Kok Gini Sih Fatwanya..?

Syeikh Al Albani, kok gini sih fatwanya?

Sobat, berikut saya nukilkan fatwa Syeikh Muhammad bin Nashiruddin Al Albani dalam masalah penggunaan hak suara pada pemilu. Fatwa ini berkaitan dengan pemilu parlemen di Jordania, dan tentu cara pendalilan beliau ini yang pantas dicurigai, eh afwan dicermati.

Beliau berkata:
“Kita memiliki dua sikap seputar pemilu, bagi orang yang tidak berilmu mungkin keduanya dianggap saling bertentangan, padahal sejatinya tidaklah demikian.

Sikap pertama: Kita tidak menganjurkan siapapun dari ummat Islam, baik perorangan atau kelompok untuk mencalonkan dirinya pada pemilihan parlemen seperti ini, dengan alasan yang baru saja engkau ketahui.

Penanya berkata: iya, wahai syeikh,

Syeikh berkata: Jelas bagimu?

Penanya menjawab: iya, wahai syeikh.

Syeikh kembali berkata:
Sikap kedua: kita juga menyampaikan kepada ummat Islam secara umum, di negri manapun: bila pemerintahnya mewajibkan peraturan pemilihan umum semacam ini, dan pada kondisi ini biasanya berbagai partai dan penganut paham berlomba lomba untuk mencalonkan dirinya, dan menguasai kursi parlemen sebanyak mungkin untuk anggota partai atau kelompoknya.

Pada kondisi ini bila didapatkan sebagian orang Islam mencalonkan dirinya – dan sekali lagi kami menasehatkan agar mereka tidak melakukannya- maka kami memiliki sikap lain, yaitu kami berpendapat: “kaedah fiqih yang berbunyi bila seorang muslim berada diantara dua kerusakan, maka ia disarankan untuk memilih yang paling ringan resikonya.”

Parleman akan tetap berjalan dengan segala dinamikanya, kita sebagai ummat Islam menyukainya atau menolaknya. Dalam kondisi seperti ini tentu jelas perbedaannya antara kondisi dimana seluruh anggota parlemen adalah non muslim dari kondisi bila seluruh anggotanya adalah umat Islam, perbedaan antara kedua kondisi di atas tentu sangatlah besar.

Kemudian pada kondisi kedua tentu juga berbeda bila semua calon anggota parlemen adalah ummat islam, namun sebagian adalah orang sholeh, sedangkan yang lainnya tidak sholeh, sebagian berjuang demi kemaslahatan Islam sedangkan lainnya berjuang demi kepentingan dirinya atau kelompoknya atau partainya tanpa perduli sedikitpun dengan kemaslahatan Islam.

Dalam kondisi seperti ini, dianjurkan kepada para pemilik hak suara dari ummat islam untuk menggunakan hak suaranya, guna memilih calon yang paling baik dan paling berguna bagi Islam, walaupun kami tetap saja menekankan agar tidak seorangpun dari ummat Islam yang mencalonkan dirinya dan masuk dalam parlemen, karena ia hanya akan membinasakan dirinya dan merestui parlemen yang nyata nyata menyimpang dari syari’at islam.

Namun demikian kami sadar bahwa kita tidak mungkin dapat meyakinkan semua orang untuk menerima pendapat kita, walaupun pada kenyataannya pendapat kita adalah 100 % benar . Tetap saja akan ada orang orang yang memiliki pendapat lain yang berbeda, terlepas apakah pendapat mereka itu benar atau salah, atau apakah mereka itu layak berijtihad atau tidak.

Demikianlah faktanya, faktanya banyak dari ummat Islam yang sholeh akan tetap mencalonkan dirinya di parlemen. Pada kondisi ini kita katakan kepada masyarakat Islam hendaknya anda MENGGUNAKAN HAK SUARA UNTUK MEMILIH calon calon muslim yang sholeh tersebut agar dapat mengalahkan calon calon lain dari sesama ummat islam yang tidak sholeh dan mengalahkan calon calon dari kalangan orang orang kafir para komunis dan kafir lainnya.

Sikap ini lebih ringan resikonya dibanding bila kalian semua berdiam diri di dalam rumah dan tidak menggunakan hak suara kalian untuk memilih calon calon angota parlemen kalian.

Semoga aku telah memberikan penjelasan masalah ini untuk dirimu!

Penanya menjawab: Baik, wahai syeikh.

(Ditranskrip dari kaset no: 344, dari silsilah Al Huda wa An Nur, dimulai dari menit ke: 40, detik: 51)
Versi asli bisa anda dengarkan pada link berikut:

https://www.youtube.com/watch?v=6yKzO84pSko

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Yang Kau Butuhkan Hanyalah Bersabar

Bismillah

Akhi Ukhti…

Manusia adalah makhluk yang suka tergesa-gesa.. (lihat Al Anbiya: 37)

Dia selalu terburu-buru untuk meraih yang diinginkan, salah satunya ketika mencari pasangan hidup.

Hati gundah gulana tatkala pasangannya tak kunjung datang atau tak kunjung didapatkan
Galau tiada henti
Akhirnya membuat dirinya melakukan tindakan sembrono dalam memilih pasangan hidup.

Bahkan ada sebagian orang tua yang malah menyuruh putrinya untuk menjalin hubungan dengan lelaki demi mendapatkan suami, padahal Sang Pencipta tidak meridhoi tindakan tersebut
Ingatlah bahwa ada tiga peristiwa penting dalam kehidupan manusia:

KELAHIRAN
PERNIKAHAN
KEMATIAN

Untuk yang pertama dan yang ketiga manusia tidak dapat memilih, namun untuk yang kedua ada kesempatan baginya untuk memilih, walau sejatinya semua sudah ditentukan Allah.

Pernikahan bukan sebuah permainan namun ia adalah masa depan
Bila engkau salah langkah kelak akan pahit akibatnya sepanjang masa

Maka Bersabarlah dalam masa penantian jodoh.

Ingatlah bahwa sudah menjadi sunnatullah bahwa pribadi yang baik untuk pribadi yang baik pula, Allah berfirman:

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)..” [An-Nur: 26]

Oleh karena gunakan waktu penantian untuk :

1. Berdo’a : karena ia adalah sebuah ibadah yang mulia dan Allah berjanji akan mengabulkan permohonan

2. Introspeksi diri dan Memperbaikinya : karena pasanganmu kiranya seperti dirimu dalam kebaikan

3. Menjaga pandangan mata

4. Banyak puasa sunnah di kala nafsu dan syahwat menggoda

Bila ada yang bertanya sudah menikah belum? maka jawablah, “Do’akan semoga Allah memudahkan..!, tidak perlu menjadikan pertanyaan itu sebagai hantu yang menakutkan…rileks

Selalu berprasangka baik kepada Allah

Jangan berputus asa dari Rahmat Allah

Bila jodohmu ada di seberang pulau niscaya Allah akan mendatangkannya untukmu…

Yang kau butuhkan hanyalah bersabar menanti dan yakin dengan takdir ilahi, Allah lebih tahu dengan yang dibutuhkan hambanya.

Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى

Kenapa Sampai Hari Ini Tidak Berubah Menjadi Lebih Baik..?

Bismillah
Akhi Ukhti…

Kenapa ada sebagian di antara kita yang sampai hari ini tidak berubah menjadi lebih baik ?!
Padahal secara umur sudah matang
Dari sisi pendidikan cukup bahkan lebih dari yang lainnya
Namun perilakunya masih tetap seperti yang lalu
Karakternya masih kaku dan temperamental
Lisannya pedas dan tajam bak pisau

Kalau aku boleh urun rembuk dalam masalah ini, di antara penyebabnya adalah karena sang pelaku merasa kalau dirinya sudah baik atau berpendapat kalau aku memang seperti ini, terus mau apa..?!

Perasaan bahwa dirinya telah baik akan menghalangi seseorang untuk berubah kepada yang lebih baik…
Dirinya sudah sempurna… ini sudah cukup

Jiwa kita tak ubahnya seperti sebuah mobil, dia harus masuk bengkel untuk perawatan, apalagi kalau memang ada yang rusak…
Akan tetapi sebagian orang tidak merasa kalau mobilnya sedang rusak -karena dia bukan ahlinya-, buat dia selama masih bisa dikendarai berarti mobil itu bagus, padahal ada banyak hal yang perlu diperbaiki kalau dia sadar…

Maka kau harus memperhatikan dan merawat mobilmu secara berkala apalagi setelah dipakai bertahun-tahun: kau harus ganti oli, tambah air, tambah angin, ganti kampas rem dsb… dan tentunya engkau harus mencari orang yang ahli dalam hal tersebut…

Bagaimana dengan jiwa Manusia?

Ada 4 cara untuk mengetahui kekurangan dan kesalahan diri agar kita bisa memperbaiki dan.. berubah menjadi lebih baik sebagaimana dijelaskan oleh para ulama’ :

1. Carilah seorang guru/ustadz yang memahami penyakit-penyakit jiwa (di masa kini sangat jarang guru yang seperti ini), bila kau mendapatkannya maka duduklah di sisinya dan ceritakan tentang dirimu kemudian dengarkan pencerahan darinya.

2. Carilah teman yang jujur dan setia yang senantiasa memberikan nasihat (bila melihat kekurangan ia menegurmu) bukan yang hanya cari manfaat darimu, walaupun biasanya engkau tidak akan nyaman bersamanya, tapi demi menjadi lebih baik, bersabarlah.

3. Dengarkanlah kritikkan dari orang yang tidak menyukaimu, karena biasanya sebuah aib yang tidak terlihat oleh kawan akan tampak jelas di mata lawan, tidak perlu kau mengkritik balik, bangunlah dirimu dengan kritikkannya

4. Bergaulah dengan masyarakat, yang kau lihat dibenci maka tinggalkan dan yang dianggap baik kau lakukan, tentunya dalam hal-hal yang tidak bertentangan dengan syariat.

Jangan sok merasa sudah sempurna!
Sejatinya kita diciptakan dari air mani yang hina
Ada banyak aib dan kekurangan kita yang kita tidak sadar dengannya
Berlapang dada-lah bila ditegur dan diingatkan

Selamat menjadi lebih baik

Barakallahu fiik

Ditulis oleh,
Ustadz Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah