Apakah Engkau Termasuk Orang Yang Selalu Terobsesi Untuk…

Bismillah

Akhi Ukhti..

Apakah engkau termasuk orang yang selalu terobsesi untuk mengganti barang yang kau miliki..?

ingin ganti mobil yang lebih mewah dan baru

ingin ganti gadjet keluaran terbaru

ingin ganti tas dengan merk dan model yang lebih wah

ingin ganti motor yang lebih keren dan menawan

Atau apa saja..

Kalau yang mendorong dirimu itu karena faktor kebutuhan mungkin sesuatu yang oke-oke saja

Namun terkadang, engkau melakukan bukan karena kebutuhan
Tapi karena sesuatu yang ada di hatimu

Karena fulanah ganti mobil, engkau juga ingin..

Karena fulanah pakai tas yang lebih mahal dari milikmu..

Karena fulan memiliki gadjet teranyar..

Karena fulan membeli motor baru sedang motormu adalah bekas..

Kalau yang menjadi pembimbing dalam belanja adalah nafsumu maka hidupmu akan susah..

– Engkau akan dibikin lelah olehnya, karena nafsu tidak pernah puas
– Engkau selalu akan melihat yang lebih dari dirimu
– Engkau akan terus memeras keringatmu dan menghabiskan waktumu bekerja keras hanya untuk menuruti nafsumu

Ada satu cara yang membuat hidupmu nyaman, bahkan engkau akan merasa lebih kaya dari semua orang, apa itu..?

Sa’ad bin Abi Waqqosh rodhiyallahu ‘anhu pernah berpesan pada anaknya

“يا بني، إذا طلبت الغنى فاطلبه بالقناعة؛ فإنها مال لا ينفد”

“Wahai ananda.. kalau engkau mencari kekayaan, maka carilah dengan Qona’ah, sesungguhnya ia adalah harta yang tidak ada habisnya..” (Uyunul Akhbar 3/207)

Qona’ah ada hati yang senantiasa menerima dan ridho atas pemberian Allah.

Bila engkau memiliki hati yang Qona’ah sesungguhnya engkau dengan raja terkaya di muka bumi ini adalah sama

Ditulis oleh,
Ustadz Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى

Lisan Tidak Bertulang, Namun…

Bismillah

AKHI ukhti

Pernah melihat parang besar yang digunakan untuk memotong tulang belulang

Atau pisau operasi yang kecil namun tajam

Tentunya orang akan berhati-hati membawa dan menggunakan
nya, jangan sampai salah dan membahayakan diri sendiri atau orang lain

Tahukah engkau?! Bahwa dirimu selama ini ketika pulang pergi, berdiri dan duduk
Selalu Membawa senjata yang lebih tajam dari belati operasi dan
Lebih gahar dari parang besar pemotong tulang?

Yaitu lisanmu sendiri

Betapa sering lisan ini mengeluarkan kata-kata yang tidak diridhoi Allah dan kita meremehkannya , padahal kata-kata itu menceburkan ke dalam api

● Betapa sering lisan ini menusuk dan merobek hati orang lain, tanpa ada darah yang keluar sehingga membuat luka dalam yang menakutkan

● Tidak sedikit peperangan yang berkobar karena lisan
Tidak jarang tawuran yang terjadi karena lisan

● Persahabatan juga retak gara- gara lisan

● Suami menghancurkan rumah tangga yang dibangun bertahun- tahun dengan lisannya

● Istri merusak bahtera yang ditumpanginya karena salah ngomong

● Anak durhaka kepada orang tuanya hanya karena ucapan “Ahh” dari lisannya

● Abu Thalib akhirnya mati kafir karena lisannya tidak mau mengucapkan laa ilaha illallah

● Ada seorang wanita yang ahli ibadah, shalat malam, puasa sunnah, sedekah namun gara- gara lisannya suka menyakiti tetangga maka ia pun masuk neraka

Lisanmu adalah belatimu

Lisan tidak bertulang namun dapat menembus apa yang tak ditembus oleh jarum

Akhi Ukhti…
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memperingatkan bahwa kebanyakan penghuni neraka itu masuk neraka karena hasil kerja lisannya, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berbicara dengan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu.

« أَلاَ أُخْبِرُكَ بِمَلاَكِ ذَلِكَ كُلِّهِ ». قُلْتُ بَلَى يَا نَبِىَّ اللَّهِ قَالَ فَأَخَذَ بِلِسَانِهِ قَالَ « كُفَّ عَلَيْكَ هَذَا ». فَقُلْتُ يَا نَبِىَّ اللَّهِ وَإِنَّا لَمُؤَاخَذُونَ بِمَا نَتَكَلَّمُ بِهِ فَقَالَ « ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِى النَّارِ عَلَى وُجُوهِهِمْ أَوْ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلاَّ حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ ».

“Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?”

Jawabku: “Iya, wahai Rasulullah.”

Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda, “Jagalah ini”.

Aku bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut karena apa yang kami katakan?”

Maka beliau bersabda: “Celaka engkau. Adakah yang menjadikan orang tersungkur mukanya atau batang hidungnya di dalam neraka, melainkan karena hasil ucapan lisan mereka?” (HR. Tirmidzi)

Maka, Berpikirlah sebelum berkata atau menuliskan sesuatu, baik itu komentar dsb

Medsos sering memancingmu untuk:

Say something or write something

Renungkan apa yang hendak kau ucapkan atau kau tulis

Tidak semua yang ketahui itu kau ungkapkan
Pertimbangkan beberapa hal
Apa memang perlu diucapkan ?
Apa waktunya tepat ?
Apa engkau orang yang pantas mengutarakan ?

Setelah itu silakan kau memutuskan !

بارك الله فيكم

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Mintalah Hajatmu Hanya Kepada ALLAH, Pasti DIA Akan Kabulkan Untukmu…

Muslim bin Qutaibah rahimahullah berkata:
“Janganlah engkau meminta hajatmu kepada salah satu dari tiga golongan (yaitu):

1. Janganlah engkau minta hajatmu kepda seorang pendusta, karena sesungguhnya ia akan (berpura-pura) mendekatkan hajatmu, padahal ia masih jauh (maksudnya, ia menampakkan seolah-olah akan memberi hajatmu dalam waktu dekat, padahal yang sebenarnya masih lama, atau bahkan tidak akan memberi hajatmu, pent).

2. Janganlah engkau minta hajatmu kepada orang dungu (tolol), karena sesungguhnya ia ingin memberimu manfaat, tapi justru ia akan memberimu mudhorot (sesuatu yang berbahaya).

3. Janganlah engkau minta hajatmu kepada seseorang yang kebutuhan makannya bergantung kepada kaumnya, karena sesungguhnya ia akan menjadikan hajatmu sebagai sarana untuk memenuhi hajatnya. (Lihat Al-Amaali karya Abu Ali Al-Qoli, II/190).

Atho’ rahimahullah berkata:
“Thowus rahimahullah (seorang ulama tabi’in) datang menemuiku, lalu ia berkata kepadaku: “Wahai ‘Atho, janganlah engkau mengajukan hajat-hajatmu kepada orang yang menutup dan menghalangi pintu (rumah)nya dari hadapanmu. Akan tetapi, hendaklah engkau meminta segala hajatmu hanya kepada Allah, yang mana pintu (pengabulan permohonan)-Nya senantiasa terbuka untukmu sampai hari Kiamat. Dia memintamu agar engkau selalu berdoa (meminta) kepada-Nya, dan Dia juga berjanji akan selalu mengabulkan permintaanmu.” (Lihat Hilyatul Auliya’ karya Abu Nu’aim Al-Ashbahani, IV/11).

Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala:

ادْعُونِي أسْتَجِبْ لَكُمْ

Artinya: “Berdo’alah kamu sekalian hanya kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan do’a kalian.” (QS. Al-Mu’min/ Ghoofir: 60).

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berwasiat kepada Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhuma dengan sabdanya:

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ

Artinya: “Apabila engkau meminta (hajat), maka mintalah kepada Allah. Dan apabila engkau meminta pertolongan, maka mintalah pertolongan hanya kepada Allah.” (Diriwayatkan oleh imam Ahmad dan At-Tirmidzi).

Demikian Faedah Ilmiah dan Mau’izhoh Hasanah yang dapat kami sampaikan pada pagi hari ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga Allah memberikan taufiq dan pertolongan-Nya kepada kita agar senantiasa istiqomah dalam beribadah dan berdo’a hanya kepada-Nya hingga akhir hayat. (Jakarta, 23 Januari 2017).

Muhammad Wasitho, حفظه الله تعالى

Lupa Bersyukur…

Bismillah
Akhi Ukhti…

Memiliki tubuh yang sehat wal afiat adalah dambaan setiap insan
Dan kita semua sudah maklum bahwa biaya perawatan di rumah sakit sangatlah mahal…
Pernahkah engkau melihat seorang yang dirawat di ruang ICU dengan berbagai alat yang dipasang di tubuhnya?
Berapa kira-kira yang harus dibayar olehnya bila dia berada di dalam ruangan tersebut selama 360 hari?

Kita yang sehat terkadang lupa bersyukur atas nikmat sehat kecuali ketika sakit datang menimpa

Dan ternyata kita memiliki kewajiban membayar tarif penggunaan tubuh setiap harinya, setiap hari?
iya setiap hari? Sebagaimana kalau kau di ruang ICU harus membayar setiap hari

dan kiranya kalau itu harus dibayar dengan uang niscaya gajimu akan habis

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ تَطْلُعُ فِيْهِ الشَّمْسُ تَعْدِلُ بَيْنَ اثْنَيْنِ صَدَقَةٌ، وَتُعِيْنُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتَحْمِلُهُ عَلَيْهَا أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعَهُ صَدَقَةٌ وَالْكَلِمَةُ الطَّيِّبَةُ صَدَقَةٌ، وَبِكُلِّ خُطْوَةٍ تَمْشِيْهَا إِلَى الصَّلاَةِ صَدَقَةٌ وَ تُمِيْطُ اْلأَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ صَدَقَةٌ

”Setiap persendian manusia ada sedekahnya setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya,
kamu mendamaikan di antara dua orang adalah sedekah
kamu membantu seseorang untuk menaikkannya di atas kendaraannya atau mengangkatkan barangnya di atasnya adalah sedekah
kalimat yang baik adalah sedekah
pada tiap-tiap langkah yang kamu tempuh menuju shalat adalah sedekah, dan kamu membuang gangguan dari jalan adalah sedekah.” (HR Bukhari Muslim)

Dan telah disebutkan bahwa di dalam tubuh kita ada 360 persendian, wallahu A’lam
Berarti sedekah yang harus kau tunaikan adalah sebanyak jumlah persendian tersebut, sebagai rasa syukur kepada Allah atas nikmat sehat dan kehidupan.
Sedekah ini bukan sedekah harta saja tetapi bervariasi, sebagaimana di sebutkan dalam hadits di atas.

Dan ternyata ada satu amalan yang mencukupi untuk membayar sedekah semua persendian tersebut, yang terkadang kita mengabaikannya:

Yaitu: shalat dhuha dua raka’at

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنْ الضُّحَى

“Dan cukup untuk semua persendian tersebut) dua rakaat Dhuha yang dikerjakannya.” (HR.Muslim)

Sudahkan kau membayar biaya untuk menggunakan tubuhmu pada hari ini ?

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Saatnya Kita Super Hati-Hati

Dalam situasi seperti sekarang ini, saatnya kita super hati-hati dalam menjadikan seseorang sebagai rujukan ilmu agama

● Imam Adz-Dzahabi -rohimahulloh- mengatakan:

“Mayoritas para imam salaf.. mereka memandang bahwa hati itu lemah dan syubhat itu menyambar-nyambar..” [Siyaru A’lamin Nubala’ 7/261].

Ini di zaman mereka, apalagi di zaman kita sekarang ini… oleh karena itu, harusnya kita selalu wasapada dan mengingat terus pesan-pesan para ulama Ahlussunnah dalam masalah ini:

● Sahabat Ibnu ‘Abbas -rodhiyallohu ‘anhumaa-:

“Dahulu, jika kami mendengar orang mengatakan ‘Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda’; mata-mata kami langsung tertuju kepadanya, dan telinga-telinga kami juga langsung mendengarkannya dengan seksama.

Lalu ketika orang-orang menaiki tunggangan yang liar dan jinak (yakni: menceburkan diri dalam urusan yang tidak mereka kuasai dengan baik); maka kami pun tidak mengambil dari orang-orang, kecuali ilmu yang kami ketahui (sebelumnya)..” [Muqoddimah Shohih Muslim 1/13].

● Imam Ibnu Sirin -rohimahulloh-:

“Dahulu para ulama salaf tidak menanyakan tentang sanad, lalu ketika terjadi fitnah, mereka pun mengatakan: ‘sebutkan kepada kami orang-orang (sumber ilmu) kalian..!’, maka :
– jika dilihat orang tersebut ahlussunnah, haditsnya diterima, dan
– jika dilihat orang tersebut ahli bid’ah, haditsnya tidak diterima..” [Muqoddimah Shohih Muslim 1/15].

Beliau juga mengatakan dalam pesannya yang masyhur:

“Sungguh ilmu ini adalah agama kalian, maka lihatlah darimana kalian mengambil agama kalian..” [Muqoddimah Shohih Muslim 1/14].

● Imam Ibrohim An-Nakho’i -rohimahulloh-:

“Dahulu, jika mereka ingin mengambil (ilmu agama) dari seseorang; mereka (lebih dahulu) melihat :
– kepada sholatnya,
– kepada penampilan lahirnya, dan
– kepada perhatiannya terhadap sunnah..” [Al-Jarhu Wat Ta’dil libni Abi Hatim 2/29].

Semoga Allah memberikan taufiq kepada kita semua dalam menimba ilmu agama, dan semoga Allah meneguhkan kita di atas sunnah Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam, amin.

Penulis,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

====
● Imam Adz Dzahabi rohimahullah wafat 748 H
● Sahabat Ibnu ‘Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa wafat 68 H
● Imam Ibnu Sirrin rohimahullah wafat 110 H
● Imam Ibrahim An-Nakho’i rohimahullah wafat 96 H

Lebih Besar Dari Riba

Tahukah anda berapa besar dosa riba..?

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

دِرْهَمُ رِبًا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتَّةِ وَثَلاَثِيْنَ زَنْيَةً

“Satu dirham yang dimakan oleh seseorang dari transaksi riba sedangkan dia mengetahui, lebih besar dosanya daripada melakukan perbuatan zina sebanyak 36 kali..”

(HR. Ahmad dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman. Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Subhanallah ternyata dosa riba lebih berat dari dosa zina 36 kali lipat. Padahal dosa zina besar di sisi Allah Ta’ala.

Banyak diantara kita yang lari dari riba. Ini adalah kebaikan dan menunjukkan ketaqwaan hati dan keimanan. Namun terkadang masih jatuh kepada dosa yang lebih berat dari riba..

Tahukah anda apa yang lebih berat dari riba..?

Dari Al Baro bin Azib, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

((الرِّبَا اثنان وسبعون بابًا، أدناها مثل إتيان الرجل أمَّه، وإن أرْبَى الربا استطالة الرجل في عرض أخيه

“Riba memiliki tujuh puluh dua pintu. Yang paling rendah seperti menzinahi ibu kandungnya. Dan sesungguhnya riba yang paling berat adalah merusak kehormatan saudaranya..” (HR Ath Thobroni. Lihat silsilah shohihah no 1871).

Perhatikanlah ini saudaraku.. Berapa banyak orang yang asyik membicarakan aib saudaranya baik di majelis ataupun di media media sosial. Ini adalah musibah yang menimpa agama seseorang. Karena perbuatan tersebut merusak amalnya, bahkan mencukur agamanya. Karena perbuatan tersebut merusak hubungannya dengan sesama muslim.

Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلاَةِ وَالصَّدَقَةِ؟ قَالُوا : بَلَى، قَالَ : صَلاَحُ ذَاتِ الْبَيْنِ فَإِنَّ فَسَادَ ذَاتِ الْبَيْنِ هِيَ الْحَالِقَةُ

“Maukah aku kabarkan kepada kalian yang lebih baik daripada derajat puasa, sholat, dan sedekah.?”

Mereka berkata, “Tentu..”

“Baiknya hubungan di antara sesama, karena rusaknya hubungan di antara sesama mengikis habis (agama)..”

( HR At-Tirmidzi no 2509, dan dishohihkan At-Tirmidzi, dan ada tambahannya: )

هِيَ الْحَالِقَةُ لاَ أَقُوْلُ تَحْلِقُ الشَّعْرَ وَلَكِنْ تَحْلِقُ الدِّيْنَ

“Rusaknya hubungan di antara sesama adalah mengikis, dan tidaklah aku berkata mengikis habis rambut, akan tetapi mengikis habis agama..”

Ingatlah saudaraku, kehormatan seorang muslim mulia di sisi Allah. Jangan sampai kita bangkrut di hari kiamat akibat lisan yang tak dijaga.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

============

ARTIKEL TERKAIT – (Klik Link Dibawah Ini)

Kumpulan Artikel – Tentang RIBA…

Kita Berada Di Tempat Yang Tidak Abadi…

bismillah
Akhi Ukhti…

Malam berganti siang
Siang berganti Malam
Ada yang pergi dan datang
Dan ada yang pergi namun tidak pernah kembali…

Saat ini, aku berada jauh dari negeriku sekitar 8000 km…
Tiba-tiba ketika aku membuka HP, aku ada mendapatkan sebuah pesan duka:

عظم الله أجرك

(Semoga Allah memberikan padamu pahala yang besar)

Ada perasaan tidak nyaman di dalam hati, siapakah yang pergi dan aku tidak akan melihatnya lagi?
Aku segera cari tahu dengan perasaan tidak menentu, ternyata yang meninggal adalah Bibiku (adik ayahku) semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan menerima amalannya

Akhi Ukhti…
Kita berada di tempat yang tidak abadi
Panggilan takdir buat kita adalah rahasia Ilahi
Engkau dan aku juga sedang menanti waktu untuk berpisah dengan orang yang dicintai
Hari-hari akan menyingkap segala yang terkadang tidak terbesit di hati

Namun kita sebagai hamba ilahi, harus selalu siap siaga
Siaga menerima ditinggal para kekasih
Siaga tatkala kita yang harus meninggalkan para kekasih
Karena kita adalah milik Allah

إِنَّا لِلّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ. إِنَّ لِلّهِ مَا أَخَذَ وَلَهُ مَا أعْطَى وَ كُلَّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى

“Sesungguhnya kita milik Allah dan kita akan kembali kepadaNya. Sesungguhnya bagi Allah apa yg Ia ambil dan bagi-Nya apa yg Ia berikan. Segala sesuatu disisi Allah sudah ada ajalnya.”

Semoga Allah senantiasa menjaga orang tua kita dalam ketaatan kepadaNya, dan Semoga ALLah membantu kita untuk berbakti kepada keduaNya

Untukmu yang ditinggalkan orang-orang tercinta, ada kabar gembira bagi orang-orang yang bersabar..
Maka bersabarlah, dan berharaplah pahala dari Allah
karena esok atau lusa engkaupun akan segera berjumpa dengannya

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَ ارْحَمْهُ وَ عَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ.

Ya Allah, ampunilah dia, sayangi dia, berikan afiah padanya dan maafkanlah dia”.

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Mengapa Ada Sebagian Orang Saleh Yang Kesakitan Saat Ruhnya Keluar..?

​Telah disebutkan dalam sebuah hadits bahwa ruh seorang mukmin akan keluar dari tubuhnya dengan mudah, semudah keluarnya tetesan air dari mulut kantong air dari kulit. [HR. Ahmad: 18534].

Di sisi lain, ada hadits yang mengisahkan bahwa Nabi -shallallohu alaihi wasallam- merasa berat sekali ketika ruh beliau akan meninggalkan jasadnya yang mulia, sampai-sampai beliau beberapa kali pingsan, dan mengatakan: “Sungguh mati itu ada sakaratnya (rasa sakit).” [HR. Al Bukhari: 4449].

Lalu bagaimana mensinkronkan dua hadits ini?

Para ulama menjelaskan bahwa pada asalnya ruh seorang mukmin akan keluar dari jasadnya dengan sangat mudah, ini hukum asalnya dan ini yang terjadi pada umumnya. Namun, bisa jadi dalam keadaan tertentu Allah menghendaki seorang mukmin merasakan sakit dan berat saat ruhnya keluar dari jasadnya. Tujuannya bukan menghinakan atau merendahkan kedudukan dia…
Tapi, untuk kebaikan bagi dirinya, baik untuk menambah pahala kebaikan dia atau meninggikan kedudukan dia di sisi Allah, atau untuk mengurangi dosanya.

Jika mengetahui hal ini, maka jangan sampai kita su’uzhon kepada orang yang matinya susah dan berat, bila memang secara lahir dia termasuk orang yang saleh dan mulia amalannya. Wallahu a’lam.

Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Telah Membuat Kita Terpecah dan Berpisah…

Rasulullah shallalahu ‘alayhi wasallam bersabda:

« والذي نفس محمد بيده ؛ ما تواد اثنان في الله ففرق بينهما إلا بذنب يحدثه أحدهما » أخرجه أحمد وصححه الألباني في الإرواء 8/99

“Demi dzat yang jiwa Muhammad ada di tangannya, tidaklah dua orang saling mencintai karena Allah kemudian Allah pisahkan keduanya kecuali karena dosa yang dilakukan salah satu di antara keduanya.” (HR. Ahmad dishahihkan imam al-Albani dalam al-Irwa’: 8/99)

Al-Imam al-Munawi mengomentari hadits ini dan berkata:

“Perpisahan dan perpecahan adalah hukuman dari sebuah dosa, maka dari itulah Musa al-Kazhim berkata: jika temanmu berubah sikap kepadamu, maka ketahuilah itu sebab dosa yang kamu lakukan, segeralah bertaubat krpada Allah dari segala dosa agar cinta temanmu langgeng untukmu.”

Al-Imam al-Muzani berkata:

“Jika engkau menjumpai sifat acuh dari sahabat2mu maka segeralah bertaubat kepada Allah karena engkau telah berbuat dosa.

dan jika engkau menjumpai tambahan cinta dari mereka maka itu berasal dari ketaatan yang kau lakukan…maka bersyukurlah kepada Allah.”

Al-Faidl (5/437)

Zainal Abidin, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah