Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Akibat Dugaan Buruk…

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Ibnu Mas’ud radliyallahu ‘anhu berkata, “Orang yang dicuri terus menduga buruk hingga dosanya lebih besar dari pencuri.” (HR Bukhari dalam Adabul Mufrod).

Pernahkah kita kehilangan sesuatu..?
Terkadang hati kita menduga-duga kepada orang..
Tampaknya dia yang mencuri..
Atau fulan pelakunya..
Hingga dugaan buruk itu..
Menjerumuskan kepada dua dosa yang besar..
Memata matai seorang mukmin..
Lalu.. Menggibah..

Kuruskan Setan

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إن المؤمن ليُنضي شياطينه ؛ كما يُنضي أحدكم بعيره في السفر

“Sesungguhnya mukmin itu membuat kurus setannya sebagaimana seseorang darimu membuat kurus untanya dalam safar.” (HR Ahmad, hadits hasan. Lihat silsilah shahihah 3586).

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
“Dzikir kepada Allah dapat menyakiti setan bagaikan cambuk. Oleh karena itu, setannya mukmin menjadi kurus kering karena di-adzab dengan dzikir dan ketaatan.

Setiap kali setan menggoda, segera disiram dengan dzikir, istighfar dan ketaatan. Sehingga setannya berada dalam adzab yang pedih..

Siapa yang di dunia ini tidak mengadzab setannya dengan dzikir, tauhid, istigfar dan ketaatan, maka setannya akan membuat ia diadzab dalam Neraka.

Maka setiap kita harus mengadzab setannya, jika tidak maka ia akan diseret kepada adzab oleh setannya.”

(Madarijussalikin).

Renungan Ayat

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Allah berfirman yang artinya..
“Hai orang orang yang beriman..
Allah pasti akan mengujimu dengan hewan buruan yang mudah ditangkap oleh tangan dan tombakmu..
agar Allah mengetahui siapa yang takut kepadaNya disaat gaib..
dan barangsiapa yang melanggar batasan setelah itu..
maka baginy adzab yang pedih..”
al maidah : 94..

Renungkanlah ayat ini..
Allah menguji para shahabat di saat ihram..
dengan hewan buruan yang mudah ditangkap..
bahkan hewan itu sengaja mendekat..
demikian pula di zaman ini..
internet amat mudah di dapat..
di gadget, smartphone dan lainnya..
amat mudah melihat maksiat..
agar Allah mengetahui siapa yang takut kepadaNya di saat sendiri..
dan siapa yang melanggar batasan allah..
maka bagi dia adzab yang pedih..
ya Rabb..

Teman

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Teman..
lihatlah rumput ilalang yang bergoyang..
seakan membisikan pengalaman..
seraya berkata..
hidupku tak lepas dari terpaan angin..
terkadang aku merunduk..
terkadang pula meliuk liuk..
namun itu tak membuatku tersungkur..

Teman..
itulah kehidupan..
tak lepas dari aral yang melintang..
ujian dan cobaan silih berganti..
menyaring keimanan..
demikian Robb kita berfirman:
alif laam miim..
apakah manusia mengira akan dibiarkan berucap kami beriman sementara ia tidak diuji.. (al ankabut: 1)

Teman..
tidakkah kita ingin setegar batu karang..
yang selalu diterjang ombak samudra..
namun ia tegar tak bergeming..
seakan tersenyum anggun menuai kesabaran..

Teman..
sabar di dunia amat indah..
walau pahit dan getir terasa..
tapi ia sementara dan tak lama..
sedangkan sabar di neraka tak lagi berguna..
dalam masa yang amat panjang..
satu harinya sama dengan lima puluh ribu tahun di dunia..
manakah kesabaran yang engkau pilih..

Teman..
sabarlah di atas jalan Rabbmu..
sabarlah tuk menaati Nabimu..
sampai kita berjumpa denganNya..
Nabi bersabda..
bersabarlah.. sampai berjumpa denganku di telaga haudl..

Amalan Untuk Kesembuhan Dan Dzikir Dengan Asmaul Husna

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Apakah ada amalan tertentu untuk kesembuhan dari penyakit ? dan jika kita ingin berdzikir menggunakan nama Allah, nama yang manakah dari Asmaul Husna ?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى  berikut ini:

Merasa Paling Benar

‘Jangan merasa paling benar sendiri..’

sebuah ucapan yang sering terdengar..
untuk berkilah ketika ditegur atau diingatkan..

Padahal merasa benar adalah fitrah manusia.. karena tidak ada di dunia ini yang merasa paling sesat sendiri..

Lihatlah Fir’aun, ia berkata:
“Aku tidaklah memandang kecuali yang aku pandang baik, dan aku hanyalah membimbing kalian kepada jalan kebenaran.” (Ghafir: 29).

Bila ada yang berkata kepadamu: “Jangan merasa paling benar sendiri..”
tanyalah ia: “Anda berkata demikian apakah merasa benar..?”
tentu ya..

Merasa paling benar dalam perkara yang telah jelas dalilnya.. adalah perkara yang diperintahkan..

Sedangkan dalam perkara yang bersifat ijtihad dan tidak ada nash yang gamblang.. maka kita hanya memilih yang kita pandang kuat tanpa menyesatkan yang lainnya..

Yang salah adalah orang yang merasa paling benar.. namun tidak memiliki hujjah dan dalil yang kuat..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى