Category Archives: Muhammad Nuzul Dzikri

Jangan Sampai Seekor Kuda Lebih Cerdas Dari Anda…

​”Seekor kuda pacu jika sudah mendekati garis finish, ia akan mengerahkan seluruh tenaga dan kecepatannya agar meraih kemenangan, 

maka *jangan sampai kuda lebih cerdas dari anda.. 

Karena sesungguhnya amalan itu ditentukan oleh penutupannya.. 

Untuk itu, jika  anda termasuk dari yang tidak maksimal dalam menyambutnya, maka semoga  anda bisa melakukan yang terbaik saat berpisah dengannya.”

Saudaraku,

Berikanlah perpisahan terindah pada Ramadhan, ia tidak lebih dari 3 hari 3 malam saja bersama kita. 

Nasehat ini dinisbatkan kepada Imam Ibnul Jauzi -rahimahullah-, namun karena keterbatasan ilmu penulis, penulis belum berhasil menemukan referensinya.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

Selamat Datang Malam Yang Mulia…

​Saudaraku, 

Beberapa saat yang lalu kita memasuki malam ke 27

Sebagian ulama menyatakan malam ini adalah malam yang memiliki peluang terbesar jatuhnya lailatul qadr, bahkan shahabat Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- sekaliber Ubay bin Ka’ab begitu yakin dan berani bersumpah tentang hal ini. (HR. Muslim)

Saudaraku,

Manfaatkan kebersamaan kita dengan malam ini dengan baik. 

Muliakan dia!
Ia hanya sejenak dan beberapa jam saja.

Untuk saudaraku yang sedang mudik dan berada di jalan, berdzikirlah, angkatlah tanganmu, berdoa dan basahi lisan ini dengan asmaa’nya. Bukankah doa musafir dikabulkan oleh ALLAH?!

Isilah waktu dengan shalat sunnah dan qiyamul lail di dalam kendaraanmu, bukankah di saat safar Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengerjakan shalat sunnah di atas kendaraan beliau (HR. Bukhari dan Muslim). 

Dan seluruh ulama telah sepakat bolehnya shalat sunnah diatas kendaraan ketika safar. (Ibnu Quddamah)

Buktikan bahwa mudik bukan halangan untuk meraih lailatul qadr!!

“Barangsiapa yang menghidupkan malam lailatul qadr karena iman dan mengharapkan pahala niscaya dosa-dosanya akan diampuni oleh ALLAH”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Selamat beribadah saudaraku….

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

Perhatikan Bawaan Anda Ketika Mudik ..!

“Baju sudah di packing… oleh-oleh…sudah, apa lagi ya?”

Gumam seorang calon pemudik. 

Saudaraku,

Saat kita me-list apa yang akan kita bawa untuk mudik, jangan lupa bawa niat ! Ya niat..

Ini hal yang tidak boleh ketinggalan dalam mudik kita kali ini. Hal yang merubah biaya, keletihan, kemacetan dan pengorbanan selama mudik menjadi bernilai pahala.

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

“Sesungguhnya amal perbuatan tergantung niatnya, dan setiap orang akan diganjar sesuai dengan niatnya tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Niatkan dalam rangka birrul waalidain, menyenangkan orang tua.

Niatkan shilaturrahim, menjaga hubungan dengan sanak saudara di kampung halaman.

Maka setiap langkah dan setiap kilometer yang kita lewati diberkahi oleh ALLAH.

Semoga anda selamat sampai di tujuan dan mudik anda bernilai ibadah disisi ALLAH.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

Susah Dan Suka Ngantuk Saat Tarawih dan Qiyaamul Lail…?

Terlebih lagi jika kita suka ketiduran di 10 malam terbaik di bulan suci, padahal stamina sudah dijaga dan berbagai vitamin plus kopi pahit telah diminum.

Simak testimoni dan tips para ahli ibadah papan atas:

Sufyan Ats Tsauri menyatakan:
Aku tidak berhasil mengerjakan qiyamul lail selama 5 bulan disebabkan dosa yang aku lakukan.”
(Hilyatul Auliya’ 7/17)

Ada seseorang yang curhat kepada Hasan Al Bashri bahwa dia tidak pernah berhasil mengerjakan qiyamul lail, maka beliau berkata:
Dosa-dosamulah yang menghalangimu.”
(Shifatus Shafwah 3/235)

Saudaraku,
Salah satu tips agar kita sukses mengerjakan tarawih dan qiyamul lail adalah menjaga diri dari dosa dan segera beristigfar saat khilaf dan lalai.

Apa yang anda lakukan di siang hari menentukan ibadah anda di malam hari.

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc, حفظه الله تعالى

Safety Player…

“Ayo semangat baca al quran, ini malam ganjil!!”

“Aku izin tidak terawih malam ini ya karena ada bukber lagipula inikan malam genap.”

Ucapan ini sering kita dengar di akhir ramadhan.
Ucapan yang menunjukkan bahwa banyak diantara kita yang semangat beribadah hanya di malam-malam ganjil di akhir ramadhan. Mereka terinspirasi hadits berikut ini:

Carilah malam lailatul qadr di malam malam ganjil pada 10 malam terakhir di bulan Ramadhan
(HR. Bukhari)

Itulah sabda Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang menjadi keyword untuk mencari malam itu dan semangat beribadah di malam-malam ganjil.

Saudaraku,
Tahukah anda bahwa sebagian ulama -seperti madzhab syafi’i- menyatakan bahwa tidak menutup kemungkinan malam lailatul qadr jatuh di malam-malam genap,
Pandangan ini memiliki dalil yang kuat dan patut diperhitungkan.

Imam Nawawi -rahimullah- menjelaskan:
Setiap malam di 10 malam terakhir memliki kemungkinan, namun malam malam ganjil memiliki peluang yang lebih besar
(Al Majmu’ 6/458)

Saudaraku,
Tulisan singkat ini bukan tempat untuk mengulas masalah ini secara ilmiah dan komprehensif.

Saya hanya ingin mengingatkan mengapa kita tidak main aman saja?

Jadilah seorang safety player !

Jangan ambil resiko untuk malam sekelas lailatul qadr!

Kalau untuk bisnis dunia kita bisa “play safe“, bagaimana dengan akhirat!

Lagipula caranya sangatlah mudah,
hidupkanlah 10 malam terakhir!

Ya, hanya 10 malam, bukan 100 malam, bukan 200 malam!

Jangan pilih kasih dan meng-anak tirikan malam-malam genap!
Dipastikan kita akan mendapatkan lailatul qadr -insyallah-.

Dan bukankah salah satu hikmah dirahasiakannya malam ini agar kita selalu semangat ibadah tanpa pilih kasih?!

Selamat mencari saudaraku…
Semoga ALLAH memberikan taufiq kepada kita untuk mendapatkannya.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Memasuki Babak Final Ramadhan

Saudaraku,
kita memasuki malam puncak dari malam-malam di bulan Ramadhan. Inilah babak Final! Prime Time yang harus kita manfaatkan! Persiapkan diri anda! Ini adalah kelas akselerasi!

10 hari terakhir, diantara malam-malam tersebut ada satu malam dimana kita berkesempatan (jika berhasil) meraih pahala seperti beribadah selama 1000 bulan. Dalam firman Allah disebutkan,

“Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan..” (QS. Al-Qadar: 3)

Dan untuk malam spesial ini, bukan saja pahala berlipat yang akan kita dapatkan, namun juga ampunan, ya ampunan dari dosa-dosa kita.

Sabda Nabi -shalllallahu ‘alaihi wa sallam- yang sangat terkenal:
“Barangsiapa yang menghidupkan malam lailatul qadr karena iman dan mengharapkan pahala, maka Allah ampuni dosa-dosanya yang telah lalu..”
(HR. Bukhari)

Dengan demikian, tidak heran jika Aisyah -radhiyallahu ‘anha- bertutur:
“Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersungguh-sungguh dalam beribadah dengan kesungguhan yang tidak pernah terlihat di waktu-waktu yang lain.”
(HR. Muslim)

Renungkanlah…
Jika sosok sekaliber Nabi yang akan membuka pintu Surga pertama kali di hari kiamat masih mencari malam tersebut, lalu bagaimana dengan kita..?

Jika Kekasih Allah dan seseorang yang telah diampuni seluruh kekhilafannya masih mencari malam lailatul qadr, lalu apakah kita pantas santai-santai saja..?

Jika Seorang Nabi terbaik bangun untuk menghidupkan malam-malamnya, lalu kita membaca do’a tidur..?

Jika Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam- sibuk membaca Alqur’an, lalu orang seperti kita sibuk nongkrong di luar..?

Lalu kita meremehkan..??
Sibuk menonton TV acara yang tidak bermanfaat..??

Saudaraku,
Ini 10 hari terakhir, jangan lengah ! Maksimalkanlah ! Usir rasa kantuk itu !

Ingatlah…inilah babak final bulan suci,
Dan ingatlah… kekalahan yang paling menyakitkan adalah kekalahan di sebuah partai final

Semoga ALLAH memberikan taufiq untuk kita semua,
Selamat berjuang!!! Bismillah.

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri Lc,  حفظه الله تعالى

Sudah Punya Acara Malam ini..?

Ada penawaran yang sangat menarik dari Nabi kita -shallallahu ‘alaihi wa sallam-:
Barangsiapa yang membaca 100 ayat Al Qur’an di malam hari, maka ia akan mendapat pahala shalat dan ibadah semalam suntuk.”
(HR. Ad Darimi, lihat Ash Shahihah)

Belum lagi ditambah 1 huruf = 10 pahala ditambah bonus bulan suci Ramadhan.

Sungguh kesempatan emas yang sangat sayang untuk dilewatkan, khususnya di 10 malam terakhir ini.

Marilah jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk selalu membaca Al Qur’an di malam hari.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Dimanakah Anda Meletakkan Al Qur’an Anda..?

Tempat anda menaruh Al Quran menentukan nasib anda !!

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

“Barangsiapa yang meletakkan Al Quran di depannya (menjadi imam yang ia ikuti), niscaya Al Quran akan menuntunnya ke dalam surga, dan barangsiapa yang meletakkan Al Quran di belakang punggungnya (ia campakkan, ia tidak baca dan tidak diamalkan), niscaya Al Quran akan menyeretnya ke neraka”
(HR. Ibnu Hibban, Shahih Targhib wa Tarhib)

Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله

S O S (…—…)…

Bukankah anda berharap do’a-do’a anda di saat genting dan terdesak dikabulkan oleh Allah ta’ala?!

Anda perlu merenungkan hadits di bawah ini:

Barangsiapa yang ingin doanya dikabulkan Allah pada saat genting dan susah, maka hendaklah dia banyak berdo’a pada saat lapang.”
(HR. Tirmidzi dan dihasankan Syeikh Albani -rahimahullah-)

Marilah kita isi waktu luang dan lapang kita -khususnya di bulan suci ini- dengan berdo’a lalu saksikanlah bagaimana ALLAH mengabulkan do’a kita di saat-saat genting.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Enaknya Puasa Puasa Gini Ngapain Ya..?!

Inilah gumaman yang sering terbesit di benak kita di bulan Ramadhan.

Banyak diantara orang yang berpuasa lupa bahwa ALLAH yang Maha Sayang kepada kita memberikan waktu BELASAN JAM setiap hari untuk mengabulkan doa dan hajat kita secara khusus.

Nabi kita -shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah menegaskan bahwa doa orang yang berpuasa pasti dikabulkan oleh ALLAH.
(HR. Baihaqi dan lain-lain)

Berarti dari DETIK PERTAMA WAKTU SHUBUH SAMPAI DETIK TERAKHIR SEBELUM MAGHRIB , kita bebas berdoa apa saja untuk kebaikan dunia dan akhirat kita.

Maka cukup menggelitik jika ada orang yang berpuasa lalu dia kebingungan mencari aktifitas di bulan suci Ramadhan.

Angkat kedua tanganmu dan minta sebanyak-banyaknya kepada Rabb-mu!!!

Belasan jam promo ini setiap hari ada di hadapan kita dan semenit pun kita tidak memanfaatkannya..?!

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى