Sebagaimana harta berpotensi menjadikan seseorang sombong, maka ilmu -jika tidak ikhlash dalam menuntutnya- sangat mudah menjadikan pemiliknya sombong.
Firanda Andirja, حفظه الله تعالى
Sebagaimana harta berpotensi menjadikan seseorang sombong, maka ilmu -jika tidak ikhlash dalam menuntutnya- sangat mudah menjadikan pemiliknya sombong.
Firanda Andirja, حفظه الله تعالى
Hendaknya kita melatih diri untuk puas (qona’ah) jika amal sholeh
kita telah diketahui oleh Allah, sehingga kita tidak butuh lagi pengakuan dari makhluk.
Firanda Andirja, حفظه الله تعالى
Syaikh Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :
” Yang membantah ahlul bid’ah adalah seorang MUJAHID, sehingga Yahya bin Yahya berkata : membela sunnah merupakan jihad yang paling utama. ”
Majmu fatawa : 4/13
Semoga kita menjadi pembela-pembela sunah Nabi kita tercinta -shallallahu ‘alaihi wa sallam- …
Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى
Insya Allah atau insyaAllah atau insya Alloh atau insya-a Allah atau in sya-a Allah atau in sya-a Alloh atau insya Allaah atau insya Alloh atau insha Allah dst… Cara-cara penulisan tersebut semua hasil pikir orang sesuai dengan tingkat kemampuan mencerna translit bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia… terus mana yang paling benar ???
Yang benar adalah seperti ini ” إن شاء الله ”
Jangan berantem cuma gara-gara hal tersebut, lebih baik belajar ngaji dan bahasa arab yang benar…
Abu Ya’la Kurnaedi, حفظه الله تعالى
Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :
Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhohulloh, ketika mensyarah hadits tentang “do’a antara Adzan dan Iqomat tidak ditolak”, beliau mengatakan:
Banyak orang meninggalkan do’a antara Adzan dan Iqomat, dan menyibukkan dirinya dengan membaca Alqur’an.
Memang membaca Alqur’an, tidak diragukan merupakan amalan yang agung, namun membaca Alqur’an masih ada waktu yang lain.
[Tashilul Ilmam bi Fiqhil Ahadits min Bulughil Marom 6/326].
——–
Sayangnya, bahkan yang memanfaatkan waktu itu untuk membaca Alqur’an saja sedikit.
Saudaraku, bukanlah Anda berharap do’a Anda mustajab dikabulkan Allah? Dan bukankah Allah telah memberikanmu waktu ini berulang hingga 5 kali dalam sehari? Pantaskah engkau menyia-nyiakannya?!
Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله
Sobat! Di saat ada seorang keluargamu hendak bepergian, terlebih ke tempat yang jauh dan untuk waktu yang lama, sering kali anda merasa kawatir. Berbagai bayangan negatif dan kekawatiran menghantui pikiran anda; bagaimana bila ia kehabisan bekal, tersesat jalan, atau ditipu orang.
Bahkan betapa sering anda juga mengawatirkan nasibnya bila ia mengalami kecelakaan atau kejadian buruk serupa lainnya. Dan bila anda adalah orang yang beragama, maka sering kali anda mengawatirkan nasib agamanya; anda kawatir bila kerabat anda tersebut tergoda berbuat maksiat atau digoda wanita lain. Bukankah demikian sobat?
Sebagian orang mengira bahwa solusi dari semua itu ada pada perusahaan asuransi; sehingga mereka mengikuti program asuransi kecelakaan, membekalinya dengan travel cek, atau hal lain yang serupa.
Namun benarkah semua itu benar benar dapat melindungi nasibnya? Tentu saja tidak, semua fasilitas itu kalaupun benar berguna hanya meringankan efek dari berbagai petaka di atas. Hingga saat ini tidak ada satu perusahaan asuransi yang dapat membentengi anda dari kecelakaan atau godaan wanita jalang atau lelaki hidung belang. Alias kerabat atau keluarga anda yang bepergian tersebut tetap saja berada dalam ancaman dan bahaya.
Namun, tahukah anda bahwa ada satu cara agar kerabat atau keluarga anda tersebut benar benar terlindung dari berbagai petaka dan godaan?
Titipkan dirinya kepada Allah Azza wa Jalla, Dia-lah yang kuasa melindungi dan membela keluarga anda dari segala petaka dan godaan.
Karenanya, dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam selalu melakukannya bila melepas kepergian kerabat atau sahabatnya, dengan membaca doa:
أستودعُ اللهَ دينَك وأمانتَك وخواتيمَ عملِك
Aku titipkan agamamu, keluarga yang engkau tinggalkan dan akhir dari amalanmu kepada Allah . (Abu Dawud dan At Tirmizy)
Sobat! Bila semuanya telah anda titipkan kepada Allah Azza wa Jalla, mungkinkah akan celaka atau ditimpa petaka? Bila Allah telah melindungi suami atau istri anda, mungkinkah ada wanita murahan atau lelaki hidung belang yang dapat menggoda atau menodai kesucian mereka?
Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى
Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-
telah bersabda:
“Barangsiapa menjadikan akherat
sebagai target hidupnya, niscaya
Allah jadikan kekayaannya di hatinya,
Allah satukan langkahnya, dan harta
dunia tetap harus datang kepadanya..”
[HR. Attirmidzi 4/642, dishohihkan
oleh Al-Albani]
Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله
Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى
KAIDAH SEBELUMNYA (KE-2) bisa di baca di SINI
=======
🍀 Kaidah yang ke 3 🍀
👉🏼 Kesulitan mendatangkan kemudahan.
Telah disebutkan bahwa agama ini mudah, namun ketika ada kesulitan, maka lebih diberi kemudahan oleh syariat.
Kesulitan yang dimaksud adalah kesulitan yang melebihi kebiasaan dan bukan hanya sebuah kekhawatiran belaka.
Seperti orang yang sakit takut berwudlu dengan air, namun sebetulnya tidak memberi bahaya apapa.
kecuali bila diduga kuat akan menambah sakitnya, maka diperbolehkan bertayammum.
Kesulitan seperti ini mendatangkan kemudahan. Tentunya kemudahan pun harus sesuai syariat dan bukan disesuaikan selera dan shahwat manusia.
Contoh kaidah ini diantaranya:
⚉ Bolehnya bertayammum ketika tidak ada air, atau ada air namun malah menimbulkan bahaya bila menggunakannya.
.
⚉ Disyariatkan mengqoshor sholat di saat safar.
.
⚉ Dibolehkan menjamak dua sholat di saat ada kerepotan baik dalam safar maupun muqim.
.
⚉ Bolehnya sholat sambil duduk bagi orang yang sakit yang tak mampu berdiri.
.
⚉ Dan sebagainya.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP
Courtesy of Al Fawaid
Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى
KAIDAH SEBELUMNYA (KE-1) bisa di baca di SINI
=======
🍀 Kaidah yang ke 2 🍀
👉🏼 Syariat Islam adalah syariat yang mudah.
Allah berfirman:
يريد الله بكم اليسر
“Allah menginginkan kemudahan untuk kamu.” (QS 2:185)
Allah juga berfirman:
وما جعل عليكم في الدين من حرج
“Dan tidaklah Allah menjadikan dalam agama ini sesuatu yang menyusahkanmu.” (Al Hajj:78).
Bila kita perhatikan, perintah perintah Allah adalah mudah dan tidak sulit dilakukan.
Sholat misalnya, Allah hanya mewajibkan 5 waktu saja, di waktu waktu yang mudah.
Zakat pun tidak diwajibkan pada semua harta, tetapi hanya harta tertentu saja yang ditunjukkan oleh dalil dan qiyas. Itupun dengan nishob yang tidak memberatkan.
Dan bila suatu amal itu berat, maka Allah memberinya pahala yang amat besar.
Namun, sebab utama beratnya ibadah di hati adalah akibat dosa dan maksiat. Sehingga seorang hamba menganggap berat syariat yang mudah ini, karena ia lebih tunduk kepada hawa nafsu dan syahwatnya dari pada tunduk kepada penciptanya.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP
Courtesy of Al Fawaid