Ingin Dakwah Diterima ? Penuhilah Satu Syarat Ini…

Jika kita menginginkan dakwah kita diterima, tumbuhkanlah rasa takut kepada Allah dan Hari Akhir dalam hati manusia. Inilah diantara rahasia mengapa ayat-ayat yang turun di masa awal dakwah Nabi shollallohu alaihi wasallam (ketika di Makkah) banyak membicarakan tentang Neraka dan adzab Allah di hari kiamat. Ini juga yang diisyaratkan Allah dalam banyak perintahNya kepada hambaNya yang paling mulia, Muhammad shallallahu alaihi wasallam, diantaranya:

فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ

“Maka, berilah peringatan dengan Al Quran ini orang yang takut dengan ancaman-Ku.” [QS. Qof:45]

إِنَّمَا أَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَخْشَاهَا

“Kamu hanyalah seorang pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepada hari kiamat.” [QS. An Nazi’at:45]

فَذَكِّرْ إِنْ نَفَعَتِ الذِّكْرَىٰ * سَيَذَّكَّرُ مَنْ يَخْشَىٰ * وَيَتَجَنَّبُهَا الْأَشْقَى * الَّذِي يَصْلَى النَّارَ الْكُبْرَىٰ * ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ

“Berilah peringatan (kepada kaummu), karena peringatan itu pasti bermanfaat.  Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran. Sedang orang-orang yang celaka akan menjauhinya, yaitu orang yang akan memasuki api (neraka) yang paling besar. Kemudian dia “mati tidak, hidup pun tidak” di dalamnya.” [QS. Al A’la:9-13]

Dan masih banyak ayat lain yang senada dengannya. Oleh karena itu, berikanlah perhatian khusus pada hal ini dalam berdakwah, dan yang paling membantu untuk menumbuhkan rasa takut ini adalah materi akidah dan tauhid, wallohua’lam.

Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Kegembiraan Pada Hari Kiamat…

Jika Anda senang ketika gajian datang,
ketahuilah orang-orang miskin kan
senang jika dapat sedikit bagian dari gaji
Anda. Yang sedikit itu, besar pahalanya
di sisi Allah.

Kamu akan lebih gembira pada hari
Kiamat kelak disebabkan karena
sedekahmu itu, melebihi kegembiraanmu
saat menerima gaji di dunia.

Abdul Aziz As Sadhaan, حفظه الله تعالى

Courtesy of Mutiara Risalah Islam
Courtesy of Twit Ulama

image

Hisab Yang Ringan…

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Adapun orang yang diberikan catatan amalnya dengan tangan kanannya maka kelak dia akan dihisab dengan hisab yang ringan dan akan kembali kepada keluarganya dengan penuh kegembiraan.” (QS. Al-Insyiqaq: 7-8)

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Yang dimaksud hisab yang ringan itu adalah Allah ‘azza wa jalla akan berduaan bersama dengan seorang hamba-Nya yang beriman dan tidak ada orang lain yang ikut menyaksikan dosa-dosanya. Dia mengatakan, ‘Didunia aku telah melakukan demikian dan demikian’, sampai-sampai ketika dia telah merasa bahwa dia pasti akan binasa maka Allah ta’ala berfirman, ‘Sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosa itu untukmu selama di dunia, dan pada hari ini Aku pun mengampuninya untukmu.’…”

(Syarh Aqidah Ahlis Sunnah, hal. 298)

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

image

Bagi-Bagi Pahala Tanpa Sadar

Seorang syeikh ditanya,

“Ada seseorang yang rajin sholat malam dan melakukan banyak amal ketaatan, tapi sayangnya ia banyak ghibah (menggunjing) orang..”

Syeikh menjawab: “Mungkin Allah memang menjadikannya beramal untuk diberikan pahalanya kepada orang lain..!”

_______

Sungguh kerugian yang nyata.

Semoga Allah menyelamatkan kita dari ghibah, meski banyak yang melakukannya
dengan polesan agama. Aamiiin…

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

 

Sama dan Mirip…

Tiga perbuatan yang sama-sama mirip dalam hal sebab-akibat:

1. Riba, merusak harta benda.

2. Zina, merusak garis keturunan,

3. Riya’, merusak pahala amalan

Dan ketiga-tiganya menjadi sebab dicabutnya keberkahan dan menjadi sebab turunnya musibah di suatu daerah.

(Syaikh Abdul Aziz As Sadhan, حفظه الله تعالى)

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

Yang haram Mahal Dan Susah, Yang Halal Murah dan Mudah…

Yang HARAM saja MAHAL dan SUSAH… Tapi ternyata yang HALAL malah MURAH dan MUDAH.

* Orang yang ingin minuman keras atau obat terlarang, dia harus susah-susah cari tempat atau pengedarnya, setelah itu harus membayarnya dengan harga tinggi. Tapi sholat di masjid, itu dekat tempatnya dan semuanya gratis, malah mendapatkan pahala yang sangat besar.

* Orang yang ingin selingkuh, dia harus susah payah cari tempatnya dan sembunyi-sembunyi dalam melakukannya. Sedang menggauli isterinya yang ada di rumahnya, itu mudah, gratis, mulia, dan mendapatkan pahala.

* Orang yang ingin korupsi, dia harus capek memutar-mutar pikirannya, dan menyuap sana-sini untuk menyembunyikan dosanya. Sedang mereka yang
mencukupkan diri dengan yang halal akan berpikir positif, jujur, dan yakin bahwa akhirnya jatah rizkinya akan sampai kepadanya.

Memang, setan sangat piawai dalam menghias setiap keburukan. Jika bukan karena karunia Allah, tentu kita akan terjerumus pada setiap lubang yang digali oleh setan.

Semoga Allah melindungi kita dari godaannya, dan memberikan taufiqNya sehingga menjadi berkah umur kita di dunia. Aamin.

Musyaffa’ Ad Dariny, حفظه الله تعالى

Menasehati Dengan Baik…

“Dahulu, seseorang apabila melihat saudaranya melakukan perbuatan yang ia benci, ia akan menasihatinya dan mencegahnya secara sembunyi-sembunyi.
Dengan sebab itulah, ia mendapatkan pahala atas nasihatnya dan caranya mencegah kesalahan orang lain.

Adapun sekarang ini, seseorang apabila melihat saudaranya melakukan perbuatan yang ia benci, ia akan membuat marah saudaranya itu kemudian mengumbar aibnya.”

(Al Imam Abdullah Ibnul Mubarak, رحمه الله tercantum dalam Raudhatul ‘Uqalaa wa Nuzhatul Fudhalaa’ halaman 176)

Syaikh Abdul Aziz As Sadhan, حفظه الله تعالى

Courtesy of Mutiara Risalah Islam

image

Menebar Cahaya Sunnah