Simak penjelasan Ustadz Dr. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
Simak penjelasan Ustadz Dr. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
.
KAIDAH SEBELUMNYA (KE-49) bisa di baca di SINI
=======
🌼 Kaidah yang ke 50 🌼
⚉ Bahwa Assalafiyyun Ahlussunnah wal Jama’ah menyebutkan terjadi kesalahan dalam memahami waro’ dari 3 sisi:
1⃣ Yaitu banyak orang mempunyai keyakinan bahwa waro’ itu hanya berhubungan dengan meninggalkan sesuatu yaitu meninggalkan yang haram, meninggalkan yang syubhat, namun mereka malah kemudian jatuh kepada meremehkan kewajiban, dan ini sebuah pemahaman yang salah,
Ada orang maasya Allah meninggalkan yang haram, meninggalkan yang syubhat, tapi ternyata dia malah meninggalkan yang wajib seperti menyambung silaturahim, memenuhi hak tetangga, memberikan santunan kepada fakir miskin dan yang lainnya.
Maka ini tentu sebuah kesalahan, bahwa waro’ hanya sebatas di pahami untuk meninggalkan sesuatu yang haram dan sesuatu yang samar.
2⃣ Yaitu ada orang yang melakukan kewajiban dan juga sesuatu yang samar.
Ada orang yang meninggalkan yang haram dan juga sesuatu yang samar, sehingga waro’nya ini malah menimbulkan was-was.
Sebuah contoh ada orang yang berwudhu, lama wudhunya sampai setengah jam, kenapa ?
Karena dia takut jangan-jangan saya belum mencuci anggota badan saya, jangan-jangan saya tadi sudah batal, sehingga akhirnya apa ? Dia menganggap itu sebuah waro’. Padahal itu bukan waro’, itu adalah was-was , maka ini jelas perkara yang tidak dibenarkan, bahkan termasuk berlebih-lebihan yang Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasalam sebutkan:
هَلَكَ المُتَنَطِّعُوْنَ
“Celakalah orang-orang yang berlebih-lebihan.“
3⃣ Yaitu seseorang hanya sebatas melihat dari satu sisi tapi melupakan sisi yang lain.
Contoh misalnya dia melihat dari sisi kerusakannya saja. Tapi tidak melihat dari sisi maslahatnya.
Padahal syari’at Islam itu mempertimbangkan antara maslahat dan mafsadah.
Kalau ternyata maslahatnya jauh lebih besar daripada mafsadahnya, maka itu di syari’atkan.
Kalau ternyata mafsadahnya jauh lebih besar daripada maslahatnya maka itu di haramkan.
Dan apabila maslahat dan mafsadah sama, maka hendaknya kita berusaha untuk tinggalkan.
Nah tapi ada orang yang hanya sebatas melihat dari satu sisinya saja, dari sisi kerusakannya saja dan menganggap itulah waro’. Padahal tidak demikan, memang misalnya disana ada kerusakannya tapi disana maslahatnya jauh lebih besar yang orang tersebut tidak melihat dari sisi situ.
👉🏼 Maka dari itu pahamilah bahwa hakikat waro’ adalah meninggalkan sesuatu yang dikhawatirkan akan merugikan akhirat kita.
Berupa meninggalkan yang haram, meninggalkan yang samar, melaksanakan berbagai macam kewajiban-kewajiban, namun mereka tidak jatuh kepada was-was, mereka betul-betul berpegang kepada dalil, berpegang kepada kaidah-kaidah yang telah di tetapkan oleh syari’at, sehingga ketika terjadi was-was mereka kembalikan kepada sesuatu yang bersifat yakin. Nah inilah perkara yang benar dalam memahami waro’.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj
Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
da171016-1703
Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
1. SAFAR
==================================================
2. SAKIT
==================================================
3. TERPAKSA
==================================================
4. LUPA
==================================================
5. KE-TIDAK TAHUAN
==================================================
6. SULIT MENGHINDARI
==================================================
7. KEKURANGAN YANG ADA PADA DIRI/FISIK
==================================================
8. KEADAAN GENTING/DARURAT
==================================================
9. TIDAK SENGAJA
ARTIKEL TERKAIT
Kaidah Besar ke 2 Dari Ushul Fiqih : Keyakinan Tidak Bisa Dikalahkan Oleh Keraguan…
Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
ARTIKEL TERKAIT
Kaidah Besar ke 2 Dari Ushul Fiqih : Keyakinan Tidak Bisa Dikalahkan Oleh Keraguan…
Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
ARTIKEL TERKAIT
‘SETELAH’ Sholat Baru Teringat Ada Najis Di Pakaian, Apa Yang Harus Dilakukan..?
Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
ARTIKEL TERKAIT
‘DI TENGAH’ Sholat Baru Teringat Ada Najis Di Pakaian, Apa Yang Harus Dilakukan..?
Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
.
KAIDAH SEBELUMNYA (KE-48) bisa di baca di SINI
=======
🌼 Kaidah yang ke 49 🌼
⚉ Dan mereka meyakini bahwa tidak akan sempurna keinginan kepada kehidupan akhirat kecuali dengan zuhud dalam kehidupan dunia.
Ahlussunnah mempunyai keyakinan bahwa siapapun yang ingin mencintai akhirat hendaklah ia mengurangi cintanya kepada dunia.
Karena cinta dunia dengan cinta akhirat tidak akan bersatu.
Apabila cinta akhirat kuat dihati seorang hamba, maka cinta dunia akan lemah. Demikian pula cinta dunia itu ketika kuat dihati seorang hamba maka cinta akhiratpun akan lemah karena Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam mengumpamakan hati itu seperti bejana. Bejana kalau diisi air akan pergilah selainnya, ketika diisi dengan tanah, airpun akan pergi dan hilang.
Ibnul Qayyim rohimahullah berkata tidak akan lurus zuhud dalam dunia kecuali dengan melihat dua penglihatan yang benar. Apa itu?
1⃣ Melihat kepada hinanya dunia, dan bahwasanya dunia itu adalah fana, dan bahwasanya kesenangan (di dunia) itu tidak lepas dari kesusahan, kelelahan, kesedihan, ketakutan dan bahwasanya ia tidak akan pernah kekal selama-lamanya.
2⃣ Yaitu dengan melihat kepada kehidupan akhirat. Bagaimana kekekalannya akhirat, bagaimana kesenangannya yang tak pernah ada henti-hentinya.
Maka apabila seorang hamba melihat dua perkara ini dengan akal pikirannya, lalu ia menimbang dan melihat bahwasanya ternyata kesenangan dunia sangatlah sedikit di bandingkan dengan kesenangan akhirat. Maka pada waktu itu keinginan kepada kehidupan akhiratpun menjadi besar, menjadi kuat dan menjadi zuhudlah ia dalam kehidupan dunia.
⚉ Apa itu Zuhud ?
Hakikat zuhud kata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah yaitu
ترك ما لا ينفع في الآخرة
“yaitu meninggalkan segala sesuatu yang tidak bermanfaat untuk kehidupan akhiratnya“
Maka semua yang sifatnya tidak ada manfaatnya untuk kehidupan akhirat ia tinggalkan, itu adalah ZUHUD.
Dan juga agar zuhud di dunia itu dengan cara melihat, membaca ayat-ayat dalam Alqur’an, dalam hadits bagaimana Allah mensifati dunia :
⚉ dimana dunia itu kesenangan yang menipu,
⚉ dunia itu sesuatu yang fana,
⚉ dunia itu lebih hina dari bangkai anak kambing,
⚉ dunia itu lebih hina daripada sayap seekor nyamuk,
⚉ bahkan Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam mengumpamakan dunia itu bagaikan kotoran manusia.
👉🏼 Maka dari itu ketika seorang hamba betul-betul menginginkan kehidupan akhirat, hendaklah ia mengosongkan hatinya dari tertipu dengan dunia, dari mengikuti syahwat dan hawa nafsunya. Seperti sebuah kapal yang berlayar diatas lautan, ia akan tetap bisa berlayar apabila kapal itu kosong dari air laut. Tapi ketika air laut telah memenuhi kapal pasti akan tenggelam.
👉🏼 Maka apabila kita ingin bisa berlayar dalam kehidupan dunia dan selamat sampai kepada kehidupan akhirat, janganlah penuhi hati kita dan jangan sampai hati kita tenggelam dalam syahwat dan hawa nafsu.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj
Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN
Simak penjelasan Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
ARTIKEL TERKAIT
Kaidah Besar ke 3 Dari Ushul Fiqih – part 1 : Kaidah Kesusahan Mendatangkan Kemudahan…
Kaidah Besar ke 3 Dari Ushul Fiqih – part 2 : Sebab-Sebab Yang Mendatangkan Kemudahan…
Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih