Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Allah Tidak Ridho Jika Anda Tidak Ikhlas

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Allah menjanjikan balasan amal kebaikan dengan SURGA dan kenikmatan AKHERAT. Balasan kemuliaan dan kebahagiaan yang luar biasa besarnya, tak dapat dinilai dengan apapun juga.

Sebaliknya, dimata Allah DUNIA sangatlah HINA. Lebih hina daripada bangkai keledai. Tak lebih berat dari sayap seekor nyamuk. Bahkan, perumpamaan dunia itu seperti kotoran yang keluar dari perut manusia.

Lantas, bagaimana mungkin seorang hamba rela MENUKAR balasan akherat yang Allah janjikan dengan dunia yang hina dina dari amalannya.

Seorang hamba yang sholat, seharusnya dia ikhlas, sehingga dia berhak mendapat balasan kemuliaan di akherat. Namun MENGAPA dia sholat, hanya karena tidak enak dilihat bos atau temen sekantornya ?

ANDAI saja dia sholat dengan ikhlas, tentunya Allah akan berikan pahalaNya. Adapun balasan dunia berupa kecintaan manusia dan sebagainya, pastilah MENGIKUTI meski kita TIDAK MENGHARAPKANNYA.

“…Allah yang telah mensyariatkan sholat zakat puasa haji dan berbagai macam amalan sholeh dan itu sangat mulia sampai-sampai balasannya adalah SURGA. Lalu kemudian seseorang beramal sholeh mengharapkan dunia, mengharapkan sesuatu yang HINA dimata Allah ?

ALLAH TIDAK RIDHO itu ya Akhol islam A’azzaniyallahu wa iyyakum..” Ust Abu Yahya Badrusalam, Lc, حفظه الله تعالى menjelaskan.

Klik :
http://salamdakwah.com/videos-detail/dampak-keikhlasan-dalam-kehidupan.html

Istihadloh Pembatal Wudhu

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Dari Aisyah radliyallahu ‘anha berkata, “Fathimah bintu Abi Hubaisy datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku adalah wanita yang terkena istihadlah sehingga tidak suci, haruskah aku meninggalkan shalat ?” Beliau bersabda, “Tidak, ia hanyalah berasal dari urat dan bukan haidl. Apabila haidlmu telah datang, tinggalkan shalat. Dan apabila telah selesai, cucilah darahmu kemudian shalatlah.” (Muttafaq ‘alaih).

Dan dalam riwayat Bukhari, “Kemudian berwudlulah untuk setiap kali shalat.”

Fawaid hadits:
1. Keluarnya darah dari kemaluan membatalkan wudlu. Maka wajib berwudlu bagi wanita istihadlah setiap kali hendak shalat.

2. Darah istihadlah bukan haidl, maka tetap wajib shalat, puasa dan lainnya walaupun darahnya terus mengalir, juga diperbolehkan jima’.

3. Wajibnya mencuci darah haidl.

4. “Cucilah darahmu” maksudnya darah haidl. Ini menunjukkan darah istihadlah tidak najis, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menyuruhnya mencucinya.

Wallahu a’lam

Apa Yang Terjadi Bila Seseorang Terkena Syubhat Tentang Agama Hingga Akhir Hayatnya ?

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Salah satu dari 3 pintu neraka adalah syubhat, lalu apa yang akan terjadi bila seseorang terkena syubhat tentang agama hingga akhir hayatnya ?

Simak jawaban  Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى  sebagai berikut :

Mengusap Ubun-Ubun Sorban & Khuff

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Dari Al Mughirah bin Syu’bah sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berwudlu, beliau mengusap ubun-ubunnya, sorban dan dua khuffnya.” (HR Muslim).

Fawaid hadits:
1. Hadits ini tidak menunjukkan bolehnya hanya mengusap ubun-ubun saja, sebagaimana yang dilakukan banyak kaum muslimin di indonesia, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengusap ubun-ubun ketika beliau memakai sorban.

2. Ibnu Qayyim berkata: “tidak shahih Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hanya mengusap sebagian kepalanya saja.

3. Bolehnya mengusap sorban.

4. Bolehnya mengusap dua khuff.

5. Wajibnya mengusap seluruh kepala bila tidak mengenakan sorban, sebagaimana dalam hadits yang telah berlalu.

Wallahu a’lam

Nyanyian

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى
Syaikhul Islam berkata, “Kamu akan mendapati orang yang mendengarkan qasidah untuk memperbaiki hati, berkurang keinginannya untuk mendengarkan Al Qur’an.”
(Al Iqtidla hal 327).

Nyanyian bukan obat hati..
Bukan pula pelipur lara..
Justru seringkali menambah penyakit hati..

Cukuplah Al Qur’an sebagai air penyejuk qolbu..

Siapa yang tidak merasa cukup dengan Al Qur’an bukan dari golongan kami..
demikian sabda Nabi..

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Adab Mengucapkan Dan Menjawab Salam Dalam Pesan Singkat (SMS, BBM Dll)

Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى

Bagaimana adab mengucapkan dan menjawab salam yang disampaikan melalui pesan singkat seperti sms, bbm, dll ? apakah wajib diucapkan atau dijawab penuh ?

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam, Lc, حفظه الله تعالى  sebagai berikut :