Dari Ummu Hani’ bintu Abi Thalib rodhiyallahu ‘anha, dia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melewatiku pada suatu hari, lalu saya berkata kepada beliau, “Wahai Rasulullah, saya sudah tua dan lemah, maka perintahkanlah kepadaku dengan amalan yang bisa saya lakukan dengan duduk.” Beliau bersabda:
“BERTASBIHLAH kepada Allah 100 Kali, karena itu sama dengan kamu membebaskan 100 budak dari keturunan Isma’il.
BERTAHMIDLAH kepada Allah 100 Kali karena itu sama dengan (menyiapkan) 100 kuda berpelana dan memakai kekang di mulutnya sebagai tunggangan ketika Jihad di jalan Allah.
BERTAKBIRLAH kepada Allah dengan 100 Takbir karena ia sama dengan berkurban 100 unta yang terikat dan diterima Allah.
BERTAHLILLAH kepada Allah 100 Kali.” Ibnu Kholaf berkata; menurut perkiraanku beliau bersabda: “Karena ia (Kalimat Tahlil) memenuhi apa yang ada di antara langit dan bumi, dan tidaklah diangkat pada hari itu bagi seseorang satu amalanpun seperti amalanmu kecuali apabila ia mengamalkan hal yang sama dengan apa yang engkau lakukan.”
(HR. Ahmad 6/344. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Ash Shilsilah Ash Shohihah no. 1316)
👉🏼 Dosa dan ganti rugi itu gugur karena kebodohan, dipaksa, dan lupa. Kecuali bila berhubungan dengan hak orang lain, maka tidak berdosa tapi wajib ganti rugi.
Bodoh adalah ketidak tahuan hukum suatu perkara atau keadaannya. Dipaksa artinya dihilangkan pilihannya dengan ancaman dibunuh atau disakiti.
Contoh: ⚉ Orang yang lupa sedang berpuasa, lalu ia makan dan minum. Maka puasanya sah tidak perlu mengganti.
⚉ Orang yang dipaksa makan saat puasa lalu ia makan, maka puasanya sah dan tidak perlu mengqodlo.
⚉ Orang yang tidak tahu haramnya berburu saat berihram, lalu ia berburu. Maka sah ihramnya dan tidak wajib membayar dam.
⚉ Orang yang makan karena mengira waktu malam masih ada, lalu setelah itu nyata kepadanya bahwa waktu shubuh telah masuk, maka puasanya sah.
👉🏼 Namun bila berhubungan dengan hak manusia, maka wajib ganti rugi walaupun tidak berdosa.
. Contohnya : ⚉ Orang yang menyembelih kambing orang lain karena menyangka itu kambing miliknya, ia wajib menggantinya.
⚉ Orang yang memecahkan gelas orang lain karena ketidak sengajaan, maka ia wajib menggantinya.
Ada yang bilang, “Jadilah engkau seperti tanda baca koma ( , ) tatkala ada kesedihan yang menghadang maka berhentilah sejenak, lalu lanjutkanlah kembali perjalananmu.
Dan janganlah engkau seperti tanda titik ( . ) yang jika ada kesedihan yang menghadang lantas engkau berhenti total dan kau buyarkan cita-cita dan tujuanmu.”
Seringkali syaitan memupuskan harapan dan cita-cita seseorang dengan kesedihan. Allah berfirman :
قال المعلمي: “ينبغي لطالب الحق أن يقدِّم قبل النظر في المسألة محاسبةَ نفسه، بأن يتجسس فيها: هل لها ميلٌ إلى وجهٍ معيّن في تلك المسألة، أو إلى أي وجه يكون ذهب إليه فلان أو أصحاب هذا المذهب أو هذه الفرقة. فإن وَثِقَ بأنه لا ميلَ له البتةَ فالظاهر أنه الآن بريء من الهوى”
Al Mu’allimi rahimahullah berkata:
“Selayaknya bagi pencari kebenaran untuk muhasabah terlebih dahulu sebelum membahas suatu permasalahan dan memeriksa: Adakah di hatinya kecondongan kepada suatu pendapat dalam masalah tersebut, atau condong kepada pendapat si fulan atau madzhab tertentu atau kelompok tertentu ??
Jika ia yakin bahwa dirinya tidak ada kecondongan kepada salah satunya, berarti ia telah bersih dari hawa nafsu.”
⚉ Banyak orang bertanya: mengapa terjadi gempa di Lombok, padahal di sana banyak orang-orang baik, salih, dan agamis ?
Jawaban paling logisnya adalah karena banyaknya kemaksiatan yang dibiarkan di sana .. terutama di pinggir-pinggir pantainya yang katanya di sepanjang pantainya ada “sumur-sumur” yang siap di minum.
Ini mengingatkan kita tentang hadits Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam ketika ditanya: “apakah kita akan binasa, padahal ada orang-orang saleh di tengah-tengah kita ?!“, Beliau menjawab: “iya, jika keburukan sudah banyak !”
⚉ Mungkin ada yang bertanya: bukankah di negara kafir lebih parah keadaannya, kenapa mereka tidak ditimpa gempa ?!
Jawabannya:
a. Tidak benar di sana tidak ada gempa, ada juga gempa di negara-negara kafir.
b. Adzab Allah tidak hanya berupa gempa, tapi ada juga adzab Allah yang lainnya yang Allah timpakan kepada mereka, seperti angin topan, banjir, tanah longsor, bumi yang tiba-tiba “ndelesep” ke bawah, jiwa yang gersang, hati yang mati dan terkunci, dll.
c. Jangan samakan antara kasih sayang Allah kepada kaum muslimin dengan kasih sayang Allah kepada orang-orang kafir.
Allah menyayangi kaum muslimin dengan memberikan peringatan kepada mereka, agar mereka segera bertaubat dan kembali kepada jalan yang benar .. sehingga siksa di akhirat ringan, atau bahkan bebas dari siksaan.
Adapun orang-orang kafir, maka bisa saja Allah membiarkan mereka dalam keburukannya hingga ajal menjemput mereka, sehingga nantinya mereka akan menerima azab yang jauh lebih berat .. dan ini tanda TIDAK sayangnya Allah kepada mereka.
⚉ Mungkin ada juga yang bertanya: bukankah sebab gempa itu proses alami dari bergesernya lempengan-lempengan tektonik ?!
Jawabannya: memang itu proses alam .. tapi kita harus tahu bahwa proses alam itu tidak berjalan sendiri .. ada yang mengaturnya, Dialah Sang Pencipta alam semesta ini .. dan Dia telah berkehendak, bahwa peringatan-Nya akan didatangkan kepada hamba-Nya yang pantas menerimanya .. dan diantara peringatan itu adalah gempa bumi.
Jika demikian adanya, maka harusnya kita ingatkan diri akan pentingnya syiar “amar ma’ruf nahi mungkar” .. mari kita GENCARKAN kembali syiar ini .. terutama orang-orang yang sudah diberi kekuasaan .. tujuannya agar kita selamat semuanya .. agar kita terhindar dari peringatan Allah ta’ala sebelum Allah menimpakannya .. atau mengangkatnya setelah kedatangannya.
“Ketika kaum Yunus itu beriman, Kami hilangkan dari mereka AZAB yang menghinakan dalam kehidupan DUNIA, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu tertentu”
Silahkan dishare .. semoga bermanfaat.
Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى.
Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
. KAIDAH SEBELUMNYA (KE-51) bisa di baca di SINI
=======
🌼 Kaidah yang ke 52 🌼
⚉ Mereka meyakini bahwa Allah menjadikan kepemimpinan dalam agama itu hasil dari kesabaran dan keyakinan, dan keyakinan itu tidak mungkin di hasilkan kecuali dari ilmu yang dalam dan kuat.
“Dan Kami jadikan di antara mereka pemimpin-pemimpin dalam agama yang memberikan hidayah dengan perintah Kami disaat mereka sabar dan mereka yakin dengan ayat-ayat Kami.”
Berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rohimahullah: “Agama ini seluruhnya adalah berilmu tentang kebenaran dan mengamalkannya. Dan mengamalkan ilmu harus dan membutuhkan kesabaran. Bahkan menuntut ilmu sendiri juga membutuhkan kesabaran, sebagaimana dikatakan oleh Mu’adz bin Jabal, “…hendaklah kalian menuntut ilmu karena mencari ilmu itu ibadah dan mengenalnya adalah menimbulkan rasa takut. Dan membahasnya termasuk jihad. Mengajarkan ilmu kepada orang yang tidak tahu itu shodaqoh. Dan mengulang ilmu adalah tasbih. Dengan ilmu Allah di kenal dan di ibadahi. Dengan ilmu juga Allah di agungkan, di muliakan dan di tauhidkan…“
Allah mengangkat dengan ilmu itu suatu kaum, maka Allah jadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin untuk manusia. Dimana manusia mengambil hidayah dengan mereka. Dan mengambil pendapat mereka.
Kata beliau, disini beliau menganggap membahas ilmu itu termasuk jihad. Sementara untuk berjihad itu butuh kesabaran.
Oleh karena itu Allah berfirman [QS Al’Ashr : 1-3]
“kecuali orang yang beriman dan beramal sholeh, sering bertawashi, saling berwasiat tentang kebenaran dan berwasiat tentang kesabaran“
Maka ilmu yang bermanfaat itu pokok hidayah. Dan mengamalkan kebenaran itulah jalan kebenaran, jalan yang terbimbing, maka kebalikan dari ilmu yang bermanfaat itu adalah kesesatan, sementara kebalikan dari mengamalkan kebenaran itu adalah kerugian.
👉🏼 Jadi kesesatan itu hakikatnya beramal dengan tanpa ilmu. Sementara penyimpangan hakikatnya adalah mengikuti hawa nafsu.
“Demi bintang apabila telah “hawa” (telah muncul atau telah terbenam). Maka teman kalian itu tidak tersesat (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alayhi wasallam), tidak pula menyimpang“
👉🏼 Maka hidayah tidak mungkin diraih kecuali dengan ilmu, sementara bimbingan tidak akan diraih kecuali dengan kesabaran.
Oleh karena itu Ali bin Abi Talib rodhiyallahu ‘anhu berkata,
“Ketahuilah sabar dalam iman itu bagaikan kepala untuk badan, apabila kepala putus dari badan, maka akan matilah jasad, demikian pula iman pun akan mati tanpa kesabaran.” Kemudian Ali bin Abi Thalib mengangkat suaranya dan berkata, “ketahuilah tidak ada iman bagi orang yang tidak punya kesabaran.” (Dalam Majmu Fatawa jilid 10 halaman 40)
. Wallahu a’lam 🌴
.
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
. Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.
. Silahkan bergabung di Telegram Channel :https://t.me/aqidah_dan_manhaj
. . QS Al Ikhlas terdiri dari 47 huruf, kalikan dengan 10 kebaikan, maka anda akan mendapat 470 kebaikan hanya dengan membacanya 1 x.
. Apalagi jika membacanya 10 x, in-syaa Allah anda akan dapat 4.700 kebaikan plus bonus Rumah sangat indah yang Allah bangunkan di Surga.. Allahu Akbar.
. TUNGGU APA LAGI…?! YUK AMALKAN SEGERA..
. Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata:
. “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Siapa yang membaca satu huruf dari Al Quran maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan الم satu huruf akan tetapi ALIF SATU HURUF, LAAM SATU HURUF dan MIIM SATU HURUF.” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, no. 6469)
. Dari Mu’adz bin Anas Al-Juhaniy radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Siapa yang membaca qul huwallahu ahad sampai ia merampungkannya (surat Al-Ikhlas, pen.) sebanyak sepuluh kali, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ahmad, 3: 437. Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguat)
. Yuk share ke kerabat, teman, dll, untuk bekal akhirat kita yaitu sharing ilmu agama plus bonus sebagai berikut :
. Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amir Al Anshari radhiyallahu ‘anhumaa, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.”
. (HR. Muslim no. 1893).
. Sungguh Allah MahaPengasih… Amalan yang ringkas ini membuahkan pahala sangat besar. Allahu Akbar…
. #rumah #surga #janji #sepuluh
. Follow IG: @bbg_alilmu Follow IG: @bbg_alilmu Follow IG: @bbg_alilmu . http://instagram.com/bbg_alilmu
👉🏼 Boleh membatalkan ibadah yang sunnah kecuali haji dan umroh tidak boleh diputuskan.
Dalil kaidah ini adalah hadits Aisyah, ia berkata:
دخل علي النبي صلى الله عليه وسلم ذات يوم فقال : هل عندكم شيء ؟ فقلنا : لا ، قال : فإني إذن صائم ، ثم أتانا يوما آخر فقلنا : يا رسول الله أهدي لنا حيس ، فقال أرينيه فلقد أصبحت صائما ، فأكل
“Suatu hari Nabi shallallahu alaihi wasallam masuk ke rumahku lalu bertanya: Apakah ada makanan? Kami berkata: Tidak ada. Beliau bersabda: Kalau begitu aku berpuasa. Di hari yang lain beliau datang. Kami berkata: Telah dihadiahkan kepada kita hais. Beliau bersabda: Perlihatkan kepadaku, pagi ini aku sedang puasa. Lalu beliau memakannya.” (HR Muslim 1154)
⚉ Hadits ini menunjukkan bolehnya membatalkan ibadah sunnah.
⚉ Namun para ulama menyatakan bahwa membatalkan ibadah sunnah tanpa keperluan adalah makruh, karena itu seakan berpaling dari keta’atan.
Bahkan kata syaikh Utsaimin, kalau bukan karena hadits tersebut, haram hukumnya membatalkan ibadah bila telah memulainya. Karena ia menyerupai nadzar pada sebagian sisinya.
.
. Wallahu a’lam 🌴
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
. Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
. Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page: https://t.me/kaidah_ushul_fiqih https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/
. KAIDAHUSHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP
.
. FAEDAH SINGKAT DARI DO’A memohon kemudahan (lihat gambar): . 1. Yang namanya kemudahan hanya datang dari Allah. Sesuatu yang sulit sekalipun bisa menjadi mudah jika Allah kehendaki. . 2. Hendaklah hati selalu bergantung pada Allah, bukan bergantung pada diri sendiri yang lemah. Jika hati terlalu yakin atau terlalu PD (percaya diri) sehingga melupakan Rabb di atas sana, maka sungguh urusan tersebut akan semakin sulit. Ingatlah bahwa barangsiapa yang senantiasa bertawakkal pada Allah, maka Allah akan mempermudah urusannya. . 3. Manusia punya kehendak. Namun kehendak tersebut bisa terealisasi dengan baik dan sempurna, jika Allah menghendakinya. Oleh karena itu, hati seharusnya bersandar pada Sang Kholiq, Allah Ta’ala. . 4. Perlunya beriman kepada takdir ilahi dengan baik sehingga tidak membuat seseorang semakin sedih atas musibah atau kesulitan yang menimpanya. . 5. Takdir di satu sisi terasa menyakitkan. Namun jika kita memandang dari sisi lain, pasti ada yang terbaik dan hikmah yang besar di balik itu semua. Yakinlah! . Semoga kita bisa mengamalkan do’a ini di kala kita sulit dan di saat mengharap kemudahan dari Allah. Semoga sajian singkat ini bermanfaat. . Alhamdulillah alladzi bi-ni’matihi tatimmush-shoolihaat (segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna) . . Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, حفظه الله تعالى . JANGAN LUPA SALAH SATU ADAB BERDO’A : mulailah dengan memuji Allah dengan Nama-Nama-Nya Yang Agung lalu ber-sholawat lalu berdo’a.
. Silahkan di share, save, copy, re-post.. . #doa #doanabi #sunnah #mudah #susah . . Follow IG: @bbg_alilmu Follow IG: @bbg_alilmu Follow IG: @bbg_alilmu http://instagram.com/bbg_alilmu