Jangan Putus Asa Dari Rahmat Allah

Walaupun banyak ujianmu, walaupun keras cobaan-cobaanmu, walaupun sempit kehidupanmu, walaupun engkau kehilangan hal yang paling besar dari apa yang engkau miliki… janganlah putus asa dari kemurahan dan kelembutan Allah ta’ala…

Disaat meninggalkan dunia ini, seseorang sangat berharap seandainya (dulu) ia memperbanyak ibadah, benar dalam berbicara, memperbagus akhlaknya, menyucikan hatinya, akan tetapi ia adalah waktu yang tidak bisa kembali setelahnya…

Maka hendaknya kita bersegera sebelum meninggalkan dunia ini…

اللهم صل على نبينا محمد و على آله و صحبه و سلم

Sumber : Group – كتاب و سنة على منهاج السلف –

Penterjemah,
Ustadz Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى

Tragedi Jajan Di Restoran Lupa Bawa Uang…

Sobat, malu dan bingung bercampur menjadi satu, hanya gara-gara hal sepele, yaitu lupa. Coba bayangkan, suatu hari anda dengan penuh percaya diri makan di restoran, setelah menyantap hidangan yang anda pesan, ternyata anda lupa bawa uang atau lupa kalau uang anda ternyata sudah habis.

Kira kira apa yang akan anda lakukan ? Dan bagaimana perasaan anda ?

Sobat! seberat apapun rasa malu dan kebingungan anda, maka sadarilah cepat atau lambat anda pasti menghadapi kondisi yang serupa bahkan lebih dahsyat.

Anda tidak percaya ? Atau anda merasa bahwa kartu ATM, atau bisa juga kartu Kredit selalu melekat pada diri anda, dan bisa pula anda berkilah bahwa anda bisa saja menggadaikan kendaraan atau jam tangan atau HP anda yang bernilai mahal.

Namun tahukah anda bahwa solusi itu suatu saat tidak mungkin dapat anda lakukan, yaitu ketika anda mengira bahwa anda masih punya umur panjang dan mampu membelanjakan harta kekayaan anda, namun ternyata anda dikejutkan dengan hadirnya malaikat pencabut nyawa.

Pada kondisi ini yang tersisa hanyalah penyesalan yang tiada penawarnya. Allah Ta’ala berfirman:

وَأَنفِقُوا مِن مَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُن مِّنَ الصَّالِحِينَ {10} وَلَن يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاء أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh? Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Al Munafiqun 10-11)

Saat itulah anda benar benar menyadari bahwa hanya kasih sayang Allah dan ampunan-Nya yang dapat menyelamatkan diri anda. Karena itu sebelum terlambat, bersimpuhlah di hadapan Allah Ta’ala agar kelak Ia berkanan menyayangi dan mengampuni anda. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): “Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (Fusshilat 30)

Ya Allah karuniakan keteguhan hati kepada hamba-Mu ini hingga akhir hayat nanti. Amiin.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Kekayaan Yang Sejati…

قَالَ لِي رَسُول اللَّه صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : يَا أَبَا ذَرّ أَتَرَى كَثْرَة الْمَال هُوَ الْغِنَى ؟ قُلْت : نَعَمْ . قَالَ : وَتَرَى قِلَّة الْمَال هُوَ الْفَقْر ؟ قُلْت : نَعَمْ يَا رَسُول اللَّه . قَالَ : إِنَّمَا الْغِنَى غِنَى الْقَلْب ، وَالْفَقْر فَقْر الْقَلْب

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padaku, “Wahai Abu Dzar, apakah engkau memandang bahwa banyaknya harta itulah yang disebut kaya (ghoni)?” “Betul,” jawab Abu Dzar. Beliau bertanya lagi, “Apakah engkau memandang bahwa sedikitnya harta itu berarti fakir?” “Betul,” Abu Dzar menjawab dengan jawaban serupa. Lantas beliau pun bersabda, “Sesungguhnya yang namanya kaya (ghoni) adalah kayanya hati (hati yang selalu merasa cukup). Sedangkan fakir adalah fakirnya hati (hati yang selalu merasa tidak puas).”

(HR. Ibnu Hibban. Syaikh Syu’aib Al Arnauth berkata bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Muslim)

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Solusi Perpecahan Umat…

Dari Al ‘Irbadh bin Sariyah. Di dalamnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ ، وَإِنْ تَأَمَّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلاَ فًا كَثِيْرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اْلمَهْدِيِّيْنَ مِنْ بَعْدِي، عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ

“Aku wasiatkan kepada kalian untuk bertaqwa kepada Allah Azza wa Jalla, dan untuk mendengar serta taat (kepada pimpinan) meskipun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Sesungguhnya, barangsiapa yang berumur panjang di antara kalian (para sahabat), niscaya akan melihat perselisihan yang banyak. Maka wajib bagi kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah para Khulafa’ur Rasyidun –orang-orang yang mendapat petunjuk- sepeninggalku. Gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian. Dan hati-hatilah kalian, jangan sekali-kali mengada-adakan perkara-perkara baru dalam agama, karena sesungguhnya setiap bid’ah adalah sesat”. [HR Abu Dawud dan Tirmidzi]

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Nasehat Dan Mutiara Hikmah Syaikh Ibnu Utsaimin…

قال رحمه الله:
《 والإنسان ما دامت روحه في جسده فهو معرّض للفتنة،
ولهذا أوصي نفسي وإياكم أن نسأل الله دائماً الثبات على الإيمان ، وأن تخافوا ؛ لأن تحت أرجلكم مزالق ، فإذا لم يثبتكم الله -عز وجل- وقعتم في الهلاك،
واسمعوا قول الله سبحانه وتعالى لرسوله -ﷺ- أثبت الخلق ، وأقواهم إيماناً : ﴿ وَلَوْلاَ أَنْ ثَبَّتْنَاكَ لَقَدْ كِدَّتَ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْئاً قَلِيلاً ﴾،
فإذا كان هذا للرسول -ﷺ- فما بالنا نحن؛ ضعفاء الإيمان واليقين ، وتعترينا الشبهات والشهوات.
فنحن على خطر عظيم ، فعلينا أن نسأل الله تعالى الثبات على الحق ، وألا يُزيغ قلوبنا ، وهذا هو دعاء أولي الألباب ﴿ رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبُنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا ﴾ . 》
“الشرح الممتع” ٣٨٨/٥

Selagi hayat masih dikandung badan, maka manusia tidak bisa lepas dari fitnah, oleh sebab itu saya senantiasa berpesan agar kita selalu memohon kepada Allah keteguhan iman, dan hendaknya senantiasa takut karena jalan yang kita lalui amat licin, bila Allah tidak meneguhkanmu pasti kalian binasa, dengarkan firman Allah kepada utusanNya, hamba yang amat kokoh dan kuat keimanannya,

“Dan kalau Kami tidak memperkuat (hati) mu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka” (AL-Isra 74).

Bila hal itu bisa terjadi pada Rasulullah apalagi dengan kita, yang lemah iman dan keyakinan, yang amat mudah terserang syubhat dan syahwat maka kita senantiasa dalam bahaya besar sehingga harus terus memohon kepada Allah bisa teguh di atas kebenaran agar tidak tergelincir maka doa yang paling pantas dipanjatkan orang cerdik adalah;

Ya Allah janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau berikan petunjuk.

وقال:
العاقل إذا قرأ القرآن وتبصر ؛ عرف قيمة الدنيا وأنها ليست بشيء ، وأنها مزرعة للآخرة ، فانظر ماذا زرعت فيها لآخرتك ؟
إن كنت زرعت خيرًا ؛ فأبشر بالحصاد الذي يرضيك ، وإن كان الأمر بالعكس ؛ فقد خسرت الدنيا والآخرة .
شرح رياض الصالحين ٣ / ٣٥٨

Beliau berkata, Orang yang cerdas saat membaca dan merenungi Alquran maka dia mendapat kesimpulan bahwa dunia itu tidak ada nilainya sama sekali bahkan hanya tempat cocok tanam akhirat, maka perhatikan apa yang sudah kamu tanam untuk akhiratmu, bila kamu menanamkan kebaikan untuk akhiratmu maka bergembiralah di waktu panen, namun bila kamu tanam sebaliknya berarti kamu rugi dunia dan akhirat.

وقال:
إذا اجتمع في قلب الإنسان المحبة التامة لله عز وجل مع التعظيم استقام تماما على شرع الله عز وجل؛
لأنه بحبه لربه يطلب ربه، وبتعظيمه لله يخاف منه فيكون فاعلا للمأمور تاركا للمحظور،
فلا بد من هذين الأمرين: تمام المحبة وتمام الذل لله عز وجل.
شرح الكافية الشافية / ج1 / ص366

Beliau berkata, Bila telah tertanam rasa cinta kepada Allah secara sempurna dalam hati seorang hamba, yang disertai pengagungan besar kepada Allah maka kamu akan lebih istiqamah menjalankan syariat Allah, karena dengan kecintaan kepada Allah, akan mengejar Allah dan dengan pengagungan kepada Allah, akan tumbuh rasa takut yang akhirnya mendorong hamba untuk melakukan perintahNya dan menjauhi laranganNya. Sehingga keduanya akan melahirkan sempurnanya cinta dan sempurnanya penghinaan diri kepada Allah.

وقال:
لم يعهد عن السلف أنهم يذكرون ذكرًا جماعيًا كما يفعله بعض أهل الطرق من الصوفية وغيرها .
شرح رياض الصالحين(٥٣٤/٥)

Beliau berkata, Tidak pernah dikenal pada kehidupan salaf bahwa mereka berdzikir secara berjamaah sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian pengikut terikat dari kalangan shufi dan selainnya.

وقال:
كم من إنسان طليق اللسان ، فصيح البيان ، إذا رأيته يعجبك جسمه ، وإن يقول تسمع لقوله ، ولكنه لا خير فيه .
شرح رياض الصالحين(١٣٨/٦)

Beliau berkata, Berapa banyak orang fasih lisannya, bagus penjelasannya dan kamu terkagum-kagum saat melihat tampilannya dan kamu juga tertarik ucapannya, ternyata tidak ada dalam dirinya kebaikan sama sekali.

وقال:
‏”الأيام تمضي ولا أدري هل ازددت قرباً من الله
‏أو بعداً من الله ؟
‏هل نحاسب أنفسنا على هذا الأمر ؟”
‏القول المفيد (١٥٠/١

Beliau berkata, Hari-hari berjalan terus, namun saya tidak tahu apakah makin dekat atau makin jauh dari Allah ? Apakah kita sudah menghisab diri kita masing-masing.

وقـال:
( ‏فنـحـن الآن في حاجـة إلى جهـاد النفـس :
⇦ فالقلــوب مريضـة
⇦ والجوارح مقصّرة ،
⇦ والقلـوب متنافـرة ،
وهـذا يحتـاج إلى جهـادٍ قبـل كل شـيء ).
〖مجـمـوع الفتـاوى 〖 ٣١٤/٢٥〗

Beliau berkata, Kita sekarang amat butuh terhadap jihad nafsu karena rohani sedang sakit, tindakan teledor, hati tercerai berai. Semuanya butuh jihad sebelum segala sesuatu.

Zainal Abidin Syamsuddin, حفظه الله تعالى

Mutiara Hikmah Salafy…

لا تتهاونوا في سماعِ الموسيقى والغناء​
في أجهزتكم و أجهزة أطفالكم

Janganlah Anda meremehkan musik dan nyanyian dalam setiap HP dan media elektronik kalian.

قال ابن القيم رحمه الله :

والذي شاهدناه نحنُ وغيرُنا وعرَفناه بالتجارب أنهُ ما ظهرت المعازفُ وآلاتُ اللهو في قومٍ وفشَتْ فيهم واشتغلوا بها ​إلّا سلّطَ الله عليهم العدوّ ، وبـُـلوا بالقحط والجَدب وولاةِ السوء​ .
والعاقلُ يتأمّل أحوالَ العالم وينظر ؛ والله المستعان
?

Imam Ibnu Qayyum berkata,
Sungguh kami dan selain kami menyaksikan dan mengetahui dengan baik berdasarkan pengalaman bahwa tidaklah merajalela alat musik dan media gamelan pada suatu kaum bahkan menyebar dan mereka sibuk dengannya melainkan Allah menguasakan atas mereka musuh-musuh mereka dan ditimpa krisis ekonomi dan paceklik serta munculnya para pemimpin yang jahat. Orang yang cerdik akan merenungkan kondisi alam sekitarnya dan mengamati dengan seksama.

​مدارج السالكين ( 1 / 496 )​

‏قال العلامة الألباني رحمه الله :

*”أخشى أن يزداد الأمر شدة ، فينسى الناس حكم الغناء حتى إذا ما قام أحد ببيانه أُنكِر عليه ونُسِب إلى التشدّد”*
​[“تحريم آلات الطرب” ص/16]

Syekh Albani berkata,
Saya khawatir perkara yang terjadi lebih parah, di mana banyak umat manusia melupakan hukum musik hingga pada saat ada orang yang menjelaskannya dan mengingkarinya maka dianggap orang radikal.

Zainal Abidin Syamsuddin,  حفظه الله تعالى

Solusi Keluar Dari Kezhaliman Penguasa…

FAWAID DAUROH SYAR’IYYAH SYAIKH ABDURRAZZAQ, حفظه الله تعالى
Pekanbaru, 17 Februari 2017

Aqidah ahlussunnah selalu menegaskan pengikutnya untuk tetap mentaati penguasa dan menjauhi pemberontakan kepada mereka.
Tentu dengan catatan, perintah penguasa ditaati jika sejalan atau tidak bertentangan dengan syari’at Allah.

Kemudian, ketika pada kenyataannya kaum muslimin dikuasai oleh penguasa yang zhalim, maka dalam aqidah ahlussunnah juga diajarkan berbagai solusi yang sering dilupakan oleh kaum muslimin.

Apa misal solusinya ?
Imam Al-Muzaniy berkata dalam Syarhus Sunnah:

والتوبة إلى الله كيما يعطف بهم على رعيتهم

“(Hendaknya masyarakat) bertaubat kepada Allah agar penguasa mereka menyayangi rakyatnya.”

Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin Al-Badr berkata dalam Ta’liqah beliau atas Syarhus Sunnah:

وذلك أن تسلط الولاة وجورهم إنما هو بسبب الذنوب

“…karena penindasan dan kebengisan penguasa, sebenarnya disebabkan oleh dosa-dosa rakyat (juga).”

Benar, kezhaliman penguasa memang (salah satunya) disebabkan dosa rakyatnya. Berkuasanya penguasa yang zhalim memang merupakan cerminan kezhaliman rakyatnya.
Allah berfirman,

{وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ} [الأنعام : 129]

“Dan demikianlah Kami jadikan sebahagian orang-orang yang zhalim itu menjadi pemimpin bagi sebahagian yang lain disebabkan dosa yang mereka kerjakan.”

Penulis mengingatkan ungkapan para ulama:

كما تكونوا يولى عليكم

(Sebagaimana kalian, demikian pula kalian dipimpin).

Karenanya bertaubat kepada Allah adalah solusi keluar dari kezhaliman penguasa.

Semoga Allah mengampuni dosa kita, membimbing kita untuk menjauhi dosa-dosa yang sering kita lakukan serta memberikan kita penguasa yang melaksanakan amanahnya dan memberi kita hak sebagai rakyat.
_____________________
Muflih Safitra, حفظه الله تعالى

Temukan Rahasia Rejeki Anda…

Sobat, di saat krisis seperti saat ini, bisa jadi anda benar benar sedang pusing karena sedang berjuang menemukan rahasia rejeki yang tak kunjung anda dapatkan. Pelatihan, lembur, dan kerja sampingan telah banyak anda ikuti. Namun demikian, tetap saja rejeki anda tidak kunjung bertambah apalagi berlipat.

Tenang sobat, buang jauh jauh galau dan was was anda, karena sejatinya rahasia rejeki anda telah ada di tangan anda.

Anda tidak percaya?

Coba ingat kembali semasa anda berada dalam kandungan ibu anda; siapakah yang mengantarkan rejeki kepada anda ? Ibu andakah? atau ayah anda?

Ibu anda hanya memasukkan makanan ke dalam mulutnya, dan ayah anda juga hanya menyediakan makanan untuk disantap oleh ibu anda.

Dan ingat pula saat ini, siapakah yang menyediakan udara yang anda hirup, sinar matahari yang menerangi dunia anda, gelapnya malam yang menyelimuti anda?

Dan siapakah yang menjadikan darah anda mengalir membawa gizi dan oksigen menyebar ke seluruh tubuh anda?

Adakah anda dengan sengaja melakukan hal itu, atau semua itu terjadi tanpa ada kuasa dan daya sedikitpun dari anda?

Ya semua itu hanya ada satu jawaban, yaitu: Allah Ta’ala yang mengatur semua, tanpa perlu anda pinta dan tanpa sedikitpun imbalan yang engkau berikan kepada-Nya.

Bila hingga kini ternyata Allah terus memberi anda rejeki walau tanpa anda pinta, maka mungkinkah Allah menghalangi rejeki anda sedangkan anda sungguh-sunguh memintanya? ِAllah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ لَكُمْ رِزْقًا فَابْتَغُوا عِندَ اللَّهِ الرِّزْقَ وَاعْبُدُوهُ وَاشْكُرُوا لَهُ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberi rezeki kepadamu; maka mintalah rejeki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya lah kamu akan dikembalikan. (Al ‘Ankabut 17)

Sobat! renungkan ayat di atas, ada tiga hal yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan:
1) pintalah rejeki dari sisi Allah,
2) dan beribadahlah kepada-Nya dan selanjutnya tentu
3) bersyukurlah.

Tiga sejoli, meminta alias berdoa, beribadah, itulah tujuan hidup termasuk dari memiliki rejeki, dan bersyukur, inilah tiga kiat menurunkan rejeki dari sisi Allah Ta’ala.

Selamat mencoba, semoga Allah melimpahkan rejeki anda, bukan hanya di dunia namun hingga di surga, amiin.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Siapa Namamu..?

Bismillah
Akhi Ukhti…

Siapa namamu?
Sudah berapa lama dirimu membawa nama tersebut?
Siapa yang memberimu nama tersebut dan untuk apa?
Dan yang terakhir…
Apa arti namamu?

Sebagian orang membawa nama berpuluh-puluh tahun namun sampai hari ini ia tidak mengetahui arti namanya dan untuk apa ortunya memberi nama tersebut…
Sebagian berkata apa arti sebuah nama?
Padahal nama itu merupakan bentuk optimis dan doa orang tua untuk anaknya…

Sebaik-baiknya nama adalah Abdullah dan Abdurrahman serta nama-nama yang mengandung makna penghambaan kepada Allah, dan nama-nama pujian

Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam bila mendapati nama sahabat yang tidak baik artinya atau berlebihan, atau mengandung kesyirikan maka beliau merubahnya, seperti yang bernama Abdul Hajar (hamba batu) dirobah dengan Abdullah…
Ada yang bernama ‘ashiyah (عاصية) yang artinya pembangkang dengan Jamilah yang artinya cantik

Coba cari tahu apa arti namamu?

Ada nama yang haram, karena mengandung unsur penghambaan kepada selain Allah, atau bahkan nama-nama kesyirikan, seperti nama-nama dewa dan Dewi Hindu, atau karena nama itu hanya pantas untuk Allah, maka kau harus merubahnya

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

أَخْنَى الأَسْمَاءِ يَوْمَ القِيَامَةِ عِنْدَ اللَّهِ رَجُلٌ تَسَمَّى مَلِكَ الأَمْلاَكِ

“Sehina-hinanya nama di sisi Allah pada hari Kiamat kelak adalah seseorang yang bernama Malik AL-Amlak (raja pemilik semua)”. ( Shohih Bukhori, no.6205 )

Ada nama yang makruh, karena membawa makna yang buruk atau berlebihan, maka lebih baik bila kau merubahnya, seperti nama ribut

Jangan seperti seorang sahabat yang tidak mau dirobah namanya yang mengandung makna buruk maka keburukan dalam namanya selalu menemani kehidupan keluarga
coba kau baca kisah di bawah ini:

Sa’id bin Musayyab bin Hazn, meriwayatkan dari ayahnya, “Bahwa ayahnya (kakek Said) datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam Maka beliau bertanya,
‘Siapa namamu?’
Dia menjawab, ‘Hazn,
Beliau bersabda, ‘Engkau (aku beri nama) Sahl (artinya mudah)
Dia menjawab, ‘Saya tidak mau mengganti nama yang diberikan oleh ayahku’.”
Ibnul Musayyab berkata, “Maka setelah kejadian itu, Al-Huzunah senantiasa ada pada kami.” (HR Al Bukhari )
Al-Huzunah bermakna “Muka kasar dan mengandung kekerasan.”

Akhi Ukhti…. coba kau cari tahu makna dari namamu…
Tanyakan pada ortumu, “Kenapa engkau diberi nama tersebut oleh mereka?

Jangan sampai engkau membawa nama yang membuat hidupmu sulit di dunia dan di akhirat.

Syafiq Riza Basalamah,  حفظه الله تعالى 

Menebar Cahaya Sunnah