Kemuliaan Wanita…

Wanita..

Ia adalah makhluk yang mulia..
Di saat kecil..
Memberi pahala besar untuk orang tuanya..
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda..
Siapa yang memiliki dua saudari atau dua anak wanita..
Lalu ia berbuat baik kepada keduanya..
Maka aku dan ia di dalam surga seperti ini..
Beliau menggandengkan dua jarinya..
HR Al Khathib..

Di saat menjadi istri..
Ia menjadi ladang pahala untuk suaminya..
Mengangkatnya menjadi manusia terbaik..
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda..
Sebaik baik kamu adalah yang paling baik untuk istrinya..
HR bukhari dan Muslim..

Ketika menjadi ibu..
Ia amat mulia dan haknya amat agung..
Ada seorang lelaki berkata kepada Nabi..
Siapakah manusia yang paling berhak aku perlakukan dengan baik?
Beliau bersabda: ibumu..
Kemudian siapa? Beliau bersabda: ibumu..
Kemudian siapa? Beliau bersabda: ibumu lalu bapakmu..
HR Bukhari..

Wahai wanita..
Sadarkah bahwa kalian makhluk yang mulia..
Maka janganlah kamu campakkan kemuliaanmu..
Semoga Allah senantiasa menjagamu..

Badru Salam,  حفظه الله تعالى 

Haruskah Anda Memberontak..?

Seburuk apapun pemimpin muslim, dan sebengis apapun pemimpin muslim, dan sezholim apapun pemimpin muslim, maka hanya ada satu cara untuk menghadapinya: BERSABAR.

Ya dengan bersabar, bersabar membenahi diri, membenahi keluarga, masyarakat yang ada di sekitar kita dan termasuk menghadai kebengisan para pemimpin muslim yang sedang diuji memimpin anda.

Mengapa demikian ?
ya karena para pemimpin lahir dari perut masyarakat, yang salah satunya adalah anda. Kamarin anda adalah salah satu dari yang telah berperan melahirkan pemimpin yang sedang anda keluhkan.
Kalau anda berkata: oooh, tidak, saya tidak memilihnya bahkan saya tidak ikut memilih sama sekali.
Ya, bisa saja demikian, namun bukankah kemarin anda diam melihat kondisi yang ada di sekitar, atau minimal sedikit bermalas malasan menyikapi gerakan liberalisasi agama, sekulerisasi agama, penebar paham persamaan agama, tasawwuf sesat yang beranggapan bahwa semua agama sama, bahkan kalau sudah sampai jadi wali maka boleh ibadah di gereja atau di wihara atau bahkan dijadikan patung buda juga tidak mengapa.

Bersabar dalam mengamalkan Islam dan mendakwahkannya, dan selanjutnya percayalah bahwa siapapun penguasa yang ada saat ini, tidak akan selamanya berkuasa, esok pasti Allah Ta’ala ganti dengan yang lainnya, dan bila anda telah membangun masyarakat dan calon calon pemimpin yang beriman niscaya yang Allah Ta’ala pilih menjadi pemimpin adalah orang-orang yang beriman, berakhlaq, amanah, adil dan beradab.

Bagaimana negri ini mau dipimpin oleh orang yang baik, kalau ternyata orang orang baik di negri ini dimusuhi dan dijauhi,
yang menyeru kepada tauhid dimaki,
yang menyeru kepada sunnah Nabi dimaki,
yang mengajak pemurniaan Islam dianggap kolot, dan
yang mengajak masyarakat untuk ngaji agama dianggap ndak paham waqi’,
yang menerapkan sunnah dengan memanjangkan jenggot atau memotong celana di atas mata kaki, atau mengenakan cadar dianggap ekstrim dan sosialis.

Sobat, seburuk apapun pemimpin anda saat ini belum seburuk yang digambarkan pada hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:

يَكُونُ بَعْدِى أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ ». قَالَ قُلْتُ كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ قَالَ « تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ ».

“Sepeninggalku, akan ada pemimpin pemimpin yang enggan mengikuti petunjukku, dan enggan menjalankan keteladananku, dan akan ada dari mereka lelaki lelaki yang jiwanya bagaikan jiwa setan, sedangkan raganya raga manusia. Sahabat Huzaifah bin Yaman bertanya: Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepadaku bila aku menemui masa tersebut? Beliau menjawab: ENgkau tetap patuh dan taat kepada pemimpinmu, walaupun ia telah memukul punggungmu, dan merampas hartamu, patuh dan taatlah kepadanya.” (Muslim)

Sobat! sadarilah, pemimpin anda adalah ujian atau hukuman bagi anda, kalau anda orang baik maka anda sedang diuji dengan orang buruk, sebagaimana dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diuji dengan keberadaan tokoh tokoh Quraisy yang kafir lagi kejam, dan para ulama’ semisal imam Ahmad, Imam Syafii diuji dengan pemimpin pemimpin yang kejam pula.

Dan bila anda adalah orang yang banyak bergelimang dalam dosa, maka sadarilah bahwa bisa jadi pemimpin anda adalah bentuk dari teguran dan hukuman Allah kepada anda, karena itu jangan engkau lawan hukuman Allah dengan cara-cara yang menyeleweng dari ajaran agama, agar tidak semakin lama dan panjang hukuman Allah kepada anda.

Ingat! Pemimpin sebengis Hajjaj bin Yusuf saja yang dengan darah dinginnya membantai para ulama’, akhirnya Allah Ta’ala cabut nyawanya, dan digantikan dengan pemimpin lainnya, apalagi selain dia.
Dan AlHamdulillah pemimpin kita muslim, doakan saja semoga esok hari semakin baik dan semakin dekat dengan rahmat Allah Ta’ala.

Ya Allah, limpahkanlah Rahmat-Mu kepada kami, dan berikanlah hidayah-Mu kepada pemimpin kami, dan jauhkanlah mereka dari pembisik pembisik busuk yang mengajaknya berbuat maksiat kepada-Mu. Amiin.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

DO’A Di Saat Fitnah Yang Melanda Kaum Muslimin di Negeri Ini…

Pertanyaan:
Ustadz, adakah Do’a dari Rasulullah …

Jawaban :
Badru Salam, حفظه الله تعالى

Salah satu doa yang diajarkan Allah kepada Nabi-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ وَحُبَّ الْمَسَاكِينِ وَإِذَا أَرَدْتَ بِعِبَادِكَ فِتْنَةً فَاقْبِضْنِى إِلَيْكَ غَيْرَ مَفْتُونٍ

Allahumma inni as-aluka fi’lal khoirat wa tarkal munkarat wa hubbal masaakin. Wa idza arad-ta bi ‘ibaadika fitnatan, faq-bidh-nii ilaika ghaira maf-tuun..

Ya Allah, aku memohon kepada-Mu taufiq untuk bisa mengamalkan semua kebaikan, meninggalkan semua kemungkaran, dan bisa mencintai orang miskin. Jika Engkau menghendaki untuk menimpakan ujian (fitnah) bagi hamba-hamba-Mu, maka wafatkanlah aku, tanpa terkena fitnah itu.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى 

fitnah

DO’A Bila takut di Zholimi penguasa…

ALLAHUMMA ROBBAS-SAMAAWAATIS-SAB’I
WA ROBBAL ‘ARSYIL ‘AZHIIM
KUN LII JAARON MIN FULAAN BIN FULAAN
WA AHZAA-BIHI MIN KHOLAA-IQIKA
AN YAFRUTHO ‘ALAYYA AHADUN MINHUM AW YATH-GHOO ‘AZZA JAARUKA WA JALLA TSANAA-UKA
WA LAA ILAAHA ILLA ÀNTA
Artinya : ” Ya ALLAH, Rabb Penguasa tujuh lapis langit, Rabb Penguasa ‘Arsy yang agung. Jadilah Engkau pelindung bagiku dari Fulan bin Fulan, dan para kelompoknya dari makhluk-Mu-Mu. Jangan ada seorang pun dari mereka menyakitiku atau melampaui batas terhadapku. Sungguh kuat Perlindungan-Mu dan sungguh agung puja-puji-Mu. Tidak ada ILAH yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau”
**********************************
HR. Al Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 707, dinyatakan SHAHIH oleh Syaikh al Albani dalm Shahih al-Adabul Mufrad no. 545 dari ‘Abdullah bin Mas’ud Rodhiyallahu ‘anhu.

Cinta Itu Lelah…

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Meraih sesuatu yang dicintai seringnya harus menanggung sesuatu yang menyusahkan. Baik cinta yang benar maupun cinta yang tidak benar.” (Al ‘Ubudiyah hal 130).

Cobalah renungkan..
Orang yang cinta kedudukan..
Dia lelah untuk meraihnya..
Menghadapi rintangan yang amat berat..
Bahkan seringkali berbahaya untuk dunia dan agamanya..

Orang yang cinta harta..
Ia habiskan waktunya untuk membanting tulang..
Tak kenal waktu..
Bahkan sering ia sakit karenanya..

Orang yang cinta syahwat..
Ia lelah hatinya..
Demi mengejar syahwat yang ia dambakan..
Di saat jauh..
Ia tersiksa oleh kerinduan..
Di saat dekat..
Ia tersiksa oleh kekhawatiran tuk berpisah dengannya..

Ternyata memang meraih yang dicintai butuh pengorbanan..
Semakin cinta..
Semakin kuat perjuangan meraihnya..
Semakin kurang cintanya..
Semakin lemah pengorbanan..

Semua kita mengaku mencintai Allah dan RasulNya..
Sejauh manakah pengorbanan untuk meraih cinta itu..
Syaikhul Islam berkata, “Apabila seorang hamba meninggalkan apa yang ia mampu lakukan dari berjihad, maka itu bukti kelemahan cinta dalam hatinya kepada Allah dan rasulNya.”
(Al Ubudiyah hal 130).

Terkadang kita mampu melakukan suatu ibadah..
Namun kemalasan menghentikan langkah..
Tak ada perjuangan untuk melawannya..
Itulah kelemahan cinta..
Walaupun pelakunya mengaku ia cinta sejuta rasa..

Allahul Musta’an..

Badru Salam, حفظه الله تعالى

da240313

Jangan…

Dari Abu Dzar (semoga Allah meridhainya) – beliau berkata,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

*لا تحقرن من المعروف شيئاً ، و لو أن تلقى أخاك بوجه طلق*

“Janganlah anda menganggap remeh kebaikan sedikitpun, walaupun menjumpai saudara anda dengan wajah yang berseri-seri” [HR Muslim no. 2626].

Dalam hadits ini terdapat larangan menyepelekan kebaikan, walaupun terasa sepele tetapi jika itu sebuah kebaikan maka bersemangatlah tuk melakukannya dengan selalu mengharapkan keridhaan Allah ta’ala…

● Meminjamkan pena tuk kawan menulis…

● Memegang tangan salah satu kita supaya tidak terpeleset atau terjatuh…

● Mengabarkan sesuatu yang dibutuhkan saudara kita walaupun terasa sepele…

● Sedekah tidak harus dengan harta…

● Senyuman dan perkataan yang baik itu juga sedekah…

Mari berbagi kebaikan…

Semoga Allah merahmati kita…

Abu Ya’la Kurnaedi,  حفظه الله تعالى

Nasehat Bagi Seseorang Yang Ditinggal Wafat Suami/Istri/Anak

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى berikut ini

DO’A MEMOHON KERIDHOAN ATAS TAKDIR ALLAH

jangan lupa salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan :

● memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh) : yaa Hayyu yaa Qoyyuum..

● lalu membaca sholawat (contoh) : Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad

● lalu mulailah berdo’a

Rahasia Besar Seorang Ayah Yang Tidak Diketahui Seorang Anak

Mungkin ibuku lebih kerap menelpon untuk menanyakan keadaanku setiap hari, tapi apakah aku tahu, bahwa sebenarnya ayahlah yang mengingatkan ibu untuk meneleponku..?!

Semasa kecil, ibuku lah yang lebih sering menggendongku. Tapi apakah aku tau bahwa ketika ayah pulang bekerja dengan wajah yang letih, ayahlah yang selalu menanyakan apa yang aku lakukan seharian, walau beliau tak bertanya langsung kepadaku karena letihnya mencari nafkah dan melihatku terlelap dalam tidur nyenyakku.

Saat aku sakit demam, ayah membentakku “Sudah diberitahu, Jangan minum es..!”

Lantas aku merengut menjauhi ayahku dan menangis di depan ibu.

Tapi apakah aku tahu bahwa ayahlah yang risau dengan keadaanku, sampai beliau hanya bisa menggigit bibir menahan kesakitanku.

Ketika aku remaja, aku meminta izin untuk keluar malam. Ayah dengan tegas berkata “Tidak boleh..!”

Sadarkah aku, bahwa ayahku hanya ingin menjaga aku, karena beliau lebih tahu dunia luar, dibandingkan aku bahkan ibuku..?!

Karena bagi ayah, aku adalah sesuatu yang sangat berharga. Saat aku sudah dipercayai olehnya, ayah pun melonggarkan peraturannya.

Maka kadang aku melanggar kepercayaannya. Ayah lah yang setia menunggu aku diruang tamu dengan rasa sangat risau, bahkan sampai menyuruh ibu untuk mengontak beberapa temannya untuk menanyakan keadaanku, Dimana, dan sedang apa diluar sana..?”

Setelah aku dewasa, walau ibu yang mengantar aku ke sekolah untuk belajar, tapi tahukah aku, bahwa ayah lah yang berkata: “Ibu, temanilah anakmu, aku pergi mencari nafkah dulu buat kita bersama..”

Disaat aku merengek memerlukan ini – itu, untuk keperluan kuliahku, ayah hanya mengerutkan dahi, tanpa menolak, beliau memenuhinya, dan cuma berpikir, ‘kemana aku harus mencari uang tambahan, padahal gajiku pas-pasan dan sudah tidak ada lagi tempat untuk meminjam..’

Saat aku berjaya. Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan bertepuk tangan untukku. Ayah lah yang mengabari sanak saudara, ”Anakku sekarang sukses. Alhamdulillah..”

Walau kadang aku cuma bisa membelikan baju koko itu pun cuma setahun sekali. Ayah akan tersenyum dengan bangga.

Dalam sujudnya ayah juga tidak kalah dengan do’anya ibu, cuma bedanya ayah simpan do’a itu dalam hatinya.

Sampai ketika nanti aku menemukan jodohku, ayahku akan sangat berhati – hati mengizinkannya.

Dan akhirnya, saat ayah melihatku duduk diatas pelaminan bersama pasanganku, ayahpun tersenyum bahagia.

Lantas pernahkah aku memergoki, bahwa ayah sempat pergi ke belakang dan menangis..?

Ayah menangis karena ayah sangat bahagia. Dan beliau pun berdo’a, “Ya Allah Robbi, tugasku telah selesai dengan baik dengan pertolongan-Mu. Kami mohon kepada-Mu, bahagiakan lah putra putri kecilku yang manis bersama pasangannya..”

Pesan ibu ke anak untuk seorang Ayah :
 Anakku.. Memang ayah tidak mengandungmu,tapi darahnya mengalir di darahmu, namanya melekat di namamu..

Memang ayah tak melahirkanmu.. Memang ayah tak menyusuimu.. tapi dari keringatnya lah setiap tetesan yang menjadi air susumu..

Nak.. Ayah memang tak menjagai-mu setiap saat.. tapi tahukah kau dalam do’anya selalu ada namamu disebutnya

Tangisan ayah mungkin tak pernah kau dengar karena dia ingin terlihat kuat agar kau tak ragu untuk berlindung di lengannya dan dadanya ketika kau merasa tak aman..

Pelukan ayahmu mungkin tak sehangat dan seerat bunda.. karena kecintaannya dia takut tak sanggup melepaskanmu..

Dia ingin kau mandiri, agar ketika kami tiada kau sanggup menghadapi semua sendiri..

Bunda hanya ingin kau tahu Nak.. bahwa… Cinta ayah kepadamu sama besarnya dengan cinta bunda..
.
Anakku.. Ketahui lah bahwa pada diri ayahmu lah juga terdapat surga bagimu.. Maka hormati dan sayangi ayahmu..

Ditulis oleh,
Ustadz Zainal Abidin bin Syamsuddin, حفظه الله تعالى

Apa Beda Langit Dan Bumi..?

Alaah, ya jelas saja jauh beda dan jelas perbedaannya. Langit di atas, bumi di bawah, langit nun jauh di sana, sedang bumi di bawah kaki anda.

Laah, kalau itu mah semua orang tahu atuh mas!

Namun tahukah saudara bahwa betapa banyak keindahan dan kenikmatan yang ada di langit, namun demikian tidak pernah ada orang yang berebut atau saling cemburu dalam urusan keindahan dan kenikmatan yang ada di sana, apalagi sampai jelek menjelekkan, atau gugat-gugatan, atau sikut-sikutan

Berbeda dengan bumi, sebanyak apapaun keindahan dan kenikmatan yang ada di bumi, perebutan, kecemburuan dan hasad terus saja terjadi antara dua orang aatau bahkan lebih. Alasannya, hanya satu memperebutkan kenikmatan atau keindahan yang ada di bumi.

Tahukah anda, mengapa tiada seorangpun yang berebut atau hasad gara gara kenikmatan dan keindahan yang ada di langit ?

Jawabannya sederhana: Karena anda tiada pernah merasa kawatir atau terancam tidak mendapat bagian dari keindahan atau kenikmatan tersebut. Sebanyak apapun orang memandangi dan menikmati keindahan dan kenikmatan langit, maka anda tidak kawatir akan kehabisan atau terhalangi dari mendapatkan hal yang serupa.

Berbeda dengan kenikmatan dan keindahan yang ada di bumi, semakin banyak orang mengambil dan menikmati, maka rasa kawatir dan takut semakin besar dalam diri anda; kalau kalau kehabisan dan akhirnya ndak kebagian. akhirnya, mulailah upaya memperebutkan bahkan menguasai agar tidak seorangpun turut mendapatkan kenikmatan yang ada di bumi tersebut.

Padahal, kalau anda orang yang beriman, seharusnya anda yakin bahwa rejeki anda tiada mungkin direnggut atau dikurangi oleh orang lain. Sebagaimana andapun juga tidak akan kuasa merebut rejeki orang lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنه لا تموت نفس حتى تستكمل رزقها وإن أبطأ عنها فاتقوا الله وأجملوا في الطلب ولا يحملنكم استبطاء الرزق أن تأخذوه بمعصية الله فإن الله لا ينال ما عنده إلا بطاعته

“Sesungguhnya tiada seorang jiwapun yang meninggal dunia hingga ia benar benar telah mengenyam seluruh jatah rejekinya, walaupun ia bermalas malasan menjemput rejekinya itu. Karenanya tegakkanlah ketaqwaan kepada Allah, dan tempuhlah jalan-jalan yang baik dalam mencari rejeki. Jangan sampai karena kalian merasa rejekimu telat datangnya, kalian menjemputnya dengan cara bermaksiat kepada Allah, karena sesungguhnya karunia Allah tidaklah dapat digapai kecuali dengan menegakkan ketaatan kepada-Nya.” (Al Bazzaar dan lainnya)

Dalam riwayat lain dinyatakan:

لو أن ابن آدم هرب من رزقه كما يهرب من الموت لأدركه رزقه كما يدركه الموت

“Andai anak keturunan Adam hendak melarikan dirinya dari jatah rejekinya, sebagaimana ia berusaha melarikan diri dari kematian, niscaya rejekinya itu akan menghampirinya sebagaimana kematian menghampirinya.” (Abu Nu’aim dan Ibnu ‘Asakir)

Adanya kekawatiran semacam ini bukan hanya menimpa orang awam, orang yang berilmu juga bisa saja dijangkiti kekawatiran serupa, kawatir kehilangan murid, kawatir kehilangan peluang usaha, kawatir kedudukan sosialnya turun atau redup, dan seterusnya. Hanya orang-orang yang mendapat pertolongan dan bimbingan Allah saja yang dapat selamat dari penyakit hasad dan iri karena kawatir jatah rejekinya direbut orang.

Ya Allah lindungi diri ini dari penyakit hasad, iri dan kekawatiran akan jatah rejeki-Mu. Amiin.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah