Dahsyatnya Adzan

1. LEHERNYA PALING PANJANG DI HARI KIAMAT

Dari Muawiyah rodhiyallahu ‘anhu, katanya, Aku mendengar Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الْمُؤَذِّنِينَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Sesungguhnya muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya di hari kiamat nanti.” (HR. Muslim No. 387, Ibnu Majah No. 725, Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Kabir No. 777, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 2789, Ahmad No. 1681, Abu Ya’la No. 7384, 7388, Al Qudha’i dalam Musnadnya No. 235, Abu ‘Uwanah No. 971, 973, Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah, 2/277, No. 415, dll)

2. SEMUA MAKHLUK YANG MENDENGAR ADZAN AKAN MENJADI SAKSI BAGI MUADZIN PADA HARI KIAMAT

Dari Abu Sa’id Al Khudri rodhiyallahu ‘anhu, dia berkata kepada seorang laki-laki:

إِنِّي أَرَاكَ تُحِبُّ الغَنَمَ وَالبَادِيَةَ، فَإِذَا كُنْتَ فِي غَنَمِكَ، أَوْ بَادِيَتِكَ، فَأَذَّنْتَ بِالصَّلاَةِ فَارْفَعْ صَوْتَكَ بِالنِّدَاءِ، فَإِنَّهُ: «لاَ يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ المُؤَذِّنِ، جِنٌّ وَلاَ إِنْسٌ وَلاَ شَيْءٌ، إِلَّا شَهِدَ لَهُ يَوْمَ القِيَامَةِ»، قَالَ أَبُو سَعِيدٍ: سَمِعْتُهُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

“Aku perhatikan kamu ini orang yang suka menggembala dan berkelana, maka jika kamu sedang menggembala kambingmu atau sedang berkelana maka adzanlah kamu dengan adzan seperti adzan sholat, tinggikan suaramu dengan adzan karena sesungguhnya semua yang mendengarkan adzan, baik dari golongan jin dan manusia dan apa pun saja, mereka akan menjadi saksi bagi si muadzin ada hari kiamat nanti. Abu Sa’id berkata: Aku mendengar hal ini dari Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam..” (HR. Al Bukhari No. 609)

3. AKAN DIAMPUNI DOSANYA SEPANJANG SUARANYA DAN SEMUA YANG MENDENGARKAN ADZAN DI BUMI AKAN MENDO’AKAN AMPUN BAGINYA

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الْمُؤَذِّنُ يُغْفَرُ لَهُ، مَدَى صَوْتِهِ، وَيَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ، رَطْبٍ، وَيَابِسٍ، وَشَاهِدُ الصَّلَاةِ، يُكْتَبُ لَهُ خَمْسٌ وَعِشْرُونَ حَسَنَةً، وَيُكَفَّرُ عَنْهُ مَا بَيْنَهُمَا

“Bagi muadzin akan diampuni dosanya sepanjang suaranya, dan akan memohonkan ampun baginya semua benda yang basah dan kering, dan orang menghadiri sholat berjamaah akan dicatat baginya 25 kebaikan dan akan dihapus kesalahan di antara keduanya (antara adzan dan sholatnya, pen).” (HR. Ibnu Majah No. 724, Abu Daud No. 515, dengan lafazh: “dan akan menjadi saksi baginya semua benda yang basah dan kering …”, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 2794, dll)

Hadits ini dishohihkan oleh Ibnu As Sakkan. (Lihat At Talkhish Al Habir, 1/367), Syaikh Syu’aib Al Arnauth (Ta’liq Musnad Ahmad, 10/337), juga Syaikh Al Albani dalam berbagai kitabnya. (Shahih Abi Daud, Shahihul Jami’, Tsamar Al Mustathab, At Ta’liqaat Al Hisaan)

Apa maksud “dosanya akan diampuni sepanjang suaranya”? Berikut ini keterangannya:

قَالَ الْخَطَّابِيُّ: وَفِيهِ وَجْهٌ آخَرُ وَهُوَ أَنَّهُ كَلَامُ تَمْثِيلٍ وَتَشْبِيهٍ، يُرِيدُ أَنَّ الْمَكَانَ الَّذِي يَنْتَهِي إِلَيْهِ الصَّوْتُ لَوْ يُقَدَّرُ أَنْ يَكوُنَ مَا بَيْنَ أَقْصَاهُ وَبَيْنَ مَقَامِهِ الَّذِي هُوَ فِيهِ ذُنُوبُهُ تَمْلَأُ تِلْكَ الْمَسَافَةَ غَفَرَهَا اللَّهُ.

Berkata Al Khaththabi rohimahullah:  “pada kalimat ini ada makna yang lain, ini adalah ucapan tasybih dan tamtsil, maknanya adalah bahwa sepanjang tempat yang dicapai oleh suaranya sampai akhir, yang seandainya dosa-dosa dia sepenuh antara ujung terjauh dari suaranya sampai tempat dia berdiri, maka Allah akan mengampuni semuanya.” (Ittihaf Al Khairah, 1/475)

4. NABI SHOLLALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM MENDO’AKAN IMAM SHOLAT DAN PARA MUADZIN

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, berkata Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam:

الْإِمَامُ ضَامِنٌ، وَالْمُؤَذِّنُ مُؤْتَمَنٌ، اللهُمَّ أَرْشِدِ الْأَئِمَّةَ، وَاغْفِرْ لِلْمُؤَذِّنِينَ

“Imam adalah penanggung jawab, muadzin adalah pembawa amanat, Ya Allah berikanlah bimbingan kepada para imam, dan ampunilah dosa para muadzin..” (HR. At Tirmidzi No. 207, Abu Daud No. 517, Ahmad No. 7169, Abu Daud Ath Thayalisi No. 2526, Abu Ya’la No 4562, dll)

Hadits ini dishohihkan oleh Imam Ibnu Khuzaimah, Syaikh Salim Husein Asad, SyaikAl-Fawaid:
Syuaib Al Arnauth, Syaikh Al Albani, Syaikh Muhammad Mushthafa Al A’zhami, dan lainnya, dan dihasankan oleh Imam Zainuddin Al ‘Iraqi dalam Takhrijul Ihya.

Maka, kebahagiaan besar bagi para muadzin, Anda didoakan ampunan oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam.

5. SURGA BAGI PARA MUADZIN

Bergembiralah para muadzin dengan berita ini. Dari ‘Uqbah bin ‘Amir rodhiyallahu ‘anhu,bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

يَعْجَبُ رَبُّكَ مِنْ رَاعِي غَنَمٍ فِي رَأْسِ شَظِيَّةِ الْجَبَلِ يُؤَذِّنُ بِالصَّلَاةِ وَيُصَلِّي، فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: انْظُرُوا إِلَى عَبْدِي هَذَا يُؤَذِّنُ وَيُقِيمُ الصَّلَاةَ يَخَافُ مِنِّي، قَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِي وَأَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ

Dari Ibnu Umar rodhiyallahu ‘anhumaa, bahwa Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ أَذَّنَ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ، وَكُتِبَ لَهُ بِتَأْذِينِهِ فِي كُلِّ يَوْمٍ سِتُّونَ حَسَنَةً، وَلِكُلِّ إِقَامَةٍ ثَلَاثُونَ حَسَنَةً

“Barang siapa adzan selama dua belas tahun maka wajib baginya mendapatkan surga, dan dengan adzannya itu dicatat baginya setiap hari enam puluh kebaikan, dan setiap iqomah yang dia lakukan dia mendapatkan tiga puluh kebaikan..” (HR. Ibnu Majah No. 728, Al Bazzar No. 5933, Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman No. 2795, Ath Thabarani dalam Al Mu’jam Al Awsath No. 8733, Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah No. 418)

Hadits ini dishohihkan oleh Imam Al Bushiri. (Mishbah Az Zujaajah, 1/92), Imam Ali Al Qari. (Mirqah Al Mafaatih, 2/572), Syaikh Al Albani. (Ash Shahihah No 42, Al Misykah No. 678).

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى

Andai Aku Tidak Menikah Dengannya

Pernikahan adalah suatu perjanjian besar
suatu pertanggungjawaban yang berat bagi seorang laki – laki
yang mana dia mengambil seorang wanita dari kedua orangtuanya untuk hidup bersama dalam sebuah bahtera yang bernama rumah tangga yang dipimpin olehnya

Namun realitanya berapa banyak perempuan yang harapannya hanya mimpi kebahagiaan menguap seperti embun segar ketika disapa mentari pagi

Hari – harinya bak neraka yang panas dan membakar hati, KDRT sudah menjadi santapannya sepanjang hari.
Mawar yang indah ini hidup dibumi yang kering kerontang tanpa air yang menyirami

Sudah saatnya seorang suami memahami tabiat seorang istri
Jangan biarkan air matanya menetes dipipi
Jadikanlah ia perhiasan indah yang dimiliki
Jangan sampai terbetik di hatinya “andai aku tidak menikah dengannya”

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Terbuai Oleh Hawa Nafsu Dan Bisikan Jahat

Akhi..Ukhti…

Yang kau lakukan sekarang, dengan membaca coretan ini, adalah salah satu langkah untuk tidak terlaknat
Menjadi orang yang Alim atau Muta’alim

Jangan percaya dengan jeritan – jeritan palsu
Rayuan – rayuan gombal
Bukalah lebar – lebar matamu dalam memandang dunia ini
iya fana dan pasti sirna

Bacalah firman Allah Jalla Jalaaluh :

ا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ ۖ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا ۖ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

“Hai manusia, sesungguhnya janji Allah adalah benar, maka sekali-kali janganlah kehidupan dunia memperdayakan kamu dan sekali-kali janganlah syaitan yang pandai menipu, memperdayakan kamu tentang Allah.” (Fathir : 5)

Banyak yang menjadi korban penipuan dunia..
mereka adalah korban human Tarafficking tanpa sadar
mereka tersenyum, bergembira saat ini, namun tatkala tersingkap hakikat penipuan tersebut, pada saatnya nasi sudah menjadi bubur dan tiada lagi jalan untuk memperbaiki
hanya menggigit jari penuh penyesalan tiada henti..

Dan pelaku human trafficking itu adalah iblis dengan segala instasi dan jaringannya

Namun iblis tidak mau disalahkan, karena sebelum semua itu terjadi dia telah menjelaskan hakikat perdagangannya..
Dia tidak pernah memaksa bahkan sampai mengancam
Dia hanya berbual dan berdusta, berjanji tidak pernah ditepati, namun semua itu telah jelas termaktub dalam draft perjanjian antara iblis dan manusia

maka pada hari pengadilan kelak, ia akan berpidato dengan suara lantang dengan penuh ketegasan, menyingkap tabir yang pada hakikatnya tidak pernah dia tutup tutupi, tapi manusia saja yang menutup telinلa dan mata hatinya karena terbuai oleh hawa nafsu dan bisikan jahat…

Syafiq Riza Basalamah, حفظه الله تعالى

Membedakan Antara Istilah Khalifah, Raja, Amir, Sultan, dst.. Benarkah Demikian..?

Banyak orang membedakan antara istilah khalifah, raja, amir, sultan, dst.. benarkah demikian?

Syeikh Shaleh Al-Ushoimi -hafizhahulloh-, seorang anggota haiah kibar ulama mengatakan:

“Amir adalah nama untuk orang yang mengurusi urusan manusia dalam hal kekuasaan dan hukum.
Ada beberapa nama lain untuk makna ini, dia bisa disebut hakim, sultan, khalifah, dan imam. Nama-nama ini meskipun berbeda-beda, tapi maknanya sama. Nama-nama tersebut dalam syariat dipakai sebagai julukan untuk setiap orang yang mengurusi urusan manusia dalam pengaturan kekuasaan dan hukum.

Dan termasuk KESALAHAN, persangkaan bahwa nama khalifah itu (hanya) untuk orang yang mengumpulkan seluruh manusia dalam kekuasaannya, bahwa hanya dia yang berhak dibaiat secara syar’i, bahwa tidak ada baiat kecuali untuk seorang khalifah!

Karena istilah khalifah dalam syariat dan bahasa adalah julukan untuk setiap orang yang mengurusi urusan makhluk dalam hal hukum (kekuasaan), baik mereka (yang berada di bawahnya) itu seluruh kaum muslimin, atau sebagiannya. Dia dinamakan khalifah (penerus), karena dia meneruskan kekuasaan orang sebelumnya.

Maka siapapun yang telah sah kekuasaannya atas kaum muslimin, untuk semua kaum muslimin (di seluruh dunia) atau hanya di sebagian negeri; dia bisa disebut sebagai khalifah, karena dia telah didahului oleh orang sebelumnya yang mendahuluinya (dalam kekuasaan).

Dia juga -sebagaimana telah disebutkan tadi- disebut sebagai amir, hakim, sultan, dan imam. Nama-nama ini memiliki konsekuensi kewajiban yang sama dalam syariat, karena maknanya sama, yaitu orang yang mengurusi urusan manusia dalam hal kekuasaan dan hukum. Maka seorang yang hari ini disebut malik (raja) atau sultan atau amir, dia adalah khalifah secara syariat dan urf (pandangan masyarakat)…

Sunnahnya orang yang menjadi pengatur (tertinggi) urusan seluruh kaum muslimin itu satu orang, namun apabila sunnah ini tidak bisa ditegakkan, maka tetap sah kekuasaan setiap orang yang telah diakui kekuasaan dan hukumnya di negeri yang dikuasainya.

Dan inilah yang terjadi di tengah-tengah kaum muslimin berabad-abad lamanya, dari sejak abad pertama (Islam) hingga sekarang ini. Dan telah ada IJMA’ (dari para ulama Islam) akan sahnya kekuasaan mereka, meskipun wilayah mereka terpisah-pisah. Ijma’ para ulama Islam dalam masalah ini telah disebutkan oleh sekelompok ulama, diantara mereka adalah Ibnu Taimiyah dan Muhammad bin Abdul Wahhab, dan beberapa ulama yang lainnya.”

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=RmgbSCEqc-Y

Silahkan dishare… semoga bermanfaat…

Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Do’a Makan Permen

Pertanyaan:

Tanya Ustadz, misalkan kita makan permen ataupun kerupuk, perlukah kita membaca bismillah sebelumnya? Dan apabila perlu, jika lupa juga harus membaca, “bismillahi awalihi wa akhirihi”..? Terima kasih ustadz

Jawaban:

Disunnahkan membaca bismillah juga. Kalau lupa juga demikian, disunnahkan membaca bismillah dengan tambahan “awwalahu wa aakhiroh” atau “fi awwalihi wa aakhirih”.

Perlu digarisbawahi di sini, bahwa basmalah dalam makan dan minum, sunnahnya hanya “bismillah” saja. Sebagaimana ditegaskan dalam sebuah riwayat.. Sunnahnya tidak menambahinya dengan “arrohmaanir rohiim.” Ini semua berdasarkan sunnah Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam.

Wallohu a’lam.

Semoga bermanfaat.

Dijawab oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Saat Rasa Jenuh Dalam Menuntut Ilmu Datang

Abu Hatim Al-Warroq, murid dan pencatat Imam Bukhori -rohimahumalloh- mengatakan:

Suatu hari Imam Bukhori meng-imlakkan kepadaku hadits yang banyak, sampai beliau khawatir aku jenuh, maka beliau pun mengatakan:

Hiburlah hatimu, sungguh mereka yang di dunia hiburan; sibuk dalam dunia mereka.. mereka yang di dunia produksi, sibuk dalam produksinya.. mereka yang di dunia bisnis, sibuk dalam bisnisnya.

Tapi engkau, bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat beliau ! [Siyaru A’lamin Nubala’ 12/445]

——

Sungguh suntikan semangat yang sangat penting dan sangat ampuh.. coba bayangkan, bila kita berada di majlisnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya.. betapa semangatnya kita, dan betapa bahagianya hati ini.

Itulah sebabnya mengapa ada orang yang sangat senang menyibukkan diri membaca Alqur’an.. karena dia merasa senang, tenteram, dan bahagia bersama Allah, mendengarkan firman-Nya, dan merenungi maknanya..

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat.

Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

Untukmu Yang di PHK atau Bangkrut Usaha

Bagaimana mungkin aku takut miskin sedangkan aku adalah hamba Allah Yang MAHA KAYA.

Tips untuk yang kena PHK atau bangkrut usaha:

1. Percaya Allah yang memberi rizki. Tertulis dalam Al Qur’an, Surah Huud, ayat 6:
“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya..”

2. Yakin segala yang terjadi adalah bagian dari takdir Allah yang pasti ada hikmah nya. Tinggal bagaimana kita menggali hikmahnya.

3. Introspeksi usaha/pekerjaan sebelumnya. Bisa jadi pekerjaan sebelumnya banyak haramnya. Allah menyelamatkan kita dari adzab neraka & adzab kubur.

4. Introspeksi diri. Mungkin karena pekerjaan sebelumnya kita menjadi sombong. Mungkin karena usaha sebelumnya menjadi lupa jasa orang lain, lupa sholat tepat waktu, lupa pentingnya menuntut ilmu, lupa zakat.
Ini bagian dari teguran Allah agar kita kembali ingat. Untuk menyelamatkan kita.

Yang harus dilakukan selanjutnya :

1. Mencari peluang usaha. Membuka usaha baru. Dengan berwirausaha banyak waktu untuk ibadah, tidak terikat. Misal usaha kripik, hidroponik, ternak, kebun, dll

2. Kalau ga punya modal, jual aset. Kalau punya hutang, jual aset, bayar hutang dulu, sisanya untuk modal.

3. Kalau tidak ada modal, cari orang atau lembaga seperti BMT yang mau mudhorobah / murobahah
– Mudharobah: BMT yang modalin, kita jadi pengelola, nanti bagi hasil antara pemodal & pengelola (harus dengan persentase).
– Murobahah: BMT belikan barang untuk modal, nanti barang tersebut dijual ke kita dengan cara kredit.

4. Alternatif lain: Berhutang untuk modal, kepada saudara / teman, namun tidak boleh ada kesepakatan dilebihkan pengembaliannya (karena itu adalah RIBA).
– barangsiapa berhutang kepada manusia & berniat untuk mengembalikan, maka Allah akan membantunya mengembalikan…
– tidak menunda pembayaran hutang, setiap ada uang langsung bayar.

5. Belajar ilmu. Ilmu mengarahkan pada arah yang tepat.

6. Hadir di majelis ilmu. Majelis ilmu penuh rahmat dari Allah. Bisa bertemu ikhwan yang lain bisa menjadi perantara rezeki.

7. Banyak bergaul dengan orang shalih. Akan banyak memberikan semangat.

8. Iringi semua ikhtiar tadi dengan IBADAH. Agar berkah ketika sukses nanti.
– iringi dengan amalan-amalan yang ada dalil nya. Misal doa, sholat tahajud, dhuha, dll

Dicatat oleh @Singgih Abu Naufa, dari kajian Ustadz Muflih Safitra, Balikpapan:
“UNTUKMU YANG DI-PHK ATAU BANGKRUT USAHA”

29 Shafar 1437 H
_________________________
Muflih Safitra,  حفظه الله تعالى

Ternyata Tidak Semua

Ternyata, tidak semua yang mengajarkan hadits layak disebut ahli hadits & Tidak semua yang mengajarkan Fiqih layak disebut Ahli Fiqih (Faqih).

Anda heran? atau anda penasaran?

Sederhana sobat, karena sebagian yang mengajarkan hadits atau fiqih salah orientasi, dan salah mengambil posisi.
Sebagian orang yang mengajarkan fiqih yang idealnya mengajarkan murid-muridnya berlapang dada dan dapat menyikapi perbedaan pendapat ulama’ dengan bijak, namun ternyata sang guru malah membiasakan muridnya untuk fanatik dengan pendapat yang ia pilih atau ia anggap paling benar, tanpa menyisakan sedikitpun ruang untuk menghargai pendapat ulama’ lainnya, dan bahkan tanpa disadari ia telah mengkondisikan murid-muridnya agar bersikap arogan dan meremehkan semua orang yang berbeda pilihan atau pendapat dengan dirinya.

Dampaknya, murid-muridnya terbiasa kurang adab, mencibirkan, memandang sebelah mata atau bahasa gaulnya hobi nyinyir semua orang yang berbeda pendapat sampaipun orang yang mengikuti pendapat ulama’ yang nyata-nyata lebih alim dibanding gurunya.

Seharusnya pengajar ilmu fiqih menanamkan pada diri murid muridnya etika menghormati seluruh ulama’, husnuzzan dan cinta kepada mereka.

Demikian pula orang yang mengajarkan hadits, seharusnya memiliki orientasi menghapus sikap-sikap fanatik, dan berusaha keras menyatukan ummat islam karena itulah salah satu misi utama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatukan ummat di atas kebenaran, dengan cara berlemah lembut, sabar dan tabah dalam mengajari orang bodoh, menuntun orang lalai dan senantiasa mengedepankan lemah lembut dalam dakwahnya. Allah Ta’ala berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّهِ لِنتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لاَنفَضُّواْ مِنْ حَوْلِكَ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الأَمْرِ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللّهِ إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (Ali Imran 159)

Dan setiap kali mengajarkan satu hadits yang berkaitan dengan satu masalah yang diperselisihkan oleh para ulama’, maka seharusnya ia menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan demikian-demikian, dan ini adalah pendapat ulama; ini atau itu. Sedangkan ulama’ lainnya berpendapat lain karena berdasarkan dalil lain ini dan itu, menurutnya lebih kuat, dan masing-masing ulama’ tersebut sama-sama berusaha mengikuti yang benar sesuai kapasistas masing-masing.
Adapun menurut saya pendapat yang paling rajih (kuat) adalah pendapat yang ini. Dan sepatutnya guru hadits atau fiqih menekankan pula bahwa tarjih (menguatkan satu pendapat dibanding pendapat yang lain) adalah bagian dari ranah ijtihad yang bisa saja setiap ulama; berbeda pendapat tentangnya.

Saudaraku! perlu anda ketahui bahwa fanatik adalah penyakit yang bisa saja menjangkiti pelajar ilmu fiqih dan juga pelajar ilmu hadits. Sekedar membaca atau mempelajari hadits atau fiqih tidak serta merta menjadi jaminan bahwa anda terbebas dari penyakit fanatik yang diharamkan dalam agama.

Jangan dikira kalau sudah ngaji shahih Bukhari atau Shahih Muslim pasti bebas dari wabah fanatik! Demikian pula jangan dianggap kala sudah belajar fiqih pasti bebas dari penyakit fanatik dan taasshub.

(Status ini saya rangkumkan dari penjelasan Syeikh Muhammad Jamaluddin Al Qaasimy dalam kitabnya (Islaahul Masaajid min Al Bida’ wa Al ‘Awa’id hal: 130-132)

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah