Category Archives: Muhammad Nuzul Dzikri

Tahukah Anda…?

Tahukah anda bahwa kita sedang berada di bulan ibadah, bulan haji tepatnya?

Kita terbiasa mengatakan Ramadhan adalah bulan puasa. Sekarang marilah kita populerkan bahwa bulan Syawwal, Dzulqo’dah dan 10 hari pertama Dzulhijjah adalah bulan haji.

Mari kita simak QS. Al Baqarah: 197

الحج أشهر معلومات

“Musim haji jatuh pada beberapa bulan yang telah diketahui (Syawwal, Dzulqo’dah, 10 hari pertama Dzulhijjah).”

Memang benar prosesi haji sendiri baru dimulai tanggal 8 Dzulhijjah, namun jika anda mau, anda sudah bisa melakukan ihram pada bulan Syawwal ini.

Selamat datang di bulan haji…
Hadirkan suasana ibadah, khususnya haji di dalam diri kita!

Perbanyaklah ibadah di hari-hari ini!

Bagi yang akan berangkat tahun ini, lakukan persiapan semaksimal mungkin!

Bagi yang belum mendaftar, segera daftarkan diri anda!

Bagi yang telah mendapatkan nomor porsi, selamat menunggu dengan penuh kesabaran!

Bagi yang telah berhaji, semikan kembali memori indah itu serta bumikan makna dan hikmah dalam keseharian anda, tancapkan tonggak-tonggak tauhid di dalam hati anda.

Catatan:
– Terinspirasi dari nasehat Al ‘Allaamah Syaikh ‘Abdul Aziz Alu Syaikh, mufti KSA tentang bulan haji.
– Lihat tafsir Ibnu Katsir pada QS. Al Baqarah: 197.
– Penjelasan apa saja bulan-bulan haji diatas disitir dari penjelasan ulama, diantaranya pandangan madzhab Syafi’i.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله

Cinta Membuat Ia Bertahan…

Muhammad bin Isma’il, seorang ulama yang sangat terkenal dengan nama Imam Bukhari.

Tidak terhitung fitnah dan cela yang beliau rasa layaknya setiap tokoh yang pasti memiliki lawan.

Namun yang membuat sosok ini berbeda adalah beliau tidak membalas atau setidaknya mengangkat tangan lalu berdoa agar ALLAH membalas mereka.

Hal ini menggugah rasa penasaran banyak orang dan pada akhirnya terlemparlah sebuah pertanyaan:
Mengapa engkau tidak pernah mendoakan keburukan terhadap orang-orang yang telah menzhalimi, menyakiti dan memfitnah dirimu?

Beliau menjawab:
Karena Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
“Bersabarlah sehingga kalian dapat berjumpa denganku di telaga (pada hari kiamat).”
(HR. Bukhari)

Ternyata, cinta dan rindu untuk bertemu dengan sang Nabi yang membuat beliau bertahan dan bersabar.

Saudaraku,
Sudahkah kerinduan untuk bertemu dengan Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- membuat anda bertahan dan bersabar di tengah badai kehidupan?

Referensi:
Siyar A’lamin Nubalaa’ 12/461 dengan perubahan.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

Berjalan Di Atas Hidayah…

“Seorang yang berjalan di atas hidayah akan berinteraksi dengan manusia dengan cara yang diinginkan oleh ALLAH bukan dengan cara yang diinginkan oleh ego dan hawa nafsunya, ia tidak menerapkan standar ganda dalam bersikap, seorang yang tulus hati, lisan yang jujur, ia berhasil lepas dari jeratan hawa nafsunya menuju ketaatan pada Rabb-nya.”

Syaikh Prof. DR. Sulaiman Ar Ruhaili (ulama pengajar di masjid nabawi) –  حفظه الله تعالى 

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

Hari Baik Untuk Sebuah Pernikahan…

Pernikahan adalah acara besar nan sakral, tidak heran sering kita mendengar istilah “mencari hari baik” untuk sebuah pernikahan.

Saudaraku,
Ketahuilah bahwa semua hari itu baik, hanya saja memang ulama kita menyampaikan ada hari-hari yang diutamakan jika anda ingin memilih hari pernikahan anda.

Mari kita simak testimoni ‘Aisyah berikut ini:
“Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- menikahiku di bulan syawwal, dan beliau melakukan “malam pertama” denganku di bulan syawwal, maka siapakah istri Nabi yang paling bahagia dan yang paling beliau cintai melebihi diriku?”
Dan Aisyah menyukai jika seseorang melakukan “malam pertama” dengan istrinya di bulan syawwal.
(HR. Muslim)

Imam Nawawi menjelaskan bahwa diantara kandungan hadits diatas adalah disunnahkah menikah dan melakukan malam pertama di bulan syawwal.

Dan ini adalah pandangan madzhab Syafi’i, Maliki, dan salah satu pandangan madzhab Hanbali.

Bagi anda yang sudah punya calon dan sedang mencari “hari baik”, ingatlah kita masih di bulan syawwal, masih ada waktu.

Dan bagi yang tidak memungkinkan, anda tidak harus menunggu tahun depan, masih ada 11 bulan yang dapat anda pilih. Semua hari baik, maka ikhlaskan niat dan melangkahlah di atas sunnah Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, niscaya rumah tangga anda akan meraih sakinah mawaddah warahmah.

Referensi:
Syarh Misykah litthiiby hadits 3142.
Al Minhaj 9/209.
Mawahibul Jalil 3/408.
Roudhatut Thalibin 7/19.
Al Inshaf 8/38.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

Ternyata Kita Masih Bodoh…

“Tidak ada seorang ulama-pun melainkan apa yang dia tidak ketahui lebih banyak dari apa yang dia ketahui.

Kalimat Imam Adz Dzahabi (Taarikhul Islam 38) diatas mengingatkan kita pada firman ALLAH ta’ala:

‏ وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

“Tidaklah kamu diberi pengetahuan (ilmu) melainkan sedikit saja.”
(Al Israa’ 17:85)

Teruslah mendengar dan belajar…!
Mintalah nasehat!
Terimalah kritik yang membangun!
Rendahkanlah hati!
Jangan pernah merasa pintar!
Karena sehebat apapun ilmu kita ternyata… kita tetap saja masih bodoh.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

Sebuah Tanda Di Bulan Syawal…

Di dunia ini tidak ada yang bisa tahu dengan pasti apakah puasa ramadhannya diterima oleh sang Khaliq.

Namun jika kita jeli ada sebuah tanda di bulan ini tentang hal tersebut.
Tanda itu bernama puasa 6 hari di bulan syawal.

Sebuah kaidah di tengah para ulama berbunyi:

“Balasan dari sebuah kebaikan (yang diterima) adalah kebaikan berikutnya.”

Saudaraku,
Jika puasa ramadhan anda diterima, niscaya jiwa ini tidak akan kesulitan untuk memilih 6 hari saja dari 30 hari untuk kembali berpuasa.

Selamat berpuasa…

(Lathaiful Ma’aarif hal. 311 dengan perubahan redaksi)

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

Memaafkan…

Berakhirnya ramadhan ditandai lahirnya sebuah karakter dari para alumnus-nya…
MEMAAFKAN

Ini merupakan sifat khas dari orang-orang yang mengejar ampunan ALLAH dan alumni Ramadhan yang mendapatkan ampunan dari ALLAH.

وَلْيَعْفُوا۟ وَلْيَصْفَحُوٓا۟ ۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

“dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(An Nuur (24) : 22)

Sebesar harapan anda untuk diampuni, selapang itulah dada anda dalam memaafkan.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

Jangan Terlalu Serius Atau Mengunci Diri Di Rumah…

Jangan kaku!
Tersenyumlah!
Berkumpul dan meleburlah dengan keluarga dan orang-orang terkasih anda lalu ekspresikan kegembiraan anda!
Ini hari raya kita.

“Mengekspresikan kegembiraan di hari hari ied salah satu syiar di dalam agama.”
(Imam Ibnu Hajar dalam Fathul Baari 2/443)

Ingatlah di hari ied ini Sang Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

“Bermainlah wahai Bani Arfidah.”
(HR. Alhumaidi 254, Ash Shahihah 4/328)

Selamat bergembira dan bermain, saudaraku…
Tetap katakan tidak pada maksiat!

Semoga ied ini melahirkan semangat baru dalam iman dan taqwa.

Selamat Berhari Raya Iedul Fitri 1437 H.”

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

Jangan Lengah…

Saudaraku,
Baru saja diumumkan bahwa ramadhan digenapkan menjadi 30 hari.

Inilah salah satu waktu yang paling krusial dan rentan tergelincir di bulan suci.

Rasa lelah telah merasuk ke dalam diri, disaat yang sama suasana lebaran sudah menyelimuti banyak diantara kita.

Sebagian dari kita sudah larut dalam euforia iedul fitri.
Banyak yang merasa sudah meraih kemenangan padahal matahari di hari ke 30 itu belum terbenam.

Saudaraku,
jangan lengah!!
Ramadhan belum berakhir.
Pencarian belum selesai.
Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

التمسوها في اخر ليلة

“Carilah lailatul qadr di malam terakhir (di bulan Ramadhan).”
(HR. Ibnu Khuzaimah dan dishahihkan Syeikh Albani)

Kita masih memiliki PR besar karena Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tetap menginstruksikan pencarian di malam ini.

Teruslah mencari dengan qiyam (shalat) dan tilawatul quran!
Jangan kendurkan doa dan dzikir!

Bersyukurlah kepada ALLAH, Dia -subhanahu wa ta’ala- masih memberi kita kesempatan 1 malam lagi!

Dan rasakanlah bahwa inilah sesungguhnya malam terakhir di bulan suci, malam final dari seluruh asa dan air mata munajat kepada-Nya selama 1 bulan penuh!!

Semoga kita diberikan taufik untuk menutup malam malam mulia ini dengan husnul khatimah.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

Menengok Ke Belakang…

​Di malam ke 29 ini, mari sejenak kita menengok ke belakang, ternyata…
Telah 28 hari kita berpuasa.

Puasa yang penuh kekurangan. 

Puasa yang diselingi dengan khilaf dan maksiat.

Puasa yang terkadang terbakar nafsu dan emosi.

Tengoklah kembali!

Ternyata… telah 28 malam kita lewati.

Ternyata… waktu tidur lebih banyak dari waktu tadabbur.

Ternyata… waktu tertawa lebih sering dari membaca Al Qur’an dan berdoa. 
Ada penyesalan,

Ada kepiluan,

Ada tanda tanya besar, masih tersisakah taqwa untuk diri ini??

Saudaraku,

Harapan itu masih ada
Resapi sabda sang Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- berikut ini:

من أحسن فيما بقي غفر له ما مضى ومن أساء فيما بقي أخذ بما مضى وما بقي

“Barangsiapa yang memaksimalkan waktu yang masih tersisa, maka kesalahannya yang lalu pasti terampuni, dan barangsiapa yang melalaikan waktu yang tersisa, maka ia akan disiksa karena kesalahan yang lalu dan yang tersisa.”
(HR. Thabrani Fil Awsath dan dihasankan oleh Albani)

Optimis dan husnuzhan-lah kepada ALLAH!

Tabuhkan kembali genderang perjuangan kita!

Kencangkan kembali ikat pinggang kita!

Hidupkanlah waktu yang tersisa!
Ingatlah!

ini adalah malam ganjil terakhir dan bisa jadi malam terakhir pada Ramadhan 1437 H ini.

“Sesungguhnya amal ibadah itu tergantung penutupannya.”_
(HR. Bukhari)

Semoga ALLAH memberi taufiq kepada kita di sisa waktu ini.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى