Yuk… Persiapkan diri dengan semangat memperbaiki ibadah-ibadah kita, membayar hutang puasa, dll… NB : ini berdasarkan perkiraan bahwa bulan RAJAB dan SYA’BAN berakhir tanggal 29 di masing-masing bulan Hijriyah… (hari ini 13 RAJAB)
Category Archives: Display Picture Dakwah
Antara TAUHID dan MANHAJ
Sunnah YES, Bau Badan Dan Mulut (BBM) NO…
(disertai tips menghindari BBM)
Orang Islam yang mencintai Nabi dituntut untuk menjauhi BBM, karena konsekuensi cinta Nabi adalah menerapkan sunnahnya.
Parfum termasuk barang favorit Nabi. Beliau berkata,
حُبِّبَ إِلَيَّ مِنْ الدُّنْيَا النِّسَاءُ وَالطِّيبُ وَجُعِلَ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ
“Dijadikan kecintaanku dalam dunia pada wanita dan wewangian. Dan dijadikan penyejuk mataku di dalam shalat.” (HR. An-Nasai no. 3949, Ahmad no. 12628 dan lainnya)
Tubuh beliau sangat wangi dan jauh dari bau badan. Anas bin Malik mengatakan,
وَلاَ شَمِمْتُ رِيحًا قَطُّ أَوْ عَرْفًا قَطُّ أَطْيَبَ مِنْ رِيحِ أَوْ عَرْفِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم
“Saya tidak pernah mencium aroma atau bau minyak wangi yang lebih harum daripada aroma atau wangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Al-Bukhari no. 3297, Muslim no. 6200 dan lainnya, lafazh di atas milik Al-Bukhari)
Nabi menghindari bau mulut dan jauh dari ‘nafas naga’. Disebutkan dalam banyak hadits, di antaranya:
كان النبيُ صلى الله عليه وسلم ، إذا قام من الليلٍ ، يَشُوصُ فاه بالسواكِ .
“Dahulu jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bangun di malam hari, beliau membersihkan mulutnya dengan siwak.” (HR. Al-Bukhari no. 238 dan Muslim no. 374)
Ringkasnya, menghindari BBM termasuk sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang harus diperhatikan.
Jangan sampai kita seperti ini…
❌Baju dan badan tidak sedap di penciuman. Orang di dekat kita sampai keluar majelis, berpura-pura membuang sesuatu lalu pindah tempat agar hidungnya terselamatkan. Kita keluar rumah tanpa mandi. Baju yang sudah berkeringat dipakai lagi sampai dua hari. Kita gunakan parfum yang ‘pahit getir’ dan lebih mirip kemenyan dukun ketimbang wewangian.
❌Ketiak begitu pahit kecut menyengat hidung tenggorokan. Ketiak tidak diberi bedak/deodorant. Orang shalat di samping kita sampai mundur ke shaf belakang untuk menghindari bau yang mengganggu kekhusyukan. Tak jarang orang sampai membatalkan shalat untuk membuang ludah yang tidak lagi tertampung dalam mulut lantaran aroma ketiak menyebalkan.
❌Gigi kita putih kuning dengan kerak makanan, ditambah nafas yang menyakitkan penciuman. Orang sampai ingin buang ludah sebanyak-banyaknya. Jika berbicara dengan kita dan berhadapan, orang sampai duduk miring, sesekali menggosok hidung dan wajah mengekspresikan nafas ditahan. Jika dalam shalat kita menguap atau mengucapkan “aaamiiin”, mereka yang mencium nafas kita serasa mau pingsan.
Di antara penyebabnya:
-Kita lupa sikat gigi 1-2 harian,
-Bau lambung kita yang kosong dan naik lewat kerongkongan,
-Gigi bolong/berdarah yang ketika tercampur ludah dan sisa makanan menimbulkan aroma mengerikan,
-Bau rokok yang sudah akut dan mungkin telah merusak organ dalam.
Kita perlu kasihan dengan diri sendiri dan mereka (terutama anak dan istri) yang menjadi korban.
Berikut tips mengatasi BBM yang bisa jadi tidak pernah kita pikirkan.
Semoga bisa kita laksanakan:
1. Setelah mandi, pakai bedak ketiak atau deodorant. Penulis sudah mencoba berbagai merk sejak mulai baligh, dan belum mendapati yang sebagus bedak MBK. Tahan hingga esok hari, tidak merusak ketiak baju. Catatan, ini bukan iklan pesanan.
2. Sebelum shalat subuh, setelah makan, sore saat mandi sebelum shalat dan kajian maghrib, serta jelang tidur, sikat gigi dirutinkan. Jangan lewatkan hari tanpa sikat gigi sama sekali. Penulis punya beberapa teman yang giginya tidak ada bolong sama sekali. Mereka tidak pernah meninggalkan sikat gigi sebelum subuhan.
3. Baju yang sudah berkeringat banyak jangan dipakai lagi. Jangan pula ditambah parfum, karena tidak akan menimbulkan bau kecuali yang semakin amburadul tak karuan.
4. Pilih parfum yang tidak hanya enak menurut diri sendiri, tapi juga menurut orang. Misalnya, parfum tradisional India, Pakistan, Arab berjenis ‘bukhuur’ menyengat, yang bisa jadi bagi sebagian orang Indonesia tidak nyaman di penciuman.
5. Kenali lawan bicara. Kalau dia duduk miring padahal awalnya berhadapan, sesekali mengusap hidung, mukanya terlihat menahan nafas, maka segera selesaikan pembicaraan lalu pulang. Bisa jadi dia sedang mencium bau tak sedap dari ‘kita orang punya badan’.
6. Coba latihan bicara tanpa hembusan nafas mulut. Khususnya saat nafas sedang tidak mengenakkan.
7. Bawa cairan penyegar mulut (mouthwash) ukuran kecil di tas saat keluar rumah, terutama jika akan bertemu banyak orang.
8. Tambal gigi sebelum bertambah besar. Itu kadang penyebab mulut bau yang buat orang berlarian.
_______________
Muflih Safitra, حفظه الله تعالى
Ref : http://muflihsafitra.com/sunnah-yes-bau-badan-dan-mulut-bbm-no/

Majelis Ilmu Bahasa Indonesia di Masjid NABAWI…
MADINAH
Kajian Harian Berbahasa Indonesia di Masjid Nabawi Madinah
Kabar gembira bagi para jamaah umrah yang akan berziarah ke Masjid Nabawi, untuk bisa mendengarkan kajian berbahasa Indonesia di masjid yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Berikut jadwal kajian berbahasa indonesia di Masjid Nabawi, Madinah Al Munawwarah:
• Pemateri : Ustadz Abdullah Roy, MA
(Mahasiswa Doktoral, jurusan Aqidah, Fakultas Da’wah Dan Ushuluddin, Universitas Islam Madinah)
• Materi : Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah
• Karya : Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad Ath Thahaawi
• Waktu : Setiap Hari, Setelah Sholat Magrib (akan dimulai insyaAllah hari Selasa, 7 Rajab 1438 H/4 April 2017 M)
• Tempat : Pintu 19 (Badr)
Semoga info kajian ini bisa disampaikan kepada para jamaah yang akan berangkat umrah tahun ini, sehingga bisa mengambil manfaat lebih banyak selama di Madinah dan meraih pahala menuntut ilmu di Masjid Nabawi.
Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits Abu Hurairah radhiyallahu‘an
مَنْ جَاءَ مَسْجِدِي هَذَا لَمْ يَأْتِهِ إِلاَّ لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ جَاءَ لِغَيْرِ ذَلِكَ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الرَّجُلِ يَنْظُرُ إِلَى مَتَاعِ غَيْرِهِ
“Barangsiapa mendatangi masjidku ini, ia tidak datang kecuali untuk kebaikan yang ingin dia pelajari atau diajarkan, maka kedudukannya seperti mujahid di jalan Allah. Dan barangsiapa datang untuk selain itu, maka ia laksana orang yang hanya memandang barang orang lain.” [HR. Ibnu Majah no. 227, di shahihkan oleh al-Albani]
.:: PPMI MADINAH ::.
Tak SATUPUN…
ADAKAH PUASA KHUSUS DI BULAN RAJAB ?
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
وأما صوم رجب بخصوصه فأحاديثه كلها ضعيفة بل موضوعة لا يعتمد أهل العلم على شيء منها وليست من الضعيف الذي يروى في الفضائل بل عامتها من الموضوعات المكذوبات
“Adapun puasa Rajab secara khusus, maka seluruh haditsnya lemah, bahkan palsu, tidak ada seorang ahli ilmu pun yang berpegang dengannya, dan bukan pula termasuk kategori lemah yang boleh diriwayatkan dalam fadhail (keutamaan-keutamaan beramal), bahkan seluruhnya termasuk hadits palsu yang dusta.” [Majmu’ Al-Fatawa, 25/290]
Al-‘Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
وكل حديث في ذكر صوم رجب وصلاة بعض الليالي فيه فهو كذب مفترى
“Dan semua hadits yang berbicara tentang puasa Rajab dan shalat pada sebagian malamnya adalah dusta yang diada-adakan.” [Al-Manaarul Muniif, 96]
PENEGASAN…
DUA Kalimat Syukur Yang Sering Terlupakan…
👆👆👆
Yuk.. biasakan ucapkan ke DUA kalimat syukur ini…. (redaksi hadits ada dibawah ini)
__________
Hamba yang bersyukur kepada Allah Ta’ala ialah hamba yang bersyukur dengan lisannya. Allah sangat senang apabila dipuji oleh hamba-Nya. Allah cinta kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa memuji Allah Ta’ala.
وَأَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ
“Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)”. (Qs. Adh Dhuha: 11)
Bahkan ketika tertimpa musibah atau melihat sesuatu yang tidak menyenangkan, maka sebaiknya tetaplah kita memuji Allah.
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم – إِذَا رَأَى مَا يُحِبُّ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ ». وَإِذَا رَأَى مَا يَكْرَهُ قَالَ « الْحَمْدُ لِلَّهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ ».
Dari Aisyah, kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam, jika menyaksikan hal-hal yang beliau sukai adalah mengucapkan “Alhamdulillah alladzi bi ni’matihi tatimmush shalihat”. Sedangkan jika beliau menyaksikan hal-hal yang tidak menyenangkan beliau mengucapkan “Alhamdulillah ‘alaa kulli haal.” (HR Ibnu Majah no 3803 dinilai hasan oleh al Albani)
__________
Muslimah.Or.Id
Penulis: Ummu Abdillah Dewi Gimarjanti
Murajaah: Ustadz Ammi Nur Baits, hafizhohullah
Amalan di Malam Hari…
Hadits di atas menunjukkan tentang keutamaan dua ayat terakhir surat Al-Baqarah.
Para ulama menyebutkan bahwa siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah, maka Allah akan memberikan kecukupan baginya untuk urusan dunia dan akhiratnya, juga ia akan dijauhkan dari kejelekan. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa dengan membaca ayat tersebut imannya akan diperbaharui karena di dalam ayat tersebut ada sikap pasrah kepada Allah Ta’ala. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa ayat tersebut bisa sebagai pengganti dari berbagai dzikir karena di dalamnya sudah terdapat do’a untuk meminta kebaikan dunia dan akhirat. Lihat bahasan Prof. Dr. Musthafa Al-Bugha dalam Nuzhah Al-Muttaqin, hal. 400-401.
Al-Qadhi ‘Iyadh menyatakan bahwa makna hadits bisa jadi dengan membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah akan mencukupkan dari shalat malam. Atau orang yang membacanya dinilai menggantungkan hatinya pada Al-Qur’an. Atau bisa pula maknanya terlindungi dari gangguan setan dengan membaca ayat tersebut. Atau bisa jadi dengan membaca dua ayat tersebut akan mendapatkan pahala yang besar karena di dalamnya ada pelajaran tentang keimanan, kepasrahan diri, penghambaan pada Allah dan berisi pula do’a kebaikan dunia dan akhirat. (Ikmal Al-Mu’allim, 3: 176, dinukil dari Kunuz Riyadhis Sholihin, 13: 83).
Imam Nawawi sendiri menyatakan bahwa maksud dari memberi kecukupan padanya –menurut sebagian ulama- adalah ia sudah dicukupkan dari shalat malam. Maksudnya, itu sudah pengganti shalat malam. Ada juga ulama yang menyampaikan makna bahwa ia dijauhkan dari gangguan setan atau dijauhkan dari segala macam penyakit. Semua makna tersebut kata Imam Nawawi bisa memaknai maksud hadits. Lihat Syarh Shahih Muslim, 6: 83-84.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan tentang keutamaan dua ayat tersebut ketika dibaca di malam hari, “Ketahuilah para ikhwan sekalian, kedua ayat ini jika dibaca di malam hari, maka akan diberi kecukupan. Yang dimaksud diberi kecukupan di sini adalah dijaga dan diperintahkan oleh Allah, juga diperhatikan dalam do’a karena dalam ayat tersebut terdapat doa untuk maslahat dunia dan akhirat.” (Ahkam Al-Qur’an Al-Karim, 2: 540-541).
Semoga bisa mengamalkan untuk membaca dua ayat terakhir Al-Baqarah ini mulai dari malam ini. Semoga kita meraih kebaikan dan keberkahan. Semoga Allah memberi taufik.
Sumber : https://rumaysho.com/11085-keutamaan-membaca-dua-ayat-terakhir-surat-al-baqarah-pada-waktu-malam.html
Lalu… Bagaimana dengan kita..?!
Imam Al Auza’i rohimahullah wafat pada tahun 157 Hijriyah. Selama hidupnya, Imam Al-Auza’i lebih banyak disibukkan dengan berdakwah dan mengajarkan ilmu. Abu Zur’ah mengatakan, “Pekerjaan beliau adalah menulis dan membuat risalah. Risalah-risalah beliau sangat menyentuh.”
Walid bin Mazid mengatakan, “Saya belum pernah melihat beliau tertawa terbahak-bahak. Apabila beliau menyampaikan kajian yang mengingatkan akhirat, hampir tidak dijumpai hati yang tidak menangis.” Beliau juga mengatakan, “Saya belum pernah melihat orang yang lebih rajin beribadah melebihi Al-Auza’i.”
Al-Haql mengatakan, “Al-Auza’i telah menjawab dan menjelaskan 70.000 permasalahan.” Sementara, Al-Kharibi mengatakan, “Al-Auza’i adalah manusia terbaik di zamannya. Beliau layak untuk mendapat jabatan khilafah.” Bisyr bin Mundzir mengatakan, “Saya melihat Al-Auza’i seperti orang buta, karena khusyuknya.” Disebutkan bahwa beliau menghidupkan malamnya dengan salat dan membaca Alquran sambil menangis.







