1395. Bolehkah Menggabung ke DUA Do’a Berikut…?

​Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh Ustadz, baarakallahu fiikum Ustadz.
Ustadz, do’a setelah wudhu yang ana dengar ada 2 berdasarkan dalil yaitu :
1. Asyhaadu an-Laa ilaaha ILLALLAH WAHDAHU Laa SYARII-KALAH, wa Asyhaadu Anna Muhammadan ‘abduuhu wa rosuuluh + Allahummaj’alnii minat-tawwabiina wa ja’alnii minal mutathohirin..
2. Subhanakallahumma wabihamdika, Asyhadu an-laa ilaaha illa ànta, Astaghfiruuka wa atuubu ilayka

Apakah ke 2 do’a ini sebaiknya digabungkan setiap habis wudhu atau di selang seling Ustadz, maksudnya wudhu zhuhur baca do’a no 1 Dan wudhu ‘azhar baca do’a no 2 dst ? Syukron Ustadz, baarakallahu fiikum

Jawaban :
Badru Salam,  حفظه الله تعالى 

Boleh digabung (kedua do’a tersebut).

Wallahu a’lam 

1394. Bagaimana posisi Ya’jin ketika akan bangun ke roka’at berikutnya…?

Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarokatuh, baarakallahu fiikum Ustadz. Maaf ingin tanya tentang posisi tangan mengepal “ya’jin” pada saat akan bangkit ke roka’at berikutnya, apakah punggung kepalan tangan menghadap ke depan ke arah kiblat atau agak miring ke samping ? Syukron Ustadz

Jawaban :
Badru Salam,

Tidak ada keterangannya, (jadi) yang mana aja boleh.

Wallahu a’lam

1392. Kapan membaca Do’a agar di baguskan Ibadah…?

Pertanyaan:

Assalamu’alaykum warohmatullahi wabarakatuh Ustadz, baarakallah fiikum Ustadz. Maaf mengganggu waktu antum lagi Ustadz, Ingin tanya, apakah do’a dibawah ini termasuk Dzikir/wirid setelah sholat fardhu ?

Dari Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memegang tanganku dan berkata, ‘Wahai Mu’adz, demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar mencintaimu.’ Lalu aku berkata, “Ayah-ibuku menjadi penebus engkau, demi Allah, sesungguhnya aku juga benar-benar mencintaimu.” Beliau berkata, ‘Wahai Mu’adz, sesungguhnya aku berwasiat kepadamu. Janganlah engkau tinggalkan untuk mengucapkan pada akhir tiap shalat:

“اَللّهُمَّ أَعِنِّيْ عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.”

“Ya Allah, tolonglah aku agar senantiasa mengingat-Mu, mensyukuri-Mu, dan beribadah kepada-Mu dengan sebaik-baiknya.” (Shahih: [Shahiih al-Jaami’ush Shaghiir (no. 7969)], Sunan Abi Dawud (‘Aunul Ma’buud) (IV/384 no. 1508), dan Sunan an-Nasa-i (III/53)

ATAUKAH sebenarnya dibaca ANTARA tahiyat akhir dan salam ?

Jawaban :
Badru Salam,  حفظه الله تعالى 

Baiknya (dibaca) sebelum Salam.

Wallahu a’lam 

1391. Adakah batasan Zakat Fitr yang diberikan kepada setiap Faqir-Miskin…?

Pertanyaan:

Ustad, ingin tanya, jika zakat fitri saya dan istri saya berdua dikasi ke satu orang miskin , bolehkah ? Ataukah zakat fitri saya hanya boleh ke satu orang miskin dan zakat fitri istri saya ke faqir miskin yang berbeda ..? Batasannya bagaimana Ustadz ? Syukron

Jawaban:
Muhammad Wasitho,  حفظه الله تعالى 

Boleh dan sah zakatnya. Bahkan kalau ada 1 keluarga 10 orang memberikan zakatnya kepada 1 orang miskin tetap boleh dan sah.

Wallahu a’lam

Selamat Tinggal Ramadhan…

Seakan-akan aku melihat ramadhan…, lalu kusapa ia, “Hendak kemana dikau?”

Dengan lembut ia seakan-akan berkata, “Aku harus pergi, mungkin jauh dan sangat lama. Tolong sampaikan pesanku untuk setiap muslim : Sesungguhnya syawaal telah tiba, salam dan terima kasihku untuknya karena telah menyambutku dengan suka cita. Aku tidak tahu apakah tahun depan ia masih bisa menyambutku lagi atau tidak??.

Jika tahun depan ia masih bisa menyambutku lagi maka aku berharap ia bisa menyambutku dengan lebih baik lagi, dengan penuh tilawah dan sholat malam.

Aku sangat sedih jika mengingat penyambutannya yang kurang berkenan di hatiku. masih terlalu banyak canda, perkataan yang sia-sia serta waktu-waktu yang terbuang tanpa arti…padahal ia tahu bahwa jika ia menyambutku dengan baik maka tentu aku akan menyambutnya dengan lebih baik lagi kelak di pintu Ar-Royyaan….

Akan tetapi semua sudah berlalu dan sudah terlanjur. Semoga setetes air mata yang pernah berlinang dari kedua matanya karena takut tidak bisa menyambutku dengan baik akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya dan menyempurnakan kekurangan-kekurangannya.

Sampaikan pula kepadanya bahwa bukanlah lebaran yang hakiki adalah dengan hanya memakai baju baru, akan tetapi lebaran yang hakiki adalah bergembira dengan keimanan dan semangat baru dalam beribadah. Janganlah sepeninggalku ia terjerumus kembali kepada kemaksiatan-kemaksiatan…ingatlah sesungguhnya Tuhan yang ia sembah tatkala ia menjamu kedatanganku…Dialah Tuhan yang juga ia sembah tatkala aku pergi….

Demikianlah pesanku kepadanya, sampaikan salamku kepadanya, semoga ia masih tetap terus merindukan kedatanganku di tahun-tahun mendatang…. sampai ketemu di pintu Ar-Royyaaan….”

Ditulis oleh,
Ustadz Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

Bacaan Di Sela-Sela Takbir Hari Raya…

Al Baihaqi meriwayatkan dalam sunannya dengan sanad yang kuat bahwa Suatu hari Al Walid bin Uqbah keluar menuju ibnu Mas’ud, Abu Musa dan Hudzaifah.

Lalu ia berkata kepada mereka, “Hari raya telah dekat, bagaimana ucapan takbir pada (sholat)nya?”

Ibnu Mas’ud menjawab, “kamu ucapkan takbir pembuka sholat lalu pujilah Allah, bersholawat atas rosulullah, kemudian berdoa. Lalu bertakbir lagi dan lakukan seperti tadi. Kemudian bertakbir lagi dan lakukan seperti tadi lagi…dst.

Al Baihaqi berkata, “Tidak ada riwayat yang menyelisihinya (dari shahabat lain).”

Imam Ahmad pernah ditanya oleh ibnu Hani: “bagaimana bertakbir dalam sholat ied?” Beliau menjawab, “bertakbir tujuh kali di rakaat pertama dan lima kali di rakaat kedua.”
Aku berkata, “Apa yang diucapkan diantara takbir?”
Beliau menjawab, “Bersholawat untuk Nabi dan semua do’a itu baik.”
Aku berkata, “Apa yang diucapkan diantara dua takbir?”
Beliau berkata, “bertasbih, bertahlil dan bersholawat.”
Ini juga pendapat imam Asy Syafii rahimahullah.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah