Jangan Berbangga Dengan Amalmu…

Abu Fairuz, حفظه الله تعالى

Tatkala anda terpilih berada di atas jalan Islam dan Sunnah,bukan berarti anda adalah orang yang istimewa di hadapan Allah,tetapi karena rahhmatNya yang luas semata sedang meliputi anda.

Jika Dia berkendak, begitu mudah bagiNya mencabut rahmat tersebut, maka jangan pernah tertipu merasa bangga dengan amal ibadahmu.

http://salamdakwah.com/baca-artikel/jangan-bangga-dengan-amal.html

Jangan Berkata!! Hari Ini Sial…

Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

Jangan berkata!! Hari ini sial.. Dan Allah mendzolimiku… Dan semisalnya..

Sikap berburuk sangka merupakan sikap orang-orang jahiliyah, yang merupakan bentuk kekufuran yang dapat menghilangkan atau mengurangi tauhid seseorang.

Alloh Ta’ala berfirman yang artinya, “Mereka menyangka yang tidak benar terhadap Alloh seperti sangkaan jahiliyah. Mereka berkata: ‘Apakah ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini?’ Katakanlah: ‘Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Alloh.’ Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: ‘Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini.’ Katakanlah: ‘Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar (juga) ke tempat mereka terbunuh.’ Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati.”(Ali-Imran: 154)

Perlu untuk kita ketahui bersama, berprasangka buruk kepada Alloh dapat terjadi pada tiga hal, yaitu:

Berprasangka bahwa Alloh akan melestarikan kebatilan dan menumbangkan al haq (kebenaran). Hal ini sebagaimana persangkaan orang-orang musyrik dan orang-orang munafik. Alloh berfirman yang artinya, “Tetapi kamu menyangka bahwa Rasul dan orang-orang mukmin tidak sekali-kali akan kembali kepada keluarga mereka selama-lamanya (terbunuh dalam peperangan, pen) dan syaitan telah menjadikan kamu memandang baik dalam hatimu persangkaan itu, dan kamu telah menyangka dengan sangkaan yang buruk dan kamu menjadi kaum yang binasa.” (Al-Fath: 12)

Perbuatan seperti ini tidak pantas ditujukan pada Alloh karena tidak sesuai dengan hikmah Alloh janji-Nya yang benar. Inilah prasangka orang-orang kafir dan Neraka Wail-lah tempat mereka kembali.

Mengingkari Qadha’ dan Qadar Alloh yaitu menyatakan bahwa ada sesuatu yang terjadi di alam ini yang di luar kehendak Alloh dan taqdir Alloh. Seperti pendapat Sekte Qodariyah.Mengingkari adanya hikmah yang sempurna dalam taqdir Alloh. Sebagaimana pendapat Sekte Jahmiyah dan Sekte Asy’ariyah.

Iman dan tauhid seorang hamba tidak akan sempurna sehingga ia membenarkan semua yang dikabarkan oleh Alloh, baik berupa nama dan sifat-sifat-Nya, kesempurnaan-Nya serta meyakini dan membenarkan janji-Nya.. Dan berlapang dada atas taqdirNya

Semoga ber faedah

Waktu Terlalu Panjang…

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Allah Ta’ala berfirman:

ألم يأن للذين ءامنوا أن تخشع قلوبهم لذكر الله و ما نزل من الحق ولا يكونوا كالذين أوتوا الكتاب من قبل فطال عليهم الأمد فقست قلوبهم وكثير منهم فاسقون

“Belumkah saatnya untuk orang-orang yang beriman.. 
agar hati mereka merasa khusyu’ dengan mengingat Allah.. 
dan apa yang Allah turunkan dari alhaq (al qur’an)..
Dan jangan mereka seperti ahli kitab terdahulu.. 
waktu berlalu panjang kepada mereka..
lalu hati mereka menjadi keras dan kebanyakan mereka orang-orang yang fasiq.” (Al Hadiid: 16).

Belumkah saatnya ?
Ya.. Sudah saatnya..
sekarang juga saatnya..
Membuka lembaran baru..
Menghidupkan hari hari dengan berdzikir dan membaca al qur’an..
Namun..
Allah melarang kita seperti ahli kitab..
Panjangnya waktu kepada mereka ternyata tidak menambah kekhusyu’an..
Malah menjadi keras hati mereka..
Sungguh..
Peringatan untuk kita semua..
Sudah berapa tahun kita sholat?
Sudah berapa tahun kita menuntut ilmu?
Sudah berapa tahun kita membaca alqur’an?
Apakah semua itu menambah rasa takut kita kepada Allah?
Ataukah menambah kerasnya hati..
Laa ilaaha illallah..

Ya Allah.. Jangan jadikan hati kami keras dengan panjangnya waktu..
Tambahkan kekhusyu’an di hati kami..
Wahai yang membolak balikkan hati..
Kokohkan hati kami..
Untuk senantiasa istiqomah di jalanMu..
Sampai akhir hayat kami..
Amiin

Walaupun Tidak Wajib…

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Al Qurthubi rahimahullahu berkata:
“Siapa yang terus menerus meninggalkan sunnah, maka itu kekurangan dalam agamanya..
Jika ia meninggalkannya karena meremehkan dan tidak suka..
Maka itu kefasikan..
Karena adanya ancaman dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam :

من رغب عن سنتي فليس مني

“Siapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia bukan dari golonganku.”

Dahulu para shahabat dan orang-orang yang mengikutinya..
Senantiasa menjaga yang sunnah sebagaimana menjaga yang wajib..
Mereka tidak membedakan keduanya dalam meraih pahala..

(Fathul Baari syarah Shahih Al Bukhari 3/265).

Banyak sunnah yang diremehkan di zaman ini..
Dengan alasan: ah itu kan cuma sunnah..
Padahal sunnah bukanlah untuk ditinggalkan..
banyak perkara sunnah yang berpahala amat besar..
Seperti shalat qabliyah shubuh yang lebih baik dari dunia dan seisinya..
Bahkan ada amalan sunnah yang menjadi tonggak kebaikan..

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لا يزال الناس بخير ما عجلوا الفطر

“Senantiasa manusia di atas kebaikan selama mereka bersegera berbuka puasa.” (HR Bukhari dan Muslim).

Bagi kita penuntut ilmu..
Mari hiasi hari hari dengan sunnah..
Meraih cinta Allah..
Dia berfirman dalam hadits qudsi..

ولا يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه

“Senantiasa hambaKu bertaqarrub kepadaku dengan ibadah yang sunnah hingga Aku mencintainya.”

Untuk inilah kita berlomba..

Nasib Si Bakhiil (Pelit)…

Firanda Andirja, حفظه الله تعالى

Sesungguhnya pelit itu ada dua tingkatan, pelit terhadap orang lain, dan yang paling parah adalah pelit terhadap diri sendiri.

Dia pelit tidak mau keluar uang agar bisa mengumpulkan harta dan menjadi orang kaya, namun pada hakekatnya ia telah terjerumus dalam kemiskinan hidup yang ia ingin lari darinya, dan ia telah terjauhkan dari kekayaan yang justru sedang ia kejar.

Bahkan yang tersiksa bukan hanya dirinya sendiri, anak-anak dan istrinya pun harus menjalani gaya hidup “faqir” nya tersebut.

Di akhirat iapun harus menjalani hisab yang panjang karena hartanya yang ia tumpuk.

Sebagaimana dikatakan tentang si bakhil ini :

يَعِيْشُ فِي الدُّنْيَا عَيْشَ اْلفُقَرَاءِ وَيُحَاسَبُ فِي الآخِرَةِ حِسَابَ الأَغْنِيَاءِ

(Ia hidup di dunia seperti hidupnya kaum faqir sementara ia dihisab dengan hisab orang-orang kaya)
Sesungguhnya yang Allah kehendaki adalah kehidupan yang sedang, tidak pelit dan tidak juga boros. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إِنَّ اللهَ إِذَا أَنْعَمَ على عَبْدٍ نِعْمَةً يُحِبُّ أَنْ يَرَى أَثَرَ نِعْمَتِهِ على عَبْدِه

“Sesungguhnya Allah jika memberi kepada hambaNya sebuah kenikmatan maka Allah suka melihat dampak nikmat tersebut pada hambaNya”

Maka jangan sempai orang yang diberi kecukupan menampaKkan seakan-akan ia hidup dalam kekurangan, tapi jangan pula berlebihan dan boros yang menjerumuskan dalam kesombongan.

Tak Ingin Ku Ucapkan..

Badru Salam, حفظه الله تعالى

aku tak ingin mengucapkan selamat untukmu..
karena tuhanku hanya satu..
Pencipta langit dan bumi..
dan pencipta sesembahanmu selain Dia..
Tuhanku maha Esa..
Ia tidak melahirkan dan tidak dilahirkan..
dan tidak ada yang sebanding denganNya..
tuhanku adalah Allah, Rabbku dan Rabb kalian..
bukan nabi Isa..
bukan matahari..
bukan pula makhluk lain yang lemah..

Tak pantas aku ucapkan selamat untukmu..
karena kamu mempersekutukan Allah yang sempurna..
dengan makhluk yang tidak sempurna..
Kamu rayakan kelahiran tuhanmu..
padahal tuhan tak pernah dilahirkan tidak pula melahirkan..
Dia Allah tidak membutuhkan anak..
tidak juga semua makhlukNya..
justru semua makhlukNya butuh kepada Dia..

kamu mengatakan nabi isa itu tuhan..
kelak di hari kiamat kamu akan melihat..
siapa tuhan sebenarnya..
bahkan nabi Isa pun akan ditanya oleh Allah..
Hai isa..
apakah kamu dahulu pernah mengatakan..
ambil aku dan ibuku sebagai tuhan selain Allah..
nabi isa menjawab: maha suci Engkau ya Allah..
tak berhak aku mengatakan demikian..
yang aku katakan adalah yang Engkau perintahkan kepadaku..
agar kamu hanya menyembah Allah saja..
tuhanku dan tuhanmu..
demikian yang diceritakan oleh Allah tuhanku..
dalam kitabNya yang suci..
yang tak pernah berubah sepanjang masa..

Imam-imam Syi’ah Dalam Literatur Syi’ah…

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Syi’ah meyakini bahwa diantara kriteria seseorang imam adalah mengetahui hal yang gahib. Bahkan sebagian referensi mereka dengan tegas menyatakan bahwa imam mereka mengetahui segala hal yang ghaib. Sebagai salah satu implementasinya, para imam mengetahui kapan dan dimana mereka mati, bahkan mereka tidak mati melainkan bila mereka telah menghendakinya.

Berikut beberapa riwayat yang termaktub dalam kitab Al Kafy karya Al Kulainy. Perlu diketahui bahwa agama Syi’ah meyakini bahwa kitab Al Kafy adalah kitab yang paling autentik dan riwayatnya paling shahih, atau setara dengan Sahih Imam Bukhary bagi umat Islam selain mereka.

Riwayat pertama:

عن عبد الواحد بن علي قال قال أمير المؤمنين علي بن أبي طالب عليه السلام: (أنا أورث النبيين إلى الوصيين ومن الوصيين إلى النبيين، وما بعث الله نبيا إلا وأنا أقضي دينه وأنجز عداته، ولقد اصطفاني ربي بالعلم والظفر ولقد وفدت إلى ربي اثني عشر مرة، فعرفني نفسه، وأعطاني مفاتيح الغيب. 

“Diriwayatkan dari Abdul Wahid bin Ali, ia mengisahkan: Amirul Mukminin (Ali bin Abi Thalib) ‘alaihissalaam berkata: Aku diberi kekuasaan untuk menyampaikan warisan para nabi kepada para washy (imam), dan warisan para washi kepada para nabi. Tidaklah Allah mengutus seorang nabipun melainkan akulah yang melunasi piutangnya dan menepati janjinya. Sungguhnya Allah telah memilihku untuk menerima ilmu dan kemenangan. Aku benar-benar telah menghadap kepada Allah (Tuhanku) sebanyak dua belas kali. Pada setiap kali itulah Allah memperkenalkan dirinya kepadaku dan Dia mengaruniaiku kunci-kunci ilmu ghaib.”( Biharul Anwaar 39/350 & Tafsir Furaat hal: 67.)

Riwayat kedua: 

قال أبو جعفر محمد بن علي بن الحسين (114هـ): أما علم ما كان وما سيكون، فليس يموت نبي ولا وصي إلا والوصي الذي بعده يعلمه. 

“Abu Ja’far Muhammad bin Ali bin Al Husain (114 H) berkata: “Adapun perihal ilmu tentang segala hal yang telah berlalu, dan juga yang akan terjadi pada masa mendatang, maka tidaklah ada seorang nabipun atau washi (pengemban wasiat sebagai imam-pen) yang meninggal melainkan pengemban wasiat selanjutnya telah mengetahuinya.”( Al Kafy oleh Al Kulainy 1/240 )

Riwayat ketiga:

عن سيف التمار قال: كنا مع أبي عبد الله عليه السلام جماعة من الشيعة في الحجر، فقال : علينا عين؟ فالتفتنا يمنة ويسرة، فلم نر أحدا، فقلنا: ليس علينا عين، فقال: ورب الكعبة ورب البنية –ثلاث مرات- لو كنت بين موسى والحضر، لأخبرتهما، أني أعلم منهما، ولأنبأتهما بما ليس في أيديهما؛ لأن موسى والخضر عليهما السلام، أعطيا علم ما كان، ولم يعطيا علم ما يكون، وما هو كائن حتى تقوم الساعة، وقد ورثناه من رسول الله صلى الله عليه وآله وراثة. 

“Diriwayatkan dari Saif At Tammar, ia mengisahkan: Pada suatu hari kami sekelompoh pengikut agama Syi’ah bersama-sama dengan Abu Abdillah (Ja’far As Shaadiq) di Hijir Ismail. Lalu beliau bertanya: Apakah ada mata-mata yang mengawasi kita? Maka kamipun segera menengok ke kanan dan ke kiri, akan tetapi kami tidak melihat seorang mata-matapun, sehingga kami berkata kepada beliau: Tidak ada seorang mata-matapun yang mengawasi kita. Selanjutnya Ja’far As Shaadiq berkata: Sungguh demi Tuhan Penguasa Ka’bah, dan sungguh demi Tuhan Penguasa Hijir Ismail -tiga kali-, andai aku berada bersama-sama dengan Nabi Musa dan Khidir, niscaya akan aku kabarkan kepada keduanya bahwa aku lebih berilmu dibanding keduanya, dan mereka berdua akan aku ajari ilmu yang tidak mereka kuasai. Yang demikian itu dikarenakan Nabi Musa dan Khidir alaihimassalaam hanya dikaruniai ilmu tentang hal-hal yang telah berlalu, dan tidak dikaruniai ilmu tentang hal-hal yang akan datang, dan yang akan terjadi hingga Hari Qiyamat.Dan sungguh, kami benar-benar telah mewarisi ilmu itu dari Rasulullah .”( Al Kafy oleh Al Kulainy 1/260-261)

Saudaraku! Anda adalah seorang muslim, tentu anda memiliki hati nurani yang senantiasa memancarkan cahaya keimanan. Coba bandingkan doktrin Shana Syi’ah ini dengan firman Allah Ta’ala berikut:

قُل لاَّ أَمْلِكُ لِنَفْسِي نَفْعًا وَلاَ ضَرًّا إِلاَّ مَا شَاء اللّهُ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ الْغَيْبَ لاَسْتَكْثَرْتُ مِنَ الْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِيَ السُّوءُ إِنْ أَنَاْ إِلاَّ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ الأعراف 188

“Katakanlah: “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemanfaatan bagi diriku, dan tidak (pula) menolak kemadharatan, kecuali yang Allah kehendaki. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku telah banyak mengumpulkan harta kekayaan, dan aku tidak akan ditimpa kemudharatan. Aku tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” Al A’raf 188.

Saudaraku! bila pada ayat ini Nabi telah mengikrarkan bahwa dirinya tidak mengetahui hal yang ghaib, menurut anda, mungkinkah beliau dapat mewariskan ilmu tentang yang ghaib tersebut kepada anak cucunya?

Saudaraku! menurut hemat anda, apa alasan yang menjadikan agama Syi’ah membiarkan riwayat-riwayat semacam ini ada pada kitab yang paling autentik menurut mereka?

Riwayat keempat: 

عن أبي عبد الله جعفر الصادق: إني لأعلم علم ما في السماوات وما في الأرض وأعلم ما في الجنة وأعلم ما في النار، وأعلم ما كان وما يكون. 

“Diriwayatkan dari Abu Abdullah Ja’far As Shaadiq, ia menegaskan: “Sungguh aku telah menguasai ilmu tentang segala isi langit dan segala isi bumi, aku juga mengetahui tentang isi surga dan juga isi neraka. Sebagaimana aku juga telah menguasai ilmu tentang segala yang telah berlalu dan yang terjadi pada masa mendatang.”( Al Kafy oleh Al Kulainy 1/261 )

Riwayat kelima: 

عن أبي بصير قال قال أبو عبد الله عليه السلام: أي إمام لا يعلم ما يصيبه وإلى ما يصير فليس ذلك بحجة لله على خلقه. 

“Abu Bashir meriwayatkan dari Abu Abdullah (Ja’far As Shaadiq) alaihissalam: Imam siapapun yang tidak mengetahui tentang segala apa yang akan menimpanya dan nasib yang akan akan ia alami, maka ia tidak dapat menjadi hujjah bagi Allah atas makhluq-Nya.”( Al Kafy oleh Al Kulainy 1/258)

Riwayat keenam:

عن أبي عبد الله جعفر الصَّادق (148هـ) قال: إن عندنا علم ما كان وعلم ما هو كائن إلى أن تقوم السَّاعة. 

“Dari Abu Abdullah Ja’far As Shaadiq (148 H), ia menuturkan: “Sesungguhnya kami memiliki ilmu tentang segala hal yang telah berlalu dan ilmu tentang segala hal yang akan terjadi hingga kebangkitan hari qiyamat.” (Al Kafy oleh Al Kulainy 1/252 ) 

Ini hanyalah setetes dari lautan riwayat yang ada dalam kitab Al Kaafi karya Al Kulainy -kitab yang menurut agama Syi’ah sebagai kitab paling autentik setelah Al Qur’an.

Sekedar membaca judul-judul yang ada dalam kitab Al Kafi karya Al Kulainy, niscaya bulu kuduk anda merinding karenanya. Betapa tidak, berbagai judul yang diluar kewajaran, sehingga menjadikan khayalan kita membayangkan sosok dewa-dewa Hindu dan Buda. Berikut sebagian judul-judul tersebut:

باب: أن الأئمة عليهم السلام عندهم جميع الكتب التي نزلت من عند الله عز وجل وأنهم يعرفونها على اختلاف ألسنتها.

Bab: Bahwa para imam memiliki seluruh kitab, dan mengetahuinya dengan segala perbedaan bahasanya.
( Al Kafy oleh Al Kulainy 1/227) 

باب: إنَّ الأئمة يعلمون جميع العلوم التي خرجت إلى الملائكة والأنبياء والرسل عليهم السلام.

Bab: Bahwasanya para imam mengetahui segala ilmu yang turun kepada para malaikat, nabi dan rasul.( Al Kafy oleh Al Kulainy 1/255) 

باب: أنَّ الأئمة عليهم السلام يعلمون متى يموتون، وأنهم لا يموتون إلا باختيار منهم

Bab: Bahwa para imam mengetahui kapan mereka akan meninggal, dan bahwasanya mereka tidaklah meninggal melainkan atas kehendak mereka sendiri.( Al Kafy oleh Al Kulainy 1/258)

باب: إنه ليس شيء من الحق في يد الناس إلا ما خرج من عند الأئمة عليهم السلام، وإن كل شيء لم يخرج من عندهم فهو باطل.

Bab: Bahwa tidaklah ada sedikitpun kebenaran yang ada di masyarakat selain yang pernah diajarkan oleh para imam, dan bahwa segala sesuatu yang tidak diajarkan oleh mereka, maka itu adalah batil.( Al Kafy oleh AL Kulainy 1/399 ) 

باب أن الأئمة عليهم السلام علم ما كان وما يكون، وأنه لم يخف عليهم الشيء صلوات الله عليهم. 

“Bab: bahwasanya para imam alaihimussalam, memiliki ilmu tentang segala yang telah berlalu dan yang akan datang, tidak ada suatu apapun yang tersembunyi atas mereka.( Al Kafy oleh Al Kulainy 1/260)

Saya yakin, ketika membaca judul-judul bab di atas, batin anda menjerit, iman anda berkobar, terlebih-lebih bila anda mengingat ikrar Nabi Muhammad yang telah diabadikan dalam Al Qur’an: 

قُل لاَّ أَقُولُ لَكُمْ عِندِي خَزَآئِنُ اللّهِ وَلا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلاَّ مَا يُوحَى إِلَيَّ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الأَعْمَى وَالْبَصِيرُ أَفَلاَ تَتَفَكَّرُونَ الأنعام 50

“Katakanlah: “Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak pula aku mengetahui yang ghaib dan tidak pula aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Tidaklah aku mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah : “Apakah sama orang yang buta dengan orang yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkannya.” Al An’am 50.

Bila anda hendak mendapatkan riwayat-riwayat atau judul-judul bab yang semakna dengan yang telah diutarakan di atas, niscaya anda kewalahan membacanya, begitu banyak dan begitu nyata.

Saudaraku, setelah membaca sekelumit riwayat dan judul-judul bab yang termaktub dalam kitab Al Kafi, mungkin anda bertanya: apa mungkin para imam-imam agama Syi’ah adalah jelmaan Malaikat? Atau mungkin anda bertanya: Apa sebenarnya perbedaan imam-imam agama Syi’ah dengan dewa-dewa yang diyakini oleh penganut agama Hindu dan Buda?

Pencari Kayu Bakar Di Malam Hari…

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Pencari kayu bakar..
Di waktu malam..
Mengambil semua yang ia raba dan rasakan..
Entah itu kayu atau mungkin ular yang berbisa..

Di dunia maya sana..
Semuanya ada..
Kebaikan dan keburukan..
Kesesatan yang dihiasi..
Syahwat dan syubuhat..
Artikel yang bermanfaat..
Fatawa para ulama..
Igauan para juhala..
Koaran para bunglon..
Bahkan ketidak adaban sebagian penuntut ilmu..

Maka..
Orang yang mencari kebenaran di dunia maya..
Atau mencari ilmu di sana..
Bagai pencari kayu bakar di malam yang kelam..
Dalam hutan rimba yang buas..
Harus extra hati hati..
Bila tidak..
Maka akan terhempas dalam jurang kebinasaan..

Yang selamat adalah..
Mendatangi majelis taklim yang diasuh ustadz ustadz yang kokoh keilmuan..
Yang lurus aqidah dan manhajnya..
Mengambil dari situs situs para ulama dan para ustadz yang terpercaya..
Waspadalah..
Waspadalah..

Menebar Cahaya Sunnah