Tj Apakah Ada Hadits Yang Di Riwayatkan Oleh Khadijah Radhiyallahu ‘Anha ?

Pertanyaan AI 289:
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ustadz .أنا mªƲ nanya
Apakah istri nabi ŶªϞģ bernama khodijah pernah meriwayatkan suatu hadist spt aisyah radiallahuanhuma meriwayatkan,brg siapa ŶªϞģ beribdah ŶªϞģ tanpa ∂őά contoh dr kami ini maka akan tertolak”. Mohon penjelasannya.

Jawaban:
Ust. Fuad Hamzah Baraba’ Lc
وَ عَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Ana blm pernah mendengar hal itu. Yg ana tau hadits itu dari Aisyah radhiallahu ‘anha, dan
Khodijah radhiallahu ‘anha tidak
meriwayatkan hadits itu.
Dan khodijah radhiallahu ‘anha jauh lbh dahulu meninggal dunia, semoga Allah Ta’ala meridhoinya.

Tj Uang Zakat Untuk Obat

Pertanyaan Ai 359:

Assalaamu’alaikum..ustadz,Boleh gak kl zakat hasil pertanian diberikan pd org yg anak’y lg skt parah dn butuh uang byk. Tp sbnr’y orgtua’y pny pekerjaan cm sprtinya tdk memungkinkan utk membiayai obat2an dn rmhskt. Syukran

Jawaban:

Zakat mal hanya diperuntukkan bagi 8 golongan Чαπƍ disebutkan dalam surat at-Taubah:60. Apakah dia termasuk ke 8 golongan itu? Kalo termasuk boleh, kalo tdk maka tdk boleh.

Tj Nama Ayah Yang Non Muslim

Pertanyaan Ai 367:
Seorang wanita muslim tetapi ayahnya nasrani dan sdh meninggal, ada rencana mau nikah. Bagaimana seharus penggunaan nama binti nya, siapa yang harusnya digunakan, apakah binti ayahnya atau lainnya. Mohon pencerahan, jazakallahu khoiran.

Jawaban
(Ust. Fuad Hamzah Baraba Lc)

bintinya tetap dengan ayah aslinya.

BERKATALAH YANG BAIK DAN TERSENYUMLAH WAHAI SAUDARA-SAUDARIKU !

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Tutur kata yang baik (kpd saudaramu) termasuk shodaqoh (bukhary:2989)

Dlm riwayat yg lain Nabi bersabda:

“Jangan sekali-sekali engkau meremehkan perkara kebaikan, meskipun engaku hanya berwajah ceria ketika engkau berjumpa saudaramu”
(Muslim 2626) dibab: disukai menampakkan wajah yg ceria ketika berjumpa.

Syaikh utsaimin Rahimahullah didalam kitab “syarh riyadhussholihin :2/380” menjelaskan:

“Sepatutnya bagi seseorang apabila berjumpa dgn saudaranya, ia menunjukkan wajah yang ceria & baiknya tutur kata kepadanya. Yg demikian ini merupakan akhlak Nabi. Yg demikian ini tidaklah mengurangi kedudukan seseorang bahkan dgn akhlak yg demikian angkat mengangkat derajatnya, diberikan ganjaran oleh ALLAH, telah mengikuti sunnah, krn Nabi apabila berjumpa menunjukkan perasaan senang & tersenyum padanya.

Perhatikan wahai saudara-saudariku begitu indahnya & sangat tingginya akhlak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Utk itu TIDAK sepatutnya bagi seorang muslim terutama bagi kawan-kawan yg sdh mempelajari/mendalami da’wah yg hak ini, berlaku kasar kpd saudaranya, menampakkan kebencian yg sgt padanya dll. Apalagi saat engkau menegurnya dgn cara yg kasar kpd mereka disaat mereka baru memulai menerima da’wah yg haq ini. Sehingga dgn sebab perbuatan kasarmu kpd mereka, membuat mereka lari & membuat sgt bencinya mereka terhadap dakwah yg haq ini dgn sebab akhlak antum/antunna yg kurang baik padanya.

Saudara-saudariku yg saya muliakan, harus antum & antunna ketahui: da’wah ini, ya’ni mengembalikan manusia utk mentauhidkan ALLAH & menghidupkan sunnah-sunnah Nabi, memiliki banyak tantangan yg sgt berat & sgt sulit bagi mereka utk menerimanya & janganlah engkau memberatkan lagi kpd mereka dgn akhlakmu yg kasar kepadanya.

Smg ini semua, memberikan pelajaran yang baik utk kita semua & smg ALLAH menyatukan kita diatas islam & sunnah

Ust. Ahmad Ferry Nasution

Tj Sifat Shalat ‘Id

Pertanyaan Ai 255:

ألسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Ustad bagamaina dengan dalil bahwa al-Walid bin ‘Uqbah berkata:”sesungguhnya hari raya telah tiba.apa yang harus saya lakukan? maka Ibnu Mas’ud radhiyallaahu’anhu menjawab”ucapkan Allahu akbar,lalu memuji Allah,menyanjungNya,dan bersholawat kepada nabi shallallaahu’alaihi wa sallam dan berdoa kepada Allah” di shahihkan syaikh Al-Albani dalam Irwaa-ul Ghaliil(III/115) sedangkan bacaan yang ana ketahui yaitu subhanallah,walhamdulillah,walaailahaillallah,wallahuakbar,walahaula walaquwwata illabilla!mohon penjelasannya ustad ﺑﺎﺭﻙ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻴﻚ. جَزَاك اللّهُ خَيْرً

Jawaban:
Ust Fuad Hamzah baraba’ LC :

Itu menjelaskan ttg sifat shalat id, lbh tepatnya mengangkat tangan pada setiap takbir dan bacaandiantara takbir² itu. Bisa dilihat ‎​δ¡ kitab: Esiklopedi Shalat Jilid 2 hal:473-477.

Panen Dari Infaq

Setiap hamba akan memanen tanaman didunia yg berbuah diakhirat..

Ibarat seorang petani.. Jika ia merasa panen hanya ada diladang dunia saja.. Maka ia hanya akan menikmati sesaat..

Ketika seorang manusia merasa hidup didunia ini akan selamanya.. Maka ia menjadi bakhil dan rakus serta berleha leha jika diajak untuk beribadah..

Saudaraku mari kita berfikir dan merenungkan tempat pulang kita ke rumah akhirat..
Adakah panenan dikebun td dapat kita bawa kesana..

Atau anda telah puas dg panen yg hanya dinikmati di kebun yg hanya sesaat td?

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ. وَقَالَ: يَدُ اللَّهِ مَلْأَى لَا تَغِيضُهَا نَفَقَةٌ سَحَّاءُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ. وَقَالَ: أَرَأَيْتُمْ مَا أَنْفَقَ مُنْذُ خَلَقَ السَّمَاءَ وَالْأَرْضَ فَإِنَّهُ لَمْ يَغِضْ مَا فِي يَدِهِ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ وَبِيَدِهِ الْمِيزَانُ يَخْفِضُ وَيَرْفَعُ

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘andu bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasalam bersabda:(dlm hadits qudsi)

Allah ‘azza wa jalla berfirman:

“Berinfaklah, engkau akan dibalas.”
Beliau bersabda lagi: “Tangan Allah penuh, tidak menguranginya curahan nafkah yang terus menerus sepanjang malam dan siang. Bagaimana pendapat kalian, Dia berinfak sejak menciptakan langit dan bumi, namun tidak berkurang apa yang ada di tangan-Nya. ‘Arsy-Nya di atas air, di tangan-Nya timbangan, Dia-lah yang kuasa menghinakan dan memuliakan.”

Shahih, diriwayatkan Al-Bukhari (4684) dan Muslim (1021).

Semoga Allah memuliakan kita diakhirat dg memenuhi hasil panenan yg baik ditimbanganNya..

Ust. Abu RiyadL Nurcholis Majid

BERKATALAH YANG BAIK DAN TERSENYUMLAH WAHAI SAUDARA-SAUDARIKU !

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Tutur kata yang baik (kpd saudaramu) termasuk shodaqoh (bukhary:2989)

Dlm riwayat yg lain Nabi bersabda:

“Jangan sekali-sekali engkau meremehkan perkara kebaikan, meskipun engaku hanya berwajah ceria ketika engkau berjumpa saudaramu”
(Muslim 2626) dibab: disukai menampakkan wajah yg ceria ketika berjumpa.

Syaikh utsaimin Rahimahullah didalam kitab “syarh riyadhussholihin :2/380” menjelaskan:

“Sepatutnya bagi seseorang apabila berjumpa dgn saudaranya, ia menunjukkan wajah yang ceria & baiknya tutur kata kepadanya. Yg demikian ini merupakan akhlak Nabi. Yg demikian ini tidaklah mengurangi kedudukan seseorang bahkan dgn akhlak yg demikian angkat mengangkat derajatnya, diberikan ganjaran oleh ALLAH, telah mengikuti sunnah, krn Nabi apabila berjumpa menunjukkan perasaan senang & tersenyum padanya.

Perhatikan wahai saudara-saudariku begitu indahnya & sangat tingginya akhlak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Utk itu TIDAK sepatutnya bagi seorang muslim terutama bagi kawan-kawan yg sdh mempelajari/mendalami da’wah yg hak ini, berlaku kasar kpd saudaranya, menampakkan kebencian yg sgt padanya dll. Apalagi saat engkau menegurnya dgn cara yg kasar kpd mereka disaat mereka baru memulai menerima da’wah yg haq ini. Sehingga dgn sebab perbuatan kasarmu kpd mereka, membuat mereka lari & membuat sgt bencinya mereka terhadap dakwah yg haq ini dgn sebab akhlak antum/antunna yg kurang baik padanya.

Saudara-saudariku yg saya muliakan, harus antum & antunna ketahui: da’wah ini, ya’ni mengembalikan manusia utk mentauhidkan ALLAH & menghidupkan sunnah-sunnah Nabi, memiliki banyak tantangan yg sgt berat & sgt sulit bagi mereka utk menerimanya & janganlah engkau memberatkan lagi kpd mereka dgn akhlakmu yg kasar kepadanya.

Smg ini semua, memberikan pelajaran yang baik utk kita semua & smg ALLAH menyatukan kita diatas islam & sunnah

Ust. Ahmad Ferry Nasution

Tj Seputar Talak

Pertanyaan Ai 319:
Apakah talak 3 telah jatuh jika diucapkan dalam keadaan emosi ?

Jawaban:
(Ust Fuad Hamzah Baraba’ Lc:

“Emosi itu bertingkat2, tidak satu tingkatan. Tentang jatuh tidak talaknya orang yang sedang marah, tergantung dari kondisi tingkatan marahnya.

A. Awal marah, akalnya masih sadar, dengan apa yang diucapkan. Maka talaknya jatuh.

B. Puncak kemarahan, yang menyebabkan tertutupnya pintu ilmu, keinginan, dan kehendak, sehingga dia tidak mengetahui apa yang ia katakan, dan apa yang ia inginkan, maka talaknya tidak jatuh.

C. Marah antara dua tingkatan, sudah lewat dari awal kemarahan, namun belum sampai puncaknya.

Dan dalam kondisi inilah yang diperselisihkan oleh para ulama.
Empat imam: Jatuh talaknya.

Ibnu Taimiyah dan Ibnu al-Qoyyim: Tdk Jatuh talaknya.”

Ternyata Kaum Musyrikin Zaman Dahulu Adalah Playboy Dalam Hal Ibadah

Sering kita melihat bahwa laki-laki Чαπƍ sering bergonta-ganti cewek maka kita sebut dia adalah laki-laki playboy, dan tentu itu adalah hal Чαπƍ sangat buruk.

Selain dia melecehkan martabat kaum wanita dia juga telah melanggar syari’at dengan melakukan hal itu.

Dan Чαπƍ pasti banyak orang Чαπƍ tidak senang dan tidak suka dengan kelakuan seperti itu.

Namun adapula sebutan playboy dalam hal ibadah, yaitu bergonta-ganti sesuatu Чαπƍ disembahnya.

Dan ternyata kaum musyrikin zaman dahulu adalah playboy dalam hal ibadah, hal itu terlihat dari apa Чαπƍ diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dari Abu Raja al-‘atharidi berkata:

كنا نعبد الحجر فإذا وجدنا حجرا هو خير منه ألقيناه و أخذنا الآخر فإن لم نجد حجرا جمعنا حثوة من تراب ثم جئنا بالشاة فحلبنا عليه ثم طفنا به

“Dahulu kami menyembah batu, Apabila kami mendapatkan batu Чαπƍ lebih baik, maka kami melemparkannya (membuangnya) dan kami mengambil Чαπƍ lain. Apabila kami tidak menemukan batu, kami mengumpulkan segenggam (debu) tanah, lalu kami bawakan seekor kambing kemudian kami peraskan susu untuknya. Kemudian kami thawaf dengannya”.

So Pasti hal itu sangat dimurkai Allah Ta’ala, karena ibadah Чαπƍ dilakukannya adalah kesyirikan.

Semoga Allah Ta’ala menjaga kita dari hal-hal Чαπƍ dimurkainya.
– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Tawakal

(Ust Rochmad Supriyadi Lc)

Tawakal adalah kejujuran dalam besandarnya hati kepada Allah سبحانه وتعالى didalam meraih kebaikan dan menghindar keburukan didalam urusan dunia dan akhirat.

Allah سبحانه وتعالى ,” Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya”.QS At-Talaq 3.
Diriwayatkan dari sahabat Umar, dari Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda,” Jika sekiranya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar tawakal, niscaya kalian akan diberi rizki sebagaimana para bangsa burung, meninggalkan sarang dalam keadaan lapar, kembali dalam keadaan kenyang makanan “. HR Tirmidzy.

Berkata Said ibnu Ju bair, ” Tawakal adalah kumpulan dari keimanan “. Tawakal tidaklah meniadakan dan bersebarangan dengan menjalankan sebab-musabab yang di takdirkan Allah yang telah digariskan dalam sunah Nya pada para makluk.

Sesungguhnya Allah memerintahkan para makluk agar menempuh sebab-sebab, dan juga memerintahkan tawakal.

Singkat kata, menempuh sebab musabab adalah ibadah, dan tawakal hati adalah ibadah dan keimanan.

Berkata Salaf ,” Mencela usaha (menempuh sebab musabab) maka sungguh ia mencela sunnah Allah, dan barang siapa mencela tawakal maka ia mencela keimanan “.

Dikatakan pula ,” Barang siapa tidak menempuh sebab-akibat, maka sungguh ia melecehkan syariat, dan barang siapa yang hanya bergantung dengan sebab-akibat maka ia melecehkan tauhid “.

Menebar Cahaya Sunnah