Category Archives: Kajian Audio

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-11

Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 10) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 11 🌿

Penghalang yang ke 11 dari kebenaran, yaitu…

⚉   Hizbiiyah ( الحزبية)

Apa itu hizbiyah ?
👉🏼   Fanatik terhadap golongan… di mana ia memberikan loyalitas dan permusuhan di atas golongannya.

Maka yang seperti ini adalah merupakan perkara yang sering kali menghalangi seseorang dari kebenaran karena ia lebih fanatik dengan golongannya tersebut.

⚉   Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah berkata :

وهذا يُبتلى به كثير من الْمُنتسبين إلَى طا ئفة معيَّنة فِي العلم

“…Dan ini (kata beliau) banyak sekali menimpa orang-orang yang menisbatkan diri kepada suatu kelompok tertentu atau mazhab tertentu…

‎أو إلَى رئيس معظَّم

atau kepada pemimpin yang dia ta’ati dalam agama (selain Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam…)

فإ نٌَهم لا يقبلو ن من الد ين رأيًا ورو ايةً إلاَّ ما جاءت به طائفتهم

karena mereka tidak mau menerima dari agama ini, kecuali yang berasal dari kelompok mereka saja…

ثُمَّ إنَّهم لا يعلمون ما تو جبه طا ئفتهم

sudah itu mereka tidak mengetahui juga apa yang diharuskan oleh kelompok mereka tersebut…

‎مع أن دين اﻹ سلام يو جب اتَّبا ع الْحقَّ مطلقًا

padahal agama Islam mengharuskan mengikuti kebenaran secara mutlak… (baik secara riwayat maupun secara pendapat bila memang itu kebenaran)

من غير تعيين شخص أو طائفة غير الر سو ل ﷺ

dengan tanpa menentukan harus orang tertentu atau kelompok tertentu selain Rasul shollallahu ‘alayhi wasallam…”

(dalam kitab Iqtadha ash-shirotholmustaqiim jilid 1 hal 86)

⚉   Syaikh Muhammad Utsaimin rohimahullah berkata :

يجب على طا لب العم

…Wajib atas penuntut ilmu untuk menjauhi sifat “kaifiyah wal hizbiyah”, fanatik golongan dimana ia memberikan wala’ dan baro’ kepada kelompok tertentu atau kepada golongan tertentu

فهذالا شك خلاف منهج السلف

yang seperti ini tidak ragu lagi menyelisihi manhaj salaf…

Salafush shalih bukanlah mereka yang membuat golongan-golongan akan tetapi (salafush shalih) mereka hanya memberikan loyalitas dan permusuhan di atas aqidah, di atas iman kepada Allah dan Rosul-Nya.

⚉   Kata Syaikh Utsaimin rohimahullah:

فلا حز بيَّة، و لا تعدد، ولا موالاة، ولا معاداة

…maka tidak boleh ada hizbiyah, tidak boleh juga kita membuat kelompok-kelompok yang banyak, tidak pula memberikan loyalitas dan permusuhan…

‎إلا على حسب ما جاء فِي الكتاب والسنة

kecuali diatas sesuatu yang sesuai Alqur’an dan Sunnah…

فمن النا س مثلاً

diantara manusia… (kata beliau)

من يتحزَّ ب لطائفة معينة، يقرر منهجها

ada yang fanatik kepada suatu kelompok dan menetapkan manhajnya…

وًيستدل عليه با لأ دلة الَّتِي فد تكون دليلاً عليه

dan ia berdalil dengan suatu dalil yang sebetulnya dalil tersebut tidak mendukungnya.

Tapi kemudian pemahamannya di paksakan… kenapa ? Karena itu yang sesuai dengan golongan, maka jelas yang seperti ini tidak dibenarkan…” kata Syaikh Utsaimin rohimahullah (dalam Kitabul Ilm hal 81)

👉🏼   Maka siapapun orang yang fanatiknya kepada selain Allah dan Rosul-Nya, sulit untuk menerima kebanaran yang berasal dari Allah dan Rasul-Nya, apabila yang membawanya ternyata bukan kelompoknya atau bukan ustadz yang ia fanatik kepadanya, atau bukan organisasi atau yayasan yang ia menisbatkan diri kepadanya… maka yang seperti ini jelas Hizbiyah ya akhi.

Jangan sampai menganggap organisasi itu hizbi tapi ternyata dia fanatik kepada seorang ustadz dan memberikan wala’ dan baro’ kepada ustadz tersebut, sehingga sebetulnya diapun juga masuk ke dalam hizbi.

👉🏼   Hizbiyah itu bukan melihat kepada golongan atau melihat kepada organisasi atau yayasan. Karena itu hanyalah wasilah… Tetapi hakekatnya hizbiyah itu fanatisme, dimana ia memberikan loyalitas dan permusuhan di atasnya.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-10

Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 9) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 10 🌿

Penghalang yang ke 10 dari kebenaran yaitu…

⚉   HASAD.

Apa itu ?

👉🏼   Yaitu iri hati, dengki, dia tidak suka orang lain diberikan kenikmatan. Ketika kita merasa panas dengan kenikmatan yang di berikan kepada teman kita atau saudara kita.. berarti kita dengki.

الْحَسد: هو الباعث على أوَّل معصية

Dengki adalah merupakan maksiat pertama di muka bumi.” Dimana iblis dengki kepada Nabi Adam ‘alayhissalam, sehingga ia tidak mau sujud kepadanya.

Dengki juga yang membuat orang Yahudi kufur kepada Allah dan tidak mau mengikuti Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam karena ternyata Nabi Muhammad shollallahu ‘alayhi wasallam bukan dari Banu Israil tetapi dari Banu Isma’il.

Demikian pula dengki menyebabkan banyak orang kufur kepada Allah. Maka kewajiban seorang hamba adalah untuk berhati-hati dari kedengkian.

⚉   Syaikh ‘Abdurrahman Al-mu’alimii berkata dalam Kitab “Attankiil” (jilid 2/ hal 195)

الحسد ، وذلك إذا كان غير ه هو الذي بيَّن الحق فيرى أن اعتر افه بذلك الحق يكون اعتر افًا لذلك المبيَّن بالفضل والعلم واﻹصابة، فيعظم ذاك فِي عيو ن الناس

Dengki yaitu kalau ternyata dia melihat orang lain yang lebih muda misalnya dari dirinya menjelaskan kebenaran dan kalau ia mengakui kebenaran yang dibawa orang tersebut, dia merasa…
wah.. berarti orang ini sama saja akan jadi besar, gara-gara saya mengakui kebenaran yang dia bawa..

Akhirnya apa yang terjadi..?! akhirnya diapun tidak mau mengakui kebenaran yang dibawa oleh orang
tersebut, karena dia tidak ingin orang yang membawa kebenaran tersebut menjadi besar.
Maka ini adalah merupakan kedengkian.

⚉   Berkata Abu Hatim Ibnu Hibban dalam kitab “Raudhotul ‘uqolaa” (halaman 136)

وأكثر ما يو جد الحسد بين الأقران

Hasad itu seringkali terjadi di antara dua orang yang bersaing atau yang dalam satu pekerjaan (misalnya).

‎لأن اكتبة لا يحسدها إلا الكتبة

Contoh misalnya kata beliau : sesama penulis sekretaris, biasanya hasadnya kepada yang sama juga. Demikian pula pebisnis biasanya hasadnya kepada pebisnis juga. Ustadz biasanya hasadnya kepada ustadz juga. Murid demikian pula, biasanya dengan yang sama dengan yang sejenis.

⚉   Imam Asy Syaukanii berkata dalam “Adabut-tholab” (halaman 91) :
Diantara sebab yang mencegah dari bersikap adil itu adanya persaingan antara dua orang dalam keutamaan atau dalam kedudukan, baik kedudukan agama maupun dunia. Dimana ketika syetan meniupkan was-was di hatinya, akhirnya kemudian persaingan tersebut membawa salah satunya atau kedua-duanya untuk saling menjatuhkan.”
Maka yang seperti ini sangat berbahaya.

Jadi was-was atau dengki itu akibat daripada terkadang dua teman yang sejawat, yang sepekerjaan, yang sama statusnya karena ada persaingan, di situ terjadilah hasad dan kedengkian.

Maka bagaimana cara menghilangkan kedengkian ?

👉🏼   Berusahalah, yang pertama, kita untuk mendo’akan orang yang kita merasa dengki kepadanya. Kita juga berusaha untuk memberinya hadiah. Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda : “Hendaklah kalian saling memberikan hadiah, niscaya kalian saling mencintai” (riwayat Imam Ahmad).

Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam juga menyuruh kita saling mengunjungi. Kata Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam: “Kunjungilah sekali-kali.. niscaya akan tumbuh rasa cinta.
Kita kunjungi dia, kita do’akan dia, kita berikan hadiah kepada dia, dan berusaha kita lawan rasa dengki di hati tersebut, karena kedengkian itu tidak ada manfa’atnya sama sekali.

Kedengkian itu hanya menyebabkan kita terjerumus kepada berbagai macam kemungkaran dan mendatangkan kemurkaan Allah kepada kita.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-9

Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 8) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 9 🌿

Penghalang yang ke 9… yang menghalangi seseorang dari kebenaran :

⚉   ااكبر… yaitu sombong, dimana sombong adalah merupakan penghalang iblis untuk ta’at kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

⚉   Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata dalam kitab Naqdul Mantiq hal 27

Oleh karena itu kamu dapati orang yahudi itu ngeyel diatas kebatilan mereka… (kenapa ?) Karena di hati mereka ada kesombongan, kedengkian dan kerasnya hati dan hawa nafsu yang lainnya.

Adapun orang-orang yang berpegang pada Al Haq, mereka orang yang paling tawadhu, paling mudah menerima kebenaran dan menuduh jangan-jangan mereka (sendiri) yang salah, dan paling semangat mencari kebenaran.

Makanya mereka tidak merasa sulit untuk merujuk atau mengkoreksi kembali pendapat-pendapat mereka (barangkali mereka yang salah).

Dia selalu – pencari kebenaran – merasa jangan-jangan saya di atas kesalahan, kemudian dia terus mencari hujjah, dalil, kalau ternyata dia diatas kesalahan, mudah bagi dia untuk meninggalkan kesalahan dan berpegang kepada kebenaran.

وما أكثر الأقو ال الَّتِي نز ع عنها المتقو ن لَما ظهر لَهم ضعفها، وما حَملهم الكبر على اﻹصرار على الباطل

Berapa banyak, (kata beliau) orang-orang yang telah jelas kepadanya kelemahan pendapatnya, ternyata tidak mau rujuk, tidak mau meninggalkannya, karena ada kesombongan di hatinya.

و خشية أن يُظن بِهم النقص

Dan dia khawatir, kalau ia berubah pendapatnya, dianggap ilmunya kurang atau mengurangi kewibawaannya dan yang lainnya, padahal kalau kita mau rujuk kebenaran itu lebih terpuji, daripada mempertahankan kebatilan demi hanya karena mempertahankan kedudukan.

⚉   Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata

Berpindahmya seseorang dari satu pendapat ke pendapat yang lain karena telah jelas kepada dia kebenaran, itu terpuji. Berbeda kalau ia ngeyel diatas pendapat yang tidak ada hujjahnya sama sekali. Dan ia tinggalkan pendapat yang sudah jelas hujjahnya kuat. Maka ini jelas, maka ini tercela (Dalam Al Fatawa Al Kubro jilid 5 hal 125)

Sombong itu menjadikan pelakunya tertipu. Dia merasa dirinya telah kokoh ilmunya, dia merasa telah tinggi kedudukannya, sehingga akhirnya untuk merujuk kepada kebenaran sulit sekali.

⚉   Kata Imam Assyatibii rohimahullah :

Orang-orang pengikut hawa nafsu itu, kalau sudah hawa nafsunya kokoh di hati mereka, mereka sudah tidak peduli lagi. Mereka tidak akan pernah lagi merujuk atau memeriksa pendapat-pendapat mereka lagi.

Tidak akan pernah menuduh pendapatnya salah atau tidak. Yang jelas karena itu yang sesuai dengan hawa nafsu mereka.
Itulah yang di pegang kuat-kuat, tidak peduli lagi setelah itu apakah pendapatnya kuat atau lemah.

👉🏼   Maka dari itulah kewajiban kita adalah untuk senantiasa tunduk kepada kebenaran, dan rujuk kepada kebenaran kalau memang kita nyata diatas kesalahan atau kelemahan pendapat.

👉🏼   Berapa banyak orang yang terhalang dari kebenaran, karena ia merasa angkuh, merasa bangga dengan akalnya, dengan kedudukannya, dengan kepintarannya, dengan kecerdasannya, dengan titelnya dan yang lainnya.

‎نسأل الله السلامة والعافية

Kita memohon kepada Allah keselamatan.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Wajib Mempelajari Ilmu Yang Utama

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Bolehkah Mendo’akan Keburukan Bagi Orang Yang Pernah Berbuat Zholim..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Bolehkah Membenci Seorang Muslim Karena Sikapnya Yang Kerap Meremehkan Orang Lain..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Nasihat Bagi Orangtua Yang Kerap Menceritakan Keberhasilan Anaknya…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Bagaimana Sikap Seorang Penuntut Ilmu Ketika Mendapati Kekurangan/Kesalahan Pada Diri Gurunya (Ustadznya)…?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini (tunggu hingga video player muncul dibawah:

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-7

Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 6) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 7 🌿

Penghalang yang ke 7 yaitu:

⚉  TAQLID yang disertai dengan fanatik buta.

👉🏼   TAQLID artinya : mengikuti seseorang, dengan tanpa mengetahui dasarnya, tanpa mengetahui dalilnya.

TAQLID adalah merupakan perkara yang haram. Kapan ?
Ketika telah sampai kepada kita keterangan dan dalil.

Apabila telah sampai kepada kita keterangan dalil yang shohih, kemudian kita tolak dalil keterangan, hanya karena mengikuti seseorang, maka ini adalah merupakan taqlid yang tercela.

Sedangkan taqlid bagi orang yang awam yang tidak mengetahui dan tidak mampu memahami dalil, hukumnya wajib.
Kecuali, apabila telah sampai kepada dia dalil yang lebih kuat, lalu ia tinggalkan dalil hanya karena mengikuti syaikh-nya, maka ia jatuh kepada taqlid yang haram.

👉🏼   FANATIK, ta’asshub yaitu : seseorang tidak mau mengambil ilmu kecuali dari golongannya saja atau dari syaikh-nya saja.

ياتزم قول عالِم مطلقًا فِي جَميع المسائل

Dia hanya mengikuti pendapat “seseorang alim dalam seluruh permasalahan“, gak mau ngikutin yang lain, yang seperti ini sama saja menganggap syaikh-nya itu maksum, terpelihara dari kesalahan.
Padahal kemaksuman itu hanya milik Rosul shollallahu ‘alayhi wasallam.

Orang yang taqlid yaitu mengikuti seseorang dengan tanpa mengetahui hujjahnya.
Hakekatnya itu bukanlah ilmu dan sangat tidak layak untuk dimiliki oleh orang yang mempunyai sifat penuntut ilmu, karena hakikat ilmu itu adalah yang berdasarkan dalil. Karena sebatas (semata-mata) pendapat, bukanlah ilmu.

⚉  Sayuti rohimahullah berkata, “Para Ulama seluruhnya bersepakat bahwa taqlid itu bukanlah Ilmu
Maka karena taqlid bukan ilmu, (taqlid) tidak boleh dimiliki oleh seorang penuntut ilmu.

⚉  Ibnu Hazm rohimahullah berkata:

‎المقلد راضٍ أن يُغبن عقله

Orang yang taqlid itu ridho kalau akalnya ditipu” (Kitab Mudaawatunnufuus hal 74)

⚉  Ibnu Taimiyah rohimahullah juga berkata:

فإن التقليد لا يورث إلا بلادة

Taqlid itu tidak mewariskan, kecuali kebodohan

Oleh karena itulah seorang penuntut ilmu berusaha untuk mengetahui dasar segala sesuatu dalam setiap permasalahan.

⚉  Berkata Syaikh Abdurrahman Asa’diy rohimahullah (Kitab Almunazhoro Atalfaqhiyyah hal 37)

‎فإن من اعتاد الجري على أقو الٍ لا يُباليِ دلَّ عليها دليل صحيح أو ضعيف أو لَمْ يد لَّ يَخمد ذهنه ولا ينهض بطلب الر قي والا ستز ادة فِي قوة الفكر والذَّهن

Orang yang terbiasa mengikuti suatu pendapat secara membabi buta tanpa peduli apakah ditunjukkan oleh dalil yang shohih ataupun yang dhoif atau bahkan tidak ada dalil sama sekali, maka akalnya itu (kata beliau) telah hilang sinarnya.
Bahkan ia tidak akan pernah mau naik kepada yang lebih tinggi. Tidak pula menambah kekuatan fikir, karena dengan taqlid itu sebetulnya pikiran dia menjadi terkurung.”

⚉  Berkata Alwaziir bin Hubairoh rohimahullah (Kitab Lawamil Anwar 2/465)

من مكايد الشيطان أنه يقيم أو ثاناً فِي المعنَى تُعبد من دون الله مثل أن يتبين له الحق فيقو ل: هذا ايس بِمذ هبنا تقليدًا لِمُعَظَّمٍ عنده قد قدَّ مه على الحق

Diantara tipu daya setan, yaitu dia menjadikan sesuatu di sembah selain Allah.

Contohnya (kata beliau): “telah jelas kepada dia kebenaran, lalu ia tolak kebenaran hanya karena menganggap itu bukan karena madzhab kita, sehingga madzhab lebih ia dahulukan daripada keterangan dari Allah dan Rosul-Nya.” (Seakan-akan madzhab ini menjadi sebuah tandingan).

👉🏼   Maka dari itu hati-hatilah… Kewajiban kita adalah fanatik kepada Allah dan Rosul-Nya, bukan kepada madzhab anu, syaikh anu, alim anu.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN