Bulan Yang Dilipatkan Dosa Maksiat….

Abu Riyadl Nurcholis, حفظه الله تعالى

Bulan muharam bulan yang dilpatkan dosa maksiat dan dibesarkan amalan seorang hamba…

Maka berhati hatilah..
Dan perbanyak amal sholeh..

Al-Muharram di dalam bahasa Arab artinya adalah waktu yang diharamkan. Untuk apa? Untuk menzalimi diri-diri kita dan berbuat dosa. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{ إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ }

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu di keempat bulan itu” (QS At-Taubah: 36)

Diriwayatkan dari Abu Bakrah radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

((… السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِي بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَان.))

“Setahun terdiri dari dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram, tiga berurutan, yaitu: 1.Dzul-Qa’dah, 2.Dzul-Hijjah dan 3.Al-Muharram, serta 4.Rajab Mudhar yang terletak antara dua Jumadi dan Sya’ban. ” (HR Al-Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679/4383.)

Pada ayat di atas Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

{ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ }

“Janganlah kalian menzalimi diri-diri kalian di dalamnya”,

karena berbuat dosa pada bulan-bulan haram ini lebih berbahaya daripada di bulan-bulan lainnya. Qatadah rahimahullah pernh berkata:

(إنَّ الظُّلْمَ فِي الْأَشْهُرِ الْحُرُمِ أَعْظَمُ خَطِيْئَةً وَوِزْراً مِنَ الظُّلْمِ فِيْمَا سِوَاهَا، وَإِنْ كَانَ الظُّلْمُ عَلَى كُلِّ حَالٍ عَظِيْماً، وَلَكِنَّ اللهَ يُعَظِّمُ مِنْ أَمْرِه مَا يَشَاءُ.)

“Sesungguhnya berbuat kezaliman pada bulan-bulan haram lebih besar kesalahan dan dosanya daripada berbuat kezaliman di selain bulan-bulan tersebut. Meskipun berbuat zalim pada setiap keadaan bernilai besar, tetapi Allah membesarkan segala urusannya sesuai apa yang dikehendaki-Nya.”

Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma berkata:

(…فَجَعَلَهُنَّ حُرُماً وَعَظَّمَ حُرُمَاتِهِنَّ وَجَعَلَ الذَّنْبَ فِيْهِنَّ أَعْظَمُ، وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ وَاْلأَجْرُ أَعْظَمُ.)

“…Kemudian Allah menjadikannya bulan-bulan haram, membesarkan hal-hal yang diharamkan di dalamnya dan menjadikan perbuatan dosa di dalamnya lebih besar dan menjadikan amalan soleh dan pahala juga lebih besar. (Tafsir Ibnu Abi Hatim VI/1791.)

Bulan muharam masih ada 19 hari mari kita semangat berbuat amal baik.

By
Ponpes tahfidz ma’hadul qur’an

Keutamaan Qobliyah Dzuhur Dan Ba’diyahnya…

Fuad Baraba, حفظه الله تعالى

Dari Ummu Habibah Ummul Mukminin radhiallah ‘anha berkata: aku mendengar Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

من حافظ على أربع قبل الظهر و أربع بعدها حرمه الله تعالى على النار

“Barangsiapa menjaga empat raka’at sebelum dzuhur dan empat raka’at setelahnya, maka Allah Ta’ala haramkan neraka atasnya.” (HR. Ahmad: 2/117, Abu Daud: 1271, at-Tirmidzi: 430, an-Nasai: 3/266, Ibnu Majah: 1160). Lihat Hasyiah syekh Bin Baz rahimahullah atas Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam: 1/255.

Begitu besar pahala bagi orang-orang yang selalu rutin melaksanakan shalat sunnah sebelum dan setelah dzuhur, yang masing-masingnya empat raka’at.

Hal yang ringan, namun banyak dilalaikan oleh kaum muslimin.

Dengan ini hendaklah para pengurus masjid, memberikan kesempatan bagi jama’ah yang akan melaksanakan sunnah ini, dengan memberikan waktu yang cukup, dan tidak terburu-buru untuk mengumandangkan iqomah.
Mudah-mudahan kita semua diberi kekuatan untuk bisa selalu menjaga sunnah ini, sehingga bisa mendapatkan keutamaannya.

آمين يا رب العالمين

13 Perkara ‘JANGAN MENUNGGU’ Yang Perlu Diperhatikan

1. Jangan menunggu bahagia baru tersenyum, tapi tersenyumlah, maka engkau akan bahagia.

2. Jangan menunggu kaya baru bersedekah, tapi bersedekahlah, maka engkau akan semakin kaya.

3. Jangan menunggu termotivasi baru bergerak, tapi bergeraklah, maka engkau akan termotivasi.

4. Jangan menunggu dipedulikan orang baru engkau peduli, tapi pedulilah dengan orang lain..! Maka engkau akan dipedulikan.

5. Jangan menunggu orang memahamimu. baru engkau memahami dia, tapi pahamilah orang itu, maka orang itu akan paham denganmu.

6. Jangan menunggu terinspirasi baru menulis. Tapi menulislah, maka inspirasi akan hadir dalam tulisanmu.

7. Jangan menunggu projek baru bekerja, tapi bekerjalah, maka projek akan menunggumu.

8. Jangan menunggu dicintai baru mencintai, tapi belajarlah mencintai, maka engkau akan dicintai.

9. Jangan menunggu banyak uang baru hidup tenang, tapi hiduplah dengan tenang. Percayalah bukan sekadar uang yang datang tapi juga rezeki yang lainnya.

10. Jangan menunggu contoh baru bergerak mengikuti, tapi bergeraklah, maka engkau akan menjadi contoh yang diikuti.

11. Jangan menunggu sukses baru bersyukur tapi bersyukurlah, maka akan bertambah kesuksesanmu.

12. Jangan menunggu bisa baru melakukan, tapi lakukanlah..! maka engkau tentu bisa..!

13. Jangan menunggu waktu luang untuk ber-Ibadah. Tapi luangkan waktu untuk ber-Ibadah.

Dan.. Jangan menunggu lama lagi untuk membagikan tulisan ini kepada semua orang yang engkau kenal..

Sehingga kita semua tersadar .. Amin.

Diposting ulang oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Berwudhulah Sebelum Tidur

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من بات طاهرا بات في شعاره ملك فلم يستيقظ إلا قال الملك اللهم اغفر لعبدك فلان فإنه بات طاهرا

“Barang siapa yang bermalam dalam keadaan suci, maka malaikat bermalam dalam selimutnya. Tidaklah ia bangun kecuali malaikat itu berdo’a, “Ya Allah, ampunilah hambaMu fulan itu, karena ia bermalam dalam keadaan suci.” (HR ibnu Hibban dan dishahihkan oleh syaikh Al Albani).

Niatkan sholat malam..
Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

ما من عبد يحدث نفسه بقيام ساعة من الليل فينام عنها الا كان نومه صدقة تصدق الله بها عليه وكتب له اجر ما نوى .

Tidak ada seorang hambapun yang berniat sholat malam, lalu ia tertidur darinya, maka tidurnya menjadi shodaqoh untuknya, dan ditulis untuknya pahala niatnya tersebut.” (Dishohihkan oleh syaikh Al Albani) (*)

Jangan lupa berdzikir sebelum tidur..
Tidur menjadi pahala..
Alhamdulillah..

✏️
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

(*) TAMBAHAN :

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَتَى فِرَاشَهُ وَهُوَ يَنْوِي أَنْ يَقُومَ يُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ حَتَّى أَصْبَحَ كُتِبَ لَهُ مَا نَوَى وَكَانَ نَوْمُهُ صَدَقَةً عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ “

Barangsiapa yang naik ke atas ranjangnya sedang ia telah berniat untuk bangun melakukan sholat di malam hari, namun ia tertidur hingga waktu Shubuh, maka ditulis baginya pahala apa yang ia niatkan dan tidurnya itu adalah sedekah dari Rabb-nya

[Diriwayatkan oleh An-Nasaa’iy no. 1787, Ibnu Maajah no. 1344, dan Ibnu Khuzaimah no. 1172; dishohihkan oleh Al-Albaaniy dalam Shohiih Sunan An-Nasaa’iy 1/567]

Selamat Tinggal Asap…

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Saudaraku sekalian! Barangkali saat anda membaca status ini, anda atau saudara anda atau sahabat andansedang diselimuti asap pembakaran ladang atau hutan.

Anda menjerit, semua orang menjerit meminta agar pemerintah atau lembaga HAM atau yang serupa segera turun tangan. Anda seakan menggantungkan asa kepada mereka & mugkin kini anda sedang menelan pil pahit kekecewaan kepada mereka yang lambat atau seakan berpangku tangan menonton derita anda.

Sobat! Bangun dan segera sadarlah dari mimpi panjang anda. Bangun dan buka mata anda lebar lebar, bahwa siapapun yang anda harapkan uluran tangannya, sejatinya mereka adalah manusia biasa yang tidak kuasa dan memiliki apa apa.

Bangun dan segera gantungkan hati dan harapan anda kepada Allah Ta’ala Yang memiliki segala sesuatu, tanpa terkecuali air hujan yang dapat memusnahkan seluruh kepulan asap yang selama ini menyiksa hidup anda.

Segera angkat tangan anda, gantungkan harapan anda hanya kepada Allah Ta’ala, dan sucikan hati anda dari segala bentuk harapan dan asa kepada sesama manusia, siapapun dia.

Lalaikan dan abaikan segala janji dan bualan kosong dan sombong manusia siapapun dia. Dan kobarkan iman dan harapan anda hanya kepada Allah Ta’ala. Simak janji Allah yang pasti dipenuhi dan ditepati, tiada pernah ingkar janji: 

أمن يجيب المضطر إذا دعاه ويكشف السوء ويجعلكم خلفاء الأرض أءله مع الله قليلا ما تذكرون

Siapakah yang kuasa mengabulkan permintaan orang yang sedang dalam kesusahan dan menyingkirkan keburukan dan menjadikan kalian sebagai pemimpin di muka bumi. Adakah sesembahan lain bersama Allah, sungguh sangat sedikit dari kalian yang mengingat. ( An Namel 62)

Segera angkat tangan anda, dan ajak saudara saudara anda untuk bersama sama bersimpuh di hadapan Allah Ta’ala memohon ampunan dan kasih sayang-Nya dengan menurunkan rahmat- Nya / hujan ke bumi kita.

Tumpahkan air mata dan panjatkan doa anda hanya kepada Allah Ta’ala di akhir malam dan waktu waktu mustajab lainnya.

Ajak saudara saudara anda untuk bersama sama berdoa di saat khutbah jum’ah dan juga dengan mengadakan shalat istisqa’, meminta turunnya hujan, lupakan manusia apapun jabatannya dan senyaring apapun janji manisnya.

Perbanyaklah permohonan ampun alias istighfar kepada-Nya, karena dengan istighfar urusan anda menjadi mudah walau tanpa janji manis dan uluran tangan sesama manusia. Ingat kembali firman Allah Taala:

فقلت استغفروا ربكم إنه كان غفارا يرسل السماء عليكم مدرارا

Aku berkata: mohonlah ampunan kepada Tuhan kalian, sejatinya Dia Maha Pengampun. Dia yang kuasa menurunkan air hujan dari langit dengan deras kepada kalian . ( Nuh 10 – 11 

Untuk Kaum Syiah Di Hari Asyuro 10 Muharrom…

Musyaffa Ad Dariny, حفظه الله تعالى

1. Nabi -shollallohu alaihi wasallam- menganjurkan puasa di hari Asyuro adalah untuk bersyukur dan berbahagia atas agungnya nikmat Allah kepada Nabi Musa di hari itu, mengapa kalian malah memperingatinya dengan kesedihan?!

“Saat Nabi -shollallohu alaihi wasallam- datang di Madinah, beliau mendapati Kaum Yahudi berpuasa di Hari Asyuro’, maka beliau bertanya kepada mereka: ‘Hari apakah ini, yang kalian berpuasa di dalamnya?’.

Mereka menjawab: ‘Ini adalah hari yang agung, di dalamnya Allah menyelamatkan Musa dan kaumnya, dan menenggelamkan Fir’aun dan kaumnya, maka Musa pun berpuasa untuk MENSYUKURINYA, maka kami berpuasa di dalamnya’.

Kemudian Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- mengatakan: ‘Kami lebih berhak dan lebih pantas MENGIKUTI Musa daripada kalian!’, maka Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- berpuasa di dalamnya, dan memerintahkan (umatnya) untuk berpuasa di dalamnya”. [HR. Muslim: 1130].

2. Jika mereka mengatakan, kami memperingati kematian Husein di Karbala pada hari itu.

Kita katakan: Jika setiap imam yang mati diperingati hari wafatnya, mengapa kalian tidak memperingati hari wafatnya Nabi -shollallohu alaihi wasallam-, hari wafatnya Ali, Hasan, dan imam-imam kalian lainnya sebagaimana cara kalian memperingati wafatnya Husein?!

Bahkan Ali bin Abi tholib juga wafatnya secara syahid dan dibunuh dengan kejam, namun Hasan dan Husein tidak pernah memperingati hari wafat ayahnya dg kesedihan sebagaimana kalian.

3. Jika mereka mengatakan: karena Husein dibunuh dengan cara sadis.

Kita katakan: Bukankah Hamzah bin Abdul Muttolib juga dibunuh di peperangan, dia juga dimutilasi dengan sadis setelahnya… mengapa Nabi -shollallohu alaihi wasallam- tidak memperingati hari wafatnya dengan kesedihan?! Bahkan kalian juga tidak memperingati hari wafatnya dengan kesedihan dan melukai badan?!

Wahai Kaum Syiah… Berpikirlah dengan hati nurani kalian saat menyaksikan ritual menyakiti tubuh, menampar pipi, memukul dada dst… dan tanyalah diri Anda, pantaskah itu sebagai Ajarannya Nabi Muhammad -shollallohu alaihi wasallam- yang diutus sebagai RAHMATAN LIL ALAMIN?!

Semoga Allah mengembalikan kalian kepada Ajaran Nabi-Nya yang benar…

Do’a Setelah Makan…

Tambahan penjelasan :
.
Ada dua lafazh dzikir sesudah makan yang serupa dan berasal dari dua hadits. Hadits yang satu diriwayatkan oleh imam Abu Dawud dan hadits satu nya lagi diriwayatkan oleh imam at-Tirmidzi, rohimahumallah.
.
Yang digambar yang kami posting ini adalah lafazh dari hadits yang diriwayatkan oleh imam Abu Dawud, sedangkan lafazh dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam at-Tirmidzi tidak ada kata “tho’aama”. Keduanya BOLEH di amalkan.
.
Wallahu a’lam

Menebar Cahaya Sunnah