Taqobbalallahu Minna Wa Minkum

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu Akbar wa lillahil hamd.

Di penghujung bulan Ramadhan ini, hanyalah ampunan dan pembebasan dari siksa neraka yang kami harap-harap dari Allah yang Maha Pengampun. Kami pun berharap semoga Allah menerima amalan kita semua di bulan Ramadhan, walaupun kami rasa amalan kami begitu sedikit dan begitu banyak kekurangan di dalamnya. Taqobalallahu minna wa minkum (Semoga Allah menerima amalan kami dan amalan kalian). Semoga Allah menjadi kita insan yang istiqomah dalam menjalankan ibadah selepas bulan Ramadhan.

Selengkapnya di Rumaysho.Com:
http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/2708-perpisahan-dengan-bulan-ramadhan.html

 Ditulis oleh Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Jangan Kau Nodai Silaturahim-mu

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

من أحب أن يبسط له في رزقه و ينسأ له في أثره فليصل رحمه

“Siapa yg menginginkan rizkinya dilapangkan & umurnya dipanjangkan, maka sambunglah tali silaturrahim”. (HR. Al-Bukhari & Muslim).

Banyak keutamaan Чƍ akan kita peroleh tatkala kita menyambung tali silaturrahim, Чƍ diantaranya adalah:

– Silaturrahim adalah syiar keimanan kepada Allah Ta’ala & Hari Akhir, Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

من كان يؤمن بالله و اليوم الآخر فليصل رحمه. رواه البخاري

“Barangsiapa Чƍ beriman kepada Allah & Hari Akhir, maka hendaklah dia menyambung tali silaturrahimnya.” (HR. al-Bukhari).

– Silaturrahim merupakan sebab Чƍ besar, Чƍ dapat memasukan kedalam surga, sebagaimana jawaban Rasulullah صلى الله عليه و سلم ketika ada Чƍ bertanya amalan Чƍ dapat memasukan kedalam surga, beliau صلى الله عليه و سلم menjawab, engkau menyembah Allah & tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, mendirikan shalat, menunaikan zakat & menyambung tali silaturrahim. (HR. al-Bukhari dan Muslim).

– Silaturrahim adalah ketaatan kepada Allah Ta’ala, karena Allah Ta’ala memerintahkan kita untuk menyambungnya.

Namunpun demikian, janganlah dengan alasan silaturrahim kita meremehkan & menganggap sepele masalah ikhtilat (bercampur baur) laki-laki dan perempuan Чαπƍ bukan mahromnya,
Serta jabat tangan terlebih cipika-cipiki dengan lain jenis, atau menampakkan auratmu pada selain mahrommu, karena hal itu terlarang, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لأن يطعن في رأس أحدكم بمخيط من حديد خير له من أن يمس امرأة لا تحل له

“Kepala salah seorang diantara kalian ditusuk dengan jarum besi lebih baik baginya ketimbang menyentuh wanita yg tidak halal baginya (bukan mahromnya). HR. ath-Thabrani, al-Baihaqi. Lihat shahih al-Jami:5045.

Sekali lagi, jangan kau rusak dan nodai sarurrahim Чƍ banyak keutamaannya dengan sesuatu Чαπƍ dilarang syari’at.

 Ditulis oleh Ustadz Fuad Hamzah Baraba’ حفظه الله تعالى

– 〜✽〜-

Taqwa, Sudahkah kita Peroleh ?

Ust. Dr. Syafiq Riza Basalamah

Ramadhan telah berlalu…dengan suka dan dukanya

Ramadhan telah pergi meninggalkan kita dengan segala harap dan asa

Setiap tahun ia datang dan pergi…

Namun yang perlu ditanyakan, apakah kepergiannya meninggalkan bekas pada diri kita

Sebulan penuh, jiwa dan raga kita ditempa,
sebulan penuh digembleng dengan segala makna taqwa
Berpuasa menahan diri dan mengatur. emosi
Shalat terawih menyisihkan waktu. untuk mengabdi kepada rabby
Membaca kitabullah pedoman hidup yang abadi
Bersedekah, Menyisihkan sedikit harta untuk mengingatkan bahwa semua harta adalah titipan Rabby

Pada hari ini, apakah target dari disyariatkannya puasa
لعلكم تتقون

Sudah kita peroleh

Amalan diterima dan dosa diampuni
Sehingga kita menjadi orang-orang yang pantas untuk bergembira pada hari ini???

Atau malahan kita adalah orang-orang yang merugi pada hari ini

Walaupun tawa menghiasi bibir
Pakaian baru dan accessories menempel di tubuh
Karena ternyata puasa kita tidak diterima
Ramadhan kita hampa dari segala makna taqwa

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengamini doa jibril:

((رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ))
“Sungguh sangat merugi seseorang yang masuk ke dalam Ramadhan dan tidak diampuni dosanya”.(HR. Al Baihaqy)
Amiennnnnnnnnnnnnnnnnnn

Begitu Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berucap

Ramadhan Segera Meninggalkan Kita

Seakan-akan aku melihat ramadhan…,
lalu kusapa ia, “Hendak kemana dikau ?”

Dengan lembut ia seakan-akan berkata,
“Aku harus pergi, mungkin jauh dan sangat lama. Tolong sampaikan pesanku untuk setiap muslim :
Sesungguhnya syawaal telah tiba, salam dan terima kasihku untuknya karena telah menyambutku dengan suka cita. Aku tidak tahu apakah tahun depan ia masih bisa menyambutku lagi
atau tidak..??

Jika tahun depan ia masih bisa menyambutku lagi maka aku berharap ia bisa menyambutku dengan lebih baik lagi, dengan penuh tilawah dan sholat malam.

Aku sangat sedih jika mengingat penyambutannya yang kurang berkenan di hatiku. masih terlalu banyak canda, perkataan yang sia-sia serta waktu-waktu yang terbuang tanpa arti..  padahal ia tahu bahwa jika ia menyambutku dengan baik maka tentu
aku akan menyambutnya dengan lebih baik lagi kelak di pintu Ar-Royyaan….

Akan tetapi semua sudah berlalu dan sudah terlanjur. Semoga setetes air mata yang pernah berlinang dari kedua matanya karena takut tidak bisa menyambutku dengan baik akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya dan menyempurnakan kekurangan-kekurangannya.

Sampaikan pula kepadanya bahwa bukanlah lebaran yang hakiki adalah dengan hanya memakai baju baru, akan tetapi lebaran yang hakiki adalah bergembira dengan keimanan dan semangat baru dalam beribadah.

Janganlah sepeninggalku ia terjerumus kembali kepada kemaksiatan-kemaksiatan… ingatlah sesungguhnya Tuhan yang ia sembah tatkala ia menjamu kedatanganku… Dialah Tuhan
yang juga ia sembah tatkala aku pergi….

Demikianlah pesanku kepadanya, sampaikan salamku kepadanya,
semoga ia masih tetap terus merindukan kedatanganku di tahun-
tahun mendatang…. sampai ketemu di
pintu Ar-Royyaaan….”.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

 

Lupa Penyakit Sendiri

Begitu perhatiannya kita untuk berkeliling mencari obat tatkala tubuh kita sakit…
Namun pernah kita serius untuk mengobati penyakit yang jauh lebih berbahaya? Yaitu penyakit-penyakit hati…??
Bagaimana kita serius…, sementara kita tdk merasa berpenyakit hati…!!!, kita merasa hati kita bersih…!!??
Seorang berpenyakit hati berkata kepada seorang dokter :

سـقامي من مُقـارفةِ الخَطـايا..
وليـس مِنَ الزُّكامِ ولا السُّـعالِ..

Penyakitku disebabkan dosa-dosa yang kulakukan
Bukan karena pilek ataupun pening

فإن كنـتَ الطَّبيبَ فما عـلاجٌ..
لذنـبٍ فَوْق رأسـي كالجبـالِ؟؟

Jika engkau adalah benar-benar seorang dokter maka apakah obat penyakitku?

نُسـائلُ مـا الدَّواءُ إذا مَرِضـنا..
وداءُ القَـلْبِ أولـى بالسُّـؤالِ..

Kita selalu bertanya tentang obat jika kita sakit
Padahal penyakit hati kita lebih utama untuk kita tanyakan akan obatnya…

Ya Allah sembuhkan dan bersihkan hati kami dari penyakit-penyakitnya baik yang kami sadari maupun yang tdk kami sadari…

 Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Kesalahan-Kesalahan Yang Banyak Terjadi Pada Hari Raya

Oleh: Ust. Fuad Hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Berikut beberapa pelanggaran dan kesalahan yang sering terjadi pada hari raya yang dilakukan oleh sebagian besar kaum muslimin, hendaknya kita bisa menghindar dan menjauhi perbuatan tersebut.
Diantaranya:

1- Kebiasaan masyarakat Mengkhususkan ziyaroh kubur pada hari id, padahal Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تجعلوا قبري عيداً

“Janganlah kalian jadikan kuburku sebagai tempat perayaan” HR. Abu Daud. Lihat shahih al-Jami’:7226.

2- Tasyabbuh dengan orang-orang Kafir baik dalam hal pakaian ataupun dalam hal adat kebiasaan.

من تشبه بقوم فهو منهم

“Barang siapa menyerupai suatu kaum maka dia termasuk darinya” HR. Ahmad dll. Lihat shahih al-Jami’: 6149.

3- Wanita yang menyerupai laki-laki atau Laki-laki yang menyerupai wanita, dimana perbuatan ini terlaknat,

لعن الله المتشبهات من النساء بالرجال و المتشبهين من الرجال بالنساء

“Allah melaknat wanita yang menyerupai laki-laki dan laki-laki yang menyerupai wanita” HR. Abu Daud, at-Tirmidzi. Lihat shahih al-Jami’:5100.

4- Ikhthilat (bercampur baur) antara laki-laki dan wanita, dan berjabat tangan dengan lain jenis, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لأن يطعن في رأس أحدكم بمخيط من حديد خير له من أن يمس امرأة لا تحل له

“Kepala salah seorang diantara kalian ditusuk dengan jarum besi lebih baik baginya ketimbang menyentuh wanita yang tidak halal baginya (bukan mahromnya). HR.ath-Thabrani, al-Baihaqi. Lihat shahih al-Jami:5045.

Dan masih banyak kesalahan-kesalahan dan pelanggaran yang lain yang masih belum kami sebutkan.

Allahu Ta’ala a’lam.

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Hadits Tentang Takbiran

Ust. Badrusalam Lc

Tidak ada satupun hadits yang shahih tentang kapan dimulai takbir.
Adapun hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar pada hari raya bersama beberapa shahabat sambil bertakbir.
Ia adalah lemah, penjelasannya sbb:
Dalam sanad hadits tersebut ada dua perawi yang lemah yaitu:
1. Ahmad bin Abdurrahman bin Wahb.
2. Abdullah bin Umar Al ‘Umari.
Dan keduanya diselisihi oleh para perawi tsiqah yang meriwayatkannya secara mauquf sampai kepada ibnu Umar saja. Yaitu:
1. Al Walid bin Syujaa’ di katakan oleh Al Hafidz, “Tsiqah.” Ia meriwayat meriwayatkan dari ibnu wahb secara mauquf.
2. Wakii’ bin Al Jarraah, ia meriwayatkan dari Abdullah bin Umar Al Umari secara mauquf juga.
Kesimpulannya bahwa riwayat yang marfu’ adalah munkar.

Namun hadits tsb diriwayatkan dari jalan lain secara mursal, yaitu dari jalan Yazid bin Harun dari Ibnu Abi Dziib dari Az Zuhri bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam keluar pada ‘iedul fithri sambil bertakbir…
Namun, periwayatan ibnu Abi Dziib dinyatakan lemah oleh Yahya bin Ma’in.
Bahkan periwayatannya guncang. Karena terkadang diriwayatkan dari Az Zuhri secara mursal dari perbuatan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.
Terkadang menghikayatkan dari manusia, dan dalam riwayat lain dari perkataannya sendiri.
Oleh karena itu imam Ahmad berkata, “Hadits ini munkar.”
Imam Ahmad berkata, “Syu’bah pernah masuk kepada Ibnu Abi Dziib untuk melarang, Ia berkata, “Jangan ceritakan hadits ini, dan Syu’bah mengingkarinya.”

Dari paparan ini, tampak jelas bahwa hujjah yang menghasankan hadits ini adalah lemah. Wallahu a’lam

– – – – – •(*)•- – – – –

Membayar Zakat Fithri Sejak Awal Atau Pertengahan Ramadhan

Penjelasan dari Ibnu Qudamah:
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fithri dari bulan Ramadhan.” Disebutkan di akhir hadits, “Mereka para sahabat menunaikan zakat fithri sehari atau dua hari sebelum hari raya.” Perkataan ini menunjukkan bahwa inilah waktu yang dipraktekkan oleh seluruh sahabat, sehingga hal ini bisa disebut kata sepakat mereka (baca: ijma’). Karena mendahulukan zakat fithri seperti itu tidak menghilangkan maksud penunaian zakat fithri. Karena harta zakat fithri tadi masih bisa bertahan keseluruhan atau sebagian hingga hari ‘ied. Sehingga orang miskin tidak sibuk keliling meminta-minta (untuk kebutuhan mereka) pada hari ‘ied. Itulah zakat, boleh saja didahulukan beberapa saat dari waktu wajibnya seperti zakat maal. Wallahu a’lam.

Selengkapnya di:
http://rumaysho.com/hukum-islam/zakat/4473-bolehkah-zakat-fitrah-dibayar-di-awal-atau-pertengahan-ramadhan.html

Rumaysho.Com

Macam Macam Nikmat

Ustadz Kholid Syamhudi Al-Bantani Lc حفظه الله تعالى

Ibnul Qoyyim menceritakan bahwa ada seorang Arab menemui Amirul Mukminin Ar Rosyid. Orang itu berkata,

“Wahai Amirul Mukminin. Semoga Allah senantiasa memberikanmu nikmat dan mengokohkanmu untuk mensyukurinya. Semoga Allah juga memberikan nikmat yang engkau harap-harap dengan engkau berprasangka baik pada-Nya dan kontinu dalam melakukan ketaatan pada-Nya. Semoga Allah juga menampakkan nikmat yang ada padamu namun tidak engkau rasakan, semoga juga engkau mensyukurinya”

Ar Rosyid terkagum-kagum dengan ucapan orang ini. Lantas beliau berkata:

“Sungguh bagus pembagian nikmat menurutmu tadi”

Adalah nikmat yang nampak di mata, pula nikmat yang diharapkan kehadirannya, dan nikmat yang tidak dirasakan.
( Ibnul Qayyim Rahimahullah )
 
Itulah nikmat yang sering kita lupakan. Kita mungkin hanya tahu berbagai nikmat yang ada di hadapan kita, semisal rumah yang mewah, motor yang bagus, dsb.

Begitu juga kita senantiasa mengharapkan nikmat lainnya semacam berharap agar tetap istiqomah dalam agama ini, bahagia di masa mendatang, hidup berkecukupan nantinya, dsb. Namun, ada pula nikmat yang mungkin tidak kita rasakan, padahal itu juga nikmat.
 
Semoga kita termasuk orang yang mensyukuri tiga macam nikmat ini.

http://m.klikuk.com/macam-macam-nikmat/ 

Semoga bermanfaat
Sebarkan

Jazaakumullah khairan

Hubungan Erat Antara Terorisme Dan Pemikiran Takfir

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Para ulama Ahlus SUNNAH wal Jama’ah menjelaskan di dalam kitab-kitab Aqidah Dan Manhaj mereka maupun melalui ceramah-ceramah mereka bahwa tersebarnya pemikiran Dan gerakan TERORISME di negeri-negeri kaum muslimin sepanjang sejarah Islam memiliki sebab-sebab, Dan diantara sebabnya yang paling utama adalah SIKAP EKSTRIM DALAM MASALAH TAKFIR (mengkafirkan seorang Muslim, baik rakyat maupun pemerintah).

Oleh karenanya, hampir-hampir dapat dipastikan bahwa tidaklah seorang Muslim melakukan aksi TERORISME (radikalisme), baik dengan pembunuhan, pengeboman, pemberontakan terhadap pemerintah, perampokan Dan semisalnya melainkan ia memiliki sikap EKSTRIM dalam masalah TAKFIR. Dengan pemahaman TAKFIRNYA tersebut ia menganggap dirinya sedang menegakkan amar ma’ruf Dan nahi mungkar, serta merasa sedang berjihad di jalan Allah yang belasannya adalah masuk Surga.

Ketahuilah wahai saudara dan saudariku seiman, bahwa sikap EKSTRIM dalam masalah TAKFIR ini merupakan pemahaman yang SESAT dan menyimpang dari Aqidah Dan Manhaj Nabi shallallahu alaihi wasallam Dan para sahabat radhiyallahu anhum. Karena seorang yang menganut paham TAKFIR Akan mudah mengkafirkan seorang Muslim yang berbuat dosa-dosa besar (seperti mabuk, mencuri, zina, Judi, riba, berhukum dengan selain hukum Allah, dsb) tanpa memperhatikan kaedah-kaedah, Syarat-syarat Dan penghalang TAKFIR sebagaimana yang telah ditetapkan Oleh Allah Dan Rasul-Nya di dalam Al-Quran Dan Hadits-hadits yg SHOHIH.

Maka Dari itu, hendaknya kita menjaga diri kita, anak-anak dan keluarga kita Dari da’i-da’i Dan majlis-majlis taklim yang mengajarkan doktrin TAKFIR. Karena Manhaj (pemahaman) TAKFIRI sangat besar bahayanya bagi individu, masyarakat, Dan negara.

(*) BAHAYA KEKUFURAN DI DUNIA DAN AKHIRAT:

Apabila seorang Muslim telah dihukumi sebagai orang KAFIR, maka konsekuensinya adalah sebagai berikut:

1. Ia menjadi orang MURTAD, karena Islamnya dianggap batal.
2. Darahnya halal ditumpahkan (dibunuh).
3. Hartanya Halal dirampas/dirampok, Dan piutangnya boleh Tidak dilunasi.
4. Kehormatannya menjadi halal untuk ditikam atau digunjing.
5. Kalau ia mati, maka jenazahnya Tidak berhak dimandikan, dikafani Dan disholatkan.
6. Akad nikahnya batal.
7. Ia tidak berhak mendapat jatah warisan.
8. Ia Masuk neraka secara kekal nan abadi.

Demikian tulisan singkat tentang hubungan erat antara TERORISME dengan MANHAJ TAKFIRI. Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq. (Mekkah, 27 Romadhon 1434 / 5 Agustus 2013).

(*) Untuk MELURUSKAN PEMAHAMAN TAKFIR dengan memahami kaedah-kaedah, syarat-syarat dan penghalang pengkafiran terhadap seorang muslim, serta membongkar syubhat-syubhat Jama’ah Takfir, silakan KLIK Link berikut ini dan dengarkan kajiannya:

» Bagian 1.
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Muhammad%20Wasitho/Meluruskan%20Faham%20Takfir/Meluruskan%20Faham%20Takfir%2001.mp3?l=12

» Bagian 2.
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Muhammad%20Wasitho/Meluruskan%20Faham%20Takfir/Meluruskan%20Faham%20Takfir%2002.mp3?l=12

» SUMBER: BBG Majlis Hadits, chat room Faedah & Mau’izhoh Hasanah.

(*) Blog Dakwah Kami:
http://abufawaz.wordpress.com

(BM 2/2. Selesai. اَلْحَمْدُ لِلّهِ ) 🙂

Menebar Cahaya Sunnah