Agar Mata Hati Terbuka

Agar mata hati terbuka, sehingga kita bisa melihat hal ihwal dunia dengan lebih jernih.. dan berkata-kata dengan mutiara hikmah.

======

Imam Syafi’i -rohimahulloh- mengatakan:

“Siapa yang ingin Allah bukakan hatinya, dan Allah berikan hikmah kepadanya; maka hendaklah dia berkholwat (menyendiri dengan ibadah), mengurangi makan, dan tidak bergaul dengan orang-orang yang bodoh dan sebagian ulama yang tidak memiliki sikap obyektif dan tidak memiliki adab”

[Manaqib Imam Syafi’i lil Baihaqi 2/172].

———

Ibarat pandangan seseorang kepada sesuatu yang sangat besar, semakin dia jauh dari benda itu, maka semakin menyeluruh pula pandangan dia terhadap sesuatu tersebut.

Begitu pula pandangan kita terhadap dunia, semakin kita menjauh dari dunia, kita akan dapat memandang hakekat dunia itu dengan lebih menyeluruh.

Apalagi bila Allah memberikan kita setitik ilmu-Nya karena kedekatan kita dengan-Nya, tentu akan semakin jelas pandangan mata hati kita terhadap dunia ini dan semakin lengkap pengetahuan kita tentangnya, wallohu a’lam.

Penulis,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

KAJIAN BERBAHASA INDONESIA DI MASJID NABAWI MADINAH — MUSIM UMRAH 1438 H / 2016 M

Pemateri: Ustâdz Abdullâh Roy, MA,  حفظه الله
Tempat: Pintu 19 (Badr)
Waktu: Setiap hari setelah Maghrib-Isya
(Mulai In-syaa Allah Hari Senin 21 Safar 1438 H/ 21 November 2016 M)

Materi: Penjelasan Kitab:

“الدروس المهمة لعامة الأمة”

(Pelajaran-Pelajaran Penting Untuk Segenap Ummat) karya Syeikh Abdul Azîz bin Abdullâh bin Bâz rahimahullâh.

Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ جَاءَ مَسْجِدِي هَذَا لَمْ يَأْتِهِ إِلاَّ لِخَيْرٍ يَتَعَلَّمُهُ أَوْ يُعَلِّمُهُ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَنْ جَاءَ لِغَيْرِ ذَلِكَ فَهُوَ بِمَنْزِلَةِ الرَّجُلِ يَنْظُرُ إِلَى مَتَاعِ غَيْرِهِ

“Barangsiapa mendatangi masjidku (Masjid Nabawi) ini, tidak mendatanginya kecuali karena untuk mempelajari sebuah kebaikan atau mengajarkannya maka kedudukan dia seperti orang yang berperang di jalan Allâh, dan barangsiapa yang datang untuk selain itu maka dia seperti orang yang melihat barang milik orang lain (sesuatu yang bukan miliknya)” (HR.Ibnu Mâjah, dishâhihkan Syaikh al- Albâni rahimahullâh)

Doktor Ilmu Agama, TK Urusan Dunia…

Betapa banyak doktor bahkan profesor dalam ilmu agama, namun dalam urusan dunia TK kecil, contoh sederhana dalam urusan cukur rambut, pak Doktor atau Profesor dalam ilmu agama biasanya pergi ke tukang cukur yang bisa jadi sekolah saja tidak, baca Al Fatihah saja ketatal ketitil. Tapi ya apa boleh daya, ternyata dia ahli cukur rambut, atau tambal ban atau ahli bangunan atau tukang kayu, ya pak Doktor dan Profesor pun harus sadar, percayakan pekerjaannya kepada ahli dunia walau ndak berilmu agama sedikitpun.

Jadi kalau jadi Doktor atau Profesor dalam ilmu agama jangan petentang petenteng dalam urusan dunia, belajarlah percaya kepada ahlinya, walau dia ndak sekolah atau bahkan ndak pernah ngaji.

Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا وسد الأمر إلى غير أهله فانتظر الساعة

Bila suatu urusan dipercayakan kepada orang yang bukan ahlinya maka nantikan saja datangnya kiamat (kehancuran). (Muttafaqun ‘alaih)

Ya sebaliknya juga demikian, jadi jangan saling lancang dan curiga, namun belajar saling percaya dan saling bersinergi.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Profesor Dunia, TK Urusan Agama…

Walau profesor dalam ilmu dunia, namun kalau dalam urusan agama TK, ya bisa saja berbuat seperti anak Tk. Tuh, ada yang sampai jadi pengikut group penggandaan uang. Profesor yang harusnya berpikir kritis malah kolot bahkan ngajak masyarakat bersikap kolot, taqlid buta, mau maunya ditipu oleh dukun, ikut ikutan bukan malah menjadi pelopor kemajuan berpikir cerdas, bersikap proporsional, logis, dan ilmiyah. Masak uang digandakan, la kalau no serinya sama kan tidak sah, kalau no serinya tidak sama ya bukan menggandakan, itu nyetak sendiri namanya.

Urusan benar atau sesat memang erat kaitannya dengan hidayah bukan pendidikan formal atau kecerdasan atau tua dan muda. Karena ya mohonlah petunjuk dan bimbingan agar bisa istiqomah di jalan sunnah.

Ya itulah contoh profesor yang sudah kebelet nafsu, harusnya kritis malah fanatis, harusnya ilmiyah malah jahiliyah, harusnya jadi panutan malah jadi pecundang.

Urusan benar atau sesat memang erat kaitannya dengan hidayah bukan pendidikan formal atau kecerdasan atau tua dan muda. Karenanya mohonlah petunjuk dan bimbingan agar bisa istiqomah di jalan sunnah.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Ngajinya Saja Paling Nyunnah, Pasti Masuk Jannah…

Sobat! Iblis tuh sudah tuwuk alias kenyang dengan pengalaman dalam hal goda menggoda manusia, dari para nabi hingga orang paling bodoh semua penah digoda. Dari zaman kuno sampai zaman kini, Iblis adalah inisiator, inovator dan motifator kesesatan, jadi jangan pernah anda merasa lebih pengalaman dibanding Iblis, sampai sampai anda merasa aman alias pasti selamat dari perangkap Iblis.

Bukan hanya kakek anda yang pernah di goda, bahkan sampaipun nabi Adam dan Ibu Hawwa alaihimassalam sudah digoda oleh Iblis.

Karena itu, tiada cara untuk selamat dari perangkap setan kecuali dengan memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala, hanya Dia yang kuasa menyelamatkan dan melindungi kita dari perangkap -perangkap Iblis. Allah Ta’ala berfirman:

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Fusshilat 36)

Ya, dalam surat ini Allah hanya menyebutkan satu cara untuk bisa selamat dari godaan setan, yaitu berlindung kepada Allah Ta’ala.

Dan cermati kembali ayat di atas, ternyata perintah berlindung kepada Allah Ta’ala dari tipu daya setan itu ditujukan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang tentu beliau paling berilmu, bertaqwa, perangainya paling baik dan … dan … . Bagaimana halnya dengan anda, yang ilmunya lemah, akhlaqnya wallahu Ta’ala a’alam, dan nafsunya juga luar biasa.

Kalau selama ini anda sudah sadar akan bahaya godaan Iblis dan balatentaranya dari arah bawah, kekafiran, kemunafikan, dan kemaksiatan, sudahkah anda sadar bahwa di arah sebaliknya Iblis juga telah memasang perangkapnya ? sikap ekstrim dalam beribadah, sikap, sombong, dan merasa aman seakan surga sudah berada di genggaman, adalah bagian dari perangkap Iblis.

Bisa jadi tanpa anda sadari kini anda telah dijangkiti perasaan: kalau sudah ngaji sunnah, apalagi ngajinya kepada ustadz paling nyunnah, pasti selamat dari kekufuran besar dan kecil, bid’ah besar dan kecil, dosa besar dan kecil, merasa paling baik, paling sempurna, pasti khusnul khatimah, dan paling cepat masuk surga. Adapun yang ngaji kepada ustadz ustadz lain tuh meragukan, ustadznya saja mumayyi’, alias mlenyek, plin plan, meragukan.

Sobat! Sadarilah bahwa perasaan semacam ini sejatinya adalah jalan pintas masuk neraka, bukan surga.

ابن أبي مليكة ، قال : « لقد أتى علي برهة من الدهر ، وما أراني أدرك قوما يقول أحدهم : إني مؤمن مستكمل الإيمان ، ثم ما رضي حتى قال : إن على إيماني جبريل وميكائيل ، ثم ما زال بهم الشيطان حتى قال أحدهم : إنه مؤمن ، وإن نكح أمه وأخته وابنته ، ولقد أدركت كذا وكذا من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم ما مات رجل منهم إلا وهو يخشى على نفسه النفاق »

Ibnu Abi Mulaikah menyatakan: sungguh telah tiba satu masa, aku sama sekali tidak pernah menduga akan menjumpai orang-orang yang beranggapan bahwa dirinya adalah seorang mukmin yang sempurna imannya, lalu ia belum puasa dengan angapannya tersebut hingga kemudian ia beranggapan bahwa imannya dijaga oleh Malaikat Jibril dan Mikail (imannya sekuat iman Malaikat Jibril dan Mikail) sehinga tiada mungkin berubah. Dan tidak hanya berhenti di situ, setan terus menggodanya hingga ada dari mereka yang beranggapan bahwa dirinya tetap saja sempurna keimanannya, walaupun ia telah terjerumus dalam dosa besar; menikahi ibu kandungnya, saudari kandungnya, dan putrinya sendiri. Sungguh aku pernah menjumpai sekian orang dari sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, tiada seorangpun dari mereka yang meninggal dunia kecuali dalam kondisi mengkawatirkan dirinya dijangkiti oleh kemunafikan. (Bukhari & Syarah Ushul I’itiqaad Ahlissunnah oleh Al Lilika’i dan ini adalah teks riwayat beliau)

Sobat! Ketahuilah bahwa Iblis tuh kalau ndak bisa memasukkan anda ke neraka melalui zina, merampok dan yang serupa, ia belum putus asa, ia berharap dapat menjungkalkan anda ke neraka lewat jurang kesombongan sebagaimana dahulu Iblis sendiri terjerumus ke dalam neraka karena kesombongan, yang menyebabkanya gengsi untuk hormat kepada nabi Adam ‘alaihissalam.

Ilmu anda tuh ndak cukup untuk menyelamatkan diri anda dari godaan Iblis, karena itu tumbuhkan dalam diri anda rasa kawatir dan di saat yang sama tumbuhkan pula rasa harap kepada Allah Ta’ala agar berkenan melindungi iman anda dengan memperbanyak doa:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Wahai Dzat Yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku/jiwaku di atas agama-Mu. (Ahmad dan lainnya)

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Do’a keluar rumah…

image

1). Berdoa ketika keluar rumah

Ada doa yang ringan dan mudah dihafal, meskipun sering kelupaan sehingga tidak diamalkan. Doa itu adalah

بِسْمِ اللهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

BISMILLAHI, TAWAKKALTU ’ALA ALLAH, LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH

Dengan nama Allah, aku bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.

Keutamaan:

Dalam hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan keutamaan doa ini,

إِذَا خَرَجَ الرَّجُلُ مِنْ بَيْتِهِ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ، قَالَ: يُقَالُ حِينَئِذٍ: هُدِيتَ، وَكُفِيتَ، وَوُقِيتَ، فَتَتَنَحَّى لَهُ الشَّيَاطِينُ، فَيَقُولُ لَهُ شَيْطَانٌ آخَرُ: كَيْفَ لَكَ بِرَجُلٍ قَدْ هُدِيَ وَكُفِيَ وَوُقِيَ؟

”Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemduian dia membaca doa di atas, maka disampaikan kepadanya: ‘Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi.’

Seketika itu setan-setanpun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya,

’Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.’ (HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426, dan dishahihkan al-Albani)

Keterangan:

Makna: ”disampaikan kepadanya”, yang menyampaikan adalah Malaikat. Malaikat itu mengatakan kepada orang yang membaca doa ini ketika keluar rumah, ’Wahai hamba Allah, kamu telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.’ (Tuhfatul Ahwadzi, Syarh Sunan Turmudzi, 9/271).

Doa kedua yang dianjurkan untuk dibaca ketika keluar rumah, untuk menghindari kezaliman adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَىَّ

ALLAHUMMA INNI A-’UDZU BIKA AN ADHILLA AW UDHALLA AW AZILLA AW UZALLA AW AZLIMA AW UZLAMA AW AJHALA AW YUJHALA ‘ALAYYA.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari: aku tersesat, atau aku menyesatkan, atau aku tergelincir, atau aku digelincirkan, atau aku mendhalimi, atau aku didhalimi, atau kebodohanku atau dibodohi.”

Sumber doa:

Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan,

مَا خَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ بَيْتِي قَطُّ إِلَّا رَفَعَ طَرْفَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ: «اللَّهُمَّ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ…

“Setiap kali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar dari rumahku, beliau mengarahkan pandangannya ke langit, kemudian berdoa: Allahumma a-‘udzu bika an adhilla… (HR. Abu Dawud 5094, Nasai 5486, Ibnu Majah 3884, dan dishahihkan al-Albani).

Keterangan:

1. Doa ini menunjukkan bagaimana ketergantungan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Allah. Sekalipun beliau seorang nabi, beliau tetap memohon perlindungan kepada Allah.

2. Doa ini dibaca persis ketika di luar rumah, sambil menengadahkan pandangan ke langit. Sebagaimana yang dituturkan Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha.

Sumber: https://konsultasisyariah.com/22104-doa-agar-dijamin-aman-ketika-keluar-rumah.html

 

Ketika Ketakutan Dikuasai Cina…

Ketakutan dan kekhawatiran itu wajar. Namun tentunya jangan sampai membuat kita bersikap arogan dan extrim..

Semuanya harus dihadapi dengan ilmu dan ketaqwaan..

Cobalah rengungi ayat ini:

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung” (Ali Imron: 173)

Imam Abu Ja’far Ath Thobari rahimahullah berkata:

فزادهم ذلك من تخويف من خوَّفهم أمرَ أبي سفيان وأصحابه من المشركين، يقينًا إلى يقينهم، وتصديقًا لله ولوعده ووعد رسوله إلى تصديقهم، ولم يثنهم ذلك عن وجههم الذي أمرهم رسول الله صلى الله عليه وسلم بالسير فيه، ولكن ساروا حتى بلغوا رضوان الله منه،

“Ketika mereka ditakut takuti oleh seseorang bahwa pasukan Abu Sufyan dan pasukan kaum musyrikin (akan menyerang), bertambahlah keyakinan mereka, dan semakin membenarkan janji Allah dan rosulNya, DAN TIDAK MEMBUAT MEREKA BERPALING DARI MELAKSANAKAN PERINTAH ROSUL untuk berjalan menuju tempat yang telah diperintahkan oleh beliau, namun mereka tetap berjalan sampai mendapatkan keridloan Allah. (Tafsir Ath Thobari).

Subhanallah…!!
Demikianlah ahli ilmu dan iman. ketakutan dan kekhawatiran tidak membuat mereka terprovokasi. Tidak juga membuat berpaling dari perintah rosul..

Saudaraku..
Kekhawatiran yang ditebar saat ini hadapilah dengan tawakkal dan kembali kepada Allah..
Jangan sampai memalingkan kita dari berilmu dan beramal. Teruslah istiqomah di atas jalan salafusholeh.

yakinlah, sehebat apapun makar kaum kuffar untuk menghancurkan islam pasti akan rapuh di hadapan sabar dan ketaqwaan. Sebagaimana firman Allah:

وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لَا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ الله بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

Dan jika kamu terus bersabar dan bertaqwa, tidak akan membahayakanmu tipu daya mereka sedikitpun. (Ali Imron:121).

Tipu daya kaum kafir kafir akan berhasil di saat kesabaran dan ketaqwaan kita rapuh..

Aplikasi “Bekal Muslim”…

Bismillahirrahmannirrahim

Assalamualaikum Warhamatullahi Wabarakatuh
Allahumma Shali ‘Alaa Nabiyina Muhammad Shalallahu Alaihi Wa Salam

Download yu aplikasi bekal muslim ke dalam androidmu
aplikasi yang sesuai bagi para penuntut ilmu, ada kajian berupa tulisan maupun berupa video. Bisa tanya jawab langsung dengan Ustadz Badru Salam dan berbagai macam hal lain yang insya Allah bermanfaat bagi penuntut ilmu

Oiya di aplikasi ini ada materi daurah al-fawaid hari ini juga loh

yuk di download dan di share ke teman, shahabat dan handai taulan kita di

https://play.google.com/store/apps/details?id=sms.com.bekalmuslim

Syukron Semoga Bermanfaat.. Jangan lupa di share yah

Sudah Sholat 60 TAHUN, Tapi…

Sudah sholat 60 tahun, tapi tidak ada sholat yang diterima sama sekali..

=====

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah menyabdakan (yang artinya):

“Sungguh ada orang yang telah sholat 60 tahun, tapi tidak ada satupun sholatnya yang diterima, (karena) kadang dia menyempurnakan ruku’nya tapi tidak menyempurnakan sujudnya, kadang pula dia menyempurnakan sujudnya tapi tidak menyempurkan ruku’nya..”

[Dihasankan oleh Syeikh Albani dalam Assilsilah Ash-shohihah 6/81].

——-

Sungguh kita perlu melihat diri kita masing-masing, sudahkah sholat kita sesuai dengan tuntunan Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam..? Sudahkah sholat kita memenuhi syarat dan rukunnya..?

Mungkin juga kita perlu bertanya kepada orang lain yang mumpuni agamanya; sudahkan sholat kita baik menurut pandangan dia… karena bisa jadi kita merasa sholat kita sudah baik dan benar, tapi ternyata masih belum lurus sesuai aturannya.

Ingatlah bahwa sholat adalah amalan ibadah yang sangat urgen dalam hisab di hari kiamat nanti, hal ini telah ditegaskan oleh Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam sabda beliau (yang artinya):

“Amalan seorang hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat nanti adalah sholat; apabila baik sholatnya, akan baik pula amal-amal dia yang lainnya, tapi apabila rusak sholatnya, akan rusak pula amal-amal dia yang lainnya..” [Assilsilah Ash-Shahihah 3/343].

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah