Tj Shalat Sunnah Qobliyah Jum’at

416. BBG Al Ilmu – 363

Pertanyaan:
Masalah sholat antara 2 azan pada sholat jum’at. Dulu sering Saya ikut kerjakan seperti kebanyakan orang kita (indonesia) kerjakan. Tapi akhir2 ini saya jadi ragu2 lantaran teman saya bilang bahwa itu tidak dikerjakan oleh Nabi  ‎صلى الله عليه وسلم . Mohon kesediaan ustad dapat jelaskan.

Jawaban:
Jika kita melihat hadits, begitu pula atsar sahabat disebutkan mengenai adanya empat raka’at shalat sunnah atau selain itu. Namun hal ini BUKAN menunjukkan bahwa raka’at-raka’at tadi termasuk shalat sunnah rawatib sebelum Jum’at sebagaimana halnya dalam shalat Zhuhur. Dalil-dalil tadi hanya menunjukkan adanya shalat sunnah sebelum Jum’at, namun bukan shalat sunnah rawatib, tetapi “shalat sunnah mutlak”. Artinya, kita melakukan shalat sunnah dengan dua raka’at salam  tanpa dibatasi, boleh dilakukan berulang kali hingga imam naik mimbar.

Kebiasaan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat Jum’at adalah beliau keluar dari rumah, lalu langsung naik mimbar (tanpa ada shalat tahiyyatul masjid bagi beliau), lalu beliau berkhutbah di mimbar, lantas turun dari mimbar dan melaksanakan shalat Jum’at.

Jika ada yang menyatakan adanya shalat sunnah rawatib sebelum Jum’at, maka perlu ditanyakan, “Kapan waktu melakukan shalat tersebut di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?”

Jika dijawab, setelah adzan. Maka tidaklah benar karena tidak ada dalil yang mendukungnya. Yang terjadi di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, adzan Jum’at hanya sekali.

Jika dijawab, sebelum adzan. Maka seperti itu bukanlah shalat sunnah rawatib. Itu disebut “shalat sunnah mutlak”.

Salah seorang ulama besar Syafi’iyah, Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah berkata:

“Adapun shalat sunnah rawatib sebelumm Jum’at, maka tidak ada hadits shahih yang mendukungnya.” (Fathul Bari, 2: 426)
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/shalat/4068-adakah-shalat-sunnah-qobliyah-jumat.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Cara Membayar Puasa Yang Belum Terbayar

415. BBG Al Ilmu – 371

Pertanyaan:
Bagaimana cara membayar puasa yang tahun lalu belum terbayar dan tahun ini tidak bisa menjalankan puasa lagi karna sedang hamil ustadz ?

Jawaban:
Ust. Abdussalam Busyro Lc

Orang punya hutang puasa karena haid dan belum sempat bayar puasa kemudian hamil maka bayar hutangnya tatkala longgar untuk qadha puasa, bisa sesudah menyusui, dan hendaknya banyak istighfar jangan lupa bersedekah.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Sutrah Dan Jarak Aman Lewat Didepan Orang Yang Sedang Shalat

414. BBG Al Ilmu – 399

Pertanyaan:
Jamaah masjid yang masih awam sholat harus ada pembatas, bagaimana kita melewatinya?
1. Apa harus menunggu mereka selesai sholat sedangkan letaknya mereka sholat menyebar.
2. Berapa jarak yang kita tdak boleh lewati? Apa sebatas daerah sujud yg tdak boleh dilintasi

Jawaban:
Ust. Abdussalam Busyro Lc

Sutroh hukumnya wajib. Sutroh bisa berupa dinding, tiang, tas yang agak tinggi dan bisa juga badan orang yang sedang duduk atau sedang sholat, jika kita harus melewati maka kita boleh lewat di depannya 2 hasta dari tempat sujud, satu hasta sama dengan 47 cm.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Renungan (Mesir)

Semua orang berakal sehat tentu mengecam kezoliman pihak militer yang membunuhi warga Mesir….

Akan tetapi bukanlah sikap bijak memprovokasi rakyat mesir yang tidak memiliki kekuatan untuk berdemonstrasi sehingga mengakibatkan tertumpahnya darah kaum muslimin…apalagi dengan slogan yang indah… (jihaad…!!)

Sikap bijak adalah semua fatwa yang mengarahkan kepada ketenangan, baik dengan menasehati pihak militer agar mereka menghentikan tindakan kejam mereka, demikian pula dengan menyeru para demonstran untuk kembali ke rumah-rumah mereka…

Siapakah yang bahagia dengan tewasnya ribuan rakyat mesir…?? tidak lain kecuali hanya orang-orang kafir.

Adakah seorang muslim yang senang jika akhirnya orang-orang kafir baik Amerika atau Israil akhirnya mau ikut campur menangani konflik Mesir…??!!

Para ulama telah menjelaskan bahwa boleh rakyat memberontak jika telah memenuhi 2 persyaratan :

1) penguasa telah kafir
2) ada kekuatan yang mampu untuk menggulingkan penguasa tersebut

kenyataannya persyaratan pertamapun masih sulit untuk dipenuhi, taruhlah pihak militer dikendalikan oleh orang-orang sekuler akan tetapi apakah mereka sudah sampai pada tahapan kafir???

Terlebih lagi persyaratan yang kedua….???

Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di Mekah melihat keluarga Ammar bin Yaasir dibunuh demikian juga para budak disiksa maka Nabi hanya memerintahkan mereka untuk bersabar…karena kekuatan kaum musimin yang tdk berimbang tatkala itu.

Akhirnya kita hanya bisa berdoa semoga Allah menghilangkan fitnah dari Mesir dan menjaga darah saudara-saudara kita kaum muslimin

 Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Manusia Dan Ilmu “TIDAK TAHU”

Al-Khalil bin Ahmadal-Farahidi -Rahimahullah- pernah berkata:

Manusia itu ada empat :

1. Orang yang TAHU dan MENGETAHUI dia tahu. Itulah orang ALIM maka ambillah ilmu darinya.

2. Orang yang TAHU dan dia TIDAK SADAR bahwa dia tahu, itulah orang LUPA maka ingatkanlah!

3. Orang yang TIDAK TAHU dan dia MENYADARI bahwa dia tidak tahu, inilah orang yang MENCARI PETUNJUK, maka ajarilah!

4. Orang yang TIDAK TAHU dan dia TIDAK SADAR kalau dia tidak tahu. Inilah orang BODOH maka tinggalkanlah!

(Al-Ma’rifah wat Tarikh2/38 diambil dari kitab al-Ulama wa ilmu Laa Adri karya Abdurrahman YusufaliFarhaan, hlm 7).

Disadur oleh Ustdz Kholid Syamhudi, Lc 

» Share Web
http://m.klikuk.com/manusia-dan-ilmu-tidak-tahu/

Merdeka, Merdeka, Merdeka

Kata2 itu dijadikan sebagai yell-yell di hari yang diklaim sebagai hari kemerdekaan..

Pertanyaannya: anda, saya & kita semua sudah merdeka dari apa?

Merdeka dari penjajahan..?

Merdeka dari perbudakan..?

Seharusnya kita malu, katanya kita sudah merdeka..??

Tetapi makam keramat dimana-mana…

Acara2 ritual yang berbau syirik masih dilestarikan..

Orang2 pintar yang suka meramal & memperaktekan perdukunannya dengan ilmu sihir laris manis tanjung kimpul..

penyimpangan & kemaksiatan sungguh merajalela ..

Apakah ini namanya merdeka, apa kata Dunia??

Ibnu Qoyyim rahimahullah bertutur, “Manusia jangan pernah mengklaim dirinya merdeka bila masih menggagungkan makhluk & meremehkan Allah..

Dan jangan pernah menganggap dirinya merdeka jika belum mampu membebaskan dirinya dari segala penyimpangan dengan taubat, hati yang bergantung hanya kepada Allah, mampu meredam emosi dan mampu menahan nafsu..”

Semoga setelah ini kita semua bisa memahami arti kemerdekaan yang sesungguhnya!

Kendaraan Yang Terbaik

Mobil..
Motor..
Kebutuhan hidup..
Keinginan kita tentu yang terbaik..
Yang terbaik bukan selalu yang mewah..
Atau mahal harganya..
Tapi..
Yang membantu untuk menaati Allah..
Yang tidak membuat ujub dan bangga diri..
Yang tidak menodai hati dengan kesombongan..
Yang tidak menyibukkan dari mengingat Allah..
Ya..
Memang..
Inginnya punya kendaraan yang wah..
Namun..
Buat apa wah..
Bila mendatangkan kemurkaan Allah..
Buat apa mewah..
Jika membuat lupa dan bangga diri..
Tapi..
Semua itu butuh qona’ah..

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى

Persahabatan Yang Memberikan Faedah

Malik bin Dinaar rahimahullah berkata ;

“كل أخ وجليس وصاحب لا تستفيد منه خيرًا في أمر دينك؛ ففرّ منه”

“Semua teman duduk dan sahabat yang engkau tidak mengambil faedah kebaikan agama darinya maka hendaknya engkau lari darinya” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunyaa)

Sungguh persahabatan menyita waktu yang sanagat banyak, karenanya bersahabatlah dengan kawan yang engkau bisa mengambil faedah agama darinya atau sebaliknya engkau memberikan faedah agama kepadanya.

 Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Orang Ikhlas Adalah Yang Senang Dinasehati

Orang yang mengharapkan wajah Allah tidak takut dikritik kesalahannya dalam berkata dan tidak khawatir ditunjukkan kebatilan perkataannya, bahkan ia menyintai kebenaran darimanapun datangnya dan menerima petunjuk (huda) dari orang yang memberinya petunjuk.

Kekerasan dalam kebenaran dan nasehat lebih ia cintai dari bermanis muka atas perkataan buruk. Temanmu adalah yang meluruskanmu secara jujur, bukan yang selalu membenarkanmu.

(Al-Awaashim walQawaashim, karya Ibnul Wazir 1/223).

Disadur oleh Ustadz Kholid Syamhudi

– – – – – •(*)•- – – – –

Menebar Cahaya Sunnah