Zina Hati…

Pertanyaan: Apa yang dimaksud zina hati ?

Jawaban: Bismillah was shalatu was salamu ala rasulillah, wa badu

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya Allah menetapkan jatah zina untuk setiap manusia. Dia akan mendapatkannya dan tidak bisa dihindari: Zina mata dengan melihat, zina lisan dengan ucapan, zina hati dengan membayangkan dan gejolak syahwat, sedangkan kemaluan membenarkan semua itu atau mendustakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis di atas menjelaskan kepada kita hakikat zina hati yang dilakukan manusia. Membayangkan melakukan sesuatu yang haram, yang membangkitkan syahwat, baik dengan lawan jenis maupun dengan sejenis, itulah zina hati.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam riwayat yang lain bersabda:

“Mata itu berzina, hati juga berzina. Zina mata dengan melihat (yang diharamkan), zina hati dengan membayangkan (pemicu syahwat yang terlarang). Sementara kemaluan membenarkan atau mendustakan semua itu.” (HR. Ahmad)

Bagaimana jika yang dibayangkan adalah suami atau istrinya?

Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,
“Jika seseorang membayangkan melakukan hubungan dengan suaminya atau istrinya maka tidak masalah. Karena pada asalnya dia dibolehkan untuk bersentuhan, melihat tubuhnya. Sementara membayangkan jelas lebih ringan dibanding itu semua, namun jika yang dibayangkan adalah selain suami atau istri, hukumnya terlarang.” (Fatawa Syabakah Islamiyah, di bawah bimbingan Dr. Abdullah al-Faqih, no. 72166)

Courtesy of Islam Istiqomah via Mutiara Risalah Islam

image

Melihatnya Membuat Ingat Allah…

Badru Salam, حفظه الله تعالى.

Dalam sebuah hadits disebutkan..

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ يَزِيدَ ، قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَلا أُخْبِرُكُمْ بِخِيَارِكُمْ ؟ ” , قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ! قَالَ : ” الَّذِينَ إِذَا رُءُوا ذُكِرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ ” . ثُمَّ قَالَ : ” أَلا أُخْبِرُكُمْ بِشِرَارِكُمْ ؟ ” , قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ ! قَالَ : ” الْمَشَّاؤُونَ بِالنَّمِيمَةِ ، الْمُفَرِّقُونَ بَيْنَ الأَحِبَّةِ ، الْبَاغُونَ الْبُرَءاءَ الْعَنَتَ ” .

Dari Asma bintu Yazid ia berkata..
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda..
Maukah aku kabarkan kepada kalian orang yang terbaik ?
Mereka berkata, “Mau wahai Rasulullah..
Beliau bersabda, “Yaitu orang orang yang apabila dilihat, membuat ingat kepada Allah..
Beliau bersabda, “Maukah aku beritahu siapa orang terburuk ?
Mereka berkata, “Mau wahai Rasulullah.”
Beliau bersabda, “Yaitu orang yang berjalan mengadu domba..
menceraikan orang orang yang saling mencintai..
dan menyusahkan orang yang tak berdosa..
HR Ahmad..
dihasankan oleh Syaikh Al Albani.

itulah sebaik baiknya manusia..
melihatnya membuat ingat Allah..
karena ketaqwaan dan istiqomahnya..
karena ibadah dan ketaatannya..
dan selalu tunduk kepada perintahNya..
sifat mereka tawadlu dan rendah hati..
baju mereka dihiasi sunnah..
lisan mereka memancarkan hikmah..
bahagialah..
orang yang diberikan teman seperti itu..

Kajian Nabawi Bahasa Indonesia…

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

image

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

Pengumuman :

Insya Allah kajian di Masjid Nabawi berbahasa Indonesia dimulai besok, setiap ba’da maghrib hingga isya.

Lokasi kajian, masuk dari pintu 19 C (pintu Badr).

———-
Catt : Mohon disebar di group WA/Telegram/BBM, dan akun medsos anda lainnya.

Baarakallahu fiikum…

Awas! Lindungi Istri Dan Putri-Putri Anda Dari Germo Persia…

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Anda penasaran mengapa banyak orang terutama dari kalangan hidung belang, untuk masuk ke agama syi’ah?

Marketer syi’ah menggunakan memelet mereka dengan iming-iming surga dengan cara mengumbar nafsu kepada wanita seluas-luasnya. Simak contoh riwayat riwayat palsu karya mereka yang mereka ajarkan kepada para hidung belang beriktu ini:

Pemeluk agama Syi’ah merekayasa riwayat palsu dari Ja’far As Shadiq berikut:

ليس منا من لم يؤمن بكرتنا ولم يستحل متعتنا

“Tidak termasuk golongan kita siapa saja yang tidak beriman kepada raj’ah (kebangkitan kita) dan menghalalkan pernikahan mut’ah kita.”

Riwayat palsu ini dapat anda temukan di beberapa referensi Syi’ah berikut: Man laa Yahdhuruhu Al Faqih 3/458, karya As Syeikh Shaduq wafat thn 381 H, Al Masa’il As Sarawiyah 30, karya As Syeikh Al Mufid wafat thn 413 H, At Tafsir As Shafi 1/440, karya Al Muhsin Al Faidh Al Kasyaani wafat thn : 1091 H, & Wasaa’ilus Syi’ah 21/7-8 , karya Al Hur Al ‘Amili wafat thn 1104 H.

Belum merasa cukup dengan anjuran di atas, marketer agama Syi’ah masih merasa perlu untuk membuat rekayasa riwayat dari Abu Abdillah Ja’far As Shadiq, guna merangsang air liur para hidung belang agar sudi bergabung dengan mereka :

ما من رجل تمتع ثم اغتسل إلا خلق الله من كل قطرة تقطر منه سبعين ملكا يستغفرون له إلى يوم القيامة ويلعنون متجنبها إلى أن تقوم الساعة. 

“Tidaklah ada seorang lelakipun yang menjalankan nikah mut’ah, kemudian ia mandi janabah (seusai menggauli istri mut’ahnya) melainkan Allah akan menciptakan dari tiap tetes air yang menetes dari tubuhnya tujuh puluh malaikat yang akan memohonkan ampunan untuknya hingga hari qiyamat dan akan melaknati orang yang enggan menjalankannya hingga hari qiyamat.”

Riwayat ini dapat anda temukan pada referensi Syi’ah berikut: Risalatul Mut’ah hal: 9, karya As Syeikh Al Mufid wafat thn : 413 H, Wasa’ilus Syi’ah 21/8, karya Al Hur Al ‘Aamili wafat thn 1104 H, & Bihaarul Anwaar 100/307, karya Muhammad Baqir Al Majlisi wafat thn: 1111 H.

Masih belum puas dengan pahala yang demikian besar, Fathullah Al Kasyaani merekayasa dua hadits dari Nabi berikut:

من تمتع مرة كان درجته كدرجة الحسين عليه السلام، ومن تمتع مرتين فدرجته كدرجة الحسن عليه السلام، ومن تمتع ثلاث مرات فدرجته كدرجة علي بن أبي طالب عليه السلام، ومن تمتع أربع مرات فدرجته كدرجتي

“Barang siapa yang nikah mut’ah sekali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Al Husain ‘alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut’ah dua kali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Al Hasan ‘alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut’ah tiga kali, maka kedudukannya menyamai kedudukan Ali bin Abi Thalib ‘alaihissalaam. Barang siapa yang nikah mut’ah empat kali, maka kedudukannya menyamai kedudukanku”.

Saudaraku! Anda boleh saja bertanya: Bila demikian kedudukan orang yang nikah mut’ah, maka apakah penjahat bengis, pezina ulung, pemabok, pemakan riba dan kejahatan lainnya dapat menggapai kedudukan ini hanya dengan nikah mut’ah ?

Bayangkan saudaraku! Lelaki hidung belang dan germo bejat dapat menyamai kedudukan Nabi yang rajin ibadah hingga kaki beliau pecah-pecah. Menurut anda, agama model apakah ini ? 

من تمتع مرة أمن من سخط الجبار ومن تمتع مرتين حشر مع الأبرار، من تمتع ثلاث مرات زاحمني في الجنان

“Barang siapa yang nikah mut’ah sekali, maka ia terbebas dari kemurkaan Allah Yang Maha Perkasa. Barang siapa yang nikah mut’ah dua kali, maka ia akan dibangkitkan bersama dengan orang-orang yang berbakti. Dan barang siapa yang nikah mut’ah tiga kali, maka ia akan berdesakan denganku di dalam surga.”

Kedua riwayat ini dapat anda temui dalam kitab: Manhajus Shaadiqin Fi Ilzamil Mukhalifin 493, karya Maula Fathullah Al Kasyaani wafat thn 997 H.

Ini adalah pahala yang bakal diterima oleh lelaki yang menjalankan nikah mut’ah.

Saudara! masihkah anda merasa aman dari mereka? akankah anda membiarkan mereka mengancam istri dan putri putri anda?

Pilihlah Calon Ibu Yang Salehah Untuk Anak Kita…

Musyaffa’ ad Dariny, حفظه الله تعالى

Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al-Aqil mengatakan:

Sebab pertama yang dapat menjadikan anak-anak kita saleh adalah dengan banyak berdoa untuk mereka di penghujung malam dan siang.

Sebagaimana Allah kisahkan doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam:

“Ya Rabb, jadikanlah aku seorang yang mendirikan shalat, begitu pula keturunanku”.

Demikian juga do’a beliau:

“Dan jauhkanlah aku dan anak-anakku dari tindakan menyembah berhala”.

Ini harus dilakukan setelah engkau memilihkan untuk mereka ibu yang SALEHAH, bukan ibu yang cantik.

Karena anakmu tidak peduli apakah ibunya cantik atau tidak, ia selamanya tidak memperdulikan hal itu.

Dia ibunya, ya ibunya (bagaimanapun parasnya).

Tapi, apabila ibunya salehah, anak akan menjadi bangga karenanya, dia akan menjadi bangga sekali.

Oleh karenanya Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam memerintahkan: “Pilihlah isteri yang agamis, engkau akan beruntung”.

http://safeshare.tv/w/iQkCAzQkwB

MUTIARA SALAF : Sebarkan Ilmu Yang Engkau Miliki Agar Tidak Lupa

Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan:

“Barangsiapa menyimpan ilmunya, tidak menyebarkannya, dan tidak mengajarkannya (kepada orang lain), Allah pasti akan memberikannya musibah dengan lupa dan hilangnya ilmu tersebut darinya, sebagai balasan yang sejenis dengan perbuatannya.

Dan hal ini merupakan perkara yang bisa disaksikan oleh indera dan nyata adanya..”

[Miftahu Daris Sa’adah 1/172]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Mutiara Nasehat…

Al-Hasan Al-Bashri رحمه الله تعالى berkata:

“Andai seorang menangis pada sekumpulan manusia karena takut kepada Allah, niscaya mereka dirahmati semuanya.”

“Tidak ada satu amalan pun kecuali ada timbangannya yang jelas kecuali menangis karena takut kepada Allah. Allah tidak membatasi sedikit pun nilai dari setiap tetes air matanya.”

Dan beliau juga berkata: “Tidaklah seseorang menangis kecuali hatinya menjadi saksi akan kebenaran atau kedustaan dia.”

(Mawa’izh lil Imam Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 109)

image

Min Fadhlik! Jangan Termakan Propaganda Setan…

Jafar Salih, حفظه الله تعالى

Jika kaum sekuler aktif menyuarakan sikap anti Islamnya, pelaku teror yang memukul gongnya. Sehingga jadilah ummat Islam risih kepada agamanya sendiri. Produk sukses dari “Kolaborasi Setan”

Risih dengan istilah: jihad, syahid, rela mati bela agama! Dan bukan tidak mungkin kedepannya mereka akan menuduh Al Qur’an memuat ajaran radikal!

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan Allah dengan berbaris-baris, seolah-olah mereka bangunan yang kokoh.” (QS. Shaff: 4)

“Jangan kalian menyangka orang-orang yang terbunuh di jalan Allah itu mati, bahkan mereka hidup di sisi Rabnya mendapatkan rezeki.” (QS. Ali Imran: 169)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: ((Barangsiapa mati dan dia tidak pernah berjihad dan tidak pernah mengajak dirinya berjihad, dia mati di atas salah satu cabang kemunafikan.))

Apakah pantas seorang muslim risih dengan firman Rabnya dan hadits nabi-Nya, dan menuduhnya radikal?!

“Kondisi adanya orang menyimpang yang mereduksi sebagian ajaran Islam dengan tindakannya jangan menjadikan kita ikut antipati kepada Islam!”

> Adanya kelompok teroris yang mereduksi arti jihad dengan tindakannya jangan menjadikan kita anti jihad!
> Tersebarnya gambar istri teroris yang berpakaian menutup aurat jangan menjadikan kita membuka aurat!
> Adanya kabar kelompok ISIS mengajarkan kitab Tauhid, bukan berarti menjadikan kita tidak mengajarkannya
> Atau kabar bahwa pendukung ISIS mengajarkan kitab imam dakwah, menjadikan kita ikut-ikutan mendeskreditkannya.

Iya, sebagian kita sudah terjebak ke dalam kerangka berpikir mereka tanpa kita sadari!

Tapi tetaplah berpegang kepada kebenaran, dan terus beri penjelasan bahwa:

* Pendalilan mereka terhadap ayat Al Qur’an keliru, bukan malah ikut meninggalkan Al Qur’an!
* Tindakan mereka atas nama jihad keliru, bukan malah ikut anti jihad!
* Cadar dan celana ngatung adalah sunnah, bukan malah ikut meninggalkan sunnah!
* Pemahaman mereka terhadap kitab Imam Dakwah keliru, bukan malah ikut memusuhinya dan mencapnya sebagai kitab takfiri!

“GIGITLAH DENGAN GIGI GERAHAM KALIAN!”

Setelah Berbuat Dosa…

Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid, حفظه الله تعالى

Sebagian salaf ditanya,
“Apa ucapan yang dianjurkan bagi seorang yang berbuat dosa?”,
mereka menjawab,
“Ucapkan sebagaimana yang diucapkan ayah kalian,

رَبّنا ظَلَمْناأَنْفُسَناوَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنا وَتَرْحَمْنالَنَكونَنَّ مِنَالخاسِرينَ

‘Robbanaa zholamnaa anfusanaa, wa in-lam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khoosirin’, Wahai Rabb kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. (QS. Al A’raaf : 23 )

image

Disunnahkan Membaca 10 Ayat Terakhir Surat Aali ‘Imron Ketika Bangun Tidur Malam

TANYA : Apakah membaca setelah bangun tidur 10/11 terakhir surat aali imron hadist nya shohih..?

JAWAB : Bismillah. Iya, benar. Derajat haditsnya SHOHIH, diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari dan Muslim di dalam Kitab Ash-Shohih keduanya.

Berikut ini kami sebutkan lafazh haditsnya (HR Muslim) :

عن ابن عباس ـ رضي الله عنهما ـ أن النبي صلى الله عليه وسلم: إذا استيقظ من الليل يمسح النوم عن وجهه بيده, ثم ينظر إلى السماء ويقرأ العشر آيات الخواتم من سورة آل عمران: إن في خلق السماوات والأرض… الآيات. رواه مسلم.

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhumaa, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila bangun dari tidur malam, beliau mengusap (bekas) tidur di wajah beliau dengan tangannya, kemudian beliau melihat ke langit, dan membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Aali ‘Imron,

( إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلافِ
اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأُولِي الأَلْبَابِ)

Dan di dalam riwayat lain, imam Muslim menyebutkan: “Bahwa Ibnu Abbas pernah tidur di dekat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu beliau bangun, bersiwak dan berwudhu. Dan beliau membaca:

( إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لأُولِي الأَلْبَابِ )

Beliau membaca ayat-ayat tersebut (yakni sepuluh ayat terakhir dari surat Aali Imron) hingga akhir surat (Aali ‘Imron)..”

Dan di sana terdapat do’a-do’a bangun tidur lain sebagaimana disebutkan dalam hadits shohih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, diantaranya:

عن البراء بن عازب ـ رضي الله عنهما ـ قال : كان النبي صلى الله عليه وسلم: إذا استيقظ من نومه قال: الحمدلله الذي أحيانا بعد ما أماتنا وإليه
النشور. رواه مسلم.

Dari Baro’ bin ‘Azib radhiyallahu anhuma, ia berkata: “Adalah Nabi shallallahu alaihi wasallam apabila bangun tidur, beliau mengucapkan:

الحمدلله الذي أحيانا بعد ما أماتنا وإليه
النشور

(Alhamdu Lillaahil-Ladzii Ahyaanaa Ba’da Maa Amaatanaa wa ilaihin-Nusyuur)

Artinya: “Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami kembali sesudah mematikan (tidur) kami. Dan hanya kepada-Nya kami akan kembali.”. (Diriwayatkan oleh imam Muslim).

Demikian jawaban yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq.

Dijawab oleh,
Ustadz Muhammad Wasitho MA, حفظه الله تعالى

==========

Terkait sunnah membaca 10 ayat terakhir Qs Aali ‘Imron saat bangun tidur malam, berikut adalah beberapa kutipan dari ulama salaf, diantaranya :

Imam An-Nawawi rohimahullah

“Disunnahkan membaca ayat-ayat ini ketika bangun tidur karena di dalamnya terkandung makna perenungan (tadabbur) terhadap penciptaan langit dan bumi, yang mana hal itu merupakan pembuka yang sangat baik bagi seseorang yang ingin memulai ibadah malam..”

(Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, Jilid 6, Halaman 46)

Syaikh bin Baz rohimahullah

“Disunnahkan bagi mukmin ketika bangun malam untuk :
– mengusap wajahnya,
– membaca sepuluh ayat terakhir Aali ‘Imron,
– bersiwak,
– kemudian berwudhu.
Ini adalah sunnah yang tsabit (tetap) dari Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam..”

(Majmu’ Fatawa bin Baz, Jilid 26, Halaman 63)

📌 Lebih lanjut Syaikh bin Baz rohimahullah menegaskan bahwa yang dimaksud dengan “sepuluh ayat terakhir” dalam hadits tersebut dimulai dari ayat 190:

“Inna fii kholqis-samaawaati wal-ardhi…”

Beliau menjelaskan bahwa meskipun jumlahnya 11 secara hitungan, namun dalam lisan Arab penyebutan “sepuluh” sering digunakan untuk merujuk pada rangkaian ayat di akhir surat tersebut sebagai pembulatan. Beliau memerintahkan untuk membacanya sampai akhir surat (ayat 200).

(Majmu’ Fatawa wa Maqolat Mutanawwi’ah jilid 26 halaman 63-65)

📌 Ibnu Hajar Al-Asqolani rohimahullah juga menjelaskan,

“Penyebutan sepuluh ayat dalam hadits tersebut adalah berdasarkan hitungan mayoritas atau pembulatan, karena ayat yang dibaca sebenarnya adalah sebelas ayat, dimulai dari firman-Nya:

‘Inna fii kholqis-samaawaati…’ (ayat 190).”

(Fathul Bari, Jilid 1, Halaman 274)

Menebar Cahaya Sunnah