Lembaran Biru…

Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى

Wahai kaum hawa…
Apa yang anda rasakan jika seorang kaum adam memandang wajahmu dengan seksama…

Ia melihatmu dengan cermat untuk beberapa menit…
Ia melihati wajahmu yang cantik untuk dinikmati sesaat…

Pasti dirimu akan menunduk malu atau malah marah…

Atau anda akan balas matanya seperti dia melihatmu?? Aaah saya kira tidak bagi yang memilki malu..

Di DP-mu apa yang engkau pajang terkadang akan ada yang memperhatikannya… Entah dia di DP BB atau FB atau WA, atau media lain…

Jika engkau malu… Simpanlah ia ditempat yang aman… Media sosial bukanlah untuk ajang penampakan itu…

جَزَاك اللهُ خَيْرًا

Ikhlas… (Kiat Ke-enam Mencapai Kebahagiaan Di Zaman Fitnah)

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

Jangan lewatkan kajian menarik berikut ini dengan tema “Kiat-kiat mencapai kebahagiaan di zaman fitnah”…

Simak penjelasan Ustadz Firanda Andirja, حفظه الله تعالى berikut ini. Kami bagi menjadi beberapa audio (per kiat bahagia) agar bisa disimak lebih jelas.

Kiat pertama : Meminta kebahagiaan kepada Allah…
Kiat kedua : Meninggalkan perkara yang bukan urusannya…
Kiat ketiga : Membantu orang lain…
Kiat keempat : Memiliki sifat Qona’ah…
Kiat kelima : Mudah memaafkan…
Kiat keenam : Ikhlas…

Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

Mudah Memaafkan… (Kiat Kelima Mencapai Kebahagiaan Di Zaman Fitnah)

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

Jangan lewatkan kajian menarik berikut ini dengan tema “Kiat-kiat mencapai kebahagiaan di zaman fitnah”…

Simak penjelasan Ustadz Firanda Andirja, حفظه الله تعالى berikut ini. Kami bagi menjadi beberapa audio (per kiat bahagia) agar bisa disimak lebih jelas.

Kiat pertama : Meminta kebahagiaan kepada Allah…
Kiat kedua : Meninggalkan perkara yang bukan urusannya…
Kiat ketiga : Membantu orang lain…
Kiat keempat : Memiliki sifat Qona’ah…
Kiat kelima : Mudah memaafkan…
Kiat keenam : Ikhlas…

Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

 

Memiliki Sifat Qona’ah… (Kiat Ke-empat Mencapai Kebahagiaan Di Zaman Fitnah)

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

Jangan lewatkan kajian menarik berikut ini dengan tema “Kiat-kiat mencapai kebahagiaan di zaman fitnah”…

Simak penjelasan Ustadz Firanda Andirja, حفظه الله تعالى berikut ini. Kami bagi menjadi beberapa audio (per kiat bahagia) agar bisa disimak lebih jelas.

Kiat pertama : Meminta kebahagiaan kepada Allah…
Kiat kedua : Meninggalkan perkara yang bukan urusannya…
Kiat ketiga : Membantu orang lain…
Kiat keempat : Memiliki sifat Qona’ah…
Kiat kelima : Mudah memaafkan…
Kiat keenam : Ikhlas…

Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

Membantu Orang Lain… (Kiat Ketiga Mencapai Kebahagiaan Di Zaman Fitnah)

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

Jangan lewatkan kajian menarik berikut ini dengan tema “Kiat-kiat mencapai kebahagiaan di zaman fitnah”…

Simak penjelasan Ustadz Firanda Andirja, حفظه الله تعالى berikut ini. Kami bagi menjadi beberapa audio (per kiat bahagia) agar bisa disimak lebih jelas.

Kiat pertama : Meminta kebahagiaan kepada Allah…
Kiat kedua : Meninggalkan perkara yang bukan urusannya…
Kiat ketiga : Membantu orang lain…
Kiat keempat : Memiliki sifat Qona’ah…
Kiat kelima : Mudah memaafkan…
Kiat keenam : Ikhlas…

Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

Meninggalkan Perkara Yang Bukan Urusannya… (Kiat Kedua Mencapai Kebahagiaan Di Zaman Fitnah)

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

Jangan lewatkan kajian menarik berikut ini dengan tema “Kiat-kiat mencapai kebahagiaan di zaman fitnah”…

Simak penjelasan Ustadz Firanda Andirja, حفظه الله تعالى berikut ini. Kami bagi menjadi beberapa audio (per kiat bahagia) agar bisa disimak lebih jelas.

Kiat pertama : Meminta kebahagiaan kepada Allah…
Kiat kedua : Meninggalkan perkara yang bukan urusannya…
Kiat ketiga : Membantu orang lain…
Kiat keempat : Memiliki sifat Qona’ah…
Kiat kelima : Mudah memaafkan…
Kiat keenam : Ikhlas…

Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

Meminta Kebahagiaan Kepada Allah… (Kiat Pertama Mencapai Kebahagiaan Di Zaman Fitnah)

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

Jangan lewatkan kajian menarik berikut ini dengan tema “Kiat-kiat mencapai kebahagiaan di zaman fitnah”…

Simak penjelasan Ustadz Firanda Andirja, حفظه الله تعالى berikut ini. Kami bagi menjadi beberapa audio (per kiat bahagia) agar bisa disimak lebih jelas.

Kiat pertama : Meminta kebahagiaan kepada Allah…
Kiat kedua : Meninggalkan perkara yang bukan urusannya…
Kiat ketiga : Membantu orang lain…
Kiat keempat : Memiliki sifat Qona’ah…
Kiat kelima : Mudah memaafkan…
Kiat keenam : Ikhlas…

Semoga bermanfaat. Baarakallahu fiikum.

Keridhoan Ibu Adalah Rahasia Sukses Keberhasilanku…

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

Kata seorang penyair “Keridhoan ibu adalah rahasia sukses keberhasilanku” Maka kejarlah keridoannya niscaya kesuksesan dunia dan akhirat akan mengejarmu. Hati-hati jangan sampai engkau mengejar kesuksesan dunia sehingga engkau melalaikan dan melupakan keridoan ibumu.

Dalam hadits bahwa penyambung silaturahmi akan dilapangkan rizkinya, maka bagaimana lagi jika yang disambung silaturahmi adalah ibu, yang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutnya hingga 3 kali?

Senyuman ibumu adalah pintu surgamu dan kebahagiaan duniamu.

Ya Allah anugrahkanlah kepada kami kesempatan untuk bakti kepada ibu kami sebelum maut menjemput kami.

Ref : https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1693864104161646&id=1552396991641692

Jilbab Gaul : Pemutarbalikan Tujuan Syari’at…

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

Sungguh aneh…
Jilbab yang disyari’atkan dengan tujuan agar seorang wanita terjaga, terlindungi, tidak menjadi pusat tebar pesona, agar menutupi perhiasannya, agar tidak diganggu dan menjadi mangsa lirikan-lirikan­ mata yang jelalatan….

SEBALIKNYA…
Oleh sebagian wanita muslimah malah dijadikan sarana untuk berhias…, mempercantik panorama wanita…, sarana menebar pesona….

Semoga Allah mengembalikan mereka ke jalan yang lurus….
Aamiii­n

Testimoni Mantan Kafir…

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Dalam dunia pemasaran, testimoni begitu manjur untuk menarik konsumen baru. Wajar bila berbagai perusahaan menjadikannya sebagai salah satu trik pemasarannya.

Dan nampaknya testimoni juga manjur dalam dunia dakwah yang memiliki banyak kemiripan dengan pemasaran.

Testimoni mantan manjur untuk MENARIK ATAU MENJARING “konsumen baru” atau pengikut baru.

Anda tidak percaya?

Sahabat Anas bin Malik radhiallahu anhu menceritakan: 

” ما سئل رسول الله صلى الله عليه وسلم على الإسلام شيئا إلا أعطاه
وفي لفظ:
أن رجلا سأل النبي صلى الله عليه وسلم غنما بين جبلين، فأعطاه إياه، فأتى قومه فقال: «أي قوم أسلموا، فوالله إن محمدا ليعطي عطاء ما يخاف الفقر»

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tiada pernah menolak permintaan seseorang demi masuknya seseorang ke agama Islam.
Pada salah satu redaksi hadits ini sahabat Anas radhiallahu anhu berkata:

Suatu hari ada seorang lelaki yang datang menjumpai beliau untuk meminta domba sebanyak “DUA LEMBAH”.

Karena begitu girang lelaki itu kembali ke kaumnya, dan berkata kepada mereka: wahai kaumku, hendaknya kalian masuk Islam, karena sesungguhnya Muhammad memberi pemberian yang begitu banyak seakan ia tidak pernah kawatir jatuh miskin.

فقال أنس: «إن كان الرجل ليسلم ما يريد إلا الدنيا، فما يسلم حتى يكون الإسلام أحب إليه من الدنيا وما عليها»

Sahabat Anas berkata: bisa jadi ada seseorang yang masuk Islam hanya demi mendapatkan harta kekayaan dunia, namun sekedar ia masuk Islam, tanpa terasa semuanya berubah hingga akhirnya agama Islam lebih ia cintai dibanding dunia beserta seluruh isinya. (muslim)

Testimoni dalam sejarah dakwah Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Namun tentunya SEBATAS UNTUK MENGAJAK dan MENJARING pengkut baru bukan untuk kajian kitab atau fatwa atau penafsir al Qur’an atau As Sunnah atau menjadi “PANUTAN DAN TELADAN”.

wallahu a’alam bisshowab.

Menebar Cahaya Sunnah