Keutamaan Berkunjung Kepada Orang Sakit…

Fuad Baraba’, حفظه الله تعالى

Mengunjungi dan membesuk orang sakit merupakan kewajiban setiap muslim, terutama orang yang memiliki hubungan dengan dirinya, seperti kerabat dekat, tetangga, saudara yang senasab, sahabat dan lain sebagainya.

Menjenguk orang sakit termasuk amal shalih yang paling utama yang dapat mendekatkan kita kepada Allah Ta’ala, kepada ampunan, rahmat dan SorgaNya.

Mengunjungi orang sakit merupakan perbuatan mulia, dan terdapat keutamaan yang agung, serta pahala yang sangat besar, dan merupakan salah satu hak setiap muslim terhadap muslim lainnya.

Rasululloh صلى الله عليه و سلم bersabda:

إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ.

“Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad dengan sanad shahih).

Terakhir, hendaknya orang yang membesuk mendoakan orang yang sakit:

لاَ بَأْسَ طَهُورٌ اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ

“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membersihkanmu dari dosa-dosa, Insya Alloh.” (HR. al-Bukhari).

Atau doa:

أَسْأَلُ اللَّهَ العَظِيمَ رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

“Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, agar menyembuhkan penyakitmu.” (HR. at-Tirmidzi, dan Abu Daud).

Belajar BERSABAR Bersama Syeikhul Islam (7)

Musyaffa ad Dariny, حفظه الله تعالى

Hal ketujuh yang bisa membantu seseorang untuk bersabar menghadapi gangguan manusia:

Hendaklah dia tahu, bahwa bila dia menyibukkan dirinya dengan tindakan balas dendam dan menuntut haknya, maka waktunya akan banyak terbuang, hatinya akan terpecah (tidak konsen), dan akan banyak maslahat yang hilang darinya selamanya.

Dan mungkin saja efek-efek yang ditimbulkan ini, malah jauh lebih besar dari musibah pertama yang datang kepadanya.

Nah, bila dia memaafkan dan melupakan; tentu hati dan jasmaninya akan bisa konsen untuk meraih banyak maslahat yang diinginkan, yang tentunya ini lebih penting baginya, daripada sekedar menuntut balas dendam.

[Jami’ul Masa’il, 1/171].

————

Intinya, untuk apa menuntut balas dendam, jika hal itu malah akan menambah berat musibah yang kita rasakan… cukuplah musibah yang ada, jangan menambahnya dengan musibah yang lebih besar lagi… Bersabarlah dan maafkan kesalahannya, sehingga Anda bisa fokus untuk meraih banyak kebaikan di masa depan Anda.

Belajar BERSABAR Bersama Syeikhul Islam (6)

Musyaffa ad Dariny, حفظه الله تعالى

Hal keenam yang bisa membantu kita untuk bersabar menghadapi gangguan manusia adalah:

Dengan meyakini bahwa “balasan itu sesuai dengan jenis amalan”, dan bahwa dirinya adalah seorang yang zalim dan banyak berdosa… bahwa orang yang memaafkan manusia; Allah akan memaafkan dosanya, dan orang yang mengampuni kesalahan manusia; Allah akan mengampuni kesalahannya.

Maka, apabila dia meyakini bahwa sikapnya memaafkan, melupakan kesalahan orang, dan berbuat baik kepada mereka yang mengganggunya, adalah sebab Allah melakukan hal yang sama terhadapnya, sehingga dengannya Allah akan memaafkannya, melupakan kesalahannya, dan memberikannya kebaikan walaupun dia banyak dosa… tentu dengan keyakinan seperti ini, dia akan mudah memaafkan dan bersabar atas gangguan orang terhadapnya.

Dan sungguh ini merupakan pelajaran yang sangat berharga bagi orang yang cerdas berfikir.

[Jami’ul Masa’il, 1/170].

———-

Intinya, jika ingin dosa-dosa Anda diampuni Allah, serta mendapatkan banyak kebaikan dan nikmat Allah meski Anda banyak salah… lakukanlah hal yang sama kepada manusia, banyaklah memaafkan mereka dan berikan kebaikan kepada mereka, walaupun mereka banyak salah kepada Anda… karena “balasan itu sesuai dengan amalan yang Anda lakukan”.

Kita Berjalan Menuju Ajal…

Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى

Abu Dzar rodhiyallahu ‘anhu pernah berkata, “Wahai manusia, injakkan kakimu ke tanah. Sesungguhnya sebentar lagi ia akan menjadi kuburmu.

Wahai manusia, sesungguhnya hidupmu hanya beberapa hari, tiap kali waktu berlalu, berarti sebagian hidupmu telah pergi.

Wahai manusia, engkau sekarang ini selalu menghabiskan umurmu sejak lahir dari rahim ibumu.

”Seorang penyair mengatakan:

نَسِيْرُ إِلَى اْلآجَالِ مِنْ كُلِّ لَحْظَةٍ وَأَيَّامُنَا تُطْوَى وَهُنَّ مَرَاحِلُ

وَلَمْ أَرَ مِثْلَ الْمَوْتِ حَقًّا كَأَنَّهُ إِذَامَا تَخَطَّتْهُ اْلأَمَانِيَّ بَاطِلُ

وَمَا أَقْبَحَ التَّفْرِيْطَ فِيْ زَمَنِ الصِّبَا فَكَيْفَ بِهِ وَالشَّيْبُ لِلرَّأْسِ شَاعِلُ

تَرَحَّلْ مِنَ الدُّنْيَا بِزَادٍ مِنَ التُّقَى فَعُمْرُكَ أَيَّامٌ وَهُنَّ قَلاَ ئِلُ

Kita berjalan menuju ajal dalam setiap detiknya

Hari-hari kita selalu berlalu, dan memiliki tahapan-tahapan
Aku belum pernah melihat ada sesuatu yang lebih meyakinkan daripada kematian…setiap apa yang kau bayangkan tanpa diakhiri kematian itu hal mustahil…
Alangkah buruknya perbuatan kita disaat muda belia tak mau menengok agamanya… Lantas, bagaimana nasib seseorang yang tetap meninggalkan agama, padahal ubannya telah menyala
Berjalanlah kamu di dunia ini dengan bekal takwa

Karena, umurmu hanyalah hitungan hari yang kian purna…

Semoga bisa menjadi renungan wahai sobat.

Pencukur Agama…

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Nabi saw bersabda:

أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلاَةِ وَالصَّدَقَةِ؟ قَالُوا : بَلَى، قَالَ : صَلاَحُ ذَاتِ الْبَيْنِ فَإِنَّ فَسَادَ ذَاتِ الْبَيْنِ هِيَ الْحَالِقَةُ

“Maukah aku kabarkan kepada kalian yang lebih baik daripada derajat puasa, sholat, dan sedekah?”. Mereka berkata, “Tentu”. Baiknya hubungan diantara sesama, karena rusaknya hubungan diantara sesama mengikis habis (agama)” (HR At-Tirmidzi no 2509, dan dishahihkan At-Tirmidzi, dan ada tambahannya 

هِيَ الْحَالِقَةُ لاَ أَقُوْلُ تَحْلِقُ الشَّعْرَ وَلَكِنْ تَحْلِقُ الدِّيْنَ

“Rusaknya hubungan diantara sesama adalah mengikis, dan tidaklah aku berkata mengikis habis rambut, akan tetapi mengikis habis agama”

Murji’ah tak menerimaku..

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Kaum murji’ah adalah suatu kelompok yang meyakini bahwa amal tidak termasuk iman..
Menurut mereka iman itu hanya sebatas keyakinan di hati..
Sebagian mereka berkata bahwa iman itu hanya ucapan dengan lisan..
Sedangkan amal tidak mempengaruhi kesempurnaan iman..
Mereka meyakini bahwa maksiat tidak mengurangi iman..
Dan ketaatan tidak menambah iman..
Mereka meyakini bahwa iman tidak bertambah dan berkurang..

Keyakinan ini adalah kesesatan yang nyata..
Ahlussunnah berkeyakinan bahwa amal itu bagian dari iman..
Amal mempengaruhi naik turunnya iman..
Iman bertambah dengan ketaatan..
Dan berkurang dengan kemaksiatan..
Ahlussunnah meyakini bahwa adanya sebagian iman tidak menyebabkan iman ada secara sempurna..
Sebaliknya hilangnya sebagian iman..
Tidak menyebabkan hilangnya seluruh iman..
Inilah keyakinanku..
Maka murji’ah pasti tak akan menerimaku..

Sunnah Yang Sering Terabaikan…

image

Penjelasan hadits :

1. Hadits ini jelas melarang kita meniup makanan/minuman untuk mendinginkannya. Larangan ini meski hanya makruh (dibenci), tidak sampai berdosa bila dilanggar, namun seorang muslim yang baik tidak akan mengabaikannya karena ia akan mendapat pahala dengan meninggalkannya sekaligus memetik hikmah lainnya.

2. Tahu atau tidak, seorang muslim yakin bahwa semua yang dilarang dalam Islam pasti mengandung bahaya yang lebih besar dari manfaatnya.
Bila ia tahu hikmah tersebut, imannya bertambah.
Jika ia tidak tahu, ia tetap mengimaninya.

3. Di antara hikmahnya adalah karena udara yang kita tiupkan mengandung CO2 (karbon dioksida).
Bila bereaksi dengan H2O (air) dalam minuman atau sebagian makanan, akan berubah menjadi H2CO3 (asam karbonat) yang meningkatkan resiko penyakit jantung.
Ini yang baru diketahui, tentu Allah Al-‘Alim Al-Hakim memiliki rahasia lain yang kita belum ketahui.

4. Al-Hafidzh Ibnu Hajar juga menjelaskan bahwa meniup makanan/minuman panas merupakan perangai ketergesaan yang tercela dalam Islam.

5. Solusinya ialah dengan sabar menunggu hingga dingin sembari berzikir, mengipasi/dengan kipas angin, dan lain-lain asal tidak kita tiup.

Wallahu a’lam.

✒ Ustadz Fajri hafidzahullah

Courtesy of Program JODOH

Belajar BERSABAR Bersama Syeikhul Islam (5)

Musyaffa ad Dariny, حفظه الله تعالى

Hal kelima yang bisa membantu kita untuk bersabar menghadapi gangguan manusia adalah:

Dengan mengingat bahwa tidaklah seseorang memilih sikap membalas dendam untuk dirinya, melainkan Allah tinggalkan padanya kehinaan yang dia rasakan pada dirinya… sebaliknya, apabila dia memaafkan, maka Allah ta’ala akan memuliakannya.

Inilah yang dikabarkan oleh seorang yang paling benar dan harus dibenarkan, Nabi Muhammad -shollallohu alaihi wasallam-: “Tidaklah Allah menambahkan untuk seorang hamba karena sikap memaafkan, melainkan kemuliaan”. [HR. Muslim: 2588].

Maka, kemuliaan yang timbul dari sikap memaafkan itu lebih baik dan lebih bermanfaat baginya, melebihi kemuliaan yang timbul dari sikap membalas dendam… Karena balas dendam hanyalah kemuliaan yang tampak secara lahir, tapi ia meninggalkan kehinaan dalam batin… Adapun sikap memaafkan, mungkin manusia melihatnya kehinaan, namun sikap itulah yang sebenarnya memberikan kemuliaan lahir dan batin.

[Lihat: Jami’ul Masa’il, 1/170].

———–

Intinya, ingatlah terus hadits Nabi -shollallohu alaihi wasallam-, bahwa Allah akan menambah kemuliaan seseorang dengan sikap memaafkan, dan kemuliaan ini mencakup kemuliaan lahir dan kemuliaan hati… dan hal ini sebagai bantahan anggapan sebagian orang, bahwa tindakan memaafkan adalah sikap lemah dan hina, sungguh ini anggapan yang salah karena menyelisihi sabda Nabi -shollallohu alaihi wasallam-.

Wahai Anakku…

Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى

Wahai anakku.. Janganlah sering kau ungkapkan kesedihanmu kepada ibumu…
Ceritakan kepada beliau yang membuat hatinya bahagia…

Walaupun beliau hanya mengandungmu 9 bulan namun hatinya lebih bisa merasakan penderitaanmu dibanding hatimu sendiri…

Adukan segala keluh kesahmu kepada Allah ta’ala…
Ceritakan kebahagiannmu kepada ibumu wahai anakku…
Agar beliau tersenyum bahagia..
Apalagi dimasa tua..berbuat baiklah kepada beliau dengan bakti tenaga fikiran dan harta..

Barakallahu fikum ya akhy wa ukhty

Hakikat Kritikan…

Badru Salam, حفظه الله تعالى

Ketika kita dikritik orang..
Terkadang kita marah dan benci kepada orang yang mengkritik..
Bahkan menganggapnya sebagai musuh..

Sebetulnya kritikan itu..
Mengajarkan kedewasaan kita..
Dan melatih kesabaran dalam mentarbiyah emosi.
Toh kita bukan malaikat atau nabi yang ma’shum.

Mungkin..
Orang yang mengkritik itu karena mencintai kita..
Sehingga ia memberi perhatiannya untuk kita..
Asal kita positif thinking aja..

Bila kritikan itu benar..
Tentu merujuk kebenaran lebih baik dari pada ngeyel di atas kesalahan..
Bila kritik itu tidak benar..
Cukup kita tepis dengan adab dan sopan santun..
Nggak perlu marah marah atau tersinggung..

Moga bermanfaat..

Menebar Cahaya Sunnah