Category Archives: Ferry Nasution

PERHIASAN TERINDAH UNTUKMU WAHAI MUSLIMAH

Wahai saudariku muslimah….

Sesungguhnya perhiasan yang paling indah dan yang paling sempurna yang harus engkau kenakan didunia ini wahai saudariku muslimah…adalah keimanan yang benar dan jujur kepada RABBnya serta ketakwaan kepada-Nya, ya’ni engkau hidup didunia penuh ketaatan kepadaNya.

Saudariku…
Banyak kita saksikan pada zaman kita ini banyaknya wanita yang lebih mengutamakan, bahkan menyibukkan dirinya untuk menghiasi dirinya siang dan malam dengan berbagai macam dari perhiasan-perhiasan dunia, seperti emas, dan pakaian-pakaian yang sangat mahal namun mereka meninggalkan perhiasan termahal yaitu iman dan takwa.

Seandainya kenikmatan dunia yg ALLAH berikan kepadanya justru akan menambah ketaatan kepadaNya, maka kebahagian bagimu wahai muslimah…

Akan tetapi…
kita saksikan mereka tidak mensyukurinya dengan cara melaksanakan ketaatan kepada ALLAH سبحانه وتعالى justru yang demikian ini akan membuat mereka merugi dan sangat menyesal. Karena mereka tertipu darinya, bahkan diantara mereka ada yang bertambah jauh dari ALLAH سبحانه وتعالى .

Dan orang yang seperti ini dia akan menyesal dengan penyesalan yang tdk berguna lagi ketika mereka berada dikampung akhirat kelak, bahkan mereka meminta kepada ALLAH سبحانه وتعالى agar dikembalikan kedunia lagi agar mereka bisa bertaubat dan dapat memperbaiki dirinya dengan beramal sholeh, tetapi keinginan tersebut adalah keinginan yang mustahil.

Sebagaimana ALLAH jelaskan dalam kitabNya yang mulia:
Dan ( alangkah ngerinya) , jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya dihadapan RABB-nya (mereka berkata), ” Yaa RABB kami, kami telah melihat dan mendengar,maka kembalikanlah kami (kedunia), kami akan mengerjakan amal sholeh, sesungguhnya kami adalah orang yang yakin ( surah assajdah : 12)

Kemudian apakah permintaan mereka dijawab oleh ALLAH? Ya, permintaan mereka dijawab oleh ALLAH, namun dengan jawaban sebagaimana yang ALLAH abadikan dalam surah: faathir : 37

“Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk(mu) berfikir bagi orang-orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan??? Maka rasakanlah (adzab kami) dan tidak ada bagi orang-orang zhalim seorang penolongpun.

Saudariku renungkanlah…
Bagaimana menurutmu kalau seandainya wanita yang sengsara/yg menyesal tersebut adalah keluargamu ??? Apakah engkau tidak berbelas kasihan kepadanya ?? Lantas bagaimana, apabila yang sengsara/ menyesal adalah dirimu sendiri ???? Camkanlah wahai saudariku!

Untuk itu, maka berusahalah semaximal mungkin dari sisa-sisa umur kita yang makin mendekatkan kepada kubur kita utk segera bertaubat kepada ALLAH, dan memintalah kepadaNya agar Dia menambah keimananmu, menganugerahi kepada ketakwaan, sebab tdk ada yang dapat menyelamatkan dari siksa ALLAH kecuali dengannya. Begitu pula, tdk ada keberuntungan dan kemenangan kecuali dengannya juga.

Kalian wahai saudariku…
senantiasa berada pada masa penantian, sementara malakul maut telah menjemput nyawa saudaramu….

Maka senantiasa kita selalu memohon kepada ALLAH agar akhir kehidupan kita semua adalah kebaikan.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

Sami’naa wa Atho’naa

Wahai ukhti muslimah, sudah sepatutnya bagi kita apabila telah datang perintah dan keputusan dari ALLAH سبحانه وتعالى kewajiban kita untuk terima! Dan tidak boleh bagi kita utk mencari-cari jalan agar kita dapat bebas/ terlepas dari kewajiban.

Ambil pelajaran dari firman ALLAH سبحانه وتعالى berikut ini wahai muslimahku!…

ALLAH سبحانه وتعالى berfirman:
“Dan tidaklah patut bagi laki-laki mukmin dan tidak pula perempuan mukminah, apabila ALLAH dan RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yg lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa yg mendurhakai ALLAH dan RasulNya maka sungguh dia telah sesat, dengan sesat yang nyata. ( Al-Ahzab : 36)

Semoga سبحانه وتعالى memberikan kepada kita kemudahan untuk memahaminya dan diberikan keikhlasan hati untuk menerimanya dan melaksanakannya.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

RENUNGAN UNTUKMU WAHAI SAUDARIKU MUSLIMAH

Saudariku muslimah yang berbahagia diatas hidayah dan rahmat ALLAH Subhaanahu wa Ta’ala…cobalah sejenak kita merenungi dari sebuah hadits Rasulullah صلى الله عليه وسلم , agar kita bisa mengambil manfaat darinya…

Haditsnya yang diriwayatkan oleh Nu’man bin basyir رضي الله عنه, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah صلى الله عليه وسلم :

“Sesungguhnya Penghuni Neraka yang paling ringan adzabnya nanti pada hari kiamat ialah seseorang yang diletakkan di tengah kedua telapak kakinya dua bara api, yang dengan sebab dari dua bara api tersebut otaknya mendidih, sebagaimana periuk yang mendidih dalam bejana besar yang dipanggang oleh api. (Riwayat bukhary : 6562)

Coba engkau perhatikan saudariku khususnya dan umumnya para pelaku maksiyat !!

Jika seperti ini azab YANG PALING RINGAN pada hari kiamat kelak, lalu bagaimana adzab bagi orang yang diancam oleh ALLAH dengan azab yang sangat pedih !!

Coba camkan wahai pelaku syirik!!
Camkan wahai orang-orang yang terbiasa meninggalkan sholat!!!
Camkan wahai para peminum khomr !!!

Camkan wahai muslimah yang masih menampakkan Auratmu dihadapkan laki-laki yang tidak halal bagimu !!!

Wahai ukhtii…
Coba renungkan hadits yang dimulia ini, guna akal sehatmu…
Tanyakan hatimu yang paling dalam dalam menentukan pilihan ini…

Apakah hanya demi penampilanmu yang indah, kecantikanmu yang menawan serta tubuhmu yang elok, lalu engkau rela menjual akhiratmu dan engkau siap menerima azab yang pediih ???

Ingat wahai para pelaku maksiyat….

Sebelum engkau mengerjakan ma’siyat apakah engkau sanggup mencelupkan tanganmu ke dalam lilin yang dinyalakan apinyaa ????

Semoga pelajaran kita yang singkat ini memberikan manfaat untuk saya pribadi dan untuk kaum muslimin yang mau mengambil pelajaran.

Akhirnya kita memohon kepada ALLAH agar diberikan rasa takut kepadaNYA baik dalam kita sendiri maupun dihadapan manusia.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

Ingatlah Wahai Saudariku

Dan apabila mereka selalu mengingat-ingat tempat kembali mereka kepada Sang Pencipta yang semuanya akan dibalas amal perbuatan tersebut, Niscaya mereka tidak akan meremehkan hal ini….

Wahai Ukhti muslimah…
Apakah engkau tidak pernah mengingat-ingat detik-detik menjelang kematianmu saat-saat mereka menyiapkan akan membungkusmu kedalam kain kafan! Setelah itu engkau akan dipikul diatas pundak-pundak manusia yang akan mengantarkanmu ke liang lahad!!!
Maha Suci ALLAH…

Kemarin,engkau masih bangga berlenggak-lenggok mengenakan pakaian yang tidak berbusana muslimah yang syar’i, engkau mengikuti trendi-trendi yang ada pada masamu, ketika keluar rumah kau kenakan pakaian yang akan membangkitkan fitnah syahwat bagi laki-laki, engkau perlihatkan auratmu!…

Namun sekarang….tahukah engkau wahai para muslimah apa yang terjadi pada dirimu?? engkau hanya mengenakan pakaian berwarna putih dan yang sangat sederhana yang akan membungkus seluruh badanmu!
Adapun pandangan manusia, kawan-kawan sejawatmu, fans-fans kamu…
keluargamu yang ada disekitarmu….
Mereka hanya mampu meneteskan air matanya,menangisi kepergianmu dan engkau akan tertanam dalam kubur dan engkau segera mempertanggung jawabkan segala amal perbuatan selama engkau berada didunia ini…

Wahai saudariku muslimah, segeralah bertaubat kepada ALLAH dengan taubat yang nasuha dan berbusana muslimahlah yang syar’i sebelum malaikat maut menjemputmu dalam keadaan engkau tidak berbusana muslimah!
dan engkau akan menyesal dan merugi!

Semoga ALLAH سبحانه وتعالى memberikan hidayah taufiq kepada kita semua untuk melaksanakan seluruh perintah ALLAH dan diwafatkan diatas ketaatan kepada-Nya.

(By Ust. Ahmad Ferry Nasution.)

DUA BAHAYA YANG SANGAT BESAR DALAM MASALAH LISAN

Ust. Ahmad Ferry Nasution

Al-Imam Ibnu Qoyyim al-jauziyyah Rahimahullah berkata:

Dalam masalah lisan ada dua bahaya yang sangat besar, apabila selamat dari salah satunya belum tentu selamat dari yang lainnya, (dua masalah yang besar pada masalah lisan itu ialah):

1. Bahaya Berbicara
2. Bahaya Diam

Dan bisa jadi salah satu dari keduanya tersebut dosanya bisa lebih besar dari yang lain pada waktu-waktu tertentu.

Adapun penjelasan yang dijelaskan oleh beliau, yaitu:

~ Orang yang diam dari kebenaran/ berbicara yang haq mereka ini seperti syaithon yang bisu, bermaksiyat kepada ALLAH, berbuat riya’ dan penjilat, kecuali kalau dia diamnya takut terjadi sesuatu kebinasaan pada dirinya (artinya takut secara fithrah/ tabi’i, bukan takutnya yang tercela sehingga dia diam dari kebenaran, seperti mereka yang diam dari kebenaran karena takut rezekinya diputus dll).

~ Orang yang berbicara dengan kebathilan, mereka ini seperti syaithon yang berbicara dan mereka juga telah bermaksiat kepada ALLAH.

Dan banyaknya makhluk yang menyimpang dari kebenaran baik dalam ucapan-ucapannya dan diamnya.

Sedangkan Ahlul Wasath (orang-orang pertengahan), mereka inilah adalah orang yang berjalan diatas Shirathal Mustaqiim ( adapun kebiasaan mereka dalam masalah lisan);

1. Menjaga lisan-lisan mereka dari berbicara yang bathil.

2. Dan tidaklah mereka mengucapkan sesuatu dari lisannya melainkan yang akan memberikan manfaat baginya diakhirat kelak. Sehingga tidak pernah engkau dapati dari salah seorang dari mereka yang berbicara dengan sia-sia tanpa ada manfaatnya ( ini menunjukkan pembicaraan mereka semuanya memberikan manfaat), apalagi ucapan yang dapat merugikan dirinya di akhirat kelak.

(Perhatikan wahai saudara-saudariku!)

@>– Bagian 1/2 @>–

JALAN-JALAN KESELAMATAN

Saudara-saudaraku yang kami cintai karena ALLAH, berikut ini kita akan mengambil manfaat/pelajaran yg snagat berharga dari sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjelaskan kepada kita tentang jalan-jalan keselamatan dunia & akhirat kita….

Haditsnya:
Dari ‘Uqbah bin ‘Amir dia berkata: aku bertanya kepada Rasulullah, apakah yang menyebabkan keselamatan itu?

Beliau menjawab:
– Tahanlah Lisanmu
– Tinggal dirumahmu
– Tangisilah kesalahanmu (dosamu).

Hadits Hasan Lighairihi diriwayatkan oleh imam tirmidzi no 2406

Penjelasan hadits diatas ialah:
Bahwa diantara sebab manusia ingin mendapatkan Keselamatan dunia & akhirat:

1. Tahanlah Lisanmu = yaitu kita diperintah utk menjaga & memelihara lisan ini dari mengucapkan sesuatu yg tercela/ yg tidak baik apakah itu menceritakan aib saudaranya, ngadu domba, menyakiti saudaranya dll &kita diperintah untuk menggunakan lisan kita utk perkara-perkara yg diRidhoi ALLAH سبحانه وتعالى apakah utk berdzikir, berkata yg baik dll.

2. Tinggal dirumahmu= artinya tetaplah engkau tinggal dirumahmu dan sibukkanlah dirimu dengan mentaati, beribadah kepada ALLAH. Serta tinggalkanlah keinginan-keinginan/ segala sesuatu yg tidak baik yg menyebabkan dirimu keluar rumah yang akhirnya menjerumuskan dirimu kepada perbuatan dosa dan ma’siyat, KECUALI engkau keluar rumah utk mengerjakan perkara-perkara yg baik yang dibenarkan oleh syariat Rabbul ‘Aalamiin/yg tdk dilarang oleh agama.

3. Tangisilah kesalahan (dosamu)= yakni ingatlah kesalahan dan dosa-dosamu yang pernah engkau kerjakan pada masa lalu dan selalu engkau ingat adzab/ siksa yang sgt pedih baik didunia dan akhirat akibat perbuatan dosa& ma’siyat itu, yg demikian dpt membantumu utk ttp berada dijalan ketaatan &juga dpt menghalangimu utk kembali melakukan perberbuatan dosa.

Semoga ALLAH سبحانه وتعالى memberikan kemudahan kpd kita semua utk memahami hadits tersebut dengan baik, dan diberikan kemudahan utk mengamalkan.

Ahmad ferry nasution.

Hak SUAMI Yang Harus Dipenuhi Oleh ISTRI

Ketahuilah wahai saudariku, sesungguhnya islam telah mengatur hak dan kewajiban dalam berumah tangga, ya’ni mana hak suami yang wajib dipenuhi oleh istrinya dan mana hak istri yang wajib dipenuhi oleh suaminya. Begitu juga dalam perkara kewajiban, yang apabila perkara tersebut difahami oleh masing-masing suami istri maka akan terjalin/ terwujud rumah tangga yang ideal yang penuh keberkahan didalamnya,

Berikut ini saya akan meringkas menjadi point perpoint tentang Hak seorang suami yang wajib dipenuhi oleh istrinya, dan kita mengetahui hak suami sangat besar didalam islam. Diantara perkara Hak suami yang wajib dipenuhi oleh istri;

1. Istri wajib taat kepada suaminya selama suaminya tidak memerintahkan untuk berbuat ma’siyat, karena ketaatan hanya dalam perkara yang ma’ruf ( kebaikan dalam agama).

2. Istri harus banyak bersyukur kepada suaminya yang telah memberikah nafkah lahir dan batin, dan tidak boleh banyak menuntut ( tidak berterima kasih kpd suaminya).

3. Istri diperintahkan untuk menjaga kehormatan dirinya, harta suami termasuk anak-anaknya ketika suami tidak berada disampingnya.

4. Isteri Harus berhias dan mempercantik dirinya untuk Suaminya, selalu tersenyum, tidak bermuka masam dihadapan suaminya, dan jangan juga menampakkan sesuatu yang suami tidak suka apabila melihatnya.
Dan Nabi bersabda: sebaik-baik istri ialah menyenangkan hati suami apabila suami memandang istrinya…

5. Istri harus berbuat baik kepada kedua orang tua suami.

6. Istri harus pandai dan bersungguh-sungguh menjaga rahasia suami dan rumah tangganya dan tidak boleh dia menceritakan aib rumah tangganya kepada orang lain.

7. Istri tidak boleh menyakiti suaminya baik dalam perkataan maupun perbuatan yang tercela.

Semoga ALLAH menjadikan keluarga kita diatas ketaatan kepada ALLAH سبحانه وتعالى

Akhukum Ahmad Ferry Nasution.

Hak ISTRI Yang Harus Dipenuhi Oleh SUAMI

Ketahuilah wahai saudaraku, risalah ini kami khususkan untuk para SUAMI yang menjadi kepala rumah tangga, sesungguhnya islam telah mengatur hak dan kewajiban dalam berumah tangga, ya’ni mana hak suami yang wajib dipenuhi oleh istrinya dan mana hak istri yang wajib dipenuhi oleh suaminya. Begitu juga dalam perkara kewajiban, yang apabila perkara tersebut difahami oleh masing-masing suami istri maka akan terjalin/ terwujud rumah tangga yang ideal, keserasian serta harmonis dan penuh keberkahan didalamnya,

Berikut ini saya akan meringkas menjadi point perpoint tentang Hak seorang ISTRI yang wajib dipenuhi oleh SUAMInya, dan kita mengetahui bahwa istri juga memiliki hak sebagaimana suami juga memilki hak. Diantara perkara Hak ISTRI yang wajib dipenuhi oleh SUAMI, ialah;

1. Engkau memberikan makan apabila engkau makan, artinya seorang suami wajib memberikan nafkah kepada istrinya.

2. Engkau memberikan pakaian apabila engkau berpakaian. Artinya suami harus memberikan pakaian kepada istrinya, artinya pakaian yang menutupi aurat istrinya, sebagaimana seorang suamipun berpakaian menutup auratnya, maka istripun wajib menutup auratnya.

3. Seorang Suami tidak boleh memukul wajahnya, dan ini merupakan hak istri yg harus dipenuhi oleh suami, meskipun terjadi perselisihan atau keributan dalam rumah tangga yang luar biasa, misal istri durhaka kepada suaminya, maka tetap HARAM hukumnya seorang suami memukul wajahnya.

4. Seorang suami tidak boleh menjelek-jelekan istrinya, artinya apabila ada kekeliruan pada istrinya, dan seorang istri melawan perintah suami maka nasihatilah dengan baik, bijaksana serta doakanlah kebaikan utknya agar ALLAH memperbaiki akhlaknya, sehingga tidak ada kesempatan bagi lisan kita untuk menjelek-jelekannya. Berkaitan tentang point yang satu ini, ketika seorang istri diperintahkan utk berkata, berakhlak dan berpenampilan baik utk suaminya, maka para suami pun diperintahkan demikian kepada istrinya.

5. Mengajarkan ilmu agama kepada istrinya, ajarkan istri kita tentang tauhid, ibadah, akhlak, dan adab islami yang lainnya, maka point yang satu ini seorang suami harus memiliki ilmu terlebih dahulu, agar dia bisa membimbing istrinya dengan ilmu yang dia miliki.

6. Menasihati istri dengan cara lemah lembut dan dengan kebaikan.

7. Suami harus dapat berlaku adil terhadap isteri-istrinya, apabila seorang suami memiliki istri lebih dari satu.
Adil disini ialah adil dalam memberikan makan,minum, tempat tinggal dan dalam hal waktu. Seorang suami tdk boleh berbuat sewenang-wenang kepadanya apalagi sampai berlaku zhalim kepada istri-istrinya, karena ALLAH melarang berlaku demikian.
Termasuk perkara Adil disini BUKAN berarti seorang suami harus adil tentang masalah cinta, karena tidak ada satupun manusia yang mampu berlaku adil tentang masalah cinta.

8. Sabar atas gangguan istri dan memaafkannya serta membimbingnya.

9. Mengizinkan keluar untuk kebutuhan yang mendesak, seperti belanja, kewarung, pasar utk kebutuhan rumah tangganya, tetapi tetap seorang suami harus memerintahkan untuk menggunakan busana muslimah yang syar’i artinya pakaiannya harus menutup auratnya.

والله أعلم بالصواب
Akhirnya saya tutup dengan perkataan syaikh abdul adzhiim albadawiy (kitab alwajiz 358):

Demikianlah hak-hak istri yang harus dipenuhi oleh seorang
suami. Yang dengan sebab kita
memenuhi hak isteri merupakan. jalan keselamatan, utuhnya rumah tangga, serta menjauhnya hal-hal yang dapat mengganggu keharmonisan rumah tangga disebabkan suami telah mengurangi haknya. Jelas yang demikian akan mengganggu keharmonisan,kedamaian, cinta dan kasih sayang diantara suami istri.

Semoga memberikan manfaat untuk kita semua.

Akhukum Ahmad ferry nasution.

Sangat Ruginya Seseorang Yang Mengerjakan Sholatnya Dengan Tidak Khusyu’ Dan Tidak Thuma’ninah

Wahai saudaraku ikhwan dan akhwat yang kami hormati, perhatikanlah hadits berikut ini;

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Sesungguhnya ada seseorang laki-laki yang mengerjakan shalat selama 60 tahun, tetapi tidak ada satu shalatpun yang diterima darinya. Karna ada kalanya lelaki tersebut sempurna dalam mengerjakan ruku’nya tetapi tidak sempurna mengerjakan sujudnya. Dan ada kalanya dia menyempurnakan sujudnya, tetapi tidak sempurna dalam mengerjakan ruku’nya.

( Silsilah al-hadits shohihah 2535)

Dalam riwayat yang lain, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

” Sesungguhnya ALLAH tidak akan melihat seseorang yang tidak meluruskan punggungnya pada saat berdiri diantara ruku dan sujudnya ( i’tidal).

( Silsilah al-hadits shohihah 2536)

Fawaid hadits:

Kedua hadits tersebut diatas menunjukkan tentang ancaman yang sangat keras bagi seseorang yang tidak khusyu’ dan tidak thuma’ninah dalam mengerjakan shalatnya dan ini merupakan kerugian yang sangat besar bagi kita.

Untuk itu wahai saudaraku, kami menasehati untuk diri kami dan saudara-saudariku sekalian untuk mempelajari “Sifat Sholat Nabi” agar bisa tercapai shalat yang khusyu’ dan tuma’ninah. Dan mempelajarinya adalah suatu kewajiban, sebab Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

” Shalatlah, sebagaimana kalian melihat aku shalat”
(Riwayat Bukhary)

Semoga tulisan yang ringkas ini memberikan manfaat untuk kita semua, agar kita lebih memperhatikan shalat kita dengan baik, dan kelak kita memohon kepada ALLAH agar menerima amal ibadah kita, shalat kita oleh ALLAH سبحانه وتعالى dan pemberat timbangan kembaikan kita nanti pada yaumul qiyamah.

By.Ustadz ahmad fery nasution

Ibu

Al Imam Dzahabi didalam kitab Al Kabair (hal :34) berkata:

Renungkanlah serta amalkan nasehat emas ulama kita ini…

“Ibu mu telah mengandungmu di dalam perutnya selama 9 bulan seolah-olah dia telah mengandungnya 9 tahun lamanya.
Dia bersusah payah ketika akan melahirkanmu!!
Yang hampir saja menghilangkan nyawanya…

Dan dia telah menyusuimu dari payudaranya dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjaga dirimu!!!

Dan dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya, dan dia selalu mengutamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya.

Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu dirimu…

Dia telah memberikan semua kebaikan padamu dan apabila kamu sakit atau mengeluhkan sesuatu tentang dirimu, maka tampak dari wajah ibumu kesusahan yang luar biasa dan kesedihan yang berkepanjangan, dan dia keluarkan harta untuk membiaya dokter dan rumah sakit utk mengobati dirimu.

Dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya (kematian ibunya) , maka IBU mu akan memilih/ meminta supaya KAMU tetap hidup dengan suara yg sgt keras!!!

Betapa banyak kebaikan dan jasa seorang ibu….

Sedangkan engkau balas dengan akhlak yg kurang baik yang kurang baik padanya…

IBUmu selalu mendoakanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.

Tatkala IBUmu sekarang sangat membutuhkanmu disaat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga disisimu lagi…

ENGKAU KENYANG! dalam keadaan IBUMU KELAPARAN…

ENGKAU PUAS! dalam keadaan IBUMU KEKURANGAN…

Dan ENGKAU lebih mendahulukan berbuat baik kepada istrimu dan anakmu dari pada kepada IBUmu sendiri…

Dan ENGKAU Lupakan semua kebaikan yg pernah dia buat kepadamu..

Dan ENGKAU merasa berat! apabila ENGKAU merawatnya padahal yg demikian adalah sangat mudah bagimu….

Dan ENGKAU mengira bahwa ibumu akan berumur panjang padahal umurnya sangat singkat.

ENGKAU tinggalkan dia! Padahal dia tdk penolong selain dirimu…

Padahal ALLAH telah melarangmu berkata “ah” dan ALLAH mencelamu dgn celaan yang sangat lembut.

Dan ENGkAU akan disiksa didunia ini dg siksaan yg pedih dg sebab ENGKAU durhaka kepada IBUMU!

Dan ALLAH akan membalas diakhirat dgn dijauhkan dari ALLAH Rabbul ‘aalamin.

Semoga ALLAH memudahkanku dan dirimu saudaraku utk berbuat baik kepada kedua orangtua kita terutama ibunda kita…

Mari kesempatan bagi kita untuk meraih syurga dgn berbakti kepda kedua orang tua kita…

Akhukum Ahmad Ferry Nasution.