanya..
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda..
Siapa yang memiliki dua saudari atau dua anak wanita..
Lalu ia berbuat baik kepada keduanya..
Maka aku dan ia di dalam surga seperti ini..
Beliau menggandengkan dua jarinya..
HR Al Khathib..
Di saat menjadi istri..
Ia menjadi ladang pahala untuk suaminya..
Mengangkatnya menjadi manusia terbaik..
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda..
Sebaik baik kamu adalah yang paling baik untuk istrinya..
HR bukhari dan Muslim..
Ketika menjadi ibu..
Ia amat mulia dan haknya amat agung..
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi..
Siapakah manusia yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?
Beliau bersabda: ibumu..
Kemudian siapa? Beliau bersabda: ibumu..
Kemudian siapa? Beliau bersabda: ibumu lalu bapakmu..
HR Bukhari..
Wahai wanita..
Sadarkah bahwa kalian makhluk yang mulia..
Maka janganlah kamu campakkan kemuliaanmu..
Semoga Allah senantiasa menjagamu..
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata..
Ilmu itu bukan sebatas banyak mengetahui periwayatan..
Namun ilmu adalah yang menimbulkan rasa takut..
Menjadi bahan intopeksi untuk kita..
Apakah selama ini ilmu yang kita dapatkan semakin menumbuhkan ketawadluan..
Ataukah malah menimbulkan keangkuhan..
Allah mengingatkan agar kita tidak menjadi seperti ahlul kitab..
“Dan janganlah seperti ahli kitab sebelum mereka..
Waktu berlalu panjang kepada mereka..
Lalu hati mereka menjadi keras.. (Al Hadid: 16)
Akankah panjangnya waktu menuntut ilmu malah semakin menambah kerasnya hati..
Ya Rabb.. Kami berlindung kepadamu dari ilmu yang tak bermanfaat..
Saudaraku..
Musuh ilmu adalah hawa nafsu..
Di saat hati dikuasai hawa nafsu..
Ilmu menjadi malapetaka..
Cobalah renungkan ayat ini..
Yang artinya:
Bacakanlah kepada mereka..
Tentang kabar orang yang telah kami akarkan ayat ayat Kami..
Lalu iapun lepas darinya..
Lalu setan mengikutinya dan menjadilah ia orang orang yang sesat..
Padahal bila Kami kehendaki..
Kami akan muliakan ia dengannya..
Namun ia lebih memilih dunia dan mengikuti hawa nasfunya..
Al A’raaf: 175-176.
Kita tak ingin ilmu itu menjerumuskan ke dalam api Neraka..
Ya Allah.. Kami memohon kepadaMu ilmu yang bermanfaat..
Rezeki yang halal..
Dan amal yang diterima..
Aamiin
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Dari Abu Kabsyah Al Anmaari radliyallahu ‘anhu bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ada tiga perkara yang aku bersumpah atasnya, aku akan sampaikan, maka hafalkanlah !
* Harta seorang hamba tidak akan berkurang karena sedekah.
* Tidaklah seorang hamba di zalimi, lalu ia bersabar kecuali Allah akan tambahkan kemuliaan untuknya.
* Tidaklah seorang hamba membuka pintu minta-minta, kecuali Allah akan membukakan untuknya pintu kefaqiran.
Aku akan menyampaikan sebuah hadits, hafalkanlah ! Dunia itu untuk empat orang:
1. Seorang hamba yang diberikan oleh Allah rizki berupa harta dan ilmu, dengannya ia bertaqwa kepada Allah, menyambung silaturahmi dan melaksanakan hak Allah. Ini adalah kedudukan yang paling utama.
2. Dan hamba diberikan oleh Allah ilmu dan tidak diberikan harta, namun niatnya benar, ia berkata: jika aku mempunyai harta, aku akan berinfaq seperti si fulan, maka dengan niatnya ia mendapat pahala yang sama dengannya.
3. Dan hamba yang diberikan harta dan tidak diberikan ilmu, ia habiskan hartanya dengan tanpa ilmu, tidak bertaqwa kepada Rabbnya, tidak menyambung silaturahmi dan tidak melaksanakan hak Allah, maka ini kedudukan yang paling buruk.
* Dan hamba yang tidak diberikan harta tidak juga ilmu, dan ia berkata: jika aku mempunyai harta aku akan beramal (buruk) seperti si fulan, maka dengan niatnya tersebut ia mendapat dosa yang sama dengannya.
(HR Ahmad dan at Tirmidzi dan ia berkata: hasan shahih. Dan dishahihkan oleh syaikh al Bani dalam shahih targhib no 16).
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى berikut ini
(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :