Category Archives: Muhammad Nuzul Dzikri

Open House…

Saudaraku,
Bagaimana jika istana negara open house selama bulan puasa ini?

Kita akan menyaksikan ribuan bahkan jutaan orang akan berbondong-bondong dan mengantri untuk menyampaikan hajat mereka atau sekedar bertemu dengan bapak presiden.

Jika demikian, mengapa pada hari-hari ini kita tidak mengangkat tangan ke langit lalu memanjatkan doa dan meminta semua hajat kita kepada ALLAH?!

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tiga doa yang tidak akan tertolak: doa orang tua, doa orang yang sedang berpuasa, dan doa seorang musafir”.
(HR. Baihaqi dalam As Sunanul Kubra)

Dimanapun dan kapanpun saat kita berpuasa, ingatlah selalu bahwa pintu langit itu selalu terbuka untuk kita, dengan mudah kita dapat mengetuknya tanpa antrian panjang dan berdesak-desakkan!!!

Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله

Kesempatan Sering Kali Tidak Datang Dua Kali…

إذا فتح لأحدكم باب خير فليسرع إليه فإنه لا يدري متى يغلق عنه. السير ٥٤٠/٤

“Jika pintu kebaikan dibuka untuk salah seorang diantara kalian, maka bersegeralah masuk ke dalamnya karena ia tidak akan pernah tahu kapan pintu itu akan tertutup rapat.”

Ucapan Khalid bin Mi’dan diatas menyadarkan kita bahwa di bulan suci ini kita disuguhkan dengan berbagai macam pintu kebaikan.

Maka bersegeralah sebelum pintu-pintu itu tertutup dan yang tersisa hanyalah penyesalan.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Hanya Beberapa Hari Saja…

Saat ALLAH mengulas puasa di hari-hari Ramadhan, ALLAH berfirman dalam QS. Al Baqarah ayat 184:

‏أَيَّامًا مَّعْدُودٰتٍ

“Beberapa hari yang telah ditentukan’

Ya, hanya beberapa hari saja.
ALLAH memberi isyarat kepada kita bahwa kebersamaan kita dengan Ramadhan sangat singkat.

Jangan sampai kita terlena karena merasa berada di awal bulan dan menatap 20-an hari dihadapan kita. 

Lihat saja betapa cepatnya hari-hari terbaik ini berlari meninggalkan kita, tanpa terasa kita akan hanyut sampai di hari-hari terakhir, lalu…
ia benar-benar pergi dan kita belum sempat mengerjakan banyak amal shalih.

Ia akan mengucapkan salam perpisahan sedangkan dosa kita belum diampuni.

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:
Sungguh rugi seseorang yang bertemu dengan Ramadhan, lalu Ramadhan itu berlalu darinya sebelum dosa-dosa dirinya diampuni.”
(HR. Tirmidzi)

Saudaraku,
jadikan setiap hari di bulan suci ini layaknya partai final, jangan biarkan ia mudah berlalu,
hanya beberapa hari saja…

*Hikmah yang disampaikan Syaikh Sa’ad Turki Al Khatslan (anggota komite fatwa dan kibar ‘ulama di saudi arabia) dengan pengembangan.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Sadarkah Anda…?

Di bulan suci ramadhan kita pun dituntut beribadah dengan hati kita.
Di siang hari kita beribadah dengan kesabaran saat menahan lapar dan haus serta pembatal-pembatal puasa. Dan di malam hari kita beribadah dengan rasa syukur atas limpahan makanan dan minuman saat berbuka.

Betapa banyak orang yang semangat shalat tarawih di malam-malam ramadhan namun lupa menghadirkan rasa syukur atas nikmat di malam-malam terbaik ini, bahkan tidak jarang mengeluh dan tidak puas dengan menu buka malam ini.

Bukankah saat ini banyak saudara-saudara kita yang kesulitan mendapatkan makanan di tengah musim panas yang membakar atau musim dingin yang menusuk tulang?!

Saudaraku,
Saat anda melihat hidangan berbuka, ingatlah keadaan saudara kita di Suria, Palestina, dan kamp-kamp pengungsian!

Ingatlah kesepakatan seluruh ulama bahwa
amalan hati lebih bernilai dibandingkan amalan fisik !

‏﴿٧﴾ وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

(7) Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu mengumumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
(QS. Ibrahim: 7)

Saudaraku,
Pertahankan amalan fisik di malam hari seperti tarawih dan membaca Al Quran, lalu penuhi hati kita dengan rasa syukur atas segala nikmatNya.

Sari nasehat ini dipetik dari ucapan Imam Ibnu Rojab -rahimahullah- dalam Lathaif Ma’arif 294.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Berapa Kali Membaca Do’a Istiftah Dalam Shalat Tarawih..?

Jawab:
Membaca do’a istiftah saat tarawih tidak cukup hanya sekali di raka’at pertama, namun hendaknya dibaca setiap setelah takbiratul ihram (raka’at ke 3, ke 5 dan seterusnya) karena setiap 2 raka’at dalam shalat tarawih adalah shalat yang berdiri sendiri, terpisah dan tidak menyatu dengan yang sebelumnya.

Dijawab oleh salah satu pakar fiqh abad ini Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin -rahimahullah- dalam Jalasat Ramadhaniyyah 20/25 dengan perubahan redaksi.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Profil Orang Yang Berpuasa…

Jika engkau sedang berpuasa maka puasakanlah pendengaran, penglihatan dan lisanmu dari kebohongan dan seluruh dosa, dan janganlah engkau menyakiti bawahanmu, berwibawa dan tenanglah dalam menjalani hari puasamu. Dan janganlah engkau menyamakan hari puasamu dengan hari disaat engkau tidak berpuasa.
(HR. Ibnu Abi Syaibah)

Inilah profil orang yang berpuasa dari seorang shahabat Nabi yang bernama Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhuma-.

Marilah secara perlahan kita tahan nafsu bicara, mendengar, dan melakukan sesuka hati.

Jadikan sabda Nabi -shallallahu alaihi wassallam- dibawah ini selalu berada di pelupuk mata kita:

من لم يدع قول الزور والعمل به فليس لله حاجة في ان يدع طعامه وشرابه. رواه البخار

Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dan perbuatan dusta (dosa), maka ALLAH tidak butuh saat dia meninggalkan makanan dan minumannya. (HR. Bukhari)

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Dzikir Adalah Obat…

*ذكر الناس داء وذكر الله دواء*

“Membicarakan orang adalah sebuah penyakit dan berdzikir kepada ALLAH adalah sebuah obat”

Ungkapan indah diatas disampaikan oleh Ibnu ‘Aun -rahimahullah- (As Siyar 6/369).

Saudaraku,
Membicarakan orang akan menumbuhkan berbagai macam penyakit seperti hasad, benci, ghibah, dan lain-lain. Hati akan kotor dan akhirnya akan mati.

Dahulu ulama kita menyatakan:

اكثر الناس خطايا افرغهم ذكرا لخطايا الناس

Orang yang paling banyak kesalahan (dosa) adalah orang yang paling sering membicarakan kesalahan dan ‘aib manusia
(As Shomtu wa Aadaabul Lisaan 104)

Dan obat dari penyakit ini adalah berdzikir kepada ALLAH

Ketika seorang hamba menikmati saat-saat berdzikir dan melafazhkan asma-Nya, niscaya ia tidak akan mau menukarnya dengan membicarakan manusia, karena seorang pencinta lebih tertarik membicarakan kekasihnya dibanding pihak lain.
Lalu bagaimana dengan seorang hamba yang jatuh cinta pada Rabbnya?!

Saudaraku,
Di bulan suci Ramadhan ini, jangan sampai yang lebih sering keluar dari lisan kita adalah nama dan aib manusia dibanding nama-nama ALLAH dan berdzikir padaNya.

…والذاكرين الله كثيرا والذاكرات اعد الله لهم مغفرة واجرا عظيما

“… dan laki-laki serta wanita yang banyak berdzikir kepada ALLAH, ALLAH telah menyiapkan ampunan dan pahala yang besar untuk mereka.”
(QS. Al Ahzab: 35)

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Jadilah Yang Terbaik…

Ambisi menjadi yang terbaik adalah sebuah fitrah di dalam dada manusia, alangkah indahnya jika ambisi ini dituangkan dalam ibadah dan amal shalih.

Di bulan suci ini siapakah orang terbaik dalam berpuasa ?

Simak jawaban Nabi -shallallahu alaihi wassalam- saat ditanya tentang hal ini:

أكثرهم لله ذكرا. رواه احمد وابن المبارك

“YANG PALING BANYAK BERDZIKIR”
(HR. Ahmad dan Ibnul Mubarok)

Saudaraku,
Hiasilah hari-hari puasamu dengan berdzikir,

* Disaat kita beraktifitas di rumah atau di kantor atau tempat manapun, iringi dengan dzikir,

* Saat dalam perjalanan, dampingilah dengan dzikir, sambil mengemudi atau menjadi penumpang, basahilah lisan kita dengan asma ALLAH.

* Bagi yang sedang sakit, berdzikirlah saat anda terbaring lemah di atas kasur.

Ingatlah ALLAH selalu dalam derap langkahmu, jangan lupa membaca doa yang telah diajarkan Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- mulai saat membuka mata sampai kita pejamkan kembali kedua mata ini.

Baca, renungkan lalu tuangkan makna demi makna dalam kehidupanmu!
Jadikan ramadhan ini
sebagai momentum berdzikir, maka anda menjadi AHLI PUASA YANG TERBAIK.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

image

Apa Harapan Anda Di Bulan Ramadhan Ini..?

Bukankah anda ingin menjalani ibadah di bulan ramadhan dengan tenang dan nyaman tanpa terpengaruh hiruk pikuk dunia?
Maka perbanyaklah ISTIGHFAR

Allah berfirman:

‏﴿٣﴾ وَأَنِ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتٰعًا حَسَنًا

(3) dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Rabbmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik dan hidup yang nyaman kepadamu
(QS. Huud : 3)

Bukankah anda ingin berada di puncak kesehatan dan kekuatan di bulan ramadhan hingga dapat maksimal dalam beribadah?
Maka perbanyaklah ISTIGHFAR

Allah berfirman:

‏﴿٥٢﴾ وَيٰقَوْمِ ٱسْتَغْفِرُوا۟ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓا۟ إِلَيْهِ يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ

(52) Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu
(QS. Huud: 52)

Bukankah anda ingin memiliki hati yang bersih yang selalu memompa semangat kita dalam mendekat kepada ALLAH di bulan ramadhan?
Maka perbanyaklah ISTIGHFAR

Allah berfirman:

‏﴿١٤﴾ كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ عَلَىٰ قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا۟ يَكْسِبُونَ

(14) Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya dosa dan kesalahan yang selalu mereka usahakan itulah yang menutupi dan mengotori hati mereka.
(QS. Al Muthaffifin: 14)

Ternyata penyebab kotornya hati dan kandasnya kita dalam beribadah adalah DOSA

Saudaraku,
Di hari-hari terakhir menuju ramadhan ini, marilah basahi lisan kita dengan istighfar dan bertaubat kepada ALLAH,
istighfar yang lahir dari sebuah rasa takut kepada ALLAH Al Mutakabbir (yang maha memiliki keagungan) dan bukan hanya sekedar pemanis bibir.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Ingin Merasakan Indahnya Kehidupan..?

“Kehidupanmu mengikuti pemikiran dan sudut pandangmu”
(wasail mufidah 1/30)

Sebuah ungkapan emas Syaikh As Sa’di -rahimahullah-.

Saudaraku, jika engkau ingin merasakan indahnya kehidupan pastikanlah sudut pandangmu penuh dengan cahaya iman karena hanya *ALLAH* yang tahu tentang kebahagianmu.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى