Sekali Lagi… Soal ROKOK…

Simak penjelasan Ustadz Badru Salam,  حفظه الله تعالى   berikut ini

(tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) : Ikuti terus channel : https://telegram.me/bbg_alilmu

Raihlah pahala dan kebaikan dengan membagikan link yang bermanfaat ini, melalui jejaring sosial Facebook, Twitter, Instagram dan Google+ yang Anda miliki. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’alamembalas kebaikan Anda.

Sedih Berpisah Denganmu…

Ramadhan sebentar lagi meninggalkan kita….

Kita tahu tentang kualitas ibadah kita masing-masing.
Sempurnakah puasa kita….. atau kita robek puasa kita dengan kesia-siaan, kekejian dan kemaksiatan, sedangkan Rasulullah bersabda, Puasa akan menjadi perisai selagi tidak merobeknya.
(H.R Ahmad no: 1690).

Kita juga sadar akan kualitas bacaan al-Qur’an kita dan dzikir kita selama bulan Ramadhan…..
Kita juga paham kesungguhan kita dalam Qiyam taraweh dan shalat berjamaah di masjid bersama rawatibnya.
Kita juga mengetahui betapa kurangnya sedekah dan infaq kita selama bulan ramadhan.
Qiyam Lailatul Qadar, I’tikaf dan hataman al-Qur’an lewat karena acara mudik dan sibuk dengan urusan duniawi.

Logis kah….. malaikat turun ke bumi yang lebih banyak ketimbang jumlah kerikil yang ada di bumi sebagaimana riwayat yang dikeluarkan imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya yang dihasankan oleh Syekh ALBANI ternyata kita tinggalkan masjid tersebut hingga kosong tanpa penghuni yang berarti.

Memang benar, amalan kita selama bulan di ramadhan diterima Allah hanya semata-mata rahmat dan karuniaNya.
Bila bulan Ramadhan yang akan datang masih ada sisa umur hanya uluran tangan sang Kekasih yang Maha Rahman.
Makanya ulama salaf selama enam bulan setelah Ramadhan memohon agar amalnya diterima dan enam bulan berikutnya memohon agar dipertemukan kembali Ramadhan yang akan datang.

Kapan seorang mendapatkan ampunan lagi kalau bulan Ramadhan tak dapat pengampunan…
Kapan lagi seorang diterima amalnya kalau pada saat Lailatul Qadar ditolak…..
Kapan lagi kita menjadi orang shalih kalau pada bulan Ramadhan tidak bisa mengukir kesalihan….
Kapan lagi hati kita sehat, sementara dua penyakit kronis yaitu kejahilan dan kelalaian mengakar kuat dalam dirinya…

Setiap pohon yang tak berbuah pada musim buahnya maka yang paling pantas harus dipotong dan dijadikan kayu bakar….
Barangsiapa yang teledor pada musim tanam maka pada musim panen yang dirasakan hanya penyesalan dan kerugian….

Abdullah bin Masud berkata, Bila di antara kita (di bulan Ramadhan) yang amalnya diterima maka aku ucapkan selamat dan bila amalnya ditolak maka aku sampaikan takziyah kepadanya.
( Lathaiful Na’arif, Ibnu Rajab hal. 295).

AKU MEMOHON AMPUNAN KEPADA ALLAH DARI PUASAKU
SEPANJANG MASA DAN JUGA SHALATKU.
HAMPIR SELURUH PUASA KITA CACAT. DAN HAMPIR SELURUH SHALAT KITA JUGA DEMIKIAN.
AKU BANGUN DI TENGAH MALAM TETAPI TIDURKU LEBIH BAIK DARI BANGUNKU.

Terima kasih wahai Ramadhan dengan setia kau temani ibadahku….puasaku…..hataman al-Quranku…..tarawehku……i’tikafku….dan umrahku.
Para pecintamu pasti menetes air mata saat melepasmu……
Hati mereka galau, pikiran mereka kalut dan perasaan mereka gundah saat menyambut perpisahanmu…

Moga akhir perpisahan bisa mengobati kerinduan…
Moga detik-detik akhir ada penyesalan dan taubat untuk menutupi kekurangan….
Moga masih ada kesempatan untuk membalut luka amal yang mendalam….
Moga Ramadhan bisa menghantarkanku menjadi hamba yang dimerdekakan dari neraka.
Moga para tawanan Iblis bisa dibebaskan oleh TUHAN MAHA PENGAMPUN DAN PENYAYANG.

Zainal Abidin in Syamsuddin, حفظه الله تعالى

Sholat Tahajjud Berjama’ah Setelah Tarawih

PERTANYAAN

Ustadz, sebagian teman bila telah masuk sepuluh akhir ramadlan mereka lebih memilih sholat di waktu dini hari dan tidak sholat taraweh di awal malam. apakah ini dibenarkan..?

JAWAB

Perbuatan seperti ini tidak sesuai perbuatan salafush shalih.

Syaikh Sholeh Fauzan hafizhohullah pernah ditanya tentang ini. beliau berkata :

 أما صلاة التراويح، فإنها سنة مؤكدة، وفعلها بعد صلاة العشاء وراتبتها مباشرة، هذا هو الذي عليه عمل المسلمين.
أما تأخيرها كما يقول السائل إلى وقت آخر، ثم يأتون إلى المسجد ويصلون التراويح؛ فهذا خلاف ما كان عليه العمل، والفقهاء يذكرون أنها تُفعل بعد صلاة العشاء وراتبتها، فلو أنهم أخروها؛ لا نقول أن هذا محرم، ولكنه خلاف ما كان عليه العمل، وهي تفعل أول الليل، هذا هو الذي عليه العمل.

“Adapun sholat tarawih, itu sunnah muakkadah (hukumnya) .. Sholat tarawih dilaksanakan langsung setelah sholat isya dan rawatibnya. Itulah yang diamalkan kaum muslimin (salaf).

Adapun mengakhirkannya (tarawih)-seperti yang dikatakan penanya- kepada waktu yang lain. Kemudian mereka datang (lagi) ke masjid untuk sholat tarawih, maka ini menyelisihi amalan (salaf)..”

(Al Muntaqo min Fatawa Syaikh Fauzan 3/76)

Bahkan syaikh Al Albani rahimahullah menganggap sholat tahajjud di waktu dini hari secara berjama’ah termasuk perkara bid’ah. beliau berkata:

ﺻﻼﺓ ﺍﻟﺘﻬﺠﺪ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﻘﺎﻡ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺎﺟﺪ ﺑﻌﺪ ﻣﻨﺘﺼﻒ ﺍﻟﻠﻴﻞ، ﺑﺪﻋﺔ ﻻ ﺃﺻﻞ ﻟﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺸﺮﻉ، ﺇﺫ ﻟﻢ ﻳﻔﻌﻠﻬﺎ ﺍﻟﺮﺳﻮﻝ ﻋﻠﻴﻪ ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ـ ﻓﻲ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ ـ ﻭﻣﺎ ﻓﻌﻠﻬﺎ ﺃﺣﺪ ﻣﻦ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻩ، ﻭﻻ ﺃﺑﻨﺎﺀ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻫﻢ ﻭﻻ ﺍﻟﺘﺎﺑﻌﻮﻥ ﻭﻻ ﻣﻦ ﺗﺒﻌﻬﻢ .

ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺍﺑﺘﺪﺃﻫﺎ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﺒﺪﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺨﻠﻴﻔﻲ، ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺒﻞ ﻧﺤﻮ ﺧﻤﺴﻴﻦ ﻋﺎﻣﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﻤﺴﺠﺪ الحرام…

“Sholat tahajjud (berjama’ah) yang didirikan di masjid masjid setelah lewat pertengahan malam adalah bid’ah yang tidak ada asalnya dalam syariat.

Karena tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam secara berjama’ah di masjid. Tidak pula para shahabat, tidak pula anak anak shahabat setelah mereka, tidak pula para tabi’in dan tabiuttabiin.

Yang pertama kali memulai adalah syaikh Abdullah Al Kholifi sekitar 50 tahun yang lalu di masjidil harom..”

(Silsilatul Hudaa Wannuur)

Dijawab oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kaidah Memahami Al Qur’an Ke 14 : Al Qur’an Menjadikan Sebab-Sebab Ketenangan Hati dan Bertambahnya Iman… 

Kaidah-kaidah memahami Al Qur’an yang diambil dari kitab Qowa’idul Hisaan yang ditulis oleh Syaikh Abdurrohman As Sa’diy.

Kaidah ke 14 :

Al Qur’an menjadikan sebab sebab ketenangan hati dan bertambahnya iman. Diantaranya adalah dengan memberikan kabar gembira.

Diantara contohnya adalah firman Allah Ta’ala:

وما جعله الله إلا بشرى لكم ولتطمئن قلوبكم

“Tdaklah Allah menjadikannya kecuali sebagai kabar gembira untukmu dan agar hatimu menjadi tenang.” (Ali Imron: 126)

Allah juga berfirman:

ألا إن أولياء الله لا خوف عليهم ولا هم يحزنون. الذين ءامنوا وكانوا يتقون. لهم البشرى فى الحيوة الدنيا وفى الأخرة

“Ketahuilah sesungguhnya wali wali Allah itu tidak akan merasakan ketakutan tidak pula bersedih hati. Yaitu orang orang yang beriman dan mereka bertaqwa. Bagi mereka kabar gembira dalam kehidupan dunia dan di akherat kelak..” (Yunus: 62-64)

Diantara contohnya juga firman Allah Ta’ala:

وزلزلوا حتى يقول الرسول والذين ءامنوا معه متى نصر الله، ألا إن نصر الله قريب

“Mereka diguncang (dengan ujian) hingga rosul dan orang orang beriman bersamanya berkata, “Kapankah pertolongan Allah datang?” Ketahuilah sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” (Al Baqoroh:214).

Demikian juga firman Allah Ta’ala:

فإن مع العسر يسرا. إن مع العسر يسرا

“Sesungguhnya bersama kesulitan akan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan akan ada kemudahan.” (Al Insyiroh:5-6)

Dan ayat ayat lainnya.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Kaidah Ke 15 : Menghilangkan Jawab Syarat Untuk…

KAIDAH MEMAHAMI Al QUR’AN – Daftar Isi LENGKAP

Perhatikan Bawaan Anda Ketika Mudik ..!

“Baju sudah di packing… oleh-oleh…sudah, apa lagi ya?”

Gumam seorang calon pemudik. 

Saudaraku,

Saat kita me-list apa yang akan kita bawa untuk mudik, jangan lupa bawa niat ! Ya niat..

Ini hal yang tidak boleh ketinggalan dalam mudik kita kali ini. Hal yang merubah biaya, keletihan, kemacetan dan pengorbanan selama mudik menjadi bernilai pahala.

Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda:

“Sesungguhnya amal perbuatan tergantung niatnya, dan setiap orang akan diganjar sesuai dengan niatnya tersebut.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Niatkan dalam rangka birrul waalidain, menyenangkan orang tua.

Niatkan shilaturrahim, menjaga hubungan dengan sanak saudara di kampung halaman.

Maka setiap langkah dan setiap kilometer yang kita lewati diberkahi oleh ALLAH.

Semoga anda selamat sampai di tujuan dan mudik anda bernilai ibadah disisi ALLAH.

Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى 

Nasehat Yang Lebih Manis Dari Madu…

​Dikutip dari buku “Lelaki yang paling bahagia di dunia” karangan syaikh Aidh Al Qarni

0. mulailah harimu dengan sholat fajr dan doa-doa di pagi hari agar kau mendapatkan keberuntungan dan kesuksesan

1. lanjutkan dengan istighfar agar syetan menghindar darimu

2. jangan putus berdoa, karena sesungguhnya doa merupakan tali kesuksesan

3. ingatlah bahwa apapun yang kau katakan akan dicatat oleh malaikat

4. senantiasalah optimis meskipun engkau dalam puncak kesusahan

5.bahwa keindahan jari jemari karena ia terikat dengan tasbih

6. jika engkau menghadapi kegelisahan dan berbagai kegundahan maka ucapkanlah “laa ilaaha illallahu”

7.belilah dengan uang dirhammu(berinfaklah) untuk mendapatkan doa orang fakir dan kecintaan orang miskin

8. sujud panjang dengan khusyuk itu lebih baik daripada istana-istan yang megah 

9. berfikirlah sebelum berkata, bisa jadi satu perkataanmu bisa mematikan (menyakiti hati orang)

10.berhati hatilah terhadap doa orang yang didholimi dan air mata orang yang terampas haknya

11.sebelum engkau membaca buku, koran dan majalah, bacalah terlebih dahulu AlQur’an

12. jadilah kau sebab bagi keistiqomahan keluargamu

13.bersungguh – sungguhlah jiwamu melaksanakan ketaatan, karena jiwa manusia itu senantiasa mengajak kepada keburukan

14.ciumlah telapak tangan kedua orangtuamu, kau pasti mendapatkan keridhoan

15.baju-baju lamamu merupakan baju baju baru menurut orang orang fakir

16.janganlah kau marah, karena hidup ini sangat singkat dari yang kau bayangkan

17.Engkau senantiasa bersama dzat yang maha kuat maha kaya, dialah Allah ‘azza wa jalla,

18.jangan kau tutup pintu terkabulnya doa dengan melakukan maksiat

19.sholat adah sebaik baik penolongmu dalam menghadapi berbagai musibah dan kelelahan

20.hindari berburuk sangka, kau akan mendapatkan ketenangan dan kenyamanan

21. penyebab dari segala kegundahan adalah berpaling dari ALLAH, maka segeralah menuju kepada Nya.

22.sholatlah kau, karena sholatmu akan menemanimu di kubur

23.jika kau mendengar orang yang meggunjing(ghibah)maka katakanlah padanya :bertaqwalah kau kepada ALLAH

24. dawamkanlah (senantiasa) kau baca surat Tabarak (sural Al Mulk)karena ia adalah penyelamat

25. orang yang mahruum (terhalang dari rahmat Allah )adalah orang yang terhalang dari mengerjakan sholat dengan khusyuk dan mengalirkan air mata

26.jangan kau hina orang mukmin yang sedang lalai

27.jadikanlah semua rasa cinta itu karena ALLAH dan Rasul Nya

28. maafkanlah orang yang menggunjingmu, karena dia telah menghadiahkan kebaikannya untukmu

29. sholat, tilawah, ,dzikir, merupakan hiasan dadamu

30. barangsiapa mengingat panasnya neraka maka ia akan bersabar terhadap dorongan untuk melakukan maksiat

31. selama qiyamullail ditegakkan, maka segala penyakit akan hilang, krisis akan berlalu,dan kesusahan akan lenyap

32. jauhilah ” katanya dan katanya “karena kau masih punya pekerjaan bak gunung

33.kerjakanlah sholat dengan khusyuk, karena segala hal yang menantimu selain sholat itu lebih rendah urusannya daripada sholat

34. jadikanlah mushaf senantiasa disisimu, ,karena membaca satu ayat AlQur’an itu lebih baik daripada dunia dan isinya

35. kehidupan itu indah, dan lebih indah lagi jika kau sertai iman.

Zainal Abidin bin Syamsuddin,  حفظه الله تعالى 

Hadits tentang pahala melewati kuburan…

Pertanyaan:
Ustad, mau tanya tentang Hadits yang artinya: “Barang siapa yang melewati perkuburan lalu membaca qul huwallahu ahad sebelas kali, kemudian memberikan pahalanya kepada para mayat, maka akan diberikan pahala sesuai dengan jumlah mayat”. (HR Al Khallaal). Shahih nggak ust?

Jawab:
Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Ia adalah hadits yang palsu, berasal dari naskah Abdullah bin Ahmad bin Amir dari ayahnya dari Ali Ar Ridla dari ayah-ayahnya, dipalsukan oleh Abdullah atau ayahnya sebagaimana dikatakan oleh Adz Dzahabi dalam Mizanul I’tidal, dan diikuti oleh Al Hafidz ibnu Hajar dalam Lisanul Mizan (3/252), juga As Suyuthi dalam Dzail Al Ahadits Al Maudlu’ah dan beliau menyebutkan hadits ini, dan diikuti juga oleh ibnu ‘Arraaq dalam Tanzih Asy Syari’atil Marfu’ah.

Wallahu a’lam

Kaidah Memahami Al Qur’an Ke 13 : Dihilangkannya Obyek Yang Berhubungan Dengan Sebuah Lafadz…

Kaidah-kaidah memahami Al Qur’an yang diambil dari kitab Qowa’idul Hisaan yang ditulis oleh Syaikh Abdurrohman As Sa’diy.

Kaidah yang ke 13 :

Dihilangkannya obyek yang berhubungan dengan sebuah lafadz menunjukkan maknanya mencakup semua makna yang sesuai dengannya.

Contohnya Allah berfirman yang artinya:

“Hai orang orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”

Tidak disebutkan bertaqwa dari apa. Mencakup bertaqwa dari semua yang Allah haramkan dan agar bersifat dengan sifat sifat taqwa.

Contoh lainnya, Allah berfirman yang artinya:

“Bertanyalah kepada ahli ilmu jika kamu tidak mengetahui.” (An Nahl:43)

Mencakup semua perkara yang tidak kita ketahui baik urusan agama maupun urusan dunia. Maka tanyakanlah kepada ahlinya.

Contoh lain Allah berfirman:

ألهاكم التكاثر

“Telah melalaikan kamu berbangga bangga dengan banyak.”
Masuk padanya berbangga dengan banyaknya harta, kedudukan, anak anak, ilmu, amal shalih dan sebagainya.”

Contohnya lagi firman Allah yang artinya: “Sesungguhnya orang orang yang bertaqwa itu apabila terkena godaan setan, mereka segera ingat. Maka mereka pun dapat melihat.” (Al A’raaf:201)

Yaitu melihat dosa dosa mereka, melihat langkah langkah setan, melihat akibat buruknya dan sebagainya.

Badru Salam,  حفظه الله تعالى

Kaidah Ke 14 : Al Qur’an Menjadikan Sebab-Sebab Ketenangan Hati dan Bertambahnya Iman… 

KAIDAH MEMAHAMI Al QUR’AN – Daftar Isi LENGKAP

Menebar Cahaya Sunnah